
Happy reading👌      Â
Typo bertebaran!
•••
Setelah keluar dari mansion keluarga winata. Alina menuju ke mansion keluarga Grady, ya dia ingin menemui Fino.
Semoga kalian bahagia, tanpa kehadiranku nanti.
Di dalam perjalanan menuju ke mansion keluarga Grady, dia terus-terusan melamun. Mengarah ke luar jendela, entah dia membayangkan nanti apa yang terjadi. Perasaannya kali ini, tidak tenang. Dia juga berencana, untuk mengunjungi rumah keluarga kandungnya.
Dia pun sampai, di mansion keluarga Grady. Alina sengaja tidak membawa kopernya,
Satpam itu pun membukakan pintu gerbangnya, satpam itu tahu jika Alina adalah kekasih dari anak tuan besarnya.
Alina mengetuk pintu, tapi tidak ada yang menjawabnya. Akhirnya, dia memberanikan diri untuk masuk.
Mansion itu sepi, namun saat dia mulai masuk ke dalam area ruang tamu. Alina melihat Wanda yang sedang bermain sendiri, Wanda yang tahu keberadaan Alina pun langsung berlari. Dan memeluk alina,
"Tata,"teriak wanda
"Hay cantik, mommy mana?"sapa alina
"Tata tau dak sih? Atu tuh lindu banget sama tata,"ujar Wanda
"Kakak juga kangen sama Wanda,"kata Alina
Lalu datang Dinda, mommy Wanda. Dia sedang membawakan makan siang untuk Wanda, Dinda juga terkejut dengan kehadiran Alina.
"Alina? Kamu apa kabar sayang? Udah lama loh, kamu gak kesini?"ucap Dinda
"Iya mom, aku lagi sibuk hehe!"kata Alina
"Mom, fino mana?"tanya alina
"Fino di kamar, kamu tau Fino kenapa? Setiap pulang sekolah, dia pasti gamau makan! Fino juga jarang banget turun ke bawah, dia lebih sering di kamar! Ada masalah ya sama kamu?"jawab Dinda
Alina sempat diam,
"Aku ke atas dulu ya mom!"kata Alina
"Iya,"
Namun saat ingin ke atas, Wanda terus-terusan merengek mau bermain sama Alina. Namun, dengan cara halus Alina menolaknya. Alina memberi sedikit pengertian, jika dirinya harus bertemu dengan Fino.
"Sayang Wanda, nanti kita main kok! Tapi enggak sekarang ya, kakak mau ketemu sama Abang! Kakak janji, ntar kita main bareng sama Abang ke taman! Kamu mau kan?"jelas Alina
Wanda pun mengangguk paham, setelah itu Alina berjalan ke atas. Untuk ke kamar Fino,
Setelah sampai, dikamar Fino. Alina mencoba mengetuknya, namun tidak ada Respon. Alina pun membuka gagang pintu milik Fino, yang ternyata tidak dikunci.
Betapa terkejutnya dirinya, karena kamar Fino kali ini benar-benar seperti kapal pecah. Semuanya berantakan, Fino masih terdiam. Dia duduk di pojokan, dengan keadaan jongkok dan kedua tangan dilipat.
Alina pun menghampiri Fino,
"Fin?"panggil Alina
Fino masih diam,
"Fino,"panggil Alina sekali lagi
Fino pun mendongak, entah tanpa ada aba-aba Fino langsung memeluk erat alina.
"Hey, kamu kenapa?"tanya Alina
"Jangan tinggalin gue plis, gue gamau! Gue gamau kehilangan lo lagi, gue sayang sama lo lin! Maafin gue,"jawab Fino serak
Alina sempat tersentak akan jawaban Fino,Â
"Kamu bangun bentar, jangan jongkok begini!"perintah Alina
Fino pun menurut, dia bangun dan duduk di pinggir spring bed.
"Mata kamu sembab knpa?"tanya Alina
"Gapapa kok,"jawab Fino
"Gausah boong, jawab aja!"kata Alina
"Iya aku jawab, semenjak lo ngehilang gak ada kabar! Gue ngerasa, hidup gue gak ada arah! Gue ngerasa, hidup gue ada yang kurang! Gue mohon, jangan pergi lagi Lin! Gue mau lo ada buat gue selamanya!"jelas Fino
"Lagian gak ada kabar beberapa hari doang Fino, apalagi nanti kalo kamu aku tinggal pergi selamanya? Aku gak pergi, karena hati aku masih ada di kamu!"sahut Alina lagi,
Karena merasa ada yang kurang beres, Fino pun menanyakan tentang perkataan Alina
"Kamu ngomong apa sih? Kamu mau pergi, ninggalin aku?"tnya Fino
"Aku gak pergi Fin, tapi emang aku ada rencana mau ke belanda! Karena aku ada tugas disana,"jawab Alina
"Jangan pergi ya, sini aja!"pinta Fino
Maklum aja ya guys, Fino bakalan berubah menjadi manja. Saat bersama Alina maupun Dinda,
"Enggak bisa Fin, mending kamu mandi! Aku udah janji sama Wanda, buat main sama dia di taman! Walaupun bentar doang,"kata Alina
"Yah, quality time bisa? Jangan ada Wanda?"ujar fino
"Apa sih, kek anak kecil! Sana mandi, biar aku beresin kamar kamu!"kata Alina
"Iya deh iya,"pasrah fino
Fino pun memasuki kamar mandi, dengan langkah kaki gontai. Alina perlahan membereskan kamar Fino, dia juga menyelipkan sesuatu di kamar Fino. Entah itu apa, Alina yang tau.
Beberapa menit kemudian, Fino keluar dari kamar mandi. Dengan kondisi kamar yang rapi, Alina tidak ada mungkin saja dia bersama Wanda. Fino pun tersenyum simpul,
Tiba-tiba pintu kamar Fino terbuka, untung saja dirinya sudah rapih. Wanda datang dengan Alina,
"Abang ayu, tita main ke taman!"ajak Wanda
"Iya sayang, sabar ya!"ujar Fino
"Setalang Abang, anda magel waiting!"kesal wanda
"Lah kamu tau waiting?"tanya Alina
"Tau Ta, kata bang velel waiting itu menunggu!"jawab Wanda
"Oh, diajarin verrel toh!"kata Fino
Mereka pun keluar rumah, dan menuju ke arah taman. Sesampainya di taman, banyak sekali orang yang memandang ke arah mereka. Mereka mengabaikannya, Wanda pun mengajak untuk bermain kejar-kejaran.
"Tata, ayo main kejal-kejalan!"ajak wanda
"Ntar Wanda, jatuh gimna?"ujar Alina
"Endak to, anda tan udah besal!"kata Wanda
__ADS_1
"Jangan main kejar-kejaran ya, main yang lain aja!"ujar Alina
"Udah sana turutin aja, kemauan Wanda!"timpal Fino
"Tapikan, kalo dia jatuh gimna?"sambung Alina
"Enggak akan,"ucap Fino
Wanda semakin merengek, akhirnya Alina pun hanya bisa mengangguk pasrah. Dia mengikuti kemauan Wanda,
Setelah selesai main kejar-kejaran, Alina mengecek ponselnya. Ternyata sudah jam 2 siang, dirinya harus segera beranjak. Dikarenakan, dia ingin menghabiskan waktu bersama para sahabatnya.
"Wanda, mainnya udah ya! Kakak ada urusan,"ujar alina
"iii, Ndak mau! Anda mau main lagi sama tata,"Rajuk Wanda
"Wanda sayang, dengerin kakak ya! Kakak sebentar doang kok, nanti kalo kakak udah pulang, kakak bawain kamu boneka Barbie yang banyak! Kamu mau?"ujar Alina memberi pengertian kepada Wanda,
"Benelan kak? Oke deh, anda mau! Tapi tata janji ya, beliin anda mainan balbie telus kita main baleng!"kata Wanda
"Iya kakak janji kok,"ujar Alina lalu mencium pipi gembul milik Wanda,
Kini alina teralih terhadap Fino,
"Fin, aku pergi ya! Inget, jaga kesehatan! Jangan sampe sakit, aku gamau liat kamu sakit! Jaga perasaan kamu ya buat aku, oh iya! Kalo Wanda ngajak main boneka Barbie, mau ya hehe! Jangan lupa belajar, aku sayang kamu!"kata Alina kepada Fino
Sebelum Alina beranjak, dia memeluk Fino dan mencium pipi kirinya. Dan melambaikan tangan, Fino sempat tersenyum saat Alina mencium pipinya. Tapi, kenapa perasaan dia tidak enak?
"Ayo dek kita pulang,"ajak Fino
"Anda mau, es klim bang!"tutur Wanda
"Iya, ntar Abang beliin pas mau jalan pulang ke rumah!"ujar Fino
Wanda pun memekik kegirangan, akhirnya mereka berdua pun pulang. Dan sebelum pulang, Fino membelikan Wanda es krim di tempat favorit Wanda.
***
Alina mengunjungi rumah Reva, Reva sudah tau jika Alina ingin pergi ke belanda. Reva juga sebenernya berat untuk melepas Alina, entah dia tau tau mengapa begitu. Rumah Reva sudah ada Elina, setelah sampai Alina pun masuk ke dalam rumah Reva.
Reva dan Elina sedang berada di ruang tengah. Tengah menikmati, film yang sedang berputar di tv.
"Woy,"teriak Alina
Mereka berdua pun menengok,
"Ye kampang, gue kira siapa!"kata Reva
"Lah lo kira siapa? Setan? Mana ada setan secantik gue,"ujar Alina
"Kepedean lo kak,"timpal Elina
"Idih emang iya,"ujar Alina
"Lo jadi pergi ke belanda?"tanya Reva
"Jadi lah, lagian gue di sana banyak kerjaan!"jawab alina
"Jangan pergi lah kak, sini ae!"sahut Elina
"Gak bisa,"kata Alina
"Lo kapan pulangnya ntar?"ujar Reva
"Gatau,"kata Alina menggedihkan bahunya
"Ntar katanye, lagi sibuk dia sekarang haha!"ujar Reva
"Yee kampang, gue buru-buru soalnya! Ada urusan penting,"kata Alina
"Iya dah iya, orang sibuk mah beda wkwk!"timpal Elina
"Iya orang sibuk mah beda,"cibir Reva
"Ih apasih, gue pergi dulu ya! Ini surat buat kalian, jangan buka! Awas aja kalian buka,"jelas Alina
"Isinya apa?"tanya Elina
"Spesial buat kalian,"jawab alina
"Apasih gue kepo!"kata Reva
"Ada deh, gue pergi dulu ya! Bye kalian, see you next time!"ujar Alina
"Yoi, take care babe!"teriak Reva saat Alina di pintu, Alina pun hanya mengacungkan jempol nya.
Alina pun kembali beranjak, dia beranjak ke rumah keluarga kandungnya.
***
Beberapa menit perjalanan, akhirnya Alina sampai. Dirumahnya yang dulu, dia sebenarnya agak ragu. Namun dia melawan ragu itu, dia harus bertemu dengan mamah dan kakaknya.
Setelah turun dari taksi, Alina mulai memasuki kawasan rumah miliknya yang dulu. Jika mengingat yang dulu, rasanya sangat sakit. Dituduh, hingga di usir. Mungkin saja, itu memang sudah menjadi takdirnya.
Tidak ada satpam, dia langsung mengetuk pintu. Namun tidak ada jawaban, akhirnya dia membuka pintu depan dan mulai masuk ke dalam.
Alina melihat mamah dan kakaknya, sedang berada di ruang keluarga. Seketika Alina teringat mendiang papahnya, dulu Alina sering sekali berada di pangkuan papahnya. Dan mamahnya, mengelus rambut Alina dengan penuh kasih sayang.
Tanpa sadari, air matanya sudah jatuh. Alina pun mendekati ruang keluarga, lalu memanggil nama irana.
"Mamah,"kata Alina dengan mulut bergetar, karena menahan tangisnya.
Irana menengok, dia begitu terkejut. Apalagi Mike, mereka berdua langsung memeluk Alina erat. Irana menciumi pipi Alina,
"Kamu Alina? Kamu Alina kan? Maafin mamah sayang, maafin mamah!"kata irana terisak
"Dek? Jadi selama ini?"ujar Mike
"Iya bang, maafin aku! Aku udah bohongin kalian semua,"sahut Alina
"Mamah janji, mamah akan selalu percaya sama kamu! Kamu mau tinggal disini lagi kan?"tnya irana
"Enggak mah, aku gak tinggal disini!"jawab Alina
"Kenapa dek? Kamu belum maafin kita?"timpal Mike
"Aku udah maafin kalian, aku pergi karena ada urusan yang penting bang!"sambung Alina
"Kamu janji balik lagi kan?"tutur irana
"Mungkin mah,"jelas Alina
"Kamu udah makan? Kamu mau mamah masakin? Makanan kesukaan kamu, waktu kecil?"tnya irana
Alina mengangguk pelan, irana pun dengan Senang hati memasak untuk putrinya.
Irana sedang memasak di dapur, Mike dan Alina sedang di ruang keluarga. Untuk menikmati kartun Spongebob, mereka tertawa lepas.
__ADS_1
Irana yang melihat pemandangan itu pun ikut tersenyum, masakannya sudah jadi. Dia pun mengantarnya ke arah mereka berdua,
"Makanan siap,"kata irana
"Kamu mau mamah suapin?"sambung irana
"Iya,"
Alina makan dengan di suapin irana, walaupun terkadang. Makanan dia di makan oleh Mike,
"Mah, aku kangen papah!"ujar Alina
Irana sempat tersentak, dia diam. Lalu melanjutkan bicaranya,
"Mamah juga iya kangen sama papah, tapi kamu sabar ya sayang! Papah disana bahagia kok, liat kita begini!"kata irana
"Mah, kalo aku nyusul papah! Pasti enak kan? Aku disana bisa bahagia, tanpa punya beban apapun!"ujar Alina
"Shut, diem kamu! Jangan ngomong gitu,"sahut Mike
"Yaudh mah, aku pergi ke atas dulu ya! Jam 5 sore bangunin aku,"kata Alina
"Iya,"
Alina pun pergi ke atas untuk menenangkan semua fikirannya,
***
Suara pintu di ketuk bunyi, namun sang empu enggak beranjak dari tempat tidurnya. Suara nya semakin keras,
"Alina, bangun kebo!"teriak seseorang dari luar pintu.
Suara bariton itu membuat Alina terbangun dan membukakan pintu kamarnya,
"Apa sih? Berisik!"kesal Alina
"Berisik matamu, udah jam 5! Sana mandi,"ujar Mike
Perkataan Mike membuat Alina membulatkan matanya,
"Apa? Jam 5?"teriak Alina
Alina pun langsung ngbrit pergi ke kamar mandi, untuk melakukan ritual mandinya.
Mike dibuat geleng-geleng kepala oleh tingkah adik Bungsunya itu,
Mike pun turun ke bawah, untuk menemui mamahnya.
Kesalahan sebesar apapun, pasti bisa di maafkan. Dengan berjalannya waktu, mungkin dulu Alina enggan memaafkan perbuatan keluarga kecilnya. Namun semakin dia besar, semakin dia sadar. Seharusnya, dia tak membenci mereka. Mereka berbuat seperti karena ada satu provokator, sekarang dia sudah berada di neraka.
Waktunya memaafkan semua perbuatan yang mereka di masa lampau, dan memulai kehidupan yang baru.
***
Setelah siap, Alina turun ke bawah. Dibawah sudah ada Mike dan irana, yang sedang menunggu kedatangan Alina.
Padahal irana sudah memasak, namun Alina tidak ikut makan. Dikarenakan dia ingin segera berangkat ke bandara, saat Alina hendak berangkat. Irana merasakan sesuatu, entah kenapa tiba-tiba hawa di sekitar dia membuatnya sedih.
"Mah, bang! Aku berangkat ya,"ujar Alina
Irana sempat menahan pergelangan tangan alina, untuk tidak berangkat.
Namun Alina mencoba membuat irana yakin, bahwa dirinya akan baik-baik saja.
"Mah, percaya sama aku! Aku pergi sebentar doang kok, kalau misal aku pergi lama dan gak balik lagi! Mungkin aja itu takdir, buat aku pergi selamanya!"jelas Alina
Perkataan Alina membuat irana semakin histeris,
"Udah mah, jangan nangis! Ntar aku ikut sedih gimna?"kata Alina
"Dek udah jangan ngomong gitu, emangnya kamu mau pergi kemana sih?"sahut Mike
"Ada lah bang, tempatnya indah banget! Dan hanya orang-orang tertentu bisa kesana,"tutur Alina
"Kamu mau Abang anter?"tnya Mike
"Enggak bang, gausah! Lagian taksi yang aku pesen udah datang!"jawab Alina
"Aku pamit ya bang, mah! Doain aku semoga aja gak ada apa-apa!"sambungnya lagi
Mereka berdua mengangguk, lalu merelakan Alina pergi ke tempat yang ingin di tuju alina.
Alina sempat bilang, jika dia menggunakan pesawat Lion air, nomor 917.
Alina pun berjalan menuju bandara,
***
Lalu keesokan harinya, mereka mendapat kabar jika pesawat yang ditumpangi Alina menghilang tanpa jejak. Entah pesawatnya jatuh ke lautan mau pun di pegunungan.
Semuanya tampak syok, bahkan irana sudah beberapa kali pingsan.
Semuanya terdiam, apalagi Fino! Dia benar-benar merasa kehilangan sosok wanita yang paling dicintainya.
Semuanya terpukul, semuanya tidak menyangka. Baru saja kemarin mereka bertemu, baru saja kemarin mereka bercanda ria.
Sudah tidak ada lagi sosok seperti Alina,
Sudah tidak ada lagi wanita dingin,
Sudah tidak ada lagi wanita cuek,
Sudah tidak ada lagi wanita tegar,
Sudah tidak ada lagi senyuman manis dari Alina,
Semuanya sirna, ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Sudah tidak ada lagi pemimpin yang cerdas dan bijaksana,
Semuanya hilang, kini tinggal lah sebuah kenangan.
Kini mereka semua berada di bandara yang kemarin malam Alina datangi, semuanya berkumpul untuk mencari kabar tentang Alina.
Mereka tidak tahu, apakah alina selamat atau tidak?
Namun sebuah fakta, yang harus mereka terima dengan lapang dada.
Memang takdir tidak ada yang tahu, seperti halnya alina. Dia meninggalkan mereka semua, dia meninggalkan sebuah luka yang amat dalam bagi keluarga terdekatnya.
End
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••
Yah ending:(
Aku ngetik ini mau nangis, sebenernya gamau tapi gimna lagi?
__ADS_1
Belum ending kok tenang wkwk, itu baru awal doang.