Psychopath Girlfriend

Psychopath Girlfriend
Bab 42 'Will you be mine?'


__ADS_3

Happy reading🎉


Typo bertebaran!!!


••••


Sebenarnya ini sudah rencana Fino dari jauh-jauh hari, namun ia baru bisa menyatakannya saat ini. Dia tidak bilang kepada siapa-siapa, karna ini menjadi rahasia Fino.


Dia sudah berada diruang musik, ia juga menyuruh orang untuk memanggil nama Alina untuk segera menuju ruang musik.


"Panggilan kepada Alina Christina Winata, untuk segera ke ruang musik" panggil seseorang dengan pengeras suara, mereka yg sedang berkumpul dikantin pun langsung menghentikan pergerakannya.


"Lin, alina nama lo dipanggil tuh!"samber Reva,


"Iya sana lin, lagian siapa sih? Pake acara manggil di toa segala!"timpal nada kesal


Suara itu berbunyi lagi,


"Sekali lagi, panggilan kepada Alina Christina Winata untuk segera ke ruang musik!"


"Sana deh lin, keknya penting! Ampe 2 kali loh, dipanggil!"kata Diandra


"Lagian siapa sih? Ganggu aja, gatau lagi mager apa!"gerutu alina


"Udah sana, bacot amat!"kata Vero


"Ih abang, alin capek tau!"kesal alina


Dan untuk ke 3 kalinya,


"Mohon perhatian, panggilan untuk Alina Christina Winata! Untuk menuju ke ruang musik, sekarang!"


"Bacot amat tuh orang wkwk,"ujar rava


"Sana deh lin pergi ke ruang musik! Kuping gue budeg nih, nama lo dipanggil terus!"kata Reva


"Dasar budeg,"celetuk rava


"Sadar diri dong,"cibir Reva


"Eh Fino kemana ya?"tnya verrel


"Gatau tuh, lagi ada urusan kali! Tadi sih pas bel istirahat, dia bilang lagi ada urusan!"jawab Vero


"Udah sana ke ruang musik huss,"usir Elina


"He?! Mager sumpah,"kata Alina


"Udah sana lin, siapa tau penting!"timpal Mike


"Kok lo tau?"tnya alina


"Lah itu, smpe dipanggil pake pengeras suara! Siapa tau aja penting ya gak?"jawab Mike


"Iya sih,"timpal nada


"Yaudh iya, gue ke ruang musik!"putus alina,


Lalu ia berjalan menuju ke ruang musik, saat dikoridor tatapan mengintimidasi dan juga tatapan horor dijatuhkan padanya. Banyak sekali bisikan dari mulut setan,

__ADS_1


Siapa sih? Berisik banget, tinggal disamperin juga! Susah amat,


*****, siapa tuh?


Ke ruang musik yok, gue kepo


Keponan kek monyet,


Aaaa mauuuu dipanggil kek gituuu


Alay najis


Dan masih banyak lainnya,


***


Disatu sisi, kelima gadis sedang berkumpul. Mereka sudah mendengar, jika nama dia dipanggil melalui pengeras suara yg berada disekolahnya. Mereka juga bingung, siapa yang memanggil dia? Apakah sangat penting? Tanpa pikir panjang, mereka semua menuju ke ruang musik.


"Apasih ganggu aja,"kesal alika


"Tau tuh, kayak penting banget gitu!"sambung caca


"Siapa sih yang manggil? Kayaknya penting banget, Ampe 3 kali!"ujar nadin


"Bacot kalian, mending kita ke ruang musik! Daripada kalian kepo,"kata Kezia


"Bener juga sih,"timpal sisil


"Yaudh kita ke ruang musik,"putus Nadin


Akhirnya mereka pun, pergi ke ruang musik.


***


"Woy, gausah bercanda!"tegur Alina


Terdengar suara petikan gitar dari seseorang, lampu dinyalakan. Disitu terdapat fino yang sedang memetik gitar lagu 'cinta luar biasa' mengalun indah dari mulut fino.


Waktu pertama kali....


Kulihat dirimu hadir...


Rasa hati ini inginkan dirimu....


Hati tenang mendengar....


Suara indah menyapa....


Geloranya hati ini tak ku sangka...


Rasa ini tak tertahan....


Hati ini selalu untukmu....


Terimalah lagu ini....


Dari orang biasa....


Tapi cintaku padamu luar biasa...

__ADS_1


Tanpa Alina sadari ia menghampiri Fino dan ikut bersenandung


Aku tak punya bunga...


Aku tak punya harta...


Yang ku punya hanyalah hati yang setia....


Tulus padamu......


Alunan gitar yang indah, ditambah suara mereka berdua yang merdu. Mengundang beberapa siswa, untuk menuju ke ruang musik. Dan terakhir ini kata-kata fino, yang ia ucapkan


"Sebenarnya gue tuh suka sama lo udah lama, tapi gue takut buat ngungkapin. Karna gue takut, lo gak nerima gue. Tapi keraguan gue hilang, berkat lo! Sekarang, will you be mine? Alina Christina Winata?!"kata Fino


Perkataan Fino membuat Alina sedikit tertegun, akankah dia menerima Fino? Apakah dia beda dari yang lain? Dibilang terharu, iya Alina terharu. Dia hanya takut, dia kehilangan fino sama halnya dia kehilangan veno, abangnya.


"Yes, i will!"kata itu terlontar dari mulut Alina,


Fino tersenyum, dan menghampiri Alina. Ia memeluk Alina, dan ia mengucapkan


"Terimakasih atas semua jawabannya,"kata Fino


Para sahabat mereka yang melihat kejadian itu, langsung nyelonong masuk ke ruang musik. Mereka sengaja didepan,


"Eh cieee, peje atuh!"kata verrel


"Ehem-ehem! Cie adek Abang gk jomblo lagi,"goda Vero


"Longlast yaa,"kata Mike


"Makan-makan gamau tau!"kata elina


"Pokoknya, ntar kita shopping!"ujar nada


"Harus itu mah,"sambung Reva


"Cie raja es yang udah bisa dicairin hatinya,"ujar Rava


"Lo berdua kapan nyusul?"tnya Nadila


"Haa?"kata mereka bingung


"Itu Rava sama Reva!"ujar Nadila


"Dih amit-amit,"kata Reva


"Eh jangan gitu, ntar klo jadian beneran gimana?"sahut Diandra


"Eh kezia mana?"tnya Alina


"I don't know,"jawab mereka


Tiba-tiba pintu ruang musik digebrak, menimbulkan suara yang keras.


Mereka menghampiri alina, dan tiba-tiba


Plak


"Itu buat lo! Yang udah rebut dia dari gue,"

__ADS_1


*****


__ADS_2