
Gimana Kaget? Makanya kan gue udah, pernah bilang! Jangn liat org cuma dari segi cover atau penampilannya doang, nyesel kan? Udah hujat gue?
Happy reading🎉☺️
Typo bertebaran!!!
••••
Setelah 3 hari terbaring koma, Alina hari ini berangkat. Dikarenakan, hari ini ia akan membongkar jati dirinya dan plus dia akan mengeluarkan Kirana dkk dari sekolahnya. Mommy dan Daddy Alina sudah tau, jika Alina kemaren bangun dari komanya. Bagaimana respon mereka? Sangat, sangat senang! Bagaimana tidak? Putri mereka sudah bangun dari tidurnya. Sebenarnya, Alina sempat dilarang untuk tidak berangkat. Namun, karena ia berisi keras akhirnya ia diperbolehkan.
Saat, sampai disekolah pun sama. Ada yg tetap, menghujat Alina dgn kata2 kasar
Yah kok balik lagi sih!
Kirain udah mati haha
Najis bet, pagi2 udah ngeliatin yg ginian
Kecentilan bet sih
Dan seperti ucapan mereka, yg ditujukan kepada Alina. Alina tidak marah, namun ia mengeluarkan seringain kecil
Tunggu nanti sayang, kalian pasti akan bertekuk lutut
Setelah sampai dikelas, pandangan sinis pun dijatuhkan oleh Alina. Namun, Alina hanya menganggap angin lalu. Saat sedang, mengerjakan tugas kantornya melalui e-mail ketiga curut itu datang dan menggangu Alina.
"Alina yuhuu,"teriak nada
"Apsih ****, Jan teriak2!"kata Reva sebal, pasalnya suara nada klo sudah berteriak mirip dengan toa.
"Eh kak, rencana lo gimana?"tnya Elina, Elina sering sekali memanggil dengan kata kak ataupun lin. Jadi, jangan heran ya.
"Beres,"jawab Alina
"Lagi apa sih? Serius bet, diseriusin sama bang Fino aja sana!"ujar nada,
"Bacot,"kata Alina dan membuat nada kicep,
"Kicepkan! Makanya, Jan gangguin macan klo lgi tidur,"timpal Reva, Reva mendapatkan tatapan tajam dan datar dari Alina
"Hehe peace,"kata reva cengengesan
"Kita mulai sekarang,"putus Alina. Mereka, yg sudah tau pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya
Rencana pun dimulai...
***
Kring kring kring
Bel pelajaran jam pertama sudah masuk, seluruh siswa baik siswi kembali ke tempat duduk mereka masing-masing. Begitu pun dengan kirana dkk, ia menduduki tempat duduknya tanpa rasa curiga. Padahal ditempat duduknya ada lem yg sengaja ditaruh disitu.
Saat guru mapel masuk, dan mulai pelajaran. Saat itu juga, Kirana ditunjuk untuk maju.
"Ayok, Kirana kamu kerjakan soal didepan!"kata guru itu,
"Iya pak, bentar! Iah kok gabisa gerak ya? Loh pak? Bantu saya ini, rok saya nempel sama kursi! Woy bantuin kek, ini"ujar Kirana terjeda dan srek rok Kirana sobek "WOY ASTAGA ROK GUE SOBEK! IH GIMANA DONG? SHA, RAY ROK GUE!"sambung Kirana heboh,
Seisi kelas tertawa terbahak-bahak,
"Diem lo semua! Sini gue, bantu!"sentak raya,
"Lah? Ini gimana? Kok gue gabisa berdiri sih! Astaga nempel! Bantuin gue dong shaa,"pekik raya
"Bentar, Astaga gue sama juga! Gue gabisa bangun! YG NARO LEM DISINI SIAPA ANJING!"kata Shasa emosi, sedangkan guru itu hanya tersenyum simpul, yah guru itu adalah anak buah dari Alina.
"Lah kamu gimna sih? Kan itu bangku kamu, masa gatau yg naro lem siapa?"ujar guru itu,
"Ya mana saya tau bapak! Kan saya, baru dari toilet tadi!"kata Shasa geram,
"Yaa kasihan bet hahaha, udah roknya sobek! Gabisa bangun pula,"celetuk salah satu siswa,
"Diem lo gentong!"tukas raya,
__ADS_1
"Suka suka gue cabe kiloan!"kata anak itu yg bernama aldi,
"SEKALI LAGI GUE TANYA! YG NARO LEM DIKURSI KITA SIAPA?"tnya Kirana dengan wajah memerah,
"Anak ipa 2"jawab salah satu siswa, pikiran Kirana dkk saat mendengar anak IPA 2 langsung tertuju kepada Alina dkk, dengan gerak cepat mereka bangun dari kursi, tidak peduli dengan rok yg sobek. Dan bunyi itu terdengar lagi,
Srek
Rok Shasa sobek, lalu shasa mengambil jaketnya lalu ia taruh di pinggangnya. Sama halnya dengan raya dan Kirana, saat sampai dikelas IPA 2 mereka langsung membuka pintu dan
Byur
Air itu jatuh tepat dikepala ketiganya,
Ingin tau isi air itu apa saja? Isinya adalah tepung terigu, telur busuk dan air bekas pel. Kebayang nggak? Baunya kek apa?
"Ah setan bau bet! Siapa sih yg ngelakuin ini?"kesal raya, lalu mereka berempat mendatangi Kirana dkk
"Kita,"ujar ke empatnya,
"Oh Lo *****? Haha segini doang?"kata Shasa Dengan nada menantang,
"Kata siapa hm?"tnya Reva,
"Kata kita lah!"jawab Shasa,
"Masih mau lagi? Atau apa hm?"tawar Alina,
"Eh diem lo! Baru bangun dari koma aja bacot!"ujar raya,
"Kok lo tau? Klo Alina koma?"tnya elina,
"Kan kita yg bua--"jawab raya terpotong, karena kakinya diinjak oleh Kirana
"Enaknya diapain ges?"ujar nada berseringai,
Roknya gunting
Rambutnya digunting
"Enak aja! Dikira gue ****** apa!"sentak Kirana,
"Kan emang ****** hahaha,"tawa nada
"Tadi Lo mau bilang apa? Kok dipotong sih?"pancing reva,
"Itu tadi, gue mau bilang! Klo kita yg buat Alina koma, terus kaki gue diinjek sama Kirana! Klo gue gk boleh bilang,"celetuk raya, jawaban raya membuat seisi kelas membulatkan matanya tidak menyangka. Sedangkan raut wajah Kirana dan Shasa mendadak berubah,
"NGAPA LO BILANG!"bentak Kirana,
"Lah? Emg gue bilang ya?"tnya raya
"Iya, ngapa Lo bilang ****!"jawab Shasa emosi,
"Huuu, curang huuu! Mainnya keroyokan huu!"seru seisi kelas,
"Udah yuk keluar dulu!"ajak Kirana, saat hendak keluar pintunya sudah terkunci.
"Yah dikunci hahaha, enak kan!"ledek Elina
"Diapain nih? Jambak? Seret?"tnya Reva,
"Seret aja, kan enak dari sini Ampe kelapangan!"jawab Alina
"Yg mau seret mereka siapa? Angkat tangan!"ujar Alina,
"Nah ayok, seret mereka dari sini ke lapangan!"perintah Alina, sedangkan mereka bertiga hendak kabur tidak bisa, akhirnya mereka lari ke arah belakang dan badan mereka sudah sangat mepet dengan tembok.
"Ayok ikut! Jangan buat kita main kasar!"kata Aldi,
"Nggak! Gue gamau! Dikira barang? Main diseret?"sentak kirana,
"Lo mau gue macem² sma lo?"tnya Aldi, lalu Kirana menggeleng.
__ADS_1
"Makanya ayok! Jangan kebanyakan drama!"ujar Aldi membentak,
"Klo gamau diseret! Gendong aja udah! Kan enak lo-nya!"celetuk nada,
"Iya juga ya, ayok cepetan!"kata Aldi, lalu menarik tangan Kirana, Kirana pun teriak²
"Ih turunin gue! Gue gamau!"tukas Kirana, sedangkan Aldi tidak mempedulikan teriakan Kirana
Mayan dah uhuyy-batin Aldi girang
"Lo mau gitu?"tnya Revan
"Nggak!"tolak raya,
"Banyak bacot Lo!"kata Revan emosi dan menyeret raya, sedangkan Alina dkk hanya geleng kepala.
"***** sadis bet!"gumam nada
"Apa? Lo mau nyeret gue?"tantang Shasa,
"Dih enggak! Pede amat lo!"jawab teguh
"Atau Lo mau gendong gue?"tnya Shasa,
"Dih yg ada tangan gue gatel²!"jawab teguh,
"Terus Lo maunya ap--"kata Shasa terpotong, dikarenakan hal yg tak terduga terjadi
Cup
Teguh mencium bibir Shasa, bukannya menolak Shasa malah menerima ciuman tersebut. Yg ada disitu membulatkan matanya, termasuk dengan Alina dkk.
"Udah woy gila! Mau maksiat jngn disini!"kata Reva tak suka, bukannya iri dikarenakan ini masih berada diarea sekolah, mereka berdua tidak menghiraukannya.
"Gamau lepas? Gue bunuh juga Lo lama2!"kata Alina angkat bicara, setelah itu mereka lepas dan sama2 mengambil nafas. Lalu teguh menggendong shasa ala bridal style,
"Disuruh nyeret malah ciuman!"gerutu Elina
"Ketara murahan bgt."timpal nada,
"Udah kita kelapangan sekarang,"sambung Alina.
Lalu mereka kelapangan, disitu sudah banyak org yg berkumpul. Kirana dkk mereka ditaruh ditengah2 lapangan.
Orang tua Kirana dkk sudah datang, pihak kepolisian sudah datang dan keluarga alina sudah datang.
Video pembullyan Kirana dkk, terhadap Alina diputar. Wajah ketiga mendadak memucat, bagaimana mereka bisa mengetahui jika Alina dibully? Padahal ditempat itu tidak ada cctv!
Terdengar bisikan dari satu dan yg lainnya
Ajigile sadis bet anjay
Gila sumpah, klo Alina gk digolongkan Fino mungkin dia udh gada
Nerd itu aja yg sok
Lalu Wisnu naik podium,
"Saya menyayangkan, sekolah elit macam ini! Masih ada tindakan pembullyan, dan itu terjadi pada anak bungsu saya! Dan saya juga sudah melapor ke pihak yg berwajib! Saya tidak mau, kalian bingung? Siapa yg saya maksud dengan anak bungsu saya? Anak bungsu saya, itu Alina Christina Winata! Dia anak bungsu keluarga kami, untuk Alina sekarang maju ke depan!"jelas wisnu, lalu Alina maju ke depan
"Hay,"sapa Alina
"Bingung? Nih gue buktiin!"ujar Alina, lalu ia menghapus make up-nya dilanjutkan dengan mencopot kacamata yg ia kenakan dan mencopot rambut kuncir kudanya lalu melepaskan behel lepas pasang yg ia pakai. Semuanya tak menyangka, jika yg Alina gunakan itu fake.
Yahh Alina sudah membongkar identitas dirinya disini, bnyk yg melihat Alina sampai mengeluarkan air liur, tidak berkedip dan masih banyak lainnya.
"Gimana kaget? Mangkanya kan gue udh, pernah bilang! Jangan liat org dari segi cover atau penampilannya doang, nyesel kan? Udah hujat gue?"kata Alina,
"Mana mungkin? Lo cuma ngaku² Doang kan?"ujar Kirana tak menyangka, lalu twins naik podium dan ketiga sahabat Alina
"Yakali alin ngaku²! Emg Lo apa?"tukas elina,
"Oke gue mau bilang sma kalian! Kalian macem² sama Alina? Siap2 berhadapan dengan kita!"kata twinss
__ADS_1
"Gimana pak? Mau dibawa atau tidak?"tnya pihak kepolisian,
"Iya bawa aja,"jawab Wisnu