Psychopath Girlfriend

Psychopath Girlfriend
Bab 27 'Masa lalu (2)'


__ADS_3

Alina keluar, dari mansion keluarga Pramana Dengan tersenyum getir. Ia tak menyangka keluarganya mengusir dirinya karena kesalahpahaman, Alina berjanji akan membalaskan dendamnya di suatu hari nanti.


Saat ia tengah berjalan, ditengah gelapnya malam. Hujan turun, seolah-olah semesta bisa merasakan apa yg Alina merasakan. Alina menangis ditengah hujan, Alina kedinginan.


saat hendak menyeberang tubuh Alina mendadak pusing, bertepatan dengan sebuah mobil yg sedang melaju. Tubuh Alina, ambruk bertepatan saat mobil itu mengerem mendadak. Lalu pemilik mobil itu keluar,


Citt


suara gesekan ban dan aspal,


"Aduh dad, sakit tau gak? Klo jalan tuh hati-hati!"dumel wanita paruh baya,


"Tau tuh Daddy, sakit nih kepala Vero kebentur!"sambung laki-laki yg bernama Vero,


"Lebay, gue aja gapapa!"timpal laki-laki sebelah vero,


"Diem lo, bacot!"tukas vero,


"Apsih suka² gue lah!"kata laki-laki sebelah vero,


"Veno, Vero! Bisa diem gak?!"sentak wanita itu,


"Maaf mom,"kata mereka berdua,


"Kita turun! Keknya kita nabrak orang,"ujar pria paruh baya, lalu mereka semua turun. Betapa terkejutnya mereka, ia menemukan seorang gadis dengan wajahnya yg sangat cantik tergeletak pingsan ditengah jalan, diwaktu malam pula.


"Astaghfirullah, anak siapa ini?"pekik wanita paruh baya,


"Gatau mending kita bawa kerumah sha,"jawab pria paruh baya,


"Kasihan mom dad, ayo bawa pulang! Keknya dia kedinginan deh,"kata Vero,


"Iya bener kata Vero mom! Mending, kita bawa pulang!"sambung veno,


"Oke kita bawa pulang,"putus pria paruh baya itu, lalu pria paruh baya itu membopong tubuh Alina untuk masuk ke dalam mobil. Setelah masuk, keluarga itu membawa Alina kerumahnya.


Setelah menunggu, akhirnya Alina sadar juga. Keluarga itu tampak senang, namun ada raut wajah takut diwajah alina.


"Akhirnya, kamu udah sadar! Gimana ada yg pusing gak?"kata wanita paruh baya itu,


"Ini dimana? Udah mendingan kok,"ujar Alina bingung,


"Kamu gausah takut ya nak, kita gak bakalan ngapa2in kamu! Tadi kita nemuin, kamu pingsan ditengah jalan!"ucap pria paruh baya itu,


"Kalian siapa?"tnya alina,


"Kami dari keluarga winata, perkenalkan saya Wisnu dan itu istri saya Ferisha"jawab Wisnu,


"Alamat rumah kamu dimana? Biar kita bisa antar kamu pulang,"ujar Wisnu,


"Aku diusir dari rumah, karna kesalahpahaman! Aku gatau, aku mau tinggal dimana!"kata Alina berkaca-kaca, Ferisha yg melihat Alina seperti itu pun, langsing menyenggol lengan suaminya.


"Kamu tunggu sini ya, Tante mau bicara sama om,"ucap Ferisha, lalu Alina mengangguk


Setelah merasa cukup jauh, dari jangkauan Alina. Mereka berdua membincangkan masalah ini,


"Gimana dad? Aku kasihan sama dia! Kita adopsi aja ya, aku pengn punya anak perempuan! Lagipula, anak gadis itu sangat cantik dan manis,"jelas Ferisha,


"Gimana ya?"kata Wisnu berfikir,


"Ayolah dad, aku pengn punya anak perempuan! Lagipula, si kembar juga pengn punya adek Perempuan dari dulu! Mungkin, anak itu ditakdirkan buat kita jaga dad!"ujar Ferisha menghela nafas kasar, ia takut jika suaminya tidak mengizinkannya.


"Oke, aku ngikut apa yang kamu mau!"kata wisnu, mendengar perkataan wisnu. Ferisha sangat senang, lalu ia mencium pipi suaminya itu


"Makasih, aku duluan kesana ya!"ujar Ferisha, lalu meninggalkan Wisnu. Sedangkan Wisnu hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah laku istrinya. Ia pun ikut menyusul istrinya keruang tamu,


Alina sedang melamun, lamunannya buyar ketika mendengar suara Ferisha.


"Sini sayang, Tante mau ngomong!"kata Ferisha, lalu Alina mendekat.


"Ada apa tan? Tante mau ngusir aku ya? Klo iya, gapapa kok! Biar alin pergi sekarang!"tnya Alina,


"Nggak ada yg boleh ngusir kamu, sekarang kamu tinggal disini!"jawab Ferisha, perkataan Ferisha membuat Alina bingung,


"Ha? Maksudnya?"kata Alina bingung,

__ADS_1


"Masih belum paham? Kamu Tante angkat jadi anak Tante, kamu mau nggak? Tante dari dulu pengn banget punya anak perempuan, tapi Tuhan belum kasih! Mungkin kamu jawaban dari doa Tante, sekarang jangan panggil tante! Kamu manggil Tante dengan sebutan mommy,"jelas Ferisha, Alina lalu mengangguk senang


"Alin mau, tan eh mom!"kata Alina


"Oh iya, mommy lupa! Nama kamu siapa? Asal dari keluarga mana?"tnya ferisha,


"Nama aku Alina Christina, asal aku dari keluarga Pramana! Tapi kata mamah, aku gaboleh pake marga keluarga itu. Yaudah aku gk pake!"jawab Alina,


"Nama kamu Skrang, jadi Alina Christina Winata!"timpal wisnu, lalu Wisnu memanggil anak-anaknya.


"Twins, Ryan kesini kalian!"teriak Wisnu, mereka bertiga akhirnya kebawah


"Ada apa dad?"tnya Ryan,


"Sekarang kalian, punya adik perempuan!"jawab Wisnu,


"Wah, mna dad?"kata Ryan senang,


"Itu yg sama mommy,"ujar Wisnu lalu menunjuk Alina,


"Ih manis banget sih, sekarang kamu panggil aku bang ya sayang!"pekik Ryan senang, Alina hanya tersenyum lalu mengangguk.


"Jadi, ini adik aku dad?"tnya Vero,


"Iya kenapa?"jawab Wisnu,


"Huwaa, aku seneng. Akhirnya kita punya adek Perempuan,"kata Vero


"Apasih lebay,"timpal veno


"Bodo amat, bdo amat!"Kata vero acuh,


"Untuk saat ini, identitas kamu Daddy rahasain ya! Daddy gamau ada org yg ambil kamu dari keluarga ini"ucap Wisnu,


"Iya dad,"kata Alina


"Udah malem, mndingn alin tidur! Alin tidur sama mommy dulu ya, soalnya kamar alin belum dibersihin,"ujar Ferisha


"Iya,"kata Alina tersenyum


"Iya dad,"ujar mereka bertiga serempak


Selepas itu mereka semua balik ke kamar mereka masing-masing,


Lalu Alina tersenyum bahagia


"Alin janji bakalan buat kalian bangga sama alin, makasih tuhan karena masih ada yg sayang sama alin"batin Alina


***


Sedangkan dirumah keluarga Pramana, mereka semua berduka sebab org yg mereka sayang pergi.


Marvin yg baru pulang dari kegiatan sekolah pun bingung, kenapa ada bendera kuning dirumahnya? Siapa yg meninggal? Padahal, sebelum ia pergi semuanya baik' saja.


Saat ia masuk, ia begitu terkejut! Pahlawan yg selama ini menjaganya, telah pergi! Pahlawan yg mengajarkan arti sebuah kehidupan, telah tiada! Kakinya mendadak lemas, matanya berkaca-kaca, lalu ia luruh kebawah. Ia menangis, lalu ia bertanya kepada mamahnya


"Mah? Papah kenapa? Ini mimpikan mah?"tnya Marvin dengan bibir bergetar,


"Pa-pah dibunuh, anak itu bunuh papah! Ini gk mimpi, ini nyata! Kebahagiaan kita hancur karena anak itu,"jawab irana menangis,


"Siapa mah? Siapa yg bunuh papah?"pekik marvin,


"Adek kesayangan kamu,"ujar irana tersenyum getir,


"Christin? Mana mungkin mah? Aku gk percaya Christin ngelakuin itu!"kata Marvin,


"Jangan, sebutin nama anak itu didepan mamah!"sentak irana


"Aku gk percaya mah, Christin anak baik! Aku gk percaya!"tukas Marvin frustasi,


"Udahlah kak, emg kenyataannya gitu! Dia pembunuh!"timpal Mike,


Bugh


Satu Bogeman mendarat di rahang Mike, mike meringis kesakitan

__ADS_1


"Jaga ucapan lo! Dia bukan pembunuh!"kata Marvin dingin,


"MARVIN, DIA PEMBUNUH! DIA UDAH BUNUH PAPAH, JANGN SEKALI-KALI KAMU BELA DIA DIDEPAN MAMAH!"teriak irana serak, lalu ia tertunduk lemas


"ALINA BUKAN PEMBUNUH! MAMAH CAMKAN ITU! MUNGKIN, AJA ADA YG SENGAJA TUDUH ALINA! KARENA, DIA GK SUKA SAMA ALINA!"sentak Marvin,


"Kak, kenapa sih? Kakak belain Alina segitunya? Kenapa kakak? Gk pernah peduliin Alika? Knpa pikiran kakak, cuma Alina! Alina!"kata Alika,


"Diem lo! Gausah ikut campur urusan gue,"tukas Marvin, Alika yg mendapat perlakuan seperti itu hanya diam seribu bahasa.


"Udah lah, percuma ngomong sama kalian! Gada gunanya, papah juga tau! Mana yg bner, mna yg salah! Gue benci kalian, gue mau cari Alina!"kata Marvin, lalu pergi meninggalkan tempat itu.


"Marvin,"panggil irana, Marvin tidak menjawab. Ia terus berjalan, tanpa menghiraukan panggilan dari mamahnya.


"Kenapa jadi begini ya tuhan? Apa salah aku? Keluarga ini telah hancur,"gumam irana, lalu Mike dan Alika menghampiri irana


"Mamah gaush sedih ya, ada aku sama bang mike!"ujar alika,


"Makasih sayang,"kata irana


Orang-orang yg Melihat kejadian tersebut, memandang iba keluarga ini. Sudah kehilangan org yg mereka sayang, lalu keluarga mereka hancur. Mereka semua, hanya bisa mendoakan yg terbaik untuk keluarga ini.


"Tunggu pembalasan gue, gue akan hancurin lo!"Batin Alika


Acara pemakaman pun dilaksanakan, tanpa kehadiran Marvin dan Alina.


Flashback end


•••MY GIRLFRIEND IS A QUEEN PSYCHOPATH•••


Teriakan Fino, hingga keluar ruangan. Smua yg ada diluar semuanya mendadak masuk kedalam, diikuti dengan dokter yg menangani Alina.


"Kalian, keluar dulu ya! Biar pasien saya tangani!"kata dokter itu,


"Tapi dok? Adek saya gapapa kan?"tnya Veno khawatir,


"Tenang mas, saya pastikan nona Alina gapapa! Mending kalian, keluar terlebih dahulu!"jawab dokter itu seraya tersenyum, Dengan langkah pasrah semuanya keluar ruangan.Semuanya menunggu, semoga Alina tidak apa-apa! Mereka semua berharap, semoga alina bisa cepat bangun dari tidurnya.


Dokter itu keluar, banyak sekali pertanyaan dari teman alina. Hingga dokter itu bingung,


"Dok? Teman saya gapapa kan?"ujar nada khawatir,


"Kapan adek saya bisa bangun dok?"kata Vero lirih,


"Pacar saya gapapa kan? Pacar saya kenapa dok? Ada yg serius?"tnya Fino, semua yg mendengar penuturan Fino pun hanya menganga.


"Harap satu-satu, saya bingung menjawabnya! Nona Alina tidak apa-apa, tolong sering ajak nona Alina mengobrol, siapa tau nona Alina bisa mendengar suara kalian dan nona Alina bisa bangun, baik saya permisi dulu! Karna ada, pasien lain yg harus saya tangani!"jelas dokter tsb, lalu pergi meninggalkan mereka. Mereka semua menghela nafas gusar, mereka semua takut. Jika Alina tidak kunjung bangun, lalu mereka semua masuk kedalam ruangan Alina.


"Tadi gue denger! Lo bilang Alina, pacar Lo?"tnya verrel,


"Ya sorry, gue reflek!"jawab Fino,


"Reflek, apa reflek?"goda Rava


"Reflek begog!"sentak fino,


"Gk reflek, juga gapapa kok!"kata Elina tersenyum jahil,


"Apsih,"elak Fino


"Udah Wee, kalian gk ajak ngobrol Alina gitu? Gk inget pesen dokter tadi?"lerai reva,


"Ayok kita bareng2 aja!"kata Vero,


"Yaudh ayo,"ujar mereka serempak,


"Lin? Bangun dong, kita semua kangen sma Lo!"kata Reva sendu,


"Au nih, bangunnya lama banget!"timpal nada kesal,


"Bangun ya sayang, abng kangen sama kamu!"sambung veno,


"Lo gk kangen sama Fino Lin? Kasihan tuh, gk pernah makan sama sekali! Udah kek lidi badannya!"ujar verrel, lalu verrel mendapat tatapan tajam dari Fino. Verrel hanya cengengesan, kini giliran fino yg angkat bicara


"Hey, bangun! Lo nggak kangen sma gue? Gue kangen sma Lo, gue kangen debat sama lo! Lo nggak kasihan apa sama gue? Gue udah kek kehilangan arah hidup gue! Jadi, plis bangun demi gue dan kita semua!"jelas Fino, lalu mencium kening Alina.

__ADS_1


__ADS_2