
Ternyata bener ya, seribu kebaikan akan hilang karena satu kesalahan.
Happy reading💙
Typo bertebaran!!!
•••••
Setelah mengatakan hal seperti itu, veno mengangkat tubuh Nadin. Dan segera membawanya, ke rumah sakit. Banyak sekali bisik-bisik dari siswa maupun siswi, yg melihat kejadian itu.
Aduh Alina kasihan banget ya,
Iya tuh Veno juga tega!
Veno **** *****, belain Nadin Ketimbang Alina
Biasalah kan namanya juga jatuh cinta
Dan masih banyak lainnya
Akhirnya Vero pun angkat bicara,
"Udah sana bubar!"kata Vero
"Bubar woy anjeng, nonton apa sih? Dikira nonton video 18+, rame amat!"sambung verrel
"Huuuu,"sorak mereka
"Bubar ***,"teriak Vero. Akhirnya mereka semua bubar, Vero pun langsung memeluk Alina.
"Maafin Abang Princess,"ujar vero
"Kenapa bang? Emang alina, anak pungut kan?"tnya Alina
"Itu gak bener, gaush ngurusin dia!"tolak vero mentah-mentah,
"Bner bang, Alina cuma nyusahin! Alina cuma jdi beban buat kalian, maafin alina bang! Alina janji kok, klo tugas alina udah selesai alina bakalan pergi!"kata Alina sambil tersenyum getir,
"Nggak! Kamu gk boleh pergi,"ujar Vero menolak
"Alina gk pergi kok, maaf ya bang gara-gara alina! Rencana Abang hancur berantakan,"katanya lagi
"Gapapa kok, oh iya il. Aku mau ngomong, gara-gara kejadian ini aku gk jdi ngomong!"ujar Vero
"Mau ngomong apa?"tnya Nadila
"Aku gatau, kenapa aku bisa sayang banget sama kamu. Tapi satu, aku gamau kehilangan kamu. Sebenernya udah lama mau ngomong, tapi waktunya belum tepat. Oke jadi sekarang, will be you mine?"kata Vero, senang sangat senang. Karna Vero juga menaruh rasa pada dirinya,
"Aku juga sayang kok sama kamu, jadi aku gamau."ujar Nadila terjeda, terlihat jelas perubahan wajah Vero. Lalu Nadila melanjutkan perkataannya, "gamau nolak hehe,"
Reflek Vero memeluk Nadila, semua yg melihat itu langsung bersorak-sorai.
"Akhirnya makan gratis lagi,"pekik verrel
"Cie yg udh resmi, longlast yaa!"kata Reva
"Semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawadah, warohmah!"sambung rava
"Emang mereka nikah?!"kata nada kesal,
"Kenapa enggak?"ujar vero
"Ih apaan sih,"kata Nadila memukul lengan vero,
"Aduh sakit by,"ujar Vero lalu memencet hidung nadila,
"Sakitan aku lah,"tukas nadila
"Jangan ngambek, ntar cantiknya ilang!"goda Vero
"Bodo ya bodo,"kata Nadila memalingkan wajahnya, dikarenakan pipinya sudah merah
"Kalian ber-empat kapan resmi?"tnya verrel
"Siapa?"tnya alina
"Lu lah Ama Fino, terus pasangan tom and Jerry!"jawab verrel
"Tom and Jerry, gundolmu!"tukas reva
"Aku gk gundul loh,"kata verrel
"Iya, tapi botak-_-"ujar Reva
"Dih kagak yaa!"kesal verrel
"Bodo amat,"
"Udah, gausah ribut gitu! Mending kita ke cafe, trs kalian bebas makan apapun! Gue yg tlaktir,"kata Vero melerai,
"Yes, alhamdulilah"pekik verrel senang
"Ndra? Kok lo betah sih sama verrel?"tnya Alina
"***** pertanyaannya haha,"sambung Reva
"Gatau, kok gue betah ya? Pacaran sama orang, yang kelewat waras?"heran Diandra, dan itu membuat verrel mengerucutkan bibirnya kesal,
"****** lo, gak dianggep!"timpal fino
"***** sadis amat,"cibir verrel
"Jadi pergi gak nih?"tnya Rava
"Jadilah,"kata mereka
"Yaudh berangkat, kebiasaan klo mau kemana-kemana! Pasti gelud,"kata Rava
"Bacot ya lo,"ujar Reva
"Gua ngomong sesuai fakta,"bela rava
"Serah lah, males gua debat smaa lu! Pasti gak ada ujungnya,"kata Reva
"Iyain,"
"Masih mau berantem?"cibir Vero
"Eh, peace ver! Gak kok gua gk berantem,"sahut rava
"Iyain dah, ayo berangkat!"
Selepas itu, mereka berangkat menuju red cafe's. Cafe milik Alina, mereka membawa 2 mobil. Mobil pertama, fino, alina, vero, nadila. Mobil kedua, rava, reva, verrel,diandra.
***
Sedangkan di sisi lain, vero telah sampai disebuah rumah sakit milik keluarganya. Dibilang khawatir? Iya Veno sangat khawatir, akan keadaan Nadin. Sampai-sampai, dia menghubungi dokter kepercayaan keluarganya untuk mengecek keadaan Nadin. Nadin dibawa ruang IGD, setelah menunggu beberapa menit. Akhirnya, dokter Andi keluar
"Dok gimna keadaannya?"tnya Veno cemas,
"Dia gapapa, dikepalanya hanya terluka sedikit. Sebentar lagi, juga sadar kok! Emg dia siapa kamu?"jelas dokter Andi,
"Dia pacar saya dok, oke bagus lah klo gitu!"ujar Veno
"Oh bukannya kamu dekat dengan elina?"tnya dokter andi,
__ADS_1
"Emang iya, cuma Deket doang! Gk lebih,"jawab Veno
"Oh, saya tinggal dulu! Karna harus ke pasien berikutnya,"kata dokter Andi pamit,
"Iya,"
Setelah dokter Andi pamit, Veno masuk ke dalam. Untuk memastikan bahwa, keadaan Nadin baik-baik saja.
Nadin terbaring, dengan perban di kepalanya.
Veno pun duduk di kursi, sambil menunggu Nadin sadar. Ia menggenggam tangan nadin,
"Kamu kuat ya, aku yakin kamu bisa! Aku gk akan buat mereka tenang, yang udah buat kamu begini! Tenang ya sayang, dendam kamu sebentar lagi akan terbalaskan!"kata veno, akhirnya Nadin tersadar
"Veno?"panggil nadin,
"Eh? Kamu gapapa kan? Apa yang sakit? Kok bisa gini sih? Sebenernya apa yg terjadi?"tnya veno beruntun,
"Satu-satu, aku bingung jawabanya!"kesal Nadin
"Iya maaf,"
"Mau aku jawab gak nih?"ujar nadin
"Mau lah,"
"Kepala aku pusing, Alina dorong aku pas aku ditangga! Dia bilang ke aku, klo aku penyebab kamu berubah! Gara-gara aku, kamu jadi gini!"kata nadin,
"Anjing,"umpat Veno
"Udah ya gausah dipikirin lagi, aku juga gapapa kok!"kata Nadin tersenyum sangat tipis, karna dia senang jika rencananya berhasil.
"Aku mau pulang, eh tapi mamah gak dirumah!"sambungnya lagi,
"Yaudh ke rumah aku aja,"putus Veno
"Tapi kan? Disana pasti ada Alina, ntar klo aku tmbh difitnah gimna?"kata Nadin
"Kamu gk bakalan di apa-apain, selama ada aku! Jadi tenang aja ya,"ujar Veno sambil mencium punggung tangan nadin
"Iya makasih sayang,"kata nadin
"Ga perlu makasih, karna ini udah menjadi tugas aku!"
"Iya deh iya,"
Mereka berdua pun, pergi menuju ke rumah veno.
***
Sementara disisi lain,
Nada berhasil mengejar Elina. Ia menemukan Elina ditaman sekolah, ia sedang merenung dan menangis. Akhirnya nada pun menghampiri elina,
"El?"panggil nada
"Hmm,"jawabnya
"Jangan gini El, klo lo begini! Mereka bakalan seneng, klo udh buat lo menderita!"ujar nada
"Gue yakin, Veno sayangnya sma lo doang! Tapi gara-gara Nadin, dia berubah! Klo Lo benern sayang smaa Veno, buat dia berubah lagi!"sambungnya lagi
"Hiks, tapi dia tadi nampar gua hiks, didepan banyak orang hiks,"kata Elina
"Jangan lemah El! Tunjukkin, klo lo bisa! Veno aja bisa sama nadin, masa lo enggak?"ujar nada, ada benarnya juga perkataan nada. Perlahan, Elina menyeka air matanya.
"Iya sih, kok gue cengeng ya?"tnya Elina
"Gapapa kali, cwe nangis wajar!"jawab nada
"Kok nada pinter? Beli otak dimana?"tnya Elina
"Di toko bunga,"celetuk nada
"Wah, gue mau dong! Besok beliin gue ya,"kata elina senang
"Begonya kumat,"cibir nada
"Ih kan Elina ****! Maka dari itu, besok beliin Elina otak! Biar nggk ****-**** amat!"sahut elina,
"Iyain,"
"Nada?"panggil Elina
"Apa?"
"Ke rumah mamah yuk, kangen aku sma mamah!"ajak Elina
"Mamah Ferisha?"tnya nada
"Iya,"
"Oke, sekarang kita ke rumah mamah Ferisha!"putus nada,
"Yeayy, ajak kak Alina juga ya!"kata Elina
"Iya, Bentar gue call dulu!"
Lalu nada mengeluarkan ponselnya,
"Lin, kita mau ke rumah mamah Ferisha! Lo dimana?"ujar nada
"Gue Ama anak-anak di red's cafe, iya ntar gua nyusul,"
"Ngapain lo disana?"tnya nada
"Bang Vero traktir kita,"
"Dih sial, gue kgk diaja--"
Panggilan ponsel terputus, karena Alina mematikan ponselnya. Dan membuat nada menggerutu,
"Untung baik, cantik, dan tidak sombong! Untung sahabat gua,"gerutu nada kesal
"Gimana?"kata Elina
"Apanya?"tnya balik nada
"Itu kak alina,"
"Ntar dia nyusul,"
"Oh gitu, yaudh kita pulang ae!"
"Iyee,"
Akhirnya mereka menuju ke rumah Ferisha.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Saat mereka semua sedang menikmati makanan, tiba-tiba ponsel alina berbunyi. Ia pun mengangkatnya,
"Lin kita mau ke rumah mamah Ferisha! Lo dimana?"tnya nada
"Gua ama anak-anak ada di red's cafe, iya ntar gua nyusul,"jawab Alina
__ADS_1
"Ngapain lo disana?"ujar nada lagi
"Bang Vero traktir kita,"kata Alina
"Dih sial, gua kgak diaja--" Alina langsung menutup ponselnya,
"Siapa Lin?"tnya Reva
"Nada,"jawab alina
"Kenapa emang?"timpal rava
"Dia mau balik ke rumah gua,"sahut Alina
"Oh gitu, kita pulang aja yuk! Terus kita kerumah gue,"kata Vero
"Tapi kan? Makanannya belum abis,"ujar verrel cengengesan
"Gampang, ntar gua bungkusin haha!"kata Vero
"Dih kek orang ga mampu, makanan aja minta dibungkusin!"cibir Fino
"Anjay pak bos,"kata Rava
"Dih suka-suka gue,"ujar verrel
"Serah lo kambing,"sewot Fino
"Bisa diem gak?"tegur Alina
"Iya maaf,"ujar Fino
"Balik aja yuk,"ajak Reva
"Yok, bosen juga lama-lama disini!"sambung rava
"Ikutan ae lo dodol,"tukas reva
"Gak peduli,"
"Dih anjing, setan ya lu!"kesal Reva
"Udah woy, mau pulang gak?"kata Fino
"Mau lah," jawab mereka kompak
"Gak kaget lagi gue,"goda Vero
"Udh biasa kompak kan yee,"sindir Diandra
"Ho oh,"kata verrel
"Lama ***,"gumam alina. Lalu ia melengos pergi, dan keluar dari red's cafe.
"Nahkan, Alina marah!"kata Vero
"Gak marah dia, cuma bete aja!"ujar Fino membenarkan,
"Tau amat mas,"cibir Vero
"Jadi pulang gak nih?"tnya nadila
"Jadi by,"jawab Vero
"Makanya gak usah lama,"ujar Nadila sebal
"Iyaa, ayo pulang!"kata Vero lalu melengos dan menggandeng tangan Nadila. Lalu mereka pun, membuntuti keduanya. Dan menuju ke rumah milik orang tua vero.
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••
Dan tanpa sengaja, ketiganya sampai bersamaan. Tatapan tak senang, dari Veno muncul kepada alina. Tatapan sengit muncul dari Elina kepada Nadin, hingga Ferisha datang.
"Mommy,"pekik elina
"Iya sayang?"ujar ferisha lembut
"Mommy kangen aku gak?"tnya Elina
"Kangen dong,"jawab Ferisha
"Mommy gak kangen nada?"timpal nada,
"Mommy gk kangen Reva nih?"sambung Reva
"Mommy kangen kalian semua kok,"kata Ferisha
"Apa sih alay,"cibir Nadin
"Suka-suka gue dong,"sentak Reva
"Lah? Nadin? Kok bareng Veno?"kata Ferisha bingung, Ferisha sudah tau. Jika dulunya mereka sahabatan, Ferisha juga tau jika Nadin lah yg berkhianat.
"Iya tante, kenalin aku pacarnya veno"ujar nadin ramah
"Alin kok diem aja sayang?"tnya ferisha, ia tak menghiraukan perkataan Nadin
"Alin masuk kamar ya mom, Alina cape!"jawab Alina
"Tunggu sayang, kamu gk sering begini! ada apa Vero? Veno? Jelasin sama mommy!"kata Ferisha mendesak,
"Alin cape mommy, Alina mau istirahat! Alina males disini,"ujar Alina
"Kalian masih diem aja?"cibir Ferisha
"Mommy, gaush nahan dia mom udah! Biarin, lagian dia juga cape! Sana istirahat ke kamar, gaush keluar klo perlu!"kata Veno
"Jaga ucapan kamu Veno,"tegur Ferisha
"Veno ngomong fakta mom, dia juga udh buat Nadin celaka!"sambung veno lagi,
"Jangan percaya mom! Mommy percaya kan sama Alina?"sentak Reva,
"Gausah bela anak pungut, lagian emg faktanya begitu!"tukas Veno, lagi dan lagi kata-kata itu terlontar dari mulut Veno, kebetulan Rian baru saja pulang dari kuliah. Ia langsung membogem, veno membabi buta
Bugh
Bugh
Bugh
"Jaga ucapan lo anjing, punya hak apa lo ngomong begitu? Udah ngerasa bener? Udah pinter?"kata Rian dengan emosi meledak-ledak,
"Mommy gk pernah ngajarin kamu begini, dia adik kamu! Dia bukan anak pungut,"sambung Ferisha
"Itu fakta mommy, dia bukan adik kandung Veno!"ujar Veno kelepasan, Alina langsung lari ke atas tangga.
"Ternyata bener ya, seribu kebaikan akan hilang karena satu kesalahan!"kata reva,
Saat diatas tangga, Alina pun berteriak seraya menangis
"Gue benci lo bang! Gue benci!!!!!"teriak Alina
"Gue lebih benci lo!"
••••My Girlfriend Is A Queen Psychopath••••
__ADS_1