
••••
Pertarungan disudahi, sekarang mereka semua berkumpul disebuah ruangan. Raga a.k.a anggota Alina yg ditugaskan menjaga anggota lainnya.
Sedangkan, alina dkk mereka berkumpul disebuah ruangan milik seseorang itu. Alina masih diam membisu, ia tak menyangka.
"Mau sampai kapan, kamu diam? Kamu masih gk percaya?"kata orang itu,
"A-aku, abang princess kangen Abang hiks. Mereka jahat hiks, mereka usir aku dari rumah hiks, aku gak bunuh papah bang. Aku gak bunuh papah!"pertahanan Alina mulai runtuh saat mengatakan hal tersebut, ia menangis.
Lalu kakinya mulai luruh ke tanah, saat itu juga org yg disebut abng menghampiri dan memeluk Alina. Reva, nada, dan Elina pun ikut tersenyum,
"Shut, mereka gatau kejadian yg sebenarnya! Abang juga udah gk dirumah lagi, selama ini Abang nyariin kamu! Abng coba cari informasi tentang kamu, dan akhirnya abng ketemu sama kamu!"kata orang itu lalu mengecup puncak kepala Alina,
"Bang Marvin janji? Gk bakalan benci aku?"tnya Alina
"Ya enggaklah, abng selalu percaya sma kamu! Abng tau kamu gk bakalan ngelakuin hal bodoh, hanya karena hal sepele! Abang tau seluk beluk kamu,"jawab Marvin
"Iya bang, tapi kenapa mamah benci Christina? Salah aku apa bang? Aku gk ngelakuin hal itu,"kata Alina sambil mengingat-ingat kejadian waktu itu,
"Mamah gatau, mamah cuma dibodohin sama laki-laki tua bangka itu, mamah sering dikasarin princess! Abang sebenernya gk terima, tapi mau gimana lagi?"ujar Marvin
"Aku juga tau, aku udah janji sama papah! Aku bakalan bunuh tua bangka itu,"kata alina
"Abang bangga sama kamu, Abang udah tau klo kamu ketua gangster yg terkenal di dunia!"ujar Marvin tersenyum,
"Abang tau dari mna?"tnya Alina
"Kamu kepo ya,"jawab Marvin terkekeh
"Ih abang!!!!"kesal Alina
"Apa hm? Mau es krim?"kata Marvin
"Ih masih inget aja, alin mau!"ujar Alina
"Ehem masih ada orang ya!"cibir Elina
"Eh iya, sorry ya hehe"kata alina
"Gapapa kali, sans aja! Cie yg ketemu abangnya cie!"goda reva
"Ih apasih, iyalah gue seneng! Lagian udah lama, gue gk manja bang Marvin!"kata Alina kesal
"Kalian mau ikut?"tnya Marvin
"Mau lah,"jawab mereka kompak
"Iya udah ayo, tapi kalian jangan bilang sama twins ya! Klo gue udh ketemu sama bang Marvin, ntar Mike tau!"ujar alina,
"Twins siapa?"kata Marvin
"Abng angkat aku bang,"ujar Alina
"Yaudh yuk berangkat,"kata Marvin
"Ayok"
Saat mereka berlima keluar ruangan, semua anggota bingung. Knpa mereka bisa keluar bersama? Ada apa sebenarnya? Karena terlanjur kepo, akhirnya raga menanyakan kepada Alina.
"Maaf queen, dia siapa? Bukannya orang itu yg merusak markas?"tnya raga hati-hati
"Lo gk perlu tau, lebih baik bubarin anggota lainnya! Kita sama yg lainnya mau jalan,"jawab Reva
"Baik, saya permisi! Ayo bubar, kita semuanya balik ke markas! Karna masalahnya udah clear,"kata raga pada anggota lainnya, semuanya sempat kecewa karena pertarungan ini tak dilanjutkan. Akhirnya mereka lebih baik mengalah, karena mereka lebih sayang dengan nyawa mereka.
Kelima orang ini menuju sebuah mall ternama, dan diikuti anggota terpilih. Yg ditunjuk Alina langsung untuk mengawal,
***
Hari ini fulltime untuk mereka berempat, diikuti oleh Marvin. Alina terlihat sangat bahagia, karena dari dulu ia merindukan masa ini bersama abangnya.
Setelah sekian lama, akhirnya semuanya bisa tercapai.
Alina juga berharap, semoga kelak ia bisa berkumpul kelak dengan keluarga kandungnya dan keluarga angkatnya.
Marvin yg melihat, raut wajah gembira diwajah Alina pun ikut bahagia. Setelah bertahun-tahun ia mencari, keberadaan adik kandungnya akhirnya ia bisa bertemu juga.
"Mau kemana?"tnya Marvin
"Emm, gimna klo kita ke Starbucks aja?"jawab Alina
"Oke,"putus Marvin
Lalu mereka berlima, menuju ke Starbucks. Mereka disana memesan makanan, setelah ke Starbucks. Mereke menuju ke gramedia, untuk mencari buku pelajaran maupun novel.
"Bang ini ditraktir kan?"tnya Reva
__ADS_1
"Iya Abang traktir,"jawab Marvin
"Yeayy, yaudh kita pilih apa yg kita mau ya bang"ujar Elina
"Bnern bang? Yes, akhirnya gue punya novel baru!"girang nada
"Pilih ya, ntar taro kasir aja! Abang yg bayar,"kata Marvin
Mereka memilih apa yg mereka suka, dari reva ia pilih novel ber-genre romance,horor ia membeli 4, lalu diikuti Elina ia membeli komik keluaran terbaru dan novel ber-genre fiksi remaja, ia membeli komik 3 novel 2.
Diikuti oleh nada, ia membeli novel ber-genre horor,fiksi remaja dan action ia membeli novel 5. Alina ia hanya membeli, 3 itupun buku yg sedang ia cari dan novel satu. Alina yg melihat tingkah laku, teman-temannya pun hanya geleng-geleng kepala.
"Gila ya kalian? Beli buku sebanyak ini?"kata alina tak menyangka,
"Bdo amat ya gk girls? Yg penting gratis,"ujar Reva
"Iya dong,"kata mereka berdua
"Woy neng, beli novel 5 kek mau dibaca semua aja!"cibir Alina
"Dih sirik aja,"sinis nada
"Ogah gue, sirik ama lo!"tukas Alina
"Udah' kok berantem gini sih? Gapapa kali Princess, udah taro kasir! Biar Abang yg bayar, abis ini mau kmna lagi?"lerai Marvin
"Emm, kita ke toko baju sama sepatu ya bang?"kata Alina
"Apapun yg kamu mau, abng turutin kok"ujar Marvin,
"Yeay makasih Abang,"kata Alina lalu memeluk Marvin
"Gada ikutan meluk nih?"ujar Marvin jahil,
"Eh iya lupa hehe, sayang bang Marvin juga!"kata mereka bertiga, lalu mereka berpelukan. Sampai' banyak orang menatap mereka dengan tatapan aneh,
"Udah ayok! Kita shopping!"pekik alina
"Skuyy,"
Marvin yg melihat tingkah laku, ke empat gadis itu pun hanya bisa berguna
"Dasar cewek, untung ada adek gue! Huftt gapapa lah! Sekali-kali bagi' kebahagiaan, semoga kamu bahagia selalu Princess!"gumam Marvin, lalu mengikuti ke empat gadis itu dibelakangnya.
Setelah mereka sampai di tempat fashion Khusus wanita, mereka berempat memilih baju yg mereka suka.
Setelah itu mereka menaruhnya dikasir, lalu meninggalkan barang itu dan beralih ke tempat sepatu.
"Eh mba, bayar dulu!"tegur kasirnya,
"Itu mba yg bayar,"kata Alina menunjuk Marvin
"Oh masnya, ayo mas bayar!"tagih kasir tersebut,
"Iya saya bayar, berapa totalnya?"tnya Marvin
"10 juta"jawab kasir itu, Marvin melongo bagaimana bisa adiknya menguras dompetnya?
"Nih mbak,"kata Marvin seraya mengeluarkan kartu atm-nya
"Terimakasih,"ujar kasir itu ramah
Disetiap perjalanan ia mendumel tidak jelas, karna sudah disuruh membawakan baju' milik Alina dan temannya. Disuruh membayar pula,
"Dasar cwek!"dumel Marvin,
Di toko sepatu...
Saat mereka sedang memilih, mereka tak sengaja bertemu dengan nadin. Lalu Nadin menyapa mereka, namun hanya dibalas dengann Datar
"Hay,"sapa Nadin
"Mau ngapain lo?"tnya Reva ketus
"Wow, santai dong! Lagian gue cuma nyapa, udah dulu ya! Gue mau nyari tempat lain, karena disini harganya gk sebanding apa yg gue mau!"jawab nadin sombong,
"Dih najis, dah pergi sna setan!"usir nada
"Sialan,"gumam nadin
Gue akan buat lo nyesel dan buat kalian minta maaf sambil sujud' didepan gue-
"Gausah diladenin, mnding kalian pilih apa yg kalian mau cepetan! Kasian bang Marvin udah nungguin lama,"kata Alina
"Siap Bu bos,"kata mereka bertiga
Lalu pilihan Reva jatuh pada sepatu Vans, ia memilih sepatu Vans 2 dengan corak yg berbeda.
__ADS_1
Elina memilih flatshoes, ia memilih 2 dengan warna yg berbeda. Nada, memilih sepatu Vans dan flatshoes ia memilih 2. Dan Alina memilih sepatu sneakers, dengan warna yg elegan dan flatshoes yg simpel tapi mewah.
setelah selesai mereka menaruh barang itu dikasir dan menyuruh Marvin untuk membayar. Marvin pun hanya mengehela nafas panjang, karna mereka capek akhirnya mereka memilih untuk pulang ke rumah.
"Bang pulang yuk, alin capek!"kata Alina
"Dih capean abang, yg disuruh bawa belanjaan kamu!"ujar Marvin,
"Iya maap sini alin bantu bawain,"kata Alina
"Sekalian punya gue juga ya,"timpal Reva
"Punya gue juga Lin bawain,"sambung nada
"Punya aku juga kak!"kata Elina
"Dih ogah, bawa sendiri! Punya kaki Ama tangan buat apa klo gk digunain!"cibir alina
"Iye ah iya!"kesal Reva
"Balik yok, kita ke mansion satunya!"usul nada
"Yok dah,"kata mereka berdua
"Emang kalian punya mansion?"tnya Marvin
"Punya, hampir di seluruh Indonesia ada mansion yg dimiliki Alina!"jawab Elina,
"Adek Abang hebat,"ujar Marvin kagum
"Udah yok kita pulang! Aku udah cape bang, btw abng tinggal dimana?"kata Alina
"Deket sini kok! Klo mau main, main aja"ujar Marvin
"Jangan deh bang, mending abng tinggal ditempat aku!"kata Alina
"Iya deh iya,"putus Marvin
"Udah woy, balik! Kaki gue cape, jalan terus keliling' mall"pekik Reva,
"Ayo udah kita balik,"ajak Marvin
"Iya ayok,"
Lalu mereka berlima keluar mall, diikuti dengan anggota BDS yg menjaga mereka dari jarak jauh.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yg sedari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka. Seseorang itu berseringai,
Rencana akan dimulai baby
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••
***
Hay readers tercinta:v
Aku come back yuhuu,
Gimana' seru gak? Enak gak punya Abang kek Marvin? Mau punya abng kek marvin gak?
Hayoo, siapa yaa orang itu!
Simak selengkapnya:)
Oh iya jangan lupa buat VOTEMENT!
Karna itu penting ya sayang, buat apa baca? Tapi gk vote, gk komen?
Jangan punya sifat kek gitu yaa:*
Silent readerss? Huss jauh'
See you next part:)
Mau lanjut kapan nih? Komen dibawah!
Oh iya, bentar lagi cerita ke dua aku! Bakalan di publish, hayooo siapa yg bisa nebak judulnya apa?
Bakalan dipublish pada waktunya,
Lebih seru lah, lebih greget!
Aku udah kasih bocoran tuh wkwk
Salam sayang
Nabil🌻
__ADS_1