
Happy reading 🎉
Typo bertebaran!!!!
••••
Sudah hampir 1 jam mereka mencari keberadaan Alina, namun hasilnya tetap sama. Yaitu nihil. Vero semakin was-was, Fino yg cemas, sama halnya dengan mereka. Mereka juga bingung, kemana penculik itu membawa Alina? Pertanyaan itu masih terngiang-ngiang di kepala mereka,
"Kira-kira kemana ya? Mereka bawa Alina,"tnya verrel
"Entah, gue juga gatau! Udah hampir 1 jam tapi gk ketemu juga,"jawab rava
"Mereka bawa Alina ke luar kota,"celetuk Mike
Perkataan Mike membuat Vero dan Fino mendelik, bagaimana dia bisa tau?
"Kok lo tau sih?"ujar Vero
"Menurut gue gitu, karena apa? Klo misal mereka bawa Alina, ke daerah sini! Pasti dia akan ketemu saat ini juga, tapi sekarang nyatanya? Alina juga gk ketemu kan?"jelas Mike
"Nah iya juga sih,"timpal Verrel
"Apa mungkin, ini gara-gara gue? Alina pas itu juga bilang, klo dia ngilang jangan khawatir! Apa ini buktinya? Terus mereka maunya apa?"kata Fino
"Enggak lah Fin, ini tuh murni penculikan!"sahut rava
"Tapi kan,"katanya lagi
"Tapi apa? Udah gausah mikir yang aneh-aneh, percaya aja semoga Alina gapapa!"ujar Mike
"Hmm,"
"Mereka udah tau?"tnya verrel
"Siapa?"tanya balik vero,
"Reva, nada, sama Elina lah!"ujar verrel
"Astaga gue lupa,"kata Vero seraya menepuk jidatnya
"Sana kabarin,"perintah Mike
"Iya deh iya,"
Vero pun mengambil ponselnya, dan menelpon salah satu dari mereka.
"Kenapa bang?"tnya Elina
"Alina diculik!"jawab Vero
Perkataannya membuat emosi Elina naik,
__ADS_1
"*******, siapa yg berani nyulik kak alin? Kasih tau sekarang,"ujar Elina emosi
"Tenangin dulu, gue belum tau! Btw lo gak bareng sama Nada, Reva?!"sahut Veno
"Baru aja mereka dari sini, entar gue kasih tau mereka! Makasih infonya bang, gue tutup dulu! Bye,"
Elina pun mematikan telponnya secara sepihak,
"Gimana? Mereka ngomong apa?"ujar Rava,
"Untung 2 bon cabe, udah balik!"kata Vero
"Haa?"kata mereka bingung,
"Reva sama nada,"
"Oh mereka,"
"Yaudah balik aja yuk, kita cari Alina besok! Ini udah malem,"ucap Mike
"Hmm ok,"
***
Gadis itu perlahan membuka matanya, kepalanya sangat-sangat pusing. Tempat ini sangat asing baginya, lalu ia mencoba mengingat semua kejadian yg terjadi. Setelah ia ingat semua, ia mengepalkan tangannya marah
"*******,"gumam gadis itu emosi
"Hay Alina, kita ketemu lagi babe!"sapa orang itu
"Mau lo apa Nadin? Belum cukup buat gue menderita?!"kata Alina
"Oh sangat, sangat belum! Gue belum bales dendam sama lo, setelah ini hidup lo akan hancur!"ujar nadin bersmirk,
"Tidak semudah itu Nadin, sebelum lo ngehancurin gue! Lo bakalan hancur duluan,"kata Alina menantang
Lalu mereka muncul,
"Hay babe,"sapa alika
"Mau lo apalagi sih?!"kesal alina
"Sama seperti Nadin yg katakan babe, hidup lo bakalan hancur ditangan gue! Setelah gue kehilangan fino, dan setelah bang mike selalu ngebela lo! Gue benci sama lo! Lo itu parasit,"jelas Alika
"Gak ngaca?! Bukannya lo yg parasit?"ujar alina, dan membuat Alika kesal.
"Dan mau lo apa Kezia?"tnya Alina
"Mau gue? Lo mati,"jawab Kezia
"Mau buat gue mati hmm? Mending pikir seribu kali lagi deh,"sahut Alina
__ADS_1
"Emang seberapa hebatnya sih? Alina Christina Winata?!"timpal Caca
"Palingan juga simpanan om-om!"sambung Sisil
"Sekali lagi lo ngomong begitu, nyawa lo melayang!"kata Alina dingin, Sisil langsung diam
"Ikat dia!"perintah Nadin
"Baik bos,"ujar mereka
Tangan alina diikat, kakinya pun diikat. Mulutnya di sumpal menggunakan kain, dan itu membuat Alina sudah bicara
"Sekarang ngomong dong haha,"kata Nadin tertawa terbahak-bahak,
Mulut Alina selalu mengatakan lepasin, tapi tidak digubris oleh 5 wanita iblis itu.
"Saatnya bermain-main babe,"sahut Alika
Mereka mulai menyiksa Alina, mulai dari menggunting rambut Alina, menampar, menjambak. Alina ingin sekali mengatakan sesuatu, tapi sangat susah. Karena mulutnya masih disumpal, lebih parahnya lagi mereka menggunting baju alina, Alina hanya bisa menitikan air matanya.
***
Ketiga gadis itu berada di markas besar, mereka berusaha untuk mencari keberadaan ketua mereka.
Dan hasilnya nihil, mereka tidak menemukannya.
"Ketemu?"ujar Reva
"Enggak, padahal gue udah otak-atik! Tapi tetep aja hasilnya nihil,"sahut nada gelisah
"Gimana dong? Klo Alina kenapa-kenapa gimana? Kita udah otak-atik hampir 2 Jam loh,"sambung Elina cemas
"Aduh stop! Klo kalian begini, gue gak bisa mikir jadinya!"kesal Reva
"Mereka golongan yg cukup handal, kita jangan main-main sama mereka! Kita aja gabisa Nemu jejak alina,"ujarnya
"Lah terus gimana dong? Kasihan gue sama mamah,"kata nada
"Emang dikira gue enggak?"sahut Reva sinis,
"Biasa aja dong ngomongnya,"kata nada tak terima
"Mulai lagi, jangan bercanda bisa gak sih?! Ini genting, Alina belum ketemu!" Ucap Elina tersulut emosi,
"Gue tau,"kata mereka kompak
"Besok kita kesini lagi, mending sekarang kita pulang! Ini udah malem,"ujar Elina
"Oke,"
Lalu pun mereka keluar dari markas, semua anggota menundukkan badannya. Untuk menyatakan rasa hormat,
__ADS_1
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••