
Happy reading💙
   Typo bertebaran!!!
••••
Saat Reva membuka pintu, dia sangat terkejut. Karena yang datang, adalah wanita ular. Dia menyapa Reva, Reva malah membalas dengan nada ketus
"Mau lo apasih? Ngapain lo kesini? Belum puas, buat Alina menderita? Udah sana mending lo pergi, sebelum gue panggil satpam!"ujar Reva sangat ketus,
"Idih apasih, orang gue mau ketemu Veno! Sekalian mau jenguk Alina, siapa lo disini? Punya hak? Buat ngusir gue?"balas Nadin tak terima
Reva sangat kesal, karena Nadin terus-terusan ngeyel untuk masuk ke rumah. Dia tau, Nadin punya maksud tertentu.
"Kuping lo budeg, apa Bolot sih? Gue bilang pergi ya pergi!"bentak Reva, tiba-tiba ada suara bariton yang mengangetkan Reva.
"Punya hak apa, lo ngusir dia?"sinis orang itu
"Emang beda ya, orang yang udah suka banget! Rasanya tuh gimana gitu, sampe-sampe orang salah tetep aja dibela! Adeknya ngilang, malah enak-enakan ke mal! Jalan-jalan lagi, pantes deh bersatu! Orang sama-sama gak punya hati,"kata Reva menusuk, Nadin pun tak terima dengan perkataan Reva
"Maksud lo apa hah?!"bentak Nadin,
"Maksud gue apa? Gak sadar diri lo, lo pacaran sama Veno juga mau nguras harta dia kan? lo deketin Veno, juga mau balas dendam sama Alina kan? Dikira gue gatau, mau semunafiknya lo! Mau sebusuk apapun kelakuan lo, gue tau semua! Emang dasar, cewek ganjen, murahan, *****, gak punya malu, sewaan om-om aja bangga! Idih najis,"jawab Reva
Perkataan Reva membuat Nadin bungkam, kenapa dia bisa tau semuanya?
"Diem kan lo? Jadi apa yang gue omongin bener semua,"sinis Reva
Nadin mulai terisak,
"Gue tau gue dulu banyak salah, tapi jangan fitnah gue gini! Gue gk murahan, gue gk ganjen! Dan gue juga bukan simpenan om-om,"
Veno pun angkat bicara, dia tak terima jika kekasihnya dihina seperti itu
"Jaga ya semua kata-kata lo, mendingan lo pergi dari rumah gue sekarang! Lo disini tuh, cuma buat rusuh! Asal lo tau, Nadin cewek baik-baik! Dia bukan cewek apa yang lo sebutin tadi, apa jangan-jangan itu semua berbalik arah? lo simpenan om-om?"sahut Veno, sebuah tamparan keras jatuh pada pipi Veno
Plak
"Kenal berapa tahun lo sama gue hah?! Cuma gara-gara ini, lo ngomong seenaknya! Ini bukan rumah punya lo, ini rumah punya mom Ferisha sama dad wisnu! Asal lo tau, gue bukan perusuh gue ngomong sesuai fakta! Setelah tau sebenernya kalian pasti nyesel! terutama lo, Veno Alden Winata!"ucap Reva dengan menaikkan nada bicaranya satu oktaf
Perkataan Reva, membuat orang-orang yang sedang berkumpul menghampiri mereka. Dan benar, mereka sedang adu bicara.
"Ada apa sih, ribut-ribut! Kalian ganggu Alina, sedang istirahat!"ujar Ferisha,
"Mommy apaan sih, Alina terus! Alina terus, emang mommy gamau kenalan sama pacar Veno?"kata Veno tak terima, karena lagi-lagi alina yang selalu di prioritaskan
"Kamu punya pacar Veno?"timpal Wisnu
"Punya dad, itu namanya Nadin!"sambung veno lalu menunjuk Nadin,
"Halo om, saya Nadin!"ujar nadin ramah,
"Hay, saya Wisnu ayah Veno!"balas Wisnu, tiba-tiba Ferisha sengaja menginjak kaki Wisnu
"Aduh, mom sakit!"erang Wisnu kesakitan, lalu Ferisha pergi dari kerumunan mereka
"Daddy sih! Mommy marah kan,"sahut Vero
"Emang Daddy salah?"tanya Wisnu bingung,
"Udah sana, samperin! Ntar malem gak dapet jatah aja, ******!"jawab Vero
Ada benarnya juga, jika Ferisha marah maka dirinya tidak akan mendapatkan jatah malam ini.
"Ngapain sih, bawa orang gak jelas masuk ke rumah?"cibir Nada
__ADS_1
"Biarin aja sih nad, orang lagi jatuh cinta! Cinta kan buta, saking butanya kemaren ga ada niatan sekali cari Alina! Ups,"ujar Elina sengaja
"Bawa pergi kek bang, sumpek gue dirumah ada cwe itu!"timpal vero
"Bawa cabe-cabean kok kesini, bawa cabe-cabean tuh ke pasar!"sambung verrel
"Mana ada cabe-cabean,"kata Rava
"Itu yang nempel terus, kek monyet!"celetuk verrel, mereka semua tertawa. Nadin hanya diam, dia sangat emosi dan tidak terima atas perkataan verrel.
Awas aja kalian, kali ini gue bakalan berhasil!
Lalu Veno membawa, Nadin pergi. Dia tidak peduli, apa yang mereka katakan tentang Nadin. Dia membawanya masuk,
"Woy Veno, jangan bawa monyet ke rumah dong! Bawa aja ke ragunan,"ujar verrel lagi
"***** berani amat lo!"kata Mike,
"Biarin aja sih, lagian gue udah Gedeg sama nenek lampir itu!"ujarnya santai,
"Gausah sok, giliran di bogem aja! Minta ampun,"sahut Fino datar
"Kita ke atas dalem duluan yaa,"kata Reva lalu menarik kedua sahabatnya
"Yoi, ntar gue nyusul sama yang lainnya!"
***
Sementara itu, seorang laki-laki sedang memantau pergerakan adik kecilnya. Ia tau jika mereka sudah berbuat nekat, terlebih disitu ada anak dari laki-laki bastard itu.
Laki-laki itu adalah Marvin, Marvin sekarang berada di markas besar milik Alina. Marvin tau, jika Alina kemaren disekap dan diculik. Entah kenapa perasaannya saat ini, sangat gelisah. Ia takut jika akan terjadi sesuatu kepada Alina, namun ia berusaha untuk menepisnya
"Buang Marvin, buang pikiran negatif!"ucap Marvin pada dirinya sendiri,
Tiba-tiba seseorang mengangeti dirinya,
"Sialan lo, le! Gue kaget anjing! Enak aja gila, lo kali yang gila! Gue lagi mikirin Alina le, perasaan gue dari tadi nggak enak!"ucap Marvin jujur,
"Sama bang, gue juga! Gatau kenapa, dari tadi gue mikirin Alina!"sahut Leo,
"Kalo dia kenapa-kenapa gimana? Kalo ***** itu berulah lagi gimana?"tanya Marvin gelisah
"Aduh bang, mereka kan ada Elina, Nada, sama Reva! Pasti Alina baik-baik aja,"jawab leo
"Tapi klo firasat gue bener, ntar kita kerumah Alina! Kita pake topeng kesana,"kata Marvin
"Iya deh iya,"putus leo
Lalu mereka pun memantau keadaan Alina, mereka berdua tau jika Alina sedang dikamarnya bersama ketiga sahabatnya. Akhirnya mereka pun bernafas lega, mereka memantau Alina lewat cctv yang sangat sangat kecil, cctv itu bisa menimbulkan suara. Jika orang itu ingin berbicara,
***
Rencana Nadin akan dimulai, ia sudah membawa minyak. Karena rencananya kali ini tidak mungkin gagal, Nadin juga sudah berpamitan kepada Veno. Jika Nadin ingin menjenguk Alina, Veno pun mengiyakan perkataan Nadin. Toh, Nadin tidak akan macam-macan, pikir Veno Seperti itu.
Dia menuangkan minyak dilantai dekat kamar Alina, saatnya dia beraksi.
Tok tok tok
Ketuk Nadin, didepan pintu alina.
"Sebentar,"ucap orang itu dari dalam
Kebetulan sekali, yang membuka pintu adalah Reva.
"Ngapain lo kesini?"tnya Reva ketus
__ADS_1
"Alina mana? Gue mau ketemu,"jawab Nadin dan ingin masuk sekali
"Gue gak bakalan ngizinin Alina, ketemu sama lo!"ujar reva
Nadin pun berusaha untuk menerobos, pintu alina. Namun gagal, akhirnya ia jatuh tepat diminyak yang sudah ia tuangkan.
"Aduh,"erang Nadin keras
Yang di dalam kamar pun keluar,
"Loh Nadin?"kaget Alina
"Ngapain sih kesini,"ketus nada
"Drama banget ***,"cibir elina
"Alin bantuin gue dong,"ujar nadin
"Jangan lin! Biarin, dia yang jatuh sendiri juga!"sahut reva
"Kasihan Nadin va, pasti dia kakinya kesleo!"kata Alina, Alina pun membantu Nadin
Saat itu juga, Nadin menarik tangan alina, supaya alina jatuh ke tangga. Namun, Alina malah melepas cekalan tangan Nadin. Membuat Nadin, terjatuh dari tangga dan menggelinding ke bawah. Nadin seketika pingsan,
"Nadin,"pekik alina
Saat Alina hendak menghampiri Nadin, Alina terpeleset dikarenakan ada tumpahan minyak. Untung saja, dia tidak jatuh ke tangga
"Tolong dong woy,"teriak Reva
Akhirnya orang yang sedang berkumpul, mereka menghampiri suara Reva. Mereka terkejut, saat nadin sudah dibawah dengan darah yang ada di keningnya.
Veno sudah menebak orang yang melakukan ini siapa, dia menghampiri dan menampar orang itu.
Plak
"Dasar orang gatau di untung, gue tau ini semua kelakuan lo! Kenapa sih, suka banget buat Nadin menderita! Udah 2 kali, lo mau nyelakain Nadin,"ujar Veno
"Alin gak ngapa-ngapain bang, alin juga gatau klo Nadin bakalan jatuh ke bawah!"kata Alina
"Tuduh aja Alina terus, belum puas lo hah?!"sahut Elina membela,
Mereka pun menaiki tangga, ternyata tangga ini sangat licin.
"Loh ada minyak?"kaget Vero
"Alin gak naro minyak disitu bang,"ujar Alina
"Terus ini ulah siapa?"tnya Mike
"Gue,"jawab nada
"Hah? Ini ulah lo? Lo disuruh siapa?"kata vereel
"Alina,"
Jawaban nada memperjelas semuanya,
"Lo tuh apa-apaan sih,"kata Reva tak terima,
"Emang iya kan?"ujarnya
Ferisha menghampiri Alina dan
Plak
__ADS_1
"Mommy gak nyangka, kamu berbuat Seperti ini! Mommy kecewa sama kamu,"
••••My Girlfriend Is A Queen Psychopath••••