
Setelah, kejadian kemarin daya tahan tubuh alina ambruk. Entah kenapa?
Tidak ada yg mengetahuinya, yang tau hanya ila. Yah, Alina yg suruh Ila menyembunyikannya.
Rasa sakit itu masih menjalar, Alina masih terngiang-ngiang soal perkataan irana mamah kandungnya. Apakah benar? Mamahnya sangat membencinya? Ah.. sangat rumit kisah hidupnya. Jika Alina, tidak sayang pada dirinya dan keluarganya sekarang.
Mungkin, Alina memilih untuk mengakhiri hidupnya!
Untuk saat ini, Alina masih bergelut dengan selimutnya. Dia masih enggan, untuk bangun. Hingga, suara ketukan pintu terdengar. Alina mengabaikannya, hingga orang itu masuk kedalam kamarnya.
Tok tok tok
"Dek, bangun. Kamu berangkat sekolah atau nggak?"tnya seseorang itu, dari luar pintu.
"____"tidak ada jawaban dari dalam, akhirnya org itu masuk kedalam.
"Dek, kamu sekolah nggak?"tanya seseorang itu, yg tak lain adalah Ryan.
"Eunghh, kenapa bang?"jwb Alina dengan, suara khas org bangun tidur.
"Kamu, sekolah nggak?"tnya Ryan lagi
"Iya,alin skolah kok"jawab alina, sedikit serak. Tapi,saat hendak beranjak dari tempat tidur. Tubuh Alina ambruk, untungnya Ryan lngsung menangkapnya.
"Loh? Dek kamu kenapa?"kata Ryan panik
"Alin gapa---"ujar Alina, belom sempat meneruskan perkataannya. Alina pingsan. Hal itu, membuat Ryan panik dan memanggil semua org yg ada dibawah.
"MOM, DAD, CEPETAN KESINIIIIIII!"kata Ryan berteriak. Ferisha dan Wisnu yg mendengar, anak sulungnya berteriak pun menghampiri diikuti oleh Vero dan Veno.
"Kamu kenapa sih ter--"ucap Ferisha terjeda, karena ia melihat putri bungsunya tidak sadarkan diri. Ia pun melanjutkan ucapannya
"ALIN? Kamu kenapa sayang?" Ucap Ferisha,seraya menepuk-nepuk pipi Alina.
"Dad, panggilin dokter Dad cepet!"kata Ferisha khawatir
"Iya mom, sabar ini Daddy berusaha ngehubungin!"ujar Wisnu santai, dan itu membuat Ferisha naik pitam.
"KAMU TUH GIMANA SIH? ANAK LAGI SAKIT MALAH SANTAI-SANTAI!"bentak Ferisha, dan itu membuat nyali Wisnu semakin ciut. Vero dan Veno hanya melongo, karena apa? Ia merasa tidak becus menjadi seorang kakak!
"Udah, Mom udah! Kita bawa Alina kerumah sakit aja,"kata Ryan menenangkan.
"Hmm, kalian berdua berangkat sekolah! Biar Mommy yg jaga Alina sama Ryan!"ucap Ferisha, kepada anak kembarnya.
"Tap---"kata Vero terpotong,
"Gada tapi2an! Sekarang Lo berdua berangkat!"perintah Ryan, dan itu membuat si kembar menggerutu tidak jelas.
"*** bet sih, padahal pengen nemenin alin biar sekalian bolos"gumam Vero, yg masih bisa didengar oleh Veno.
"Bolos teros, sampe ******"ujar Veno sinis, dan itu membuat Ryan menatap tajam Vero.
"Eh iya nggak kok, Vero gk bolos suer bang"kata Vero cengengesan, dan mengapit jarinya membentuk huruf V.
"Sudah, kalian berangkat sana!"lerai Wisnu
"Hmm"dehem twins
"Ayo mom, kita bawa Princess ke rumah sakit!"ajak Ryan
"Iya ayo,"kata Ferisha
***
Si kembar datang ke sekolah, dengan wajah yg muram. Sahabatnya, yg melihat itu pun bingung. Mengapa mereka berdua begini? Tidak biasanya mereka begini. Daripada mereka bingung, akhirnya rava pun bertanya.
"Eh twins, muka lo ngapa dah? Kek baju blm disetrika ae!"tanya Rava, sambil terkekeh kecil
"Hmm, Alina sakit!"celetuk Vero, dan itu membuat Veno mendelik kesal.
"What? Princess gue sakit?"timpal verrel
"Princess gundolmu! Mana mau Alina Ama lo,"kata Rava sinis
"Mau aja kok, iya nggk twins?"ujar verrel, sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Najis, gk gue restuin!"ucap vero
"Yah, kapar masa gitu?!"celetuk verrel,
"Kapar apaan?"tanya Veno
"Kakak ipar,hehe"jawab Verrel cengengesan.
"Eh, pin muka Lo kok ikut2 kusut sih?"sambung rava,
"Hmm"dehem Fino. Sebenarnya, ia khawatir dengan kondisi Alina. Saat, Vero mengatakan bahwa Alina sakit.
"Yah, ham hmm mulu!"kata verrel kesal
"Kek gatau, dia aja sih lo!"ujar Mike, tiba-tiba
Kring kring kring suara bel masuk sudah berbunyi.
"Ayok masuk kelas,"kata mike
"Kuyy"ujar mereka.
Dikelas Alina
Reva, Elina dan nada bingung, kenapa Alina tidak masuk sekolah lagi? Dia sakit? Atau dia sibuk dengan urusan kantor? Sudah menjadi kebiasaan Alina, kalau misal tidak berangkat. tidak pernah, memberi kabar apapun.
Yg slalu membuat mereka khawatir, daripada mereka memikirkan hal yg negatif. Mending saat istirahat, ia menemui twins dikantin.
"Kebiasaan, tuh anak! Bikin kita khawatir,"gerutu Reva kesal
"Heleh, kek gatau alina aja lo! Diakan, gamau org terdekat dia khawatir!"sambung nada,
"Ho oh, gimana sih va?!"timpal Elina ikut²an
"Kok nyalahin gue sih? Org gue cuma nanya doang!"kata Reva sinis,
"Biasa aja dong, gausah ngegas!"ujar nada, tak terima.
"Gelud terosss, nanti tinggal nanya kek Ama twins dikantin,"ucap Elina melerai
"Bacottt"kata mereka kompak
"Eh cie, bareng ehem!"ujar Elina menggoda
"Kita, udah biasa bareng kali! Ya nggak va?"kata nada,
"Iyee,"ujar Reva
"Tadi aja gelud, eh sekarang baikan!"cibir Elina kesal
"Bodo amat,"kata mereka serempak
"Dasar ibu-ibu komplek!"gumam Elina, tapi masih bisa didengar oleh reva.
"Gublug anjr, ucapan Lo masih bisa gue denger tulul!"kata Reva gemas, gemas pengn nampol.
"Ih bngsd ngomongnya kasar deh,"timpal nada
"Lo juga kasar ****!"sambung Elina, terlanjur emosi.
"Yee NGEGAS!"kata nada dan
Brak Reva menggebrak meja
"Eh copot ayam,"kata Elina latah
"Hahaha, ngakak astaghfirullah!"tawa nada pecah
__ADS_1
"Sejak kapan lo latah?"tnya Reva, menyelidik.
"Sejak lo kagetin tadi,"jwb Elina mendengus kesal. Tiba-tiba
"WOY HARI INI JAMKOS"teriak Kevin, saat masuk kelas. Dan itu membuat seisi kelas heboh.
Akhirnya jamkos
Untung gue bebas dari hukuman
Ngapa Lo?
Tugasnya belum gue kerjain, keasikan nonton drakor hehe
Demam K-Pop
Bebas alhamdulilah
Dan masih banyak lagi....
"Tapi ada tugas, kalian harus kerjain! Jangan, ada yg keluar sebelum jam istirahat!"kata Kevin, Kevin? Ia ketua kelas ini.
"Yah padahal udah bebas, eh ada lagi masalahnya"ujar semua siswa dan siswi dikelas tsb. Reva dkk minus Alina,ia memanfaatkan waktu ini untuk pergi ke kantin.
"Gue mau keluar dulu"kata Reva, ke kevin.
"Tap---"ujar Kevin terpotong,
"Gue aduin tau rasa lo, pas lagi liat video ituan!"ancam Elina, dan itu membuat Kevin bungkam.
"Eh jangan elah! Yaudh sana keluar,"kata Kevin
"Oke thq, kepinnn mwah"ujar Elina, dengan nada menjijikkan.
"Tukang ngadu dasar"gumam Kevin, saat Reva dkk keluar kelas. Saat, diperjalanan menuju kantin. nada menanyakan, kenapa elina bisa tau jika Kevin nonton video ituan.
"Woy, el Lo kok bisa tau sih?"tnya nada kepo
"Gk sengaja liat, lagian tulul Bet ya nonton video gituan volumenya gede bat,"jwb elina, dan itu membuat Reva dan nada tertawa.
"Hahaha, gila sih sumpah. Kapan tuh El?"kata nada, sambil membayangkan kejadian disaat Elina masuk kelas.
"Pas jam olahraga, gue kan kgk tau klo pada nonton begitu"ujar Elina,
"Yah, otak Elina yg polos udah teracuni oleh kepin"celetuk reva, dan itu membuat nada semakin tertawa terbahak-bahak. Tak terasa, jika mereka sudah memasuki wilayah kantin. Saat dikantin, kebetulan juga disitu sudah ada twins dkk. Akhirnya, Reva dkk minus Alina menghampiri meja twins dkk.
"Eh, itu bukannya twins?"kata Reva sambil menunjuk ke arah meja twins
"Ho oh, samperin yok. Gue mau tanya,Alina kenapa!"sambung nada, lalu meninggalkan mereka berdua.
"Yee si kutu kupret, malah ditinggal!"gerutu Elina kesal
"Yok kesana,"ajak Reva, dan menarik baju Elina.
"Serasa babu gue,"gumam Elina.
Dimeja twins dkk
"Woy,"teriak seseorang dari belakang, dan membuat mereka menengok ke arah belakang.
"Eh buset, gue kira siapa!"kata verrel kesal.
"Lo bolos nad?"tnya Mike
"Kagak, org jamkos!"jwb nada
"Lah terus, ngapain keluar kelas?"kata Mike lagi, dan itu membuat nada sewot.
"Suka suka gue lah, org lo juga keluar kelas!"ujar nada, tak santai.
"Eits santuy, mbaknya!"sambung verrel
"Bacot"kata nada kesal
"Oh Alina? Lagi gk enak badan katanya,"jwb Veno ngasal
"Bukannya dia sak--"kata Vero terpotong, karena kakinya diinjak Veno.
"Aduh sakit ****"kata Vero kesakitan
Eh tulul Alina kan disini jdi nerd ****! Mana mungkin kita kasih tau kalo Alina masuk rumah sakit -batin Veno
Oh iya juga ya, lagian Lo kgk bilng2!-batin Vero
Pinternya kelewatan-batin Veno
Sialan emang-batin Vero
Jadi gini, klo misal Veno bicara dalam hati otomatis Vero tau dan batin mereka akan terhubung
Mungkin aja bawaan dari lahir wkwk
"Eh iya, Alina lagi gk enak badan"kata Vero cengengesan, lalu Veno mengeluarkan ponselnya dia mengetik sesuatu. Setelah itu,ponsel Reva berbunyi
Ting
From;
Veno batu
Alina lagi sakit,dia dirawat di rumah sakit Medika. Soal Alina dirawat diruangan brpa gue gatau
Seperti itu lah pesan yg dikirimkan Veno.
"Va, Lo gk duduk?"tnya Rava
"Nggak, males duduk disebelah lo!"jwb Reva ketus
"Siapa juga, yg mau nawarin. Org gue cuma tanya, Lo ngarep ya?"kata Rava, seraya menggoda Reva.
"Idih, tingkat kepedean Lo ketinggian"ujar Reva sinis
"Lo gk duduk El?"tnya Veno
"Eh iya, gue duduk kok"jwb Elina, gelagapan.
"Pindah lo!"kata Veno, mengusir vero.
"Gamau ah udh pw"ujar Vero menolak
"Pindah nyet,"kata veno kesal
"Gamau njeng!"ujar Vero
"Udah gih, sana pindah!"kata Veno dingin, dan itu membuat Vero pindah tempat duduk.
"Duduk,"perintah Veno, kepada Elina.
"Hah?"ujar Elina, tak paham. Karena kesal, Vero menarik pergelangan tangan elina. Dan ia mendudukkan Elina dipahanya.
"Ehem, keselek jarum nih gue!"kata verrel menggoda, Vero dan elina.
"******! Gk sekalian aja keselek batu,"sambung nada
"Yah bep, kok gitu sih!"ujar verrel dengan nada manja
"Najis"
"Kamu tega, ya sayang ninggalin aku. cuma gara² dia!"kata verrel didramatisir
"Temen siapa sih?"tnya nada kesal
"Bukan, temen gue!"jwb rava
__ADS_1
"Anak buangan kali"celetuk Reva pedas
"Eh buset, klo ngomong disaring atuh neng!"kata verrel sewot. Tiba-tiba suara nenek lampir datang
"Sayang, kamu kok gitu deket² dia sih"ujar raya, dan menunjuk kearah Elina.
"Ngapa Lo sewot?"tnya nada ketus
"Iyalah, org Veno punya gue!"jwb raya menyombongkan diri.
"Veno Lo mau Ama dia?"tnya nada, ke veno.
"Nggak"jwb Veno enteng
"Nah, orgnya aja gamau Ama Lo! Jdi jgn mimpi deh ya tan,"kata nada tersenyum remeh.
"Tan apaan?"tnya Mike
"Tante hahaha"jwb nada, seraya tertawa.
"By, kok kamu diem aja sih?"ujar Kirana, ke Fino. Sedangkan Fino diam tak bergeming.
"Eh Fin Lo tau gak? Monyet dikebun binatang tuh ilang satu,"ujar verrel kepada Fino
"Hah? Bnern Lo?"kata Vero, sambil memasang raut wajah serius.
"Bnern ****, itu sih yg lagi gelayutan ditangan Fino"celetuk verrel, dan itu membuat Kirana mendelik kesal.
"***** hahaha"kata Reva tertawa
"Eh *****, jauh-jauh gih dari Veno!"bentak raya ke elina. Elina beranjak dari paha Veno, dan ia begitu didepan raya.
"Ulangi kata2 lo,"perintah Elina
"*****"ujar raya dan
Plak satu tamparan mendarat di pipi raya
"Itu hukuman buat lo! Karna ngatain gue, sadar diri woy situ juga *****!"kata Elina dingin, dan itu membuat org yg ada disitu melongo.
"Eh nerd, kok kgk berangkat sih?"tnya Shasa
"Pindah kali, gak betah disini"jawab Kirana asal
"Sok tau Lo be, Alina lagi gk enak badan!"celetuk verrel, yg membuat org disitu mendelik kesal.
"******, sekalian aja gk mati!"ucap Shasa, yg klo bicara tidak disaring.
"Macem² Ama Alina, abis Lo Ama gue!"ujar Vero emosi
"Eh Tante, klo ngomong disaring tulul,"sambung rava sewot
"Dih, org gue ngomong bner kok! Gk sekalian aja mati, biar nggk nyusahin org!"ucap Shasa lagi, dan kali ini org yg ada disekitarnya naik pitam. Tiba-tiba
Brak meja itu digebrak oleh Elina dan itu membuat semua org kaget. Mereka kira yg menggebrak meja reva ternyata Elina
"LO KALO NGOMONG DISARING ****! EMANG ALINA PERNAH, BUAT LO SUDAH HAH?! KENAL LO AJA KAGAK! LO TUH CUMA PERUSAK SUASANA DISINI, MENDING LO PERGI SEBELUM KESABARAN GUE ABIS!"bentak Elina marah, karena sedari tadi ia menahan agar tidak emosi.
"DIBAYAR BERAPA SIH? SEGITUNYA YA KALIAN BELAIN NERD ITU!"timpal Kirana dan
Plak satu tamparan mendarat dipipi Kirana
"Jaga ucapan Lo *****! Lo gatau apa² diem! GUE TEGESIN SEKALI LAGI, KALO KALIAN MACEM2 AMA ALINA, LO SEMUA BERURUSAN AMA GUE!"teriak vero, dan membuat seisi kantin bungkam tak ada yg berani bicara.
"Punya hak apa Lo nampar gue? Udah puas? Bikin gue malu? Awas aja kalian, gue bakalan bales ini ke nerd itu!"kata Kirana sinis, dan pergi meninggalkan kantin.
"Lo keterlaluan bray, gk seharusnya lo nampar dia!"ujar Rava,
"Bacot"kata Vero meninggalkan kantin
"Ck bela kok *****!"cibir Reva
"Udah yuk, kita bolos aja! Gue udah males disini"ucap nada melerai
"Hmm"jwb reva, mereka keluar kantin diikuti Veno.
"Gue salah ya? Padahal kan gue cuma ngomong!"ujar Rava bermonolog
"Lagian Lo ****, udah tau suasananya lagi begini malah belain cabe,"timpal verrel
"Gw duluan"kata Fino, pergi meninggalkan mereka bertiga
"Lah ***, baru ngomong sekarang *****!"gerutu verrel kesal
"Ngapa sih lo? Dasar cwe,"cibir Mike
"Au ah"kata verrel kesal, dan meninggalkan mereka berdua. Mereka berdua saling tatap-tatapan dan
"VERREL BANCI"teriak mereka, lalu mereka berdua tertawa.
***
Bau obat-obatan mulai tercium, gadis itu berusaha menyesuaikan cahaya yg masuk di matanya. Kepalanya masih pusing, ia perlahan membuka matanya. Satu kata, yg terlintas dibenaknya adalah ini di rumah sakit. Ia berusaha mengingat-ingat kenapa dia bisa dirumah sakit. Sekarang ia sudah ingat, bahwasanya ia pingsan dikamar. Yah gadis itu adalah alina, ia baru bangun dari pingsannya. Ia merasakan, ada tangan yg memegangi jarinya org itu adalah Ferisha. Alina pun, membangunkan Ferisha.
"Mom?"panggil Alina,
"Eunghh, kamu udah bangun sayang?"kata Ferisha dengan nada suara serak bangun tidur
"Iya, alin udah bangun. Mommy masih ngantuk?"ujar Alina, sambil tersenyum simpul.
"Udah nggk sayang, gimana keadaan kamu?"kata Ferisha, sambil bertanya.
"Alin gapapa kok, alin cuma pusing sedikit doang"ujar alina
"Lain kali, jangn begini ya! Mommy khawatir sama kamu, takut kamu kenapa²!"kata Ferisha, sambil mencium puncak kepala Alina.
"Iya mommy, Alina janji!"ujar Alina tersenyum
"Bng Ryan mna mom?"tnya Alina
"Udah berangkat kuliah"jwb Ferisha
"Daddy? Abng twins?"tnya Alina lagi
"Daddy dikantin, twins sekolah"jwb Ferisha
"Oh iya, mommy udah makan?"kata Alina ber-oh-ria
"Udah, mommy keluar dulu ya sayang?!"ujar Ferisha lembut
"Iyah"
"Gue bosen *****,"gumam Alina. akhirnya ia, mengeluarkan ponselnya. dan mengetik, sesuatu untuk dikirimkan kepada seseorang.
To:abng veno🐣
Abng kesini temenin Alina. Alina bosen
Setelah mengetik itu, akhirnya ia mengirim. Selang beberapa menit ponsel alina berbunyi
From:abng veno🐣
Otw, temen²nya kamu mau kesitu boleh?
Alina pun membalas,
To: abng veno🐣
Hmm
(Read)
"Rumah sakit lagi hmm, pen pulang! Au ah mending tidur"gumam Alina,
__ADS_1