Psychopath Girlfriend

Psychopath Girlfriend
Bab 37 'Murid baru'


__ADS_3

                     Happy reading💙


Typo bertebaran!


••••


Berita tentang akan kedatangan, anak baru sudah mulai menyebar. Banyak kaum Adam maupun hawa membicarakan rumor tersebut, dan itu membuat alina dkk dan fino dkk penasaran. Siapa anak baru itu? Seberapa famous-nya sih? Sampai' disekolah milik alina menjadi rumor. Digadang-gadang anak baru itu, gadis blasteran. Cantik,tinggi,dan seorang model.


Sampai waktu masuk telah tiba, anak baru itu berada dikelas milik Alina. Saat Bu Sinta membawa anak baru itu, masuk ke kelas alina. Yang tadinya hening, menjadi heboh dikarenakan dia sangat cantik. Lain hal dengan mereka berempat, dan mereka sudah menduga.


Jika anak barunya ialah dia, waktu perkenalan dia juga menyapa alina dkk. Tapi ia malahan mendapatkan cibiran dari Reva,


"Kelas kalian kedatangan murid baru, tolong perkenalkan nama kamu!"perintah Bu Sinta


"Hay, nama gue Nadin widyatama! Panggil aja Nadin, oh kita sekelas ya? Hay, alina,Reva,nada dan elina"sapa Nadin


"Sok kenal sok dekat, kenal juga enggak!"cibir Reva, sedangkan mereka yg mendengar cibiran Reva hanya tertawa. Malu? Jelas nadin sangat malu,


Sialan! Awas aja, gua bakalan buat perhitungan sama lo!


Alina yg mendengar suara hati nadin, ia hanya tersenyum simpul.


"Reva! Jangan begitu,"tegur bu sinta,


"Apa? Ibu mau bela dia? Silahkan ibu sinta terhormat!"kata Reva tak suka, lalu ia menyelonong keluar dari kelas.


"Ibu sih! Tuhkan revanya ngambek!"timpal Elina, bu Sinta hanya diam.


"Lain kali, klo mau belain murid! Liat' dulu aja orangnya,"sambung nada lalu mengikuti Elina keluar kelas, lain hal dengan alina. Ia hanya memilih diam disitu tanpa mengikuti ketiga sahabatnya,


"Oh iya, Nadin! Silahkan duduk,"perintah Bu Sinta


"Baik bu,"saat Nadin melewati disamping Alina. Ia membisikkan sesuatu ditelinga alina, dan membuat alina tersenyum smirk "kita akan main' babe,"ujar nadin. Lalu alina membalasnya, "dengan senang hati cabe,"


Mendengar perkataan alina, emosi Nadin muncul. Tapi ia harus bisa menahannya, karena ia murid baru disini. Ia takut namanya tercoreng, karena perilakunya


Pelajaran Bu Sinta telah selesai, disambung mapel biologi. Berhubung gurunya tidak masuk, akhirnya mereka free sampai istirahat. Disaat ini lah, nadin memulai rencananya.


"Eh lin temenin gua ke kamar mandi yuk,"ajak Nadin


"Lo ngajak gua?"tnya alina


"Iya,"jawab nadin


"Punya kaki kan? Jalan sendiri, gausah manja! Udah gede, udah SMA minta dianter. Inget, lo bukan anak SMP lagi!"ujar alina


"Ayo lin, gua kebelet banget! Lagian disini gua gada yg kenal!"kata Nadin memaksa,


"Yaudah sana kenalan,"ujar alina lalu ia meninggalkan Nadin. Lalu Alina nyelonong pergi dari kelas, Nadin yg sangat kesal dengan perilaku alina hanya bisa menggerutu.


Alina keluar menuju ke roof top untuk mengajak kawan-kawannya untuk ke pergi ke kantin.


Sedangkan Nadin, ia menemui mereka berempat. Untuk mengatur siasat baru


****


Ternyata benar, jika mereka bertiga sudah ada di roof top. Karna menurut alina, tempat ini sangat favorit buat mereka berempat


"Woy,"teriak alina


"Apaa su?"ujar nada


"Dih kenapa muka lu? Ditekuk gitu? Kek orang sakit aja,"kata alina


"Gimana gak kesel? Tuh cabe ngapain pindah ke kelas kita? Sksd lagi,"timpal elina

__ADS_1


"Udah sabar aja, kita ikutin permainan mereka!"sambung alina


"Lin, kantin yuk!"ajak Reva


"Yang diajak Alina doang?"cibir nada


"Lo juga kali dodol,"sahut Elina


"Ayo ke kantin,"ajak nada


"Ayo,"seru mereka


Setelah itu, mereka berempat turun dari roof top dan menuju ke kantin. Saat mereka berempat sedang berjalan di koridor, banyak sekali cuitan dari kaum hawa maupum adam


eh neng sayang,


Oh jdi kamu selingkuh?


Enggak kok, aku cuma bercanda


Bdo amat, mulai sekarang kita putus!


Hahaha mmpus putus,


Ih kak Alina cantik deh,


Body goals semua anjg:v


Kak jadi pacar aku yuk!


Dan masih banyak lainnya, dan sesampainya dikantin. Yang tadinya rame, mereka mendadak diam. Saat hendak menuju ke meja Fino dkk. Disitu sudah ada Alika cs dan Nadin. Padahal sudah terpampang jelas,jika wajah mereka sangat masam.


"Ngapain kesini?"tnya Alika ketus


"Masalah buat lo?!"jawab nada sengit,


"Kita?"tnya verrel


"Iya kota,"jawab caca


"Lo aja kali,"ujar verrel


"Buahahaha, ngakak!"tawa Vero


"Ish verrel!"kesal Caca


"Paan?"


"Kok Caca gk dibela?"ujarnya


"Ogah bela lo, mending gua ke kelas diandra! Bye semua,"ujar verrel, lalu meninggalkan Caca yg kesal.


"Tumben bareng?"kata Fino


"Lo tnya siapa?"ujar alina


"Lu lah,"


"Oh gua, bilang dong! Kan emang biasanya bareng,"kata Alina


"Dih, udah makan?"tnya Fino


"Belom, ini mau pesen!"jawab Alina


"Duduk aja sana, biar gua yg pesen!"kata fino, pernyataan Fino membuat Alika protes

__ADS_1


"Loh, kok kamu pesenin sih!"ucap Alika kesal


"Masalah buat lo? Pacar juga bukan, temen juga bukan!"ujar fino


"Fin, gua nitip ya satu!"timpal nadin


"Iyo, nitip paan?"sahut fino


"Nitip bakso sma es teh,"sambung Nadin


"Apaan sih, kegatelan banget jadi murid baru. Situ ulat bulu ya? Kesetiap cwo gatel, gak cukup apa? Sama yg dulu?"cibir Reva


"Udah sih va, lagian udah berlalu! Gua juga udah minta maaf smaa kalian,"kata nadin dengan nada lirih,


"Udah va, kasihan Nadin!"bela rava


"Apsih sih? Lo tuh gatau apa²! Mending diem aja deh,"kata Reva smbil menunjuk Rava


"Gua emang gatau apa², tapi kasihan lah! Dia kan baru disini, dia disini ga ada temen!"ujar rava,


"Kita duluan ya"kata Alika


"Sana hus, pergi yang jauh!"sambung nada,


"Bacot, gatau apa² tuh diem!"ujar Reva dengan emosi yg meluap-luap,


"Udah va udah,"kata nada sambil mengelus bahu reva


"BISA DIEM APA ENGGAK SIH?"teriak alina,


"Dia yang nyalahin Nadin Mulu,"kata Rava


"Diem deh anjing, Lo tuh gatau apa²! Belain aja tuh cwe murahan, gua juga udah muak! Kita pergi dari sini va, dan buat lo! Drama Lo bagus banget haha,"ujar Alina dingin dan lepas Kontrol


"Alina!"tegur veno


"Apa? Mau belain dia? Silahkan!"kata alina, lalu Veno langsung diam


"Lin?"panggil fino


"Apa?"


"Sorry,"


"Lo gak salah! Gausah minta maaf, dia aja yg kebanyakan drama!"kata Alina pedas,


"Maafin gua, klo gua salah! Gua tau gua gabisa dimaafin, lo bebas bentak gua! Jambak gua! Pukul gua! Bilang gua murahan, penghianat! Itu semua terserah lo lin, gua tau gua salah! Seenggaknya, klo Lo gak maafin gua! Jangan injak' harga diri gua didepan mereka!"ucap Nadin lalu perlahan ia menangis,


"Drama ***,"cibir nada


"Nada!"tegur Mike


"Apa lo? Mau belain?"kata nada emosi,


"Sini deh,"ujar Mike lalu ia menghampiri mike. Dan Mike pun menekuk nada, ia berusaha menenangkan nada. Dan membisikkan sesuatu ditelinganya  "jangan emosi ya, klo mau lampiasin! Sini ke aku aja, aku gatau gimana dulu masa lalu kamu sama nadin! Ntar cepet tua loh, klo marah' terus"


Setelah mengatakan itu, ia melepas pelukannya


"Lo tau? Gue dulu sakit banget din, Lo tau gak? Gua dulu anggap lo itu saudara gua, tapi apa? Lo hancurin kepercayaan gua, lo buat gua terpukul! Lo buat gua rapuh, cuma karna dia! Dan lo berhak mendapatkan julukan itu, Lo itu MURAHAN LEBIH DARI SAMPAH! GUA BENCI LO NADIN, KENAPA LO HARUS MUNCUL LAGI?"jelas Alina dengan emosi yg tak terkontrol,


Plak


Satu tamparan mendarat dipipi alina,


"Abang gak ngajarin kamu ngomong kasar begini, Abang tau kamu emosi smaa nadin! Tapi, perkataan kamu buat dia sakit hati! Abang kecewa sama kamu Princess,"

__ADS_1


•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••


__ADS_2