
Happy reading🤗
Budayakan vote+komen sebelum membaca,
Yg blm follow aku! Segera ya wkwk,
Typo bertebaran!
•••
Semenjak kematian Kezia, Elina berubah menjadi pendiam. Padahal teman'nya sudah menasihati, jika kematian Kezia bukan disebabkan oleh Elina. Namun itu kemauan Kezia sendiri, untuk mengakhiri hidupnya.
Hari ini, hari jadi sekolah milik Alina. Dan hari ini pula, akan diadakan DIESNATALIS. Semua siswa-siswi wajib meramaikan, kegiatan DIESNATALIS ini.
Banyak sekali event' yang ada, seperti dance, solo song, pagelaran seni dan tata boga.
Seperti yang sudah di rencanakan, mereka akan membongkar semua kebusukan Nadin. Nadin pun semakin bertingkah, dia seolah' menjadi penguasa di sekolah milik Alina.
Nadin sekarang berpacaran dengan, Rino ketua organisasi volly. Rino termasuk anak yang tampan, tapi dia terkenal mesum. Ya cocoklah buat mereka,
Mereka terbagi beberapa menjadi beberapa panitia, Diandra, verrel, Vero, Nadila mereka panitia tata boga.
Mike, nada, Reva, Rava mereka panitia solo song. Veno, Elina, Fino mereka panitia pagelaran seni. Dan untuk pagelaran dance, diurus anak-anak yang lain.
Kebetulan meja panitia beriringan, jadi mereka bisa berinteraksi seperti biasanya.
"Cie yang lagi ribet cie,"ledek verrel.
"Bacot duda, Sono urusin urusan sendiri!"kesal Rava.
"Verrel, ini apaan ih!"kesal Diandra,
"Apasih?"tanya verrel,
"Apasih, apasih! Kerjaan kamu belom bener, kan aku tadi nyuruh kamu buat es! Kenapa rasanya asin? Tadi aku juga nyuruh kamu ngasih pemanis, masa rasanya gini?!"protes Diandra,
"Lah? Gue tadi ngasih pemanis kok,"kata verrel
"Pemanis palalo, orang lo ngasih garam! Bukan pemanis dodol,"sahut Vero.
"Emang iya? Bukannya gue tadi ngasih pemanis ya? Bukan garam,"fikir verrel
"Verrel liat aja kemasannya, yang tadi!"timpal nadila,
Setelah verrel cek, memang benar dia salah memasukan. Seharusnya dia menambahkan pemanis, bukan garam. Kemasannya hampir mirip,
"Wahaha, ****** lo! Kena karma,"cibir Rava.
"Gada akhlak emang,"kesal verrel.
"Kalian udah selesai semua?"tanya reva.
"Udah,"jawab Veno
"Yang udah selesai, sini merapat!"kata Reva,
Mereka pun merapat, menghampiri Reva.
"Ada apa?"tanya Mike to the point,
"Gini, setiap anggota panitia diwajibkan untuk ikut berpartisipasi dalam memeriahkan acara DIESNATALIS, diantara kalian ada yang mau nyumbang apa gitu? Nyanyi? Dance?"jawab Reva,
"Gue aja yang nyanyi,"kata verrel
"Kalo lo yang nyanyi, panggung auto roboh! Karena denger suara lo, yang kelewat merdu! Alias ancur,"sahut vero.
"Buset dah, gitu amat sama temen!"kesal verrel,
"Emang lo temen gue?"kata vero,
"Serah lo dah,"ujar verrel
"Udah woy, diem dulu!"tegur Mike,
"Fin lo nyanyi mau ga? Wakilin kita'?"tnya Veno,
"Hm,"jawab Fino.
"Hm nya apa ini? Iya atau enggak? Yang jelas,"kata Veno.
"Iye gue mau,"ujar Fino
"Nah gitu dong,"
"Lo nyanyi pas mau, puncak acara aja ya?"sahut Reva
"Serah dah,"kata Fino
"Oke,"
"Gue kangen Alina,"celetuk nada
Celetukan nada, membuat mereka diam sejenak.
"Gak cuma lo doang, yang kangen dia! Kita juga sama,"sambung veno.
"Padahal kan ya, setiap ada acara beginian! Dia paling semangat,"sahut Elina.
"Udah, udah! Kita doain, supaya dia cepet balik lagi sama kita,"ujar Vero.
"Mana bisa ck,"ucap Fino
"Gada yang gak mungkin, kalo dia ditakdirin balik! Pasti dia akan balik sama kita,"ujar Vero
"Kalaupun dia ditakdirin balik, kenapa gak dari dulu? Ini hampir 4 bulan, dia gak ketemu! Kalian masih berharap dia masih hidup?"ucap Fino,
"Fino!"tegur Reva
"Apa? Lo mau marahin gue, gue ngomong sesuai fakta!"ucap Fino menahan emosi,
"Udah woy udah, jangan berantem gini! Gak enak sama yang lain,"lerai mike.
"Terserah, gue capek!"ujar Fino meninggalkan mereka,
"Biarin aja begitu, gue tau dia begitu kenapa! Karna dia sayang banget sama Alina, gue juga tau! Dia pasti kangen banget sama Alina, gak cuma Fino doang! Disini kita semua kangen sama alina, jangan ada yang nyamperin Fino! Biarin dia sendiri, dia masih emosi! Dan belum bisa menerima kenyataan,"jelas Veno.
"Widih bijak, kali kau ini!"ujar verrel.
"Biasa abis kena tipu, jadi otaknya langsung jenius!"kata Vero,
"Sialan,"kesal Veno
Mereka pun berbincang-bincang dan bercanda, seperti biasanya.
***
Namun yang sangat mengejutkan bagi mereka, Alika dan teman-temannya. Menyumbangkan cover dance, dimana Alika terlihat bersemangat.
Jangan diragukan lagi, kemampuan Alika memang berada di dance. Gerakan tubuhnya begitu lihai dan lincah, membuat mereka para kaum Adam gagal fokus.
Karena disini Alika menggunakan, celana jeans pendek dan baju crop. Diikuti oleh sisil dan Caca, yang tak kalah lagi.
Selesai performance mereka, Alika menghampiri ke arah reva.
"Hai,"sapa alika
"Halo,"jawab verrel.
Kaki verrel pun diinjak oleh Diandra, dikarenakan diandra cemburu.
"Aduh by, sakit tau!"kata verrel,
"Makan tuh sakit,"kesal Diandra.
"Eh Sans aja, gue gada niatan ganggu kalian kok! Gue cuma mau bilang, maafin gue ya! Yang dulu, gue tau gue salah! Oh iya, gue juga udah denger berita tentang Alina! Pertama kali gue denger, gue syok banget! Gue lagi gak drama, gue juga udah gak bareng Nadin! Doain gue ya, semoga gue bisa ketemu alina, terus minta maaf Langsung!"jelas Alika,
"Lo gak sakit?"tanya Vero,
"Enggak, oh iya bang mike! Makasih ya udah mau jadi Abang Alika, Alika sekarang udah ketemu sama ibu kandung Alika!"jawab Alika,
"Terus ibu lo, nanti kesini dek?"ujar Mike,
"Kesini, gue udah bilang sama ibu! Dan sampein permintaan maaf gue ke mamah irana! Gue duluan ya, bye kalian!"kata Alika, Alika pun berlalu.
Dan kali ini penampilan dance dari Nadin, diikuti oleh temannya. Penampilan Nadin, membuat kaum Adam mendelikkan matanya.
Bagiamana tidak? Dia menggunakan hot pants, dan tang top yang dipadukan dengan jaket yang crop.
Diandra pun menutup mata verrel, apalagi nada, dia juga ikut'an menutup mata Mike. Nadila pun sama, dia malah membawa pergi Vero untuk ke kantin. Dengan alasan Nadila lapar, ravaa tidak berani melirik ke arah perfomance Nadin. Bagiamana tidak? Reva sedang mengawasi dirinya, kini tinggal Elina dan Veno.
__ADS_1
"Lo gak mau ikutan nge dance?"tanya Elina
"Enggak, gak minat gue!"jawab Veno,
"Why? Bukannya lo dulu belain dia banget ya?"ujar Elina,
"Ya karena ada lo, itu kan dulu! Buat apa ngelirik yang lain, kalo di depan gue udah ada yang sempurna!"kata Veno,
"Gada yang sempurna Veno, kesempurnaan cuma milik Allah!"ujar Elina,
"Lo emang gak sempurna, tapi hampir mendekati kata sempurna!"kata Veno,
"Lo mau jadi pacar gue?"tanya Veno,
"Ha apa?"ujar Elina bingung,
"Lo mau jadi pacar gue?"tanya Veno sekali lagi,
"Bercanda ya lo?"jawab Elina,
"Gue serius Elina, so? Will you be mine?"kata Veno,
Elina masih bingung, dia masih belom bisa mencerna apa yang dikatakan oleh Veno. Veno tau jika Elina menganggapnya itu bercanda, dia pun membawa Elina ke tengah lapangan.
Dan membiarkan performance Nadin terhenti sejenak, Nadin sempat kesal. Namun apa daya? Dia bisa apa,
"Mohon perhatiannya sebentar,"kata Veno bicara di mikrofon
"Dan sorry buat perfomance dari tim Nadin sedikit terkendala sedikit, gue disini mau ngomong sesuatu!"sambung veno,
"Veno mau ngapain sih lo?"ujar Elina,
"Ayo Veno, jangan Disini gue malu!"sambung Elina, namun Veno tidak menggubrisnya.
Justru Veno mengeluarkan buket bunga dan boneka, Elina pun tak tau kapan Veno mendapatkan buket bunga itu.
"Gue gamau basa-basi, Elina Amaro Anderson! Will you be mine?"kata Veno,
Perkataan Veno membuat kaum hawa menjerit-jerit, karena ingin diperlakukan seperti itu.
Bahagia dan tidak menyangka menjadi satu, itulah yang dirasakan Elina.
"Yes i will,"jawab Elina.
Veno yang mengetahui Elina menangis pun segera memeluk elina. Dan lagu milik andmesh kamaleng yang berjudul nyaman pun berputar.
Bayangin itu terjadi sama kalian, ditembak cowok yang kalian suka pas hari jadi sekolah. Ditembaknya pas didepan orang ramai, dan dipeluk:v
Bayangin aja dulu:v,
Skip.
Nadin yang geram pun, langsung menghampiri mereka berdua.
"Udah mesra-mesraannya? Kalo udah minggir, gue mau lanjut lagi! Perfomance dance gue ketunda gara' acara yang gak faedah!"ujar Nadin,
Veno sempat geram dan ingin menampol Mulut Nadin, namun dia punya cara tersendiri.
Veno pun melepaskan pelukan Elina,
"Em sekian ya dari gue! Sebenarnya sih mau lama disini wkwk, tapi si ***** udah gak sabar mau ngelanjut dance! Lo mau dance? Apa mau pamer body doang? Udah ya sekian,"kata veno.
Sebenarnya Nadin sangat malu, namun dia harus menjaga imagenya. Dia pun melanjutkan kegiatan dancenya,
Veno pun kembali ke tempatnya, diikuti oleh Elina.
"Berani bener lo, ngomong begitu!"kata Mike,
"Lah gue ngomong sesuai fakta kali, lagian nge dance kok tapi gayanya mau nge ******!"ujar Veno,
"Buset ketularan Reva Lo?"sahut verrel,
"Apa gue dibawa-bawa?"kata Reva sinis,
"Kagak, bini lo pms tiap hari ye, bawaannya sensi Mulu!"ujar verrel,
"Sekali ngomong gitu, gue pukul lo!"kata Reva,
"Ampun nyai,"ujar verrel.
"Puncak acara jam berapa?"tanya rava,
"Vero kemana?"sahut Veno,
"Di gondol ila ke kantin,"kata Nada
"Ke kantin yuk, mumpung tugas kita udah selesai!"ajak Diandra
"Yok lah, gue bayarin!"celetuk Veno,
"Serius? Asek makan gratis,"sambung verrel.
"Kita kesana duluan ya bye,"ujar Rava
"Muka-muka gratisan ya begitu,"kata Veno terkekeh melihat tingkah laku temannya,
***
Selesai perfomance, Nadin menggerutu tidak jelas. Dia pastikan mereka berdua, akan mendapatkan penderitaan yang lebih. Apalagi veno tadi sudah mempermalukan dirinya, didepan orang banyak.
"Tenang aja, bentar lagi! Kalian ga akan bahagia,"kata Nadin tersenyum smirk.
Dari kejauhan tampak seseorang yang sedang mengintai gerak-geriknya.
"Sebelum mereka berdua menderita, lo akan hancur terlebih dahulu!"
Orang itu pun pergi entah kemana, saat Nadin hendak ke kantin. Dia melihat Veno dan teman-temannya, bercanda dengan gembira. Pemandangan itu membuat Nadin kesal, dia pun berjalan menuju meja mereka dengan membawa jus yang sudah ia pesan.
Dia sengaja membiarkan tali sepatunya, tidak diikat. Incaran kali ini adalah Rava, saat didepan Rava dia menginjak tali sepatunya dan membuat dirinya jatuh didepan Rava. Dan jus itu tumpah ke kaos Rava, Nadin pun berdiri.
"Eh sorry gak sengaja,"kata Nadin
"Lo gimana sih, kotor kan baju gue!"kesal Rava,
"Bentar-bentar, gue bersihin dulu!"kata Nadin lalu mengambil tisu,
Reva yang melihat kejadian itu pun mengepalkan tangannya,
Saat melihat Nadin mulai membersihkan baju Rava, dia menggebrak meja. Dan seketika mereka kaget semua,
Brak
"****** perang ke 3, akan dimulai!"bisik verrel,
"Udah diem,"tegur vero
"Jauhin tangan lo, dari rava!"ujar Reva datar,
"Apasih orang gue yang salah,"kata Nadin,
"Sekali lagi, jauhin tangan lo! Dari rava,"ujar Reva mengulang perkataannya,
Nadin pun tidak menghiraukan, hingga akhirnya kesabaran Reva habis.
Reva menarik tangan Nadin kasar,
"Lo budeg? Gue bilang tadi apa? Jauhin tangan lo, dari rava!"ujar reva,
"Lah gue yang salah, gue berhak dong bersihin baju dia!"kata Nadin Keukeh.
"Jangan sampe gue, main kasar sama lo *****!"ujar Reva,
Nadin masih mengambil tisu dan terus-terusan membersihkan baju Rava. Padahal Rava sudah menolaknya,
Reva menatap Nadin datar, dia menarik tangan Nadin hingga pergelangan tangannya merah.
"Ah sakit, bisa gak sih gausah kasar?!"kesal Nadin,
"GUE UDAH NGOMONG BAIK-BAIK YA SAMA LO *****, TAPI APA? LO GAK DENGER KAN? LO BUDEG? LO TUNARUNGU? GUE GAK SEGAN-SEGAN MAIN FISIK SAMA LO, GUE GAK TAKUT! EMANG YA KURBEL, SMPE PACAR ORANG MAU DIEMBAT! EWH NAJIS, CIH!"ujar Reva dengan emosi yang meledak-ledak, dan terakhir dia meludahi wajah Nadin.
"Buset pacar lo va! Cegah woy, daripada ntar ada adegan jambak-jambakan!"sahut verrel,
"Jangan, biarin aja! Dia salah milih lawan, asal kalian tau! Reva sekali di usik, dia akan begitu!"Sambung nada,
"Maksud lo apa? Ngeludahin gue?"kata Nadin Sambil menyenggol bahu Reva,
"Kenapa? Lo gak terima?! Apa itu kurang buat lo *****?"ujar reva tersenyum remeh,
Nadin tidak bisa menahan emosi nya lagi, saat ia ingin menampar Reva. Tangan dia ditahan oleh seseorang, seseorang itu menggunakan hoodie hitam, dan bertopi lalu menggunakan masker.
__ADS_1
Tangan Nadin di plintir ke arah kiri, dan membuat Nadin kesakitan. Orang itu pun langsung pergi, Reva hendak mengejarnya namun dia tau masalah dia dengan Nadin belom selesai.
Reva mendekat ke arah Nadin, lalu dia memegang dagu Nadin.
"Gue peringatin sekali lagi sama lo, jangan sekali-kali lo usik ketenangan gue maupun temen-temen gue, kalo lo gamau celaka! Gue gak pernah main' sama ucapan gue, jadi camkan itu!"jelas Reva dengan yang terakhir dia menekan dagu, Nadin dengan telunjuknya.
Reva pun pergi dari area Kantin, diikuti oleh teman-temannya. Reva juga tadi, sempat menabrak bahu Nadin sedikit keras.
Saat Reva dan teman-temannya sudah sedikit menjauh dari area Kantin, nadin mengatakan
"Gue gak pernah takut sama lo!"teriak Nadin,
"***** tangan gue, sakit banget ***!"gerutu nadin,
***
Puncak perayaan DIESNATALIS sebentar lagi akan digelar, karena sudah memasuki sambutan-sambutan. Dan ucapan terimakasih kepala sekolah, atas sudah tergelarnya acara DIESNATALIS ini.
Kebetulan ketua panitia dipegang oleh Elina, Elina juga mengucapkan banyak terimakasih atas partisipasi dari siswa-siswi AC high school, dan seperti janji yang Elina katakan tadi.
Dia akan menampilkan sebuah video, banyak dari mereka yang penasaran. Betapa terkejutnya mereka semua, ternyata itu video milik Nadin. Video Nadin bercinta dengan seseorang di club' malam, banyak guru yang menyayangkan kejadian tersebut.
Bahkan ada yang tidak percaya, Nadin pun segera naik Podium. Karena dirinya sudah sangat-sangat malu, bagaimana Elina bisa mendapatkan video itu.
"Plis, jangan percaya! Itu editan, itu bukan gue!"kata Nadin,
Mereka yang mendengar penuturan Nadin langsung menyoraki Nadin, dan menyuruh Nadin turun dari podium.
Woy turun ******,
Najis gatau malu,
Gue kira, kalem ternyata ewh!
Gue sewa berapa nih?
Malu-maluin anjay, kok mereka bisa dapet ya video itu.
Turun woy
Huuuu
Nadin pun turun dari podium, dia benar-benar sangat malu sekarang. Dia pun pergi dari acara puncak DIESNATALIS,
Reva pun naik podium, dia mengatakan akan ada penampilan spesial dari Fino.
"Jadi buat kalian, udah liat kan? Kelakuan ****** itu gimana? So, lupain itu! Karena kita akan ada penampilan spesial dari Fino Milian Grady, ayo Fin! Naik,"ujar Reva
Fino pun naik panggung dengan membawa gitar,
"Ini lagu spesial buat dia, dia yang sekarang entah dimana keberadaannya! Asal kamu tau, aku masih sayang sama kamu! Alina,"kata Fino
Fino memetik gitarnya, dia menyanyikan lagu yang berjudul 'jangan rubah takdirku'. Saat Fino sedang menyanyi, tiba' lampunya mati! Dan membuat mereka semua bingung, mereka tidak dilapangan melainkan di aula sekolah.
Terdengar suara tembakan, membuat mereka histeris. Hingga satu suara mengagetkan mereka semua, terutamanya Fino.
Lampu dinyalakan, disitu berdiri sosok yang mereka rindukan. Mereka kaget, apalagi Fino. Dia masih tidak menyangkut,
"Hay semua,"sapa seseorang itu.
"Alinaaa,"teriak Reva
"Halo pacar,"sapa Alina tersenyum ke Fino,
Fino masih diam, dia tak menyangka.
"Nyanyinya dilanjut, aku temenin kamu disini!"kata Alina,
Fino masih diam, tidak merespon perkataan Alina. Dia menatap Alina dalam-dalam, hingga Alina bingung.
"Hey? Fino?"kata alina lagi,
Fino pun langsung memeluk Alina erat, dia melepaskan semua rasa Rindunya. Dia pun menangis, mereka yang melihat kejadian tersebut. Ikutan terbawa perasaan,
"Fino lepasin, aku susah nafasnya!"kata Alina,
"Ini beneran kamu? Ini kamu kan?"ujar Fino,
"Iyalah aku, ya kali orang lain!"kata Alina,
"Aku gatau mau ngomong apa lagi, aku bener' bingung, aku masih gak nyangka kamu hidup lagi! Aku sayang kamu Lin, jangan tinggalin aku lagi!" Ujar Fino tulus,
"Iyaa enggak akan! Mending kamu lanjutin nyanyi kamu,"kata Alina
Fino pun melanjutkan nyanyinya, didamping oleh Alina di sampingnya. Setelah selesai, Fino turun tapi Alina masih tetap di podium.
"Halo semua, kalian kaget pasti hehe! Ini beneran gue kok Alina, bukan jelmaan setan! Kalian kaget ya? Gak nyangka? Sama aku juga, langsung aja deh! Gue mau to the point, gue mau ngucapin banyak terimakasih sama kalian! Karena udah mau ngerayain hari jadi sekolah, terutama ketua panita! Makasih Elina, udah mau ngatur semua ini! Makasih juga kalian, yang udah mau ikut berpartisipasi dalam acara DIESNATALIS ini! Sekian dari saya, terimakasih!"jelas Alina lalu tersenyum,
Alina pun turun dari podium, belum sepenuhnya turun! Dia sudah dipeluk oleh Reva, Elina, Nada, Diandra dan Nadila. Tangis mereka semua pecah, karena Alina selama ini masih hidup.
Mereka para cowo pun ikut tersenyum, tersenyum haru! Apalagi veno, dia mendekati Alina. Setelah mereka melepas pelukannya, kini giliran Veno yang memeluk Alina.
Dia menumpahkan apa yang dia rasakan selama ini, rasa penyesalan, rasa bahagia, menjadi satu.
"Maafin gue dek, maafin gue! Gue emang Gak pantas buat dapat maaf dari lo, gue sekarang nyesel! Gue bingung mau ngomong apa, intinya gue sayang lo dek! Jangan tinggalin gue lagi,"sahut Veno.
"Enggak bang, gue udah maafin lo! Gue janji, gue gak akan ninggalin kalian lagi!"kata Alina.
Veno pun melepas pelukannya, Alina menghampiri Mike. Dan memeluk Mike, Mike pun membalas pelukan alina. Dia pun mengecup puncak kepala Alina,
"Jangan tinggalin Abang sama mamah lagi ya,"ujar Mike.
"Iya bang,"kata Alina
"Lo harus jelasin sama kita, kenapa lo bisa selamat! Dari kecelakaan itu,"ucap Reva.
"Iya gue jelasin, tapi jangan disini!"ujar Alina,
"Kita ke roof top sekarang!"perintah Reva,
Mereka pun mengangguk, sebelum mereka keluar roof top. Acara soal DIESNATALIS, sudah diserahkan kepada orang kepercayaan Elina.
Sesampainya di roof top,
"Jelasin Alina,"kata Reva
"Ini gue mau jelasin,"ujar Alina
"Gue gak pergi ke Belanda, dan gue juga gak naik pesawat Lion air! Itu semua akal'an gue, gue mau buat mereka sadar atas tindakannya. Gue pergi ke London, ke tempat Oma sama Opa! Dan gue naik jet pribadi, milik gue sendiri! Pas gue smpe sana, gue langsung nangis meluk Oma sama Opa! Gue jelasin semuanya, hingga akhirnya gue kerja sama bareng Oma Opa! Gue Indonesia udah seminggu yang lalu, dan gue juga udah denger berita kematian Kezia! Gue yang ngirim surat ke kezia, gue gada niatan buat Kezia ngelakuin hal itu. Gue udah mantau semua aktivitas kalian, gausah sedih lagi ya Fino! Aku sekarang disini, aku gak akan pergi lagi!"jelas Alina.
"Lo jahat Hua, lo udah buat gue nangis! Kenapa lo buat surat segala?"timpal Elina,
"Biar dramatis aja gitu wkwk,"sambung Alina
"Dramatis palalo, gue nangis tau! Denger pesawat lo jatoh, nangis semaleman gue!"ujar Nada,
Dari kejauhan tampak seseorang yang mengacungkan pistolnya, untuk mengenai Alina.
Dan
Dor
"Alika,"teriak Alina
Alika yang terkena tembakan itu, kebetulan saat peluru pistol ditembakan saat itu juga Alika hendak menghampiri Alina. Alih-alih terkena Alina malah terkena Alika,
Alina pun histeris, dia menangis sejadi-jadinya. Karena darah yang dikeluarkan Alika sangat banyak. Mereka pun membawa Alika ke rumah sakit, dan berdoa agar Alika baik-baik saja.
Endd
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••
Akhirnya bisa end:)
Makasih banyak buat kalian yang udah dukung aku, makasih juga udah mau nungguin aku update. Walaupun aku sering ngaret,
Aku gak terlalu pinter buat end, jadi agak gantung.
Tunggu aja ekstra partnya,
Alina hidup lagi:)
Happy reading, jangan lupa votement!
Maaf kalo gak sesuai eskpetasi ending-nya:v
See you next story...
Tertanda
__ADS_1
Nabila Sefi Oktaviani.