Psychopath Girlfriend

Psychopath Girlfriend
extra part 2


__ADS_3

Happy reading!


Budayakan vote+komen, sebelum membaca.


Typo BERTEBARAN!


•••


Keadaan Alika semakin kritis, dikarenakan Alika kekurangan stok darah. Darah mereka, tidak ada yang cocok. Jelas, mereka kelimpungan. Karena mereka takut, jika Alika pergi apalagi Alina. Dia sangat takut sekali,


"Gimana dok, sudah menemukan? Pendonor darah?" Tanya Alina,


"Belum nona,"Jawab dokter itu.


"Tolong bantu, kakak saya dok! Kasih yang terbaik untuk dia, temukan donor darah yang cocok! Bila perlu, kalian buat poster! Saya mohon dok,"kata Alina meminta,


"Baik nona, kami akan melakukan yang terbaik untuk kakak anda!" Ujar dokter itu,


"Terimakasih dok," kata Alina.


"Sama-sama nona, kalau begitu saya pamit! Karena, masih ada pasien yang lain yang harus saya tangani!" Ujar dokter itu, dan ia pun berlalu.


Alina pun menghampiri teman-temannya, untuk memberitahu kabar ini. Alina datang, dengan wajah yang sangat lesu.


"Kenapa lin?"tanya Nada,


"Keadaan Alika, semakin memburuk!"jawab Alina,


"APA?!" Kata mereka serempak,


"Iya, Alika kekurangan banyak darah! Stok darah, yang sama dengan Alika kosong!" Ujar Alina,


"Memang, golongan darah Alika apa?" Sahut Verrel,


"Ab negatif,"ujar Alina,


"Eh buset, itu mah langka banget *****!"timpal rava,


"Nah gue setuju, mending kita buat penggalangan golongan darah, untuk golongan darah Ab negatif dah!"sambung Vero,


"Ide bagus! Tumben banget, otak lo jalan?" Kata Veno,


"Mon maap, akang! Ini niatannya muji, apa menghina ya?" Geram Vero,


"Santuy atuh, kan emang kenyataan gitu! Biasanya aja, lo ****! Ga bisa mikir,"kata Veno.


"Kek ada yang ngomong, siapa ya?"ujar Veno, yang pura-pura tidak melihat Veno.


"Adek *******,"kata Veno.


"Ga boleh, gitu! Kena ajab, ****** lo!"ujar Veno,


"Udah woy, ngapa adu bacot?!"kesal Mike


"Biarin aja bang, mereka kan emang cewek! Tapi berbentuk cowok,"tutur Alina.


"Emang, bisa gitu ya?"pikir Nadila


"Bisa, itu buktinya!"ujar Alina, sambil menunjuk Vero dan Veno.


"Berarti, selama ini? Aku pacaran, sama cewek dong? Hiks,"ucap Nadila berkaca-kaca.


Alina yang panik, melihat Diandra berkaca-kaca pun mencoba menenangkannya.


"Aduh, bukan gitu! Bang vero, cowo tulen kok!" Kata Alina,


"Ih katanya, dia bukan cwo tulen! Kamu gimna sih,"ujar Nadila.


"Klo gak percaya, liat aja punya dia! Eh, bukan! Apa ya? Astagfirullah, maap aku khilap!"kata alina bingung sendiri,


"Lo, ngomong apa sih woy!"sahut Reva,


"Ambigu anjing, aw!"timpal nada,


"Otak-otak setan, semua!"sambung Diandra,


"Temen lo, napa dah?"ucap elina,


"Gatau, mungkin aja gila!" Kata Diandra asal,


"Drama semua babik,"ujar Mike


"Pacar lo, napa sih? Jerman gue,"timpal verrel,

__ADS_1


"Kek, gatau Nadila aja lo!"sewot Vero.


Vero pun menghampiri Nadila, dia pun menjelaskan jika Alina sedang bercanda.


Alina mendapatkan sebuah, panggilan telepon dari ponselnya. Dia pun mengangkatnya,


"Kenapa?" Tanya Alina,


"Pelaku, atas penembakan Alika, sudah ditemukan! Dia ada di markas,"


"15 menit sampe," ujar alina.


Dia pun, mengajak ketiga sahabatnya. Untuk mengunjungi markas, mereka pamit. Mereka bilang, akan ada keperluan. Fino tidak ada disitu, dikarenakan Fino harus menemani mamahnya berbelanja.


***


Sesampainya di markas, mereka di sambut baik. Apalagi Alina, yang mereka tahu jika Alina sudah mati. Dikarenakan, kabar yang beredar jika pesawat Alina jatuh ke lautan.


Alina langsung pergi ke ruang bawah tanah, diikuti oleh mereka bertiga, serta Marvin dan Leo. Betapa terkejutnya, Alina jika yang menembak Alika adalah Nadin Widyatama. Musuhnya, sekaligus mantan sahabatnya.


Nadin disekap, dengan cara mulutnya di tutup pakai lakban. Dan tangannya di tali, serta kakinya. Alina pun membangunkan Nadin, dikarenakan Nadin sempat pingsan tadi.


Alina membuka lakban yang ada di mulut Nadin, serta menepuk pipi Nadin. Nadin pun terbangun,


"Mau apa lo,"sentak Nadin.


"Santai aja kali,"sahut Reva.


"Lepasin gue *****!" Kata Nadin,


"Ga ngaca? Kurang kaca, sini gue beliin!"ketus Nada,


"Lepasin gue anjing, gue bakalan bales semua ini! Kalau gue lepas," kata Nadin lagi,


"Iya, kalo bisa lepas? Lah kalo enggak? Gimna?"sahut Elina,


"Lo kenapa tembak Alika? Salah dia apa?"tanya Alina to the point dengan muka yang datar,


"Gue gada tambak dia, yang seharusnya kena tuh lo! Bukan Alika, paham? Jadi disini, penyebab Alika kritis itu lo, Alina!"jawab Nadin,


"Eh cewek gila, udah gila! Ga sadar diri lagi, gue tanya dengan maksud apa? lo mau tembak alina, iri? Sirik? Ga bisa samain derajatnya? Punya otak tuh, dipake! Jangan buat pajangan doang," timpal Marvin emosi,


"Siapa lo? Ikut-ikutan masalah gue, sama dia?" Tantang Nadin,


"Kenapa enggak?"ujar Nadin,


"Udah bang, jangan ngurusin cewek gila! Daripada ntar ketularan gilanya, mending lo keluar dulu sama bang leo!"Perintah Nada,


Mereka pun nurut, mereka keluar dari ruangan itu.


Kini tersisa, mereka ber lima. Entah apa yang akan dilakukan, oleh 4 serangakai ini. Mereka punya banyak cara, dan akal.


"Mau lo, apain dia?" Tanya Reva kepada Alina,


"Entah,"jawab Alina.


"Bentar gue punya ide,"ujar nada.


"Woy ******,"panggil nada kepada Nadin,


"Apaa?"jawab Nadin ketus,


"Lo mau cowok, berotot ga? Yang bisa, puasin lo?"tanya Nada,


"Siapa orangnya, udah lama gue ga main!"jawab Nadin,


"Banyak, lo mau gak? Dengan syarat, lo tetep disini! Ntar gue sediain kamar khusus buat lo, biar lo tiap hari bisa main! Terserah lo deh, mau berapa ronde yang penting lo puas! Mumpung gue lagi baik, mau gak?"kata nada,


"Dibayar gak, gue? Kalo enggak, gue ogah! Kasian tenaga gue,"jawab Nadin.


"Tenang masalah biaya, ntar gue kasih pilihannya deh! Biar lo milih sendiri, cowok disini ganteng-ganteng. Badannya juga sixpack semua, lo mau? Kalo iya, mulai h ari ini! Gue akan sediain kamarnya," kata nada.


Tanpa pikir panjang, Nadin menyetujui apa yang di katakan oleh Nada.


"Oke gue mau,"ujar Nadin.


"Gue keluar dulu, sama yang lain!"kata nada,


Mereka ber empat pun keluar, seperti janji nada. Dia membuatkan kamar untuk Nadin,


"Ide lo, diluar pemikiran gue!"kata Reva,


"Biarin aja sih, gue tau! Cowok-cowok disini, pasti butuh hiburan! Daripada mereka nyewa ******, diluar! Mending sama Nadin haha,"ujar Nada.

__ADS_1


"Lagian ya, tuh cewe! Haus banget keknya,"timpal Elina.


"Lo kek gatau dia aja, inget dulu pas di London! Kelakuan dia kek apa,"sambung Alina.


"Iya juga sih,"


Setelah kamar Nadin siap, nada memanggil Nadin untuk pindah dari ruang bawah tanah. Nada juga sudah menyiapkan beberapa laki-laki, nada pun membiarkan Nadin masuk ke kamar miliknya.


Nada meninggalkan Nadin, dan kembali ke tempat ruangan Leo. Disitu sudah ada Alina, Reva, Elina, Marvin, dan Leo.


"Lo ngapain aja dah, lama bener!"tanya Leo,


"Biasalah, nganterin ****** ke tempatnya!"jawab Nada,


"Buset, lo nyediain kamar dia di markas? Gila, yang ada markas Alina ga suci lagi dah!"ujar Leo,


"Hilih, awas aja! Kalo lo, sampe ikut main! Gue gantung, dimonas!"cibir Nada,


"Gue masih pilih-pilih kali, ga yang murahan banget!"sahut leo,


"Ngapa jadinya, bahas ****** sih?!"kesal Reva,


"Yaudah, mangap!"kata Leo.


"Autis,"ujar Reva.


"Bang, perusahaan gimana?"tanya Alina,


"Baik semua, alhamdulilah! Kamu, kapan balik lagi ke perusahaan? Pas mereka, tahu kabar pesawat kamu jatoh! Mereka pada syok semua, termasuk abang!"jelas marvin,


"Iya bang, maafin alin! Alin gak ngulang lagi kok, mulai besok! Alina akan memegang alih perusahaan,"kata Alina.


"Sekretaris kamu, cantik ya?"ujar Marvin,


"Oh kak ila, kenapa? Lo suka ya,"goda Nada.


"Gue tanya siapa, yang jawab siapa!"ujar Marvin,


"Alah, sok'an ngalihin perhatian! Kalo suka mah, suka aja! Gosah di gantung," cibir Nada.


"Siapa yang di gantung?" Tanya Marvin,


"Mereka lah, yang baca!" Jawab nada.


"Untung bukan gue,"kata Marvin.


"Bang, kalo emang lo suka sama kak ila! Ungkapin aja langsung, jangan kebanyakan kode!"sahut Alina.


"Bener gue setuju, gak semua cewek paham akan kode cowok! Cewe tuh simpel bro, dia cuma mau lo ngertiin perasaan dia. Dia mau lo peka, jadi pendengar yang baik buat keluh kesah dia, dan satu lagi! Hati cewek, gampang banget patah! Lo kasarin dia, lo bentak dia! Sama aja, lo patahin hati dia! Jadi, lo harus paham sama cewek. Mood cewek gampang banget berubah, apalagi waktu pms! Kadang tuh mereka suka galak, kek macan! Tapi, jangan pernah lo cuekin dia disaat masa seperti itu. sama aja, lo buat mood dia tambah hancur! Apalagi, pas lo gak ada kabar sama sekali! Pasti, dia akan khawatir dan mikir yang enggak-enggak. Jadi, sesibuk apapun lo. Kasih waktu ke dia, enggak sekedar chat dia ataupun call dia! Paham?" Jelas leo,


"Buset, ntar gue pake hastag #2020Leoteguh!"kata Reva,


"Ini nih, ngewakilin semua perasaan wanita di luaran sana! Sama, cwok yang gak peka! Lanjutkan bang, bakatmu!" Ujar nada terkekeh kecil,


"Apasih woy, bukannya apa-apa! Gue dirumah punya kakak cewe, yang punya pacar bodo amat! Mana sering ga ada kabar, suka ngilang! Setiap dia chat aja, balesnya cuek! Kasian *****, kakak gue! Curhat sama gue, sambil nangis!"ucap Leo lagi,


"Udah lah, sana jadi pakar nya cwe aja!"tutur Marvin,


"Buat para cewek, yang mau daftar jadi pacar leo! Bisa PC gue, atau gak DM!"jelas Reva,


"Enak aja, pala kau botak!"kesal Leo.


"Intinya gini aja neng, kalo lo suka dia! Kejar, jangan gedein gengsi! Karena itu gak bakalan jadi, kalopun lo udah berjuang tapi dia gak nengok-nengok ke lo, misalnya dia punya pacar. Tikung aja neng, lewat sepertiga malam kalian."sambung leo lagi,


"Asek bang leo, ahay!"ujar Alina.


"Ayo para gadis, pembaca dunia Oren! Yang mau sama Leo, bisa PC gue! Atau gak DM oke?!"tegas Reva sekali lagi,


"Nah setuju, mumpung lagi jomblo! Kalopun leo, punya pacar! Inget kata-kata dia, tikung lewat sepertiga malam kalian," sahut Nada.


"Oh satu lagi, awas aja kalian gak kasih pernyataan ke gue! Gue tembak kalian satu-satu,"timpal Reva.


"Emang ada ya?"tanya Elina.


"Ada lah, ntar di sesi tanya jawab! Jangan lupa kasih pertanyaan ke kita semua ya, yang kasih pertanyaan gue kasih leo! Buat kalian,"jawab Reva.


"Gue juga ya, ntar gue kasih hati gue, buat kalian!"tutur Marvin.


"Halah pret," kata nada.


"Sampe ketemu kita di part terakhir papay,"ujar Alina.


•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••

__ADS_1


__ADS_2