
Happy reading🤗
Typo bertebaran!
•••
Kezia lari sekencang-kencangnya, dia sangat malu pada dirinya sendiri. Bagaimana bisa? Dia menyia-nyiakan sahabat yang sebaik Alina?
Dia masih lari, tanpa memperhatikan sekeliling jalan. Dari arah sana, terlihat mobil yang sedang melintas. Kezia masih tetap berlari, dia tidak melihat ada batu besar. Dan membuat dirinya tersandung, dari arah sana terlihat mobil yang menuju ke arahnya. Sontak membuat Kezia, menjerit keras.
"Aaaaa,"jerit kezia.
Sang empu mobil akhirnya, mengerem mendadak mobilnya. sang empu mobil pun turun, apakah dia menabrak sesuatu? Betapa terkejutnya, bahwa dirinya hampir saja menabrak teman lamanya.
Dia pun menghampiri Kezia,
"Kamu ngapain disini?"tanya gadis itu,
Kezia pun mendongak,
"Nadila?"kaget Kezia,
"Iya kenapa? Kezia habis nangis?"tebak Nadila,
"Enggak kok,"elak Kezia.
"Gausah boong, aku tau kamu habis nangis? Kamu kenapa?"desak nadila,
"Gapapa,"ujar Kezia.
"Ish, kamu kenapa sih? Cerita tinggal cerita, susah banget!"kesal Nadila,
Tingkah laku Nadila, membuat Kezia tersenyum simpul.
"Ayo cerita, keziaaaa!"paksa Nadila, sambil menggoyangkan lengan Kezia.
Kezia masih tetap, dia menggelengkan kepalanya.
"Keziaaaa,"panggil Nadila.
"Apa?"ujar Kezia,
"Ayo cerita!"kata Nadila.
Kezia diam,
Tiba-tiba dia membuka suara,
"La, Bunuh diri dosa ga?"tanya Kezia,
"Ya dosa lah, Kezia mau bunuh diri? Ih jangan, Nadila takut! Klo Nadila digentayangin sama Kezia gimana? Jangan dong, kasihan mamah sama papah Kezia! Kezia gak kasihan?"jawab Nadila,
"Kan tanya doang,"kata Kezia.
"Iya tau, tapi jangan di lakuin! Ayo Kezia ikut Nadila, kita ke rumah Alina!"ajak Nadila,
Kezia menggeleng,
"Kenapa?"sahut Nadila,
"Gue gak pantas kesana, gue udah jahat sama mereka! Gue malu la, gue malu!"ujar Kezia,
"Gapapa, mereka baik kok! Gak gigit, ayo ikut!"kata Nadila lagi,
"Emang apaan mereka gigit? Gak ah, gue gamau ikut!"tolak Kezia.
"Ih yaudah, kalo gamau ikut! Nadila ngambek,"Rajuk Nadila.
"Dih bayi Dugong, ngambekan!"goda Kezia.
"Apaan sih,"ketus Nadila
"Cie ngambek, oke deh gue ikut sama lo!"putus Kezia,
"Serius? Yeay, ayo cepet masuk mobil!"kata Nadila membulatkan matanya senang,
"Bantuin berdiri dong,"ujar Kezia.
Nadila pun membantu Kezia berdiri, setelah Kezia berdiri, mereka berdua pun masuk mobil. Untuk menuju ke rumah Alina, sebenarnya Kezia ragu! Dia takut, jika dia akan menerima sindirian pedas dari teman-teman Alina,
Tapi dia berfikir, bagaimana pun! Dia harus kesana, dia akan meminta maaf atas semua perbuatannya. Dan dia siap menerima, segala sesuatu yang akan diterimanya nanti.
***
Setelah sampai di kediaman Alina, Kezia sempat ragu untuk turun. Namun, Nadila meyakinkan Kezia. Akhirnya mereka berdua pun turun,
Tatapan sinis dari mereka pun di tujukan kepada Kezia, karena mereka semua sedang berkumpul di kediaman Alina. Kezia menundukkan kepalanya,
"Hay,"sapa Nadila.
"Lo ngapain sih bawa dia?"kata Reva sinis,
"Ih Reva ga boleh gitu, ayo Zia Sekarang ngomong!"kata Nadila,
Kezia masih diam,
"Ayo Zia, ngomong!"paksa Nadila.
"Klo gak mau ngomong, jangan dipaksa la!"tegur Elina,
"Iya maaf,"ujar Nadila
"Mau sampe kapan, lo terus-terusan bisu?"sahut nada,
Kezia pun menarik nafas dan membuang nya, kali ini dia memberanikan untuk berbicara.
"Oke, gue mau ngomong sama kalian! Gue mau minta maaf, atas semua perbuatan gue selama ini! Gue tau, gue udah buat kesalahan besar! Gue tau, dengan kata maaf gak bikin Alina balik! Sekali maafin gue, terserah kalian mau maafin gue apa enggak! Itu hak kalian, yang penting gue udah minta maaf!"kata Kezia menyampaikan permintaan maafnya,
"Kenapa lo tiba-tiba minta maaf, gak di suruh ****** kan lo?"sahut Reva,
"Reva udah, masih mending dia ada itikad baik mau minta maaf! Dari pada sama sekali enggak,"sambung Elina.
"Jadi kalian maafin Kezia?"tanya Nadila,
"Gue udah kok,"jawab Elina.
"Kalian bertiga gimana?"tanya Nadila,
"Gue sih iya' aja, gada salahnya kan? Kita maafin dia,"kata Diandra
"Lo berdua gimana?"sahut Elina,
"I don't know, because gue masih kecewa sama dia!"ujar Nada,
"Yoi, gue pun sama!"timpal Reva.
"Oke gapapa kok, makasih udah maafin gue!"ujar Kezia tersenyum,
"Lo nginep sini ye, besok kita mau ada acara di puncak!"ucap Elina,
"Enggak ah, takut ganggu acara kalian!"tolak Kezia,
"Zia harus ikut!"ujar Nadila,
"Tapi la,"elak Kezia.
"Lo harus ikut, Lo gak ikut gue batal maafin lo! Ntar gue bilang sama anak', jadi lo gausah takut!"kata Elina meyakinkan kezia,
Kezia pun mengangguk pasrah, daripada dia tidak dimaafkan. Mending dia ikut, soal nanti diterima atau tidak kehadiran dirinya itu Persoalan terakhir, dan dia juga ingin mengutarakan permintaan maaf kepada mereka semua.
***
__ADS_1
K
eesokan harinya, mereka sudah berkumpul di rumah Alina. Perlu kalian tau rumah Alina banyak, jadi kemarin mereka berkumpul di rumah Alina. Bukan yang ada keluarga nya, Melainkan rumah yang memang dikhususkan untuk geng mereka.
Awalnya mereka semua menolak, saat Kezia diikutkan dengan acara di puncak ini. Namun elina,memberi perhatian bahwa Kezia sudah benar' ingin berubah, dan ingin memperbaiki kesalahannya. Akhirnya mereka pun menerima Kezia, dengan satu syarat dia tidak membuat rusuh.
Kezia pun berjanji, dia tidak akan membuat acara mereka rusak. Mereka pun berangkat ke puncak, Mereka membawa 3 mobil.
Mobil pertama terdiri atas Fino, Veno, Kezia dan Elina. Mobil kedua terdiri atas, verrel, Mike, Diandra, dan Nada. Dan yang terakhir terdiri atas, Rava,Vero, Reva,Nadila.
Kondisi mobil pertama sangat hening, karena mereka semua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Kondisi mobil kedua, adanya perdebatan rumah tangga antara Mike dan Nada. Mereka berdua memperdebatkan, telur dan ayam.
"Eh, ayam dulu apa telur dulu sih? Yang keluar?"tanya Nada,
"Ayam lah,"jawab Mike
"Ya telur dulu, kamu gimana sih!"kata nada kesal,
"Ayam dulu nada,abis itu telur!"ujar Mike
"Telur dulu Mike,"kata Nada.
"Ayam,"
"Telur,"
"Ayam,"
"Telur,"
"Ayam,"
"Te---,"kata nada terpotong.
"Udah woy, kuping gue budeg! Mau ayam duluan kek, mau telur duluan kek! Itu terserah ayamnya, kenapa kalian yang ribut sih!"kesal verrel.
"Tau tuh by, dahal aku mau tidur gabisa' gegara mereka ribut!"timpal Diandra,
"Bdo amat,"kata mereka kompak.
Begitulah kira-kira perdebatan di mobil 2, dimobil 3 lebih parah. Karena adu perbacotan antara Reva dan Rava, mereka yang sering dijuluki anjing dan kucing.
"La ntar klo sampe sana, gue potoin ye! Pasti disana pemandangannya bagus,"ujar reva kepada Nadila,
"Iya va, ntar aku potoin!"kata Nadila.
"Dih, mau aja lo! Jadi babu Reva,"timpal Rava.
"Lah suka' gue dong?"ujar Reva tak terima,
"Iye dah Mak lampir,"kata Rava.
"Diem lo dugong,"ujar Reva
"Idih ****, bacot banget!"kata Rava.
"Dasar anjing,"cibir Reva
"Dasar monyet,"
"Dasar badak,"
"Diem lo, kembaran miper!"
"Suka' gue dong, ****** miper!"
"Iyain aja kesian, umur gada yang tau!"
"Lo nyumpahin gue mati? Parah lu *****,"
Saking kesalnya, Reva pun mencubit lengan Rava.
Rava pun meringis kesakitan,
"Bdo amat,"
"Lo masih mau ribut? Gue turunin disini,"ancam Vero.
"Ih orang dia duluan yang mulai,"ujar Reva.
"Lo,"
"Lo,"
"Lo,"
"Lo,"
"Udah stopppp!"kata Nadila,
"Udah diem, kalian bisa diem gak sih? Kuping aku budeg, liat kalian ngoceh terus! Mending kalian tidur aja deh, daripada kalian bacot!"sambung Nadila kesal,
"Ila? Sejak kapan kamu ngomong kasar gitu?"tegur vero,
"Mana yang kasar a, kan emang bner mereka berdua bacot!"ujar Nadila,
"Ilaaa,"tegur vero lagi.
"Iya a, maaf! Ila gak ngomong bacot lagi,"ujar Nadila.
"Itu kamu ngomong sayang,"kata Vero.
"Iya deh enggak lagi,"ujar Nadila.
"Ehem, ehem! Kambing congek,"sahut Reva
"Makanya, lo berdua gih jadian! Biar enggak jadi nyamuk,"kata Vero.
"Apa ya? Gue gak denger, udah ah mau tidur bye!"ujar Reva.
"Dih, Mak lampir!" Cibir Vero.
Seperti itulah, gambaran yang ada di mobil 3.
Mereka pun sampai di villa yang sudah Reva pesan, setelah itu mereka pun masuk ke kamar yang sudah disiapkan. Satu kamar berisi 2 orang, urutannya seperti mereka naik mobil.
Mereka pun masuk kamar untuk istirahat, karena nanti malam akan ada acara.
Didalam kamar 1, berisi Kezia dan Elina.
"Lin gue mau tanya boleh?"ujar Kezia,
"Tanya apa? Selagi gue bisa jawab, silahkan tanya!"kata Elina.
"Alina tuh seberapa berharganya sih buat kalian?"tanya Kezia,
"Sangat berharga, ibaratnya tuh Berlian! Sudah harganya sangat mahal, dia juga berharga! Dia sebenarnya baik, tapi cuma sifat dia aja yang dingin! Jdi mereka semua nanggep, Alina jutek!"jawab Elina.
"Oh gitu, Alina sayang banget ya sama Fino?"tanya Kezia lagi,
"Gue gatau soal itu, yang jelas mereka berdua sama' saling mencintai!"jawab Elina,
"Kenapa sih?"sahut Elina,
"Gapapa kok hehe, cuma mau tau aja!"kata kezia.
"Oh iya, Lin gue mau tanya lgi boleh ga? Klo misal lu diposisi, lu sayang sama orang! Terus dia udh punya org lain, tapi ceweknya dia ngerelain dia buat kita! Tanggapan lu apaan dah?"sambung nya lagi,
"Ya gue tanya dulu, maksud dia ngerelain gimna! Karena gue gamau, di cap sebuah perusak hubungan orang! Klo dia tetap aja gak jawab, yaudh gue gamau! Lagian masih banyak cowo lain diluaran sana, yang lebih baik dari dia! Dan mau Nerima kita,"terang Elina.
Jawaban dari Elina membuat Kezia berfikir, jika dirinya memang tak pantas dengan Fino. Fino masih mencintai Alina, dan begitu pula sebaliknya.
__ADS_1
"Makasih ya,"kata kezia.
"Iye, yaudh gue tidur dulu!"ujar Elina.
"Oke,"
Kezia pun keluar kamar, dia menuju roof top. Untuk membuat sesuatu, setelah beberapa menit. Dia pun kembali ke kamar, dan tidur.
Mereka sudah siap, untuk melaksanakan acara bakar-bakaran. Tapi acaranya harus tertunda, karena Kezia belum datang. Itu semua membuat mereka kesal,
"Mana sih? Nenek lampir, lama amat!"gerutu verrel,
"Heh?! Ga boleh gitu,"tegur Diandra.
"Iya maaf,"ujar verrel
"Mending lo susul dah, kasihan mereka udah pada nunggu!"saran vero,
"Oke, gue ke atas dulu ye!"kata elina.
Elina pun naik ke atas, untuk menjemput Kezia. Sesampainya di atas, dia mengetuk pintu kamarnya. Tidak ada respon, Elina pun mengetuk lagi. Namun tetap saja nihil, setelah beberapa menit menunggu di luar. Akhirnya Kezia keluar, dengan rambut acak-acakan yang tandanya dia bangun tidur.
"Gue gak ikut deh, gue lagi gak enak badan!"kata kezia,
"Oh gitu, yaudah! Ntar kalo udah Mateng, gue bawain buat lo!"ujar Elina,
"Iya, selamat senang' El!"kata Kezia,
"Yoi tq,"
Elina pun turun ke bawah, untuk menyampaikan ini ke mereka. Setelah itu, mereka menggelar acara mereka.
Mereka menata semua perlengkapan, untuk membakar ayam. Mereka membakar ayam, sosis, dan jagung.
"Woy, udah Mateng belom! Gue laper nih,"teriak verrel.
"Palalo mateng, bantu juga kgak!"sahut Vero,
"Tau tuh *****, emang yang laper lo doang? Kita semua juga laper kali,"cibir Rava.
"Sial, aku di bully!"kata verrel,
"Kalian gamau pada mainan gitar gitu, daripada suasana sepi!"usul reva,
"Boleh juga tuh, lo bawa gitar kgak?"sambung veno,
"Lah? Modal dong om, giliran modalin cewe murahan aja mau!"kata Reva,
"Anjing lo, gada akhlak!"kesal Veno,
"Buahahaha, ****** kena tipu! Barang palsu,"tawa verrel.
"Bodo amat,"rajuk Veno.
"Lah Fino mana dah?"tanya Nada,
"Ke toilet,"jawab Mike.
Mereka bergurau ria, Fino sudah datang. Dan dia membawa gitar, dia membawakan lagu yang berjudul jangan rubah takdirku, dan hanya rindu. lagu itu ciptaan andmesh kamaleng, Fino menyanyikan lagu itu dengan penjiwaan. Mereka pun ikut terbawa perasaan, karena Fino pertama kali menyanyikan lagu ini dengan menitikan air mata. Mereka pun tau, jika Fino sangat merindukan Alina.
Ada yang sangat mengejutkan, pada hari ini Rava menyatakan perasaannya kepada Reva. Mereka pun terkejut, apalagi Reva. Mereka yang sering dijuluki anjing dan kucing, apakah Reva akan menerimanya? Atau akan menolak nya?
"Gimana va? Lo terima gue? "Tanya Rava,
"Emm, yes i will!"jawab Reva,
Rava pun kegirangan, sampai-sampai dia memeluk verrel yang ada didepannya. Reva pun memandang aneh dan juga lainnya, akhirnya rava melepas pelukan verrel.
Saat hendak menyantap makanan, terdengar suara tembakan dari kamar.
Dor
Mereka semua panik,
"Tenang woy, tenang! Jangan panik,"teriak veno.
"Ih gimna nih? Kalo ada apa-apa gimna? Ntar klo gue di bunuh gimna?"ujar Diandra,
Perkataan Diandra membuat mereka memikirkan macam-macam,
Sampai akhirnya Fino angkat bicara,
"Tenang, jangan ada yang panik! Kalo kalian semua panik, kita gak bisa berfikiran jernih! Mending kalian semua, tahan nafas abis itu buang! Sampai kalian benar-benar tenang, kita ga bisa ke atas kalo kalian gak bisa tenang!"ujar Fino memberi instruksi,
Setelah mereka sedikit tenang, mereka pun pergi ke atas. Dan betapa terkejutnya mereka, jika Kezia sudah tergeletak dengan banyak darah dan juga pistol. Diandra terkejut, Nadila syok! Mereka benar-benar tidak bisa berfikir jernih, kenapa dia harus mengakhiri hidupnya disini?
Kaki Elina tiba-tiba melemas, dan dia pun jatuh tertunduk. Seharusnya dia tidak meninggalkan Kezia disini, dia sangat bersalah. Veno pun menghampiri Elina, Elina pun langsung memeluk Veno dengan erat. Dia menangis di pelukan Veno,
Apalagi nada dan reva, dia sangat bersalah kemarin tidak memaafkan Kezia. Memang mereka berdua benci dengan Kezia, mereka sudah memaafkan Kezia. Tapi seperti itulah, sifat mereka berdua gengsi,
"Jangan ada yang ambil pistol!"perintah Fino,
"Oke,"ujar mereka
"Kalian semua keluar, kita mau selidiki ini! Panggil polisi ke sini cepat,"kata Fino
Mereka yang ada di dalam mencari apa saja yang mencurigakan, di dalam tas Kezia. Dia menemukan sebuah kotak, Vero yang penasaran pun membuka isinya. Ternyata sebuah surat, dan sebuah kamera.
Saat ingin membaca, polisi sudah tiba. Akhirnya Vero pun menyerahkan itu kepada polisi, mereka pun keluar! Dan kasus ini akan ditindaklanjuti oleh polisi,
Mereka keluar dengan keadaan benar' tidak menyangka, bagaimana Kezia bisa senekat itu?
"Gue masih gak nyangka, kenapa tuh anak nekat banget sih!"kata Vero,
"Gue juga *****, lemes gue!"timpal rava,
"Dapet darimana ***** tuh pistol, mana darahnya banyak banget! Baru pertama kali, gue liat ginian!"sambung verrel,
"Udah lah, kasusnya juga udah di tangani sama polisi!"kata Veno,
"Kezia hiks, mamah! Ila takut Hua,"teriak Nadila.
"Eh, eh? Knpa anjr lu,"ujar verrel.
"Pacar lu Napa dah?"kata Veno,
"Kamu kenapa?"tanya Vero,
"Kemaren, Zia tanya bunuh diri enak apa enggak! Terus ila jawab enggak, ntar kalo ila digentayangin gimana? Aku takut Vero,"jawab Nadila.
Mereka semua melongo mendengar penuturan Nadila,
"Lah? Kebanyakan nonton film horor nih,"ucap Rava.
"Enggak sayang, ga bakal di gentayangin kok!"ujar Vero,
"Kita balik aja ya?"sahut Elina,
"Jangan sekarang, mending besok!"timpal Veno.
"Kita pasti disuruh jdi saksi, mending lo istirahat dikamar Reva,"sambung Fino.
"Buat anak cewek, kalian masuk kamar! Besok kita balik, kalian tenangin diri kalian masing-masing! Jangan ada yang merasa bersalah,"kata Mike.
Mereka pun mengangguk, dan kembali ke kamar.
Polisi sudah keluar dan membawa jenazah Kezia,
"Kita akan tindak lanjuti besok, jenazah akan kami otopsi! Terimakasih atas laporan anda,"ujar polisi itu,
"Baik pak,"
__ADS_1
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••