
Jgn lupa votement🤗
Happy reading💙
Typo bertebaran!!!!
••••
Sudah hampir, 30 menit Alina tak kunjung pulang. Dan itu, membuat Ferisha cemas saat itu juga ia menanyakan kepada Ryan. Karna kebetulan dia baru pulang kuliah, sedangkan Veno dan Vero tidak berada dirumah.
"Abang kamu liat Alina?"tnya Ferisha
"Enggak lah mom, kan Ryan baru pulang! Bukannya mommy yg dirumah bareng alina?"jawab Ryan
"Iya tadi alin bareng sama mommy, tapi tadi dia pamit ke mommy! Dia mau ke Alfamart depan, tapi udah 30 menit gak pulang-pulang!"kata Ferisha cemas,
"Lah terus kemana dong? Apa mungkin sama twins?!"ujar ryan
"Gatau yan, coba kamu hubungi Vero!"perintah Ferisha,
"Iya mom iya,"
Lalu Ryan pun mengambil ponsel yg berada di sakunya, dan menghubungi Vero.
"Kenapa bang? Lo kangen sama gue?"
"Jangan bercanda! Ini bukan waktunya, lo bareng sama alina?"kata Ryan serius
"Lah? Bukannya alin sama mommy dirumah?"
"Iya tadi bareng mommy, tapi kata mommy dia pamit keluar bentar! Tapi smpe sekarang belum balik,"
"Gue gk bareng alin bang, terus dia kemana?!"
"Mana gue tau,"
"Oke gue balik sekarang!"
Vero mematikan ponsel sepihak, dan itu membuat Ryan kesal. Karena dia belum selesai bicara, namun sudah ditutup terlebih dahulu.
Raut wajah Ferisha terlihat sangat cemas,
"Gimana bang?"tnya ferisha khawatir,
"Alin gk sama Vero mom,"jawab ryan
'Dheg
Seperti kilat yg menyabar, badan Ferisha mendadak lemas. Dia tak bisa berfikiran jernih, fikiran negatif selalu bermunculan diotaknya. Kemana Alina? Apakah ada seseorang yg membawanya? Apakah dia baik-baik saja? Atau malah sebaliknya?!
__ADS_1
Ryan yg melihat perubahan raut wajah Ferisha pun langsung memeluk mamahnya. Karena dia tau, jika mamahnya sangat, sangat khawatir dengan adik bungsunya. Ia mencoba menenangkan, dengan kalimat penenang.
"Mom yakin ya, alin gapapa kok! Dia nanti juga bakalan balik, mommy tau kan? Klo alin sayang banget sama mommy?"kata Ryan
"Mommy tau hiks, tapi klo dia kenapa-kenapa gimna hiks, mommy gamau kehilangan dia hiks,"ujar Ferisha menangis
Tiba-tiba terdengar, suara pintu digebrak
Brak
Vero datang dengan raut wajah cemas dan tergesa-gesa, pertanyaan yg dilontarkan Vero membuat Ryan pusing. Dia datang tak sendiri, disitu juga ada Fino. Walaupun wajah Fino terlihat tenang, tapi dalam hatinya ia sangat gelisah. Kemana gadisnya itu? Kemana pacarnya itu? Apakah dia dibawa oleh seseorang? Atau? Arghh, semua fikiran itu berkecamuk.
"Bang Alina beneran ngilang? Dia gak ketemu? Bang klo dia diculik gimna? Klo dia kenapa-kenapa gimana?!"tnya Vero beruntun, dan
Tak
Satu jitakan mendarat di kepala vero, ia pun meringis kesakitan
"Kok gue dijitak sih?!"sambung Vero kesal,
"Lagian lo ngomong kagak disaring, gatau gue kenapa Alina bisa ilang! Kata mommy sih, dia pamit ke Alfamart depan!"jelas ryan
"Lo udah kesitu bang?"timpal Fino
"Belum, gimna mau kesitu? Emak gue aja nangis,"kata Ryan
"Tante, Tante yang tenang ya! Fino bakalan cari Alina kok, Tante yg sabar aja! Oh iya, om Wisnu udah tau?"ujar Fino lembut,
"Yaudh tante kasih tau dulu, aku mau ke jalan Alfamart depan! Yang mau ikut gue siapa? Oh iya bang, mending lo dirumah aja sama tante Ferisha! Biar gue yg cari Alina, klo ada kabar gue kasih tau lo!"kata fino
"Oke deh," putus Ryan
"Kalian semua ikut gue!" Ujar Fino memerintah,
Mereka pun, menuju ke daerah sekitar Alfamart. Yg dekat dengan rumah Alina,
***
Sebuah mobil hitam, berhenti disebuah daerah yg sangat terpencil. Bisa jadi, daerah ini daerah yg jarang sekali dikunjungi.
Pintu mobil terbuka, dan salah satu dari mereka menggendong seorang gadis belia yg cantik. Mereka membawanya ke sebuah gudang, dan menaruh gadis itu kasur yg berukuran kecil.
Mereka mencoba menghubungi, salah satu bos mereka.
"Halo bos, kami sudah membawanya!"
"Good job, kasih tau alamatnya! Gue segera meluncur kesana,"
"Baik bos, nanti saya share lok!"
__ADS_1
"Sip gue tunggu, jangan apa-apain dulu! Biar gue yg apa-apain dia, setelah gue puas! Lo bisa perlakuin dia semua lo,"
"Berarti klo saya, ambil hak dia boleh dong?"
"Boleh, boleh banget! Jadiin dia mainan lo juga gapapa haha"
"Siap bos,"
Lalu orang itu menutup sambungan telponnya.
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••
Mereka pun sampai di Alfamart, tapi disitu tidak ada siapa-siapa. Sampai akhirnya mereka masuk, dan menanyakan kepada kasir Alfamart. Dan benar jika Alina sempat belanja disitu,
"Mbak numpang tanya, mbak liat perempuan ini?"tnya vero Sambil menunjukkan foto Alina,
"Oh iya mas, saya juga tadi yg melayani mbak ini! Mbak ini sudah keluar sekitar 30 menit yg lalu, ada apa ya mas?"jawab kasir itu
"Gapapa mbak, makasih!"ujar Vero dan melenggang pergi keluar Alfamart.
Lalu verrel pun menanyakan kepada vero,
"Gimana? Ketemu?"tnya verrel
"Iya katanya tadi Alina belanja disini, tapi dia udah keluar dari 30 menit yg lalu!"jawab Vero lesu,
"Daripada begini, mending kita berpencar!"usul Rava
"Nah betul juga tuh,"timpal Mike
"Yaudh kita pencar, klo kalian ketemu Alina hubungi kita ya!"putus Vero
Mereka semuanya berpencar, hingga Fino menemukan disatu dititik. Dimana jajan berserakan, ia juga menemukan sebuah sandal. Ia yakin itu semua milik Alina, ia pun menghubungi Vero
"Lo dimana? Kesini sekarang juga, dijalan mawar nomer XXX!"kata Fino,
"Otw,"
Selang beberapa menit semuanya berkumpul disatu titik, Fino pun menunjukkan sandal yg ia temukan. Dan menanyakan kepada vero,
"Ini punya siapa?"tnya Fino
"Itu kan pun---,"jawab Vero terjeda, "*******, lo Nemu dimana? Itu punya Alina, gue tau persis sandal dia! Dan ini? Jajan kesukaan Alina kok berserakan?!" Lanjutnya dengan mengumpat.
Tangan vero mengepal kuat, ia bersumpah akan membunuh orang yg berusaha mencelakai alina.
"Eh bentar, itu apa ya?"kata Rava melihat sebuah benda pipih, lalu Vero pun mengambilnya. Ia menghidupkan hp tersebut, dan muncul wallpaper. Foto itu adalah foto Alina, benar dugaannya jika Alina diculik.
"Kita cari dia sekarang!"ujar Vero dingin,
__ADS_1
****