Psychopath Girlfriend

Psychopath Girlfriend
Bab 60 'Dari Alina'


__ADS_3

Happy reading👌


Typo bertebaran!


•••


Mereka semua masih berkumpul di bandara, mereka berharap bahwa Alina akan baik-baik saja. Mereka jika tidak tahu, dimana hilangnya pesawat Alina. Itu semua, masih tanya tanya besar.


Setelah menunggu beberapa jam, dari pihak bandara mengatakan, bahwa pesawat Lion air 917 hilang di daerah lautan. Pesawat itu dinyatakan jatuh, kemungkinan untuk korban selamat sangat kecil.


Perasaan mereka bercampur aduk menjadi satu, irana pingsan lagi. Reva, Elina menangis histeris. Apalagi Fino? Dia sangat, sangat terpukul.


Baru saja dia bertemu, kenapa harus begini? Baru saja melepas rindu, mengapa Tuhan mengambil kebahagiaan dirinya? Ini sangat tidak adil, andai saja Fino melarang kepergian Alina. Pasti tidak akan, terjadi semua ini. Pasti Alina akan baik-baik saja, bersama dirinya.


Yang mereka harapkan sekarang adalah, Alina diketemukan dalam keadaan hidup. Mereka menginginkan kehadiran Alina lagi, rasanya teramat sakit. 


Apalagi untuk keluarga kecilnya, baru saja mereka dimaafkan. Baru saja mereka merasakan sebuah keluarga yang utuh, kenapa semua itu direnggut. Dalam beberapa jam,


Irana sudah sadar, dia mengingat kenangan terakhir dengan putri kecilnya. Yang membuat hatinya semakin sakit, Mike yang melihat mamahnya seperti itu pun, merasakan hatinya tersayat.


"Kenapa tuhan? Aku baru saja merasakan sebuah kebahagiaan kecil, aku baru saja bertemu. Aku baru saja mengelus rambutnya, yang sekian lama aku merindukannya. Kenapa engkau ambil juga? Knpa ini semua tidak adil?"ujar irana menangis,


"Udah mah, jangan begini!"timpal Mike


"Alina Mike, hiks! Alina, mamah gamau kehilangan dia lagi hiks,"kata irana


"Aku juga gamau mah, tapi kita berdoa aja ya! Semoga Alina bisa selamat,"ujar Mike


"Kamu gak denger? Pesawat Alina jatuh ke lautan, kemungkinan buat Alina selamat tuh gada!"kata irana,


"Mah? Ga ada yang gak mungkin, mamah ga boleh ngomong gitu! Mamah harus yakin, kalo Alina baik' aja!"tutur Mike


Memang betul, perkataan Mike. Seharusnya dirinya tak pantas berkata seperti itu, irana pun bangkit. Dia menginginkan pulang, setelah pulang dia ingin melaksanakan sholat. Lalu berdoa, agar putrinya baik-baik saja.


"Tante pulang dulu ya, kalau ada kabar! Kabarin Mike,"ujar irana kepada Reva.


Reva pun mengangguk,


"Iya Tante, hati-hati dijalan!"kata Reva sesenggukan,


Mereka pun keluar dari bandara.


Di bandara tersisa, reva, Elina dan Fino.


Fino masih dengan pandangan kosong, Reva yang melihat Fino pun menghampiri Fino.


"Fin?"panggil reva


Masih diam,


"Fino?"panggil Reva sekali lagi,


Fino menengok, wajah Fino terlihat sendu. Dia perlahan meneteskan air mata, untuk pertama kalinya dia menangis. Untuk pertama kalinya, dia merasakan kehilangan yang teramat besar.


Fino pun menyeka air matanya,


"Kenapa harus Alina va? Kenapa harus dia? Dan juga kenapa harus gue, gue baru aja bahagia sama dia kemarin. Knpa tuhan renggut kebahagiaan gue? Kenapa!"kata Fino frustasi,


Reva pun menepuk pundak Fino, dia tau jika Fino sangat amat terpukul.


"Kita gatau kapan kita mau dijemput sama yang maha kuasa fin, gue tau lo terpukul! Gue tau lo sakit, gue tau lo sedih! Gue tau perasaan lo Fin, sama halnya perasaan gue buat saat ini! Sakit Fin, sakit! Dari dulu Alina menderita, baru beberapa bulan dia bahagia. Tapi kebahagiaan dia direnggut, dia diam bukan berarti dia nggak sakit! Dia sakit Fin, dia sakit hatinya, dia sakit batinnya! Mungkin ini cara Tuhan, buat Alina bahagia! Gue ngomong gini, bukan berati gue ngerelain Alina pergi! Pesawat Alina jatuh di lautan, kemungkinan korban selamat itu sangat kecil. Entah alina selamat atau enggak, kita gatau! Kita harus siap buat Nerima kenyataan, jika Alina harus pergi ninggalin kita semua fin!"jelas Reva,


"Tapi gue, gamau kehilangan dia Reva!"bentak fino,


Reva memaklumi perasaan Fino saat ini, dia tau jika seorang laki-laki yang memang benar tulus mencintai seseorang. Dia akan merasakan sakit yang teramat dalam, jika dia ditinggal oleh wanita yang dicintainya.


"Udah Fin, udah!"kata Elina


"Gapapa lin, gue tau dia lagi kacau!"ujar Reva


"Gue pulang dulu,"ucap Fino dingin


Reva sempat menahan tangan Fino, tapi Fino menepisnya kasar. Sangat bahaya, jika Fino mengendarai kendaraan dalam keadaan emosi yang meledak-ledak. Karena itu sangat membahayakan keselamatan Fino,


Reva sudah meneriaki nama Fino, dan mengatakan jika dia masih emosi jangan mengendarai motor nya. Namun, Fino tak menghiraukan perkataan Reva.

__ADS_1


"Lin, gimana lin?"kata Reva


"Udah biarin aja, dia lagi emosi! Dia udah dewasa, dia pasti tahu mana yang dia harus lakuin tanpa mencelakai diri dia sendiri!"tutur elina,


"Iya juga sih, yaudh kita tunggu sini aja! Kita tunggu kabar Alina,"kata reva


"Serius lo? Emang gak laper apa?"ujar Elina


"Ya gue laper sih, yaudh kita keluar cari makan! Abis itu kita kesini,"kata Reva


"Oke,"


Mereka pun keluar untuk mencari makan, selesai makan. Mereka pasti akan kembali ke bandara, untuk mencari kabar tentang Alina.


***


Mereka semua berada di ruang keluarga, sedang menonton acara FTV. Namun acara FTV, diganti dengan acara berita.


Selamat siang pemirsa, diberitahukan bahwa pesawat Lion air nomer 917 tujuan Belanda, dinyatakan jatuh. Pesawat itu jatuh sekitar jam 22:00. Pesawat Lion air nomer 917, dinyatakan menghilang lalu dikabarkan pesawat itu jatuh dalam lautan. Tidak ada korban selamat dalam kejadian itu,


Sekian berita yang saya bisa Sampaikan. Selamat siang, selamat menjalankan weekend.


"Ih kok gitu ya mas,"kata Ferisha


"Iya, ada-ada aja kejadian begini!"timpal wisnu,


Ryan masih terdiam, dia mengingat-ingat nomer pesawat yang Alina gunakan. Ternyata dia ingat,


"GAK, GAK MUNGKIN!"Teriak Ryan,


"Apa sih bang? Kamu kenapa?"sahut ferisha


"Alin mom, alin!"kata Ryan


"Kenapa dia?"tnya ferisha ketus,


"PESAWAT ALIN JATUH MOM, PESAWAT ALIN JATUH!"jawab Ryan histeris,


"APA?"Teriak Vero


"Gak mungkin, ini gak mungkin!"kata Ryan lagi,


"TENANG KATA LO? TENANG? PESAWAT ADEK GUE JATUH *****, PESAWAT DIA JATUH DI LAUTAN! LO GAK LIAT TADI BERITANYA? SENENG KAN LO? LIAT ALINA GA ADA!"bentak Ryan ke Veno,


Veno yang dibentak pun diam,


"Kamu yakin? Itu pesawat Alina?"tutur wisnu,


"Yakin dad, kemaren sebelum dia berangkat! Dia bilang kalo dia pake lion air nomer 917, Ryan masih inget kok!"jelas Ryan.


"Kita ke bandara sekarang!"putus Wisnu,


"Apa sih dad? Apa hubungan kita? Kita gada hubungan lagi, sama Anak itu! Jadi gausah kita repot-repot kesana,"kata Ferisha


"Ga ada hubungannya? Ga ada hubungannya kata kamu? Dia anak saya, kalo anda tidak mau menganggap dia anak! Saya tidak masalah,"bentak Wisnu dengan emosi menggebu,


Untuk pertama kalinya, Ferisha dibentak oleh Wisnu. Menggunakan kata saya, anda!


"Tapi dad,"kata Ferisha


"Terserah anda, saya tidak peduli jika anda ikut atau tidak!"ujar Wisnu dingin,


Wisnu pun keluar untuk pergi menuju Bandara, diikuti oleh Ryan dan Vero. Ferisha sempat menahannya, namun tangan dia ditepis kasar oleh Wisnu.


Dia pun menangis,


"Mommy salah ven? Mommy salah ya?"ujar Ferisha,


"Udah mom, udah! Dad lagi emosi aja, dia khawatir sama keadaan Alina!"kata Veno


"Berati dad, udah gak peduli lagi sama momyy?"ujarnya


"Shut, mommy gamau Ngomong begitu! Dad, sayang kok sama mommy!"kata Veno


"Tapi dad lebih peduli, sama dia daripada mommy!"sahut ferisha,

__ADS_1


"Mom? Lupa? Alina dulu anggota keluarga kita, jadi mungkin aja dad masih khawatir sama dia! Dia begitu, karena dia sayang smaa Alina mom! Mending kita ke bandara, kita nyusul dad!"jelas Veno


Ferisha sempat menolak, namun akhirnya dia mengiyakan untuk mengikuti Veno.


Mereka pun pergi ke bandara untuk menyusul Wisnu,


***


Setelah sampai, Wisnu turun dari mobil terburu-buru. Diikuti oleh Ryan dan Vero, namun saat mereka sampai. Disitu sudah rame, ada Mike dan mamahnya. Fino dengan keluarganya, Marvin dengan Reva dan Elina.


Soal Marvin dan keluarganya, sudah selesai. Mereka sudah baikan seperti semula, Marvin datang sendiri. Dia tahu pesawat Alina jatuh dari Reva, Marvin pun buru-buru untuk mendatangi bandara ini.


Selang beberapa menit, Ferisha datang dengan veno. Kedatangan mereka mendapat tatapan sinis dari Reva, Veno yang merasa dirinya di tatap Reva seperti itu pun langsung mengalihkan pandangannya.


Sangat tidak nyaman,


"Bagaimana? Sudah ada kabar?"ucap Wisnu membuka pembicaraan,


Mereka semua menggeleng,


Wisnu pun menghela nafasnya kasar,


Beberapa jam menunggu, akhirnya mereka diberitahukan. Bahwa dari pihak pesawat yang ditumpangi Alina, menyatakan dia menemukan sesuatu.


Yaitu benda kecil, bentuknya seperti flash disk. Lalu flash disk itu, diserahkan kepada marvin.


"Ada yang bawa ippad?"tanya Marvin,


Lalu Dinda menyerahkan ippad milik Wanda, kebetulan Wanda sedang tidur.


"Ini pakai, ini punya anak saya!"jawab dinda,


"Terimakasih Bu,"kata Marvin


Marvin pun memasang kan, flashdisk itu di ippad. Ippad ini, bukan seperti ippad biasa ya. Ippad ini, mirip seperti komputer, tapi tidak mempunyai keyboard.


Lalu Marvin membuka folder, dia menemukan sebuah folder yang bertuliskan 'dari Alina untuk kalian semua'


Marvin pun mengklik folder tersebut, yang ternyata isinya sebuah video.


"Bentar gue Nemu sesuatu, gue puter ya!"kata Marvin


Mereka pun mengangguk,


"Simak baik-baik,"ujar Marvin


Ternyata video itu berisi pernyataan Alina semua, video Alina sebelum pergi ke belanda. Marvin pun tak tahu, kapan Alina membuat video tersebut.


Hay semuaa, maafin aku ya! Aku harus buat video ini, gatau kenapa pengn buat video gini hehe.


Oh iya sebelum itu aku mau minta maaf sama kalian, kalau aku ada salah. Karena aku ngerasa umur aku ga akan panjang,


Buat keluarga Winata, makasih ya! Udah mau ngerawat aku, udah mau ngebesarin aku! Aku sayang banget sama kalian, terutama mommy Ferisha. Maafin aku ya mom, walaupun mommy benci aku! Aku tetep sayang mommy kok,


Buat dad wisnu juga, makasih dad udah mau jadi ayah aku! Makasih karena dad, aku bisa ngerasain kasih sayang dari seorang ayah.


Buat ketiga Abang ku yang tercinta dan terdebestttt, terutama bang Ryan! Aku sayang banget loh bang, rasa sayang aku tuh ke Abang gada habisnya. Makasih bang, karena Abang aku dulu bisa ngerasain kasih sayang yang tulus seperti bang Marvin. Bang Ryan tuh kayak bang Marvin, sama-sama bawelnya hehe.


Yang spesial buat kedua twins, yang sama' jahil, sama' sering gangguin aku! Yang buat aku bete, tapi kadang buat aku seneng. Bahagia terus ya kalian, terutama bang veno! Langgeng ya bang, sama Nadin! Aku gak pernah benci bang Veno kok, cuma aku kecewa aja. Dahlah, yang lalu biarlah berlalu.


Yang kedua, buat sahabat terlope gue! Yaitu mereka bertiga, Reva, Nada, sama Elina. Gue sayang banget sama kalian, jangan bandel ya! Awas aja kalian lupain gue, gue tonjok nih hehe. Intinya kalian sahabat gue yang paling paling best sedunia, gada yang kayak kalian. I love you more my BESTie.


Semuanya menangis saat video ini di putar,


Yang ketiga buat, doi aku! Buat Fino Milian Grady, maafin aku ya by! Aku harus pergi ninggalin kamu, kamu jangan sedih! Ntar jelek, aku gak suka! Asall kamu tau, aku gak suka kalo kamu cengeng! Masa cwok cengeng sih, lucu tau! Aku sayang kamu by, kalau nanti kamu nemuin pengganti aku! Jangan lupa kenalin ya ke aku, aku pasti seneng kok. Aku bahagia ketika liat kamu bahagia, i love you so much my Mine


Kebahagiaan gue ada Sama lo lin,- Fino


Yang terakhir, buat kalian! Mamah, bang Mike, bang Marvin. Maafin aku ya mah, dulu aku pernah benci mamah sama bang mike. Seharusnya aku dulu gak begitu, sekarang aku bahagia mah! Aku bahagia karena aku sekarang ada disamping papah, mamah jangan sedih ya! Apalagi bang Mike, jangn nangis! Oh iya bang, langgeng ya sama nada! Jangan sakitin dia, awas aja!


Sampein juga ke Alika, buat kembaran aku! Kalo aku gak benci dia, aku malah sayang banget sama dia! Walaupun dia pernah jahat sama aku, biar begitu! Dia tetep jadi saudara aku,


Beban aku akan gada lagi, aku gak akan pura' bahagia, aku gak akan lagi pura' sedih. Jaga peninggalan aku ya, jaga perusahaan aku bang! Bang Marvin tolong jaga mereka ya, ucapin kalo aku bangga sama mereka.


Emm good bye dan see you....

__ADS_1


Kata Alina lalu tersenyum, senyuman yang terpancar begitu tulus. Seperti sudah tidak ada beban, bebannya serasa hilang. Di dalam video, Alina menggunakan dress warna putih. Dia terlihat sangat cantik, dengan senyuman yang begitu indah.


•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••


__ADS_2