
•••
Sedangkan disisi lain, twins dkk dan Reva dkk minus Alina sedang berkumpul. Yah, mereka semua memilih untuk membolos pelajaran. Mereka berada di cafe dekat sekolah.
Saat sedang, berbincang-bincang tiba-tiba suara ponsel Veno berbunyi. Lantas, orang yg ada disitu langsung mengalihkan perhatian ke arah veno.
Ting suara ponsel berbunyi
"Woy, ponsel siapa yg bunyi?"tutur Vero
"Tau nih? Sape sih? Coba cek hp kalian satu2,"jawab Verrel, dengan nada kesal.
"Gue gada, adanya operator ***!"sahut Rava
"Hahaha ****** lo, operatornya suka Ama Lo kali!"ledek vero, dan itu membuat rava mengerucutkan bibirnya.
"Najis"celetuk nada, sedikit pedas.
"Idih neng, jahat kali kao nih!"kata Rava, berlogat Batak.
"Bacot"timpal reva, dengan nada tak suka.
"Cemburu ya?"pancing verrel, dan itu membuat Reva memukul lengan verrel sedikit keras. Yg membuat, sang empu meringis sedikit kesakitan.
"Tenaga kuli,"cibir verrel
"Diem woy, ini Alina chat gue!"ujar veno, seketika org yg ada disitu diam.
"Chat apaan? Ayo bales,"kata elina gembira
From: Alina cntik💙
Abang kesini temenin alina. Alina bosen
"Ketara bosen, nih anak!"sambung Reva, saat membaca pesan singkat dari Alina. Dan itu, membuat Veno tersenyum simpul.
To: Alina cantik💙
Otw, temen²nya kamu mau kesitu boleh?
"***** nama kontaknya,"ujar verrel, sambil geleng-geleng kepala.
"Bacot, org dia yg namain sendiri!"kata veno,
From: Alina cantik💙
Hmm
"Ayok, kita ke RS. Yg mau ikut sapa?"ajak veno,
"Gue gak ikut ya, sorry gue ada urusan mendadak!"kata mike, dan ia pergi meninggalkan mereka.
"Yee, *** emg. Lo ikut Fin?"timpal rava kesal, dan ia bertanya kepada Fino.
"Hmm"kata Fino
"Untung Lo ganteng, kalo gk udah gue ceburin ke sungai buaya!"gerutu Rava kesal, Reva yg mendengar itu mendapat sebuah Edi eh ide.
"Fin, masa kata Rava Lo mau diceburin ke kolam buaya"kata Reva watados, itu membuat rava mendelik kesal. Fino, yg mendengar penuturan Reva pun langsung menatap tajam Rava. Rava, yg mendapat tatapan dari Fino. Ia hanya hanya cengengesan.
"Hehe, peace bos"ujar rava, dan mengapit jarinya membentuk huruf V.
"Bacot bgt sih!"sambung Elina kesal,
"Ngapa dah? Pemes ya Lo?"tnya verrel kepo
"Pemes? Apaan tuh?"kata nada, bertanya balik.
"Itu sih, yg cwe kdg datang bulan. Namanya kan pemes!"ujar verrel dan ia pun mendapat jitakan dari Vero
Tuk
"Sakit ****,"kesal verrel
"Iyalah, org Lo juga salah! Bukan pemes pinter! Tapi pms"kata Vero gemas, gemas pengn nampol maksudnya:v. Kenapa sih harus punya temen selemot ini?
"Ooo pms, udah ganti?"tnya verrel watados
"Dari dulu *****"jwb nada ketus
"Masih mau ribut? Gue tinggal Lo pada!"kata Vero meninggalkan mereka, diikuti Elina.
"Tungguin woy,"teriak verrel, seketika pandangan org yg ada disitu teralih ke arah verrel saat tadi ia berteriak.
"Eh bngsd, malu-maluin ***"gumam Vero
Setelah itu, mereka menuju ke parkiran. Saat diparkiran pun sama, ada yg Adu bacot seperti biasanya. Siapa lagi kalo bukan Reva dan rava? Dua sejoli itu kadang bertengkar, dengan hal yg sepele. Akhirnya mereka memilih untuk diam. Karena, jika mereka tidak diam mereka tidak diperbolehkan ikut oleh twins.
•••MY GIRLFRIEND IS A QUEEN PSYCHOPATH•••
__ADS_1
Baru saja, Alina terlelap. Eh, sudah ada suara toa yg memekikan telinga alina. Akhirnya, ia terbangun dari mimpinya dan menatap tajam org yg berteriak. Org itu hanya cengengesan.
"ALINA YUHUU, CECAN BACK MWAH. RED CARPET MANA NIH?"teriak nada dari luar, sebelum memasuki pintu.
"Suara, kek kaleng rombeng ae bacot!"kata Reva ketus, karena ia kesal, posisinya Reva tepat berdiri disamping nada.
"Astaga, suaranya merdu!"sambung verrel.
"Makas---"kata nada terpotong,
"Merusak dunia"sambung verrel lagi, dan itu membuat sang empu kesal.
"Perrelll sialan,"gerutu nada kesal, tak terasa nada sudah didalam ruangan.
"Eh, bentar! Perasaan gue tadi didepan deh, kok sekarang ada didalam yak?"kata nada bermolog,
"Lo, aja yg banyak omong tulul!"timpal Vero kesal
"Apa iye?"tnya nada lagi,
"Serah lo *****,"jwb Reva ketus
"Yee mbaknya, ngomongnya kasar deh"timpal rava,
"Diem lo badak!"ujar Reva ketus.
"Udah? Kalo mau bacot, silahkan keluar! Gue mau tidur!"kata Alina, dan seketika semua org yg ada disitu hening.
"Hehe maap lah,"ucap nada cengengesan.
"Hmm,"kata Alina
"Lin, Lo tuh kenapa sih bisa gini?"tnya Reva
"Gue gapapa, cuma kecapean aja!"jwb Alina
"Lo, lupa kita siapa?"ujar Elina kesal, pasalnya Alina suka begitu. Jika ada masalah, ia lebih senang memendam daripada menceritakan. Karena menurut Alina, mereka hanya bisa mendengarkan tanpa bisa merasakan apa yg kita rasakan.
"Maafin gue, tapi ini masalah pribadi gue!"kata alina lirih, mereka yg mendengar nada bicara alin seperti itu langsung memeluk Alina. Ia tau, jika Alina sedang punya beban dan masalah yg berat. Ia tau, jika alina untuk saat ini ia rapuh. Ya, memang Alina kejam tak pernah ada rasa belas kasihan pada musuh, tapi Alina juga seorang manusia biasa. Tapi, menurut sahabat alina. Alina adalah, sosok wanita yg kuat dia wanita yg hebat.
Sedangkan twins dkk minus mike, ia memilih untuk keluar ruangan. Karena mereka tau, jika didalam masih ada acara sedih-sedihan.
"Gue terhura *****,"celetuk verrel
"Terharu gublug, udah ah mnding kita keluar!"kata Rava,
"Lo kenapa sih? Cerita Ama kita,"ujar nada khawatir
"G-gu-e ma-mah...."kata Alina tak jelas, air mata alina jatuh. Reva,Elina dan nada yg melihat Alina menangis pun ikut menangis.
"Mamah kenapa? Coba cerita yg jelas. Tenangin hati Ama pikiran Lo dulu!"sambung reva,
"Hiks mamah hiks... Mamah bilang hiks gue perusak kebahagiaan dia hiks"kata Alina, sambil terisak.
"Udah lin, Lo jangan nangis! Masih ada kita yg sayang sama lo,"ujar Elina menenangkan.
"Kita semua sayang lin, sama lo!"timpal nada
"Lo tuh, kebiasaan deh! Bikin kita khawatir. Ayolah lin, Lo tuh udah kita anggep saudara. Jadi, jngn bosen minta bantuan Ama kita!"kata reva sedikit kesal
"Tuhkan, gue diomelin!"ujar Alina berdecak kesal, dan terkekeh kecil.
"Lagian, Lo juga ngeselinn! Kita ada selalu buat lo,"kata Elina
"Ya maap, ih tuhkan gue nangis! Lo sih,"ucap Alina cemberut,
"Dih, org gada yg buat lo nangis juga!"ujar nada kesal
"Udah ah, sedih-sedihannya! Mana Alina yg kejam? Masa Alina cengeng sih?!"ledek Reva, kepada alina. Dan itu, membuat Alina memukul lengan Reva kesal.
"Sakit woy,"ujar reva ketus
"Bdo amat wlek"kata Alina, smbil menjulurkan lidahnya.
"Kok mirip anjing ya,"celetuk nada
"Yee *******, gue tampol juga lo!"kata Alina sinis,
"Gelud terosss,"cibir Elina. Karena ia, Disni merasa dikacangin.
"Kacang emg gurih, dikacangin perih"ujar Elina lagi,
"Sape sih?"tnya nada dibego-begoin
"Ya siapa lagi? Kalo bukan yg lagi baca"jwb Elina ngasal,
"Anjer, buat kalian yg suka dikacangin Ama doi. Sabar ya, semoga doi kalian cepat peka eh,"kata nada sok bijak
"Alah, dasar bucin!"timpal Reva
__ADS_1
"Biarin lah, bucin juga wajib kok! Yg jomblo yg suka bucin angkat kaki,"kata Alina, terkekeh kecil.
"Angkat kaki? Mana bisa lol!"ujar Reva kesal
"Bisain lah,"sambung nada
"Udah woy, kasihan tuh anak org digantungin Mulu!"timpal elina,tak masuk dalam topik pembicaraan.
"Dasar, bucin! bucin!"cibir Reva
"Udah ah, kita keluar dulu ya! Gue laper, mau makan"kata nada
"Iye,"
Saat Reva, Elina dan nada keluar ruangan. Twins, menanyakan keadaan alina. Yah, mereka sangat khawatir dengan Alina.
"Eh, alin gapapa kan? Dia baik-baik aja kan? Dia cerita apa aja Ama lo?"tnya Vero beruntun,
"Sabar ***, satu-satu kalo nanya!"jwb nada kesal
"Yaudh, sekarang lo jawab!"kata vero, sedikit mendesak.
"Alin gapapa, dia juga baik-baik aja, kita didalam bhas mslh kita! Lo mau denger emg?"jelas nada, kepada vero.
"Cwek? Dih ogah!"kata vero, membayangkan apa yg mereka ia bahas.
"Udah ya, kita mau ke kantin! Yg mau jagain Alina siapa?"ujar reva,
"Gue ikut,"timpal rava
"Gue juga ikut,"sambung verrel
"Lo twins? Fin? Lo ikut nggk?"tnya verrel, kepada mereka bertiga.
"Mmm, gue? Gue ikut aja deh"kata vero,
"Lo ke kantin, biar Alina yg gue jagain"ujar fino, dan seketika mereka memandang Fino Dengan tatapan aneh.
"Lo kgk kesambet kan?"kata verrel, sambil memegang kepala Fino.
"Nggk, lepasin tangan lo!"ujar fino, lalu ia meninggalkan mereka dan masuk ke dalam ruangan Alina.
"Fino kesambet apaan yak?"tnya verrel lagi,
"Au dah"jwb nada, mereka semua meninggalkan verrel yg lagi bingung. Memikirkan hal yg tidak penting.
"Kira-kira mereka di dalem ngapain yak?"ujar verrel,
"_____"tak ada respon, karena verrel curiga. Akhirnya, ia menengok ke arah belakang dan kosong.
Verrel pun, setiap jalan ia menggerutu tidak jelas.
"Awas aja lo, gua bales! Masa ninggalin gue sendirian! Untung juga gue sayang Ama Lo pada,"gerutu verrel, saat ibu-ibu lewat yg melihat verrel menggerutu. Ibu-ibu itu mengira, bahwa verrel tidak waras.
"Bu, kasihan ya! Masih muda, udah gk waras,"kata ibu² yg memakai baju gamis
"Ho oh, padahal masih muda"timpal ibu2, yg membawa tas berwarna hijau. Verrel, yg mendengar celotehan dari ibu itu pun tak terima. Ia juga maki-maki balik ibu itu.
"Hee bu, saya masih waras ya!"kata verrel, dengan nada ketus.
"Udah, yuk bu! Kita pergi, saya takut gila"celetuk ibu2 itu,
"Ayok,"
Saking kesalnya, ia bergumam
"Awas ya, untung ibu-ibu!"gumam verrel kesal,
🌏🌏🌏🌏🌏
Sedangkan diruangan Alina,
Saat Alina sedang menonton tv, tiba-tiba knop pintu terbuka. Ia kira, yg datang adalah abangnya ternyata ia adalah Fino. Itu yg membuat Alina terkejut.
Cklek, suara knop pintu terbuka. Alina menoleh,
"Eh bang mas--"kata Alina terpotong, karena terkejut.
"Hai"sapa Fino,
"Hay juga, Lo ngapain kesini?"balas alina, sedikit ketus.
"Jenguk Lo lah! Btw Wanda nanyain Lo terus,"ujar Fino
"Oh gitu, nnti deh klo ada waktu gue main kesana!"kata Alina,
"Lo kenapa sih sebenernya? Sebenarnya lo ada masalah apa? Kalo ada masalah cerita Ama gue, gapapa gue bakalan jaga rahasia kok"tnya Fino lagi,
"Gue...."
__ADS_1