
•••
Saat, Kirana dkk ingin pergi dari tempat itu! Tiba-tiba Twins dkk, datang dan itu membuat mereka kalang kabut tidak jelas.
"Alinaaaa"teriak Fino, saat melihat Alina berada di kolam renang. Ia langsung lari, ke arah kolam renang dan menolong Alina. Sedangkan, twinss ia mengepalkan tangannya. Bagaimana bisa? Mereka bisa kecolongan, padahal ia sudah berjanji untuk menjaga Alina.
Untuk yg kedua, kalinya ia gagal menjaga Princessnya.
Rava, verrel, dan Mike pun ikut geram. Mengapa kejadian ini bisa terjadi? Akhirnya mereka, memutuskan untuk mencekal tangan ketiganya. Kirana dkk meronta dikarenakan, tangan mereka sakit. Elina dan nada mencoba untuk menenangkan twins dkk.
"Dasar cabe, jijik gue liat muka lo!"ujar Reva pedas,
"Diem lo,"kata raya emosi,
"Aduh, nggk ngaca ya? Apa gue perlu beliin kaca? Eh kan, Lo org kaya masa gk punya kaca?!"sentak nada,
"Gausah ikut²an,"ucap Shasa sambil menunjuk nada
"Diem kek be, bnyk bacot lo!"tukas Rava,
"Apasih, lepasin tangan gue!"kata Kirana tetap meronta, macam ulat bulu.
"Bacot, giliran gini aja ngeronta kek ulet bulu! Giliran mau ngilangin nyawa orang aja nomer satu,"ujar Mike sinis,
"Nah, bener tuh! **** kok dipelihara,"sambung verrel
"Lo tau? Lo buat kesalahan yg paling besar?"tnya Vero menahan emosi,
"Gitu aja besar, ngapain sih belain nerd itu!"jwb Shasa,
Plak
"Aww, sakit ngapa jdi nampar gue sih?!"kata Shasa tak terima,
"Baru segitu, Lo bilang sakit? Punya otak kan lo? Sakitan Alina *****, yg gatau apa² malahan dibully Ampe segitunya!"jelas Vero mulai emosi,
"Ya biasa aja dong, gausah ngegas,"timpal raya,
"Gue, gada urusan Ama Lo!"kata Vero dingin,
"Untung, Lo cwek! Klo cwo udah abis Lo Ama gue"sambung veno,
"Segitunya, kalian belain Alina?"tnya Kirana,
"gada urusan sama lo,"tukas Reva
"Gue gak tnya lo ya!"sarkas Kirana,
"Diem deh *****,"timpal Elina,
"Oh, gue tau kenapa twinss belain Alina? Karena Alina udah jual dirinya kan sama kalian?"kata Shasa tak disaring, dan
Plak
Plak
2 tamparan mendarat dipipi shasa,
"aw, kenapa? Gue bener kan?"umpat Shasa,
"Jaga ucapan lo,"kata Veno mendekat kearah Shasa, perlahan Shasa mundur kebelakang.
"Mau ngapain lo?"tnya Shasa takut,
"Gue nggak ngapa-ngapain kok,"jwb Veno berseringai, dan itu membuat Shasa ketakutan.
"Diem, disitu! Jangan, maju lagi!"kata Shasa mengeluarkan keringat dingin,
"Ayolah, kita main2 bentar,"ujar veno, perkataan Veno membuat yg berada disekitar itu menggeleng tidak percaya.
"Woy, ven mau apain tuh anak orang?"tnya verrel,
"Biasalah,"jwb Veno santai,
"Eh ***, kalo mau beginian jangan disini begog! Mending sana dihotel biar elit"kata verrel dan itu membuat Shasa menegang, dan sampai akhirnya Shasa berada ditembok dipaling belakang. Veno semakin mendekat,
"Gila sih klo beneran begituan,"kata Rava lirih,
"Yg mana mau ****, Veno Ama modelan yg begitu! Dia juga pinter kali, milih orang"sambung Vero, sedangkan yg perempuan? Ia menutup matanya.
"Terus dia mau apa?"tnya Mike,
"Liat aja nanti,"jwb Vero berseringai,
"Mau kemana hmm?"tnya Veno, sekarang posisi Shasa sudah terkunci.
"Plis jangan apa-apain gue!"jawab Shasa ketakutan, Veno semakin mencondongkan wajahnya ke arah shasa. Shasa bisa merasakan nafas Veno, karena ia takut akhirnya ia memejamkan matanya.
saat veno, hendak memukul shasa, tapi tidak jadi dikarenakan ia lampiaskan ke arah tembok. Dan disaat itu juga, Fino berteriak
"woi, tolongin alinaaa!"
__ADS_1
"Ayok ven, bawa Alina! Dia gk penting,"kata Vero, akhirnya Veno pun meninggalkan Shasa. Ia membisikan sesuatu,
"Urusan kita belum selesai,"bisik Vero ditelinga Shasa, Shasa pun akhirnya bernafas lega. Tapi, tidak sampai situ saja!
"Oke, sekarang kita bagi tugas! Elina, Veno,Vero, Mike! Kalian bawa Alina kerumah sakit terdekat! Sisanya ikut gue urusin ***** itu,"jelas Fino pnjg×lebar,
"Lo, gk ikut?"tnya Vero
"Nggk,nnti gue nyusul! Mending, lo bawa Alina secepatnya"kata Fino, lalu Veno menggendong Alina ala bridal style. Untuk keluar dari tempat ini,
"Kalian bully Alina? Atas dasar apa? Dia punya salah sama lo?"ujar Fino dingin, dan itu membuat Kirana dkk bungkam.
"____"tidak ada yg menjawab,
"Kalian bisu? JAWAB PERTANYAAN GUE!"kata Fino emosi,
"Alah giliran, diginiin aja pada diem!"timpal Reva ketus,
"Bisu beneran mmpus,"sambung nada,
"Mana yg katanya ngelakuin ini demi fino?,"pancing Reva
"Ada yg bilang va?"tnya Fino
"Ya adalah, siapa lagi kalo ketua gengnya!"jwb nada
"Kita diem aja yakan rel,"bisik Rava,
"Ho oh, takut gue *****"kata verrel lirih,
"Yang ditanya siapa? Yg jawab siapa?!"kata Reva kesal,
"Bilang apa Lo? Ama mereka?"tnya Fino ke Kirana,
"Gue gak bilang apa-apa,"jwb Kirana,
"Sok suci cih,"cibir nada,
"Diem lo!"tukas raya,
"Lo juga diem! Gue gk ada urusan Ama Lo, jadi Lo diem!"sentak fino, dan itu membuat raya diam.
"Kebanyakan drama ewh, jijik aku mas"kata Reva pedas,
"Oke gue bakalan jujur, gue iri Ama dia! Maafin gue, gue gabisa ngontrol emosi. Gue yg dari dulu suka sama lo tapi lo nggk pernah ngelirik gue sedikitpun! Sedangkan, Alina dia baru tapi dia bisa ambil lo dari gue!"ucap Kirana, pernyataan Kirana membuat semua org naik pitam.
"Maaf, maaf kata Lo? Apa maaf bisa balikan Alina hah?"kata Reva emosi,
"Seharusnya lo mikir, gue gk pernah suka sama lo! Karena apa? Setiap ada cwe yg ngedeketin gue, Lo bully! Dikit2 ngancem, emg Lo siapa? Klo Lo suka sama gue, buktiin dan tunjukkin bukan dengan cara yg sampah ****!"ujar Fino, dan membuat Kirana menundukkan kepalanya.
"Gue pastiin Lo nyesel!"kata Reva,
"Udahlah, gausah ngurusin cabe! Mending, kita ke rumah sakit! Kita cek keadaan alina! Bawa mereka ke ruangan BK, klo perlu seret mereka ke penjara!"ujar nada,
"Jangan, gue gamau masuk penjara!"kata raya memohon,
"Najis, bawa deh!"ujar nada, memerintahkan Rava dan verrel.
"Serasa babu ***,"gumam mereka berdua,
"Maafin, gue Fin!"kata kirana,
"Jangan, minta maaf sama gue! Minta maaf sama Alina,"ujar Fino,
"Drama queen,"cibir Reva
"Udah, kita ke rumah sakit!"perintah Fino, lalu dibalas anggukan oleh mereka kecuali Kirana dkk.
🍏🍏🍏
Saat, sampai dirumah sakit.
"SUSTER! SUSTER! Mana anjing, kok gada yg kesini"teriak Veno geram,
"Maaf mas, ada apa?"tnya satpam,
"Susternya mana sih? Rumah sakit kok gini, lama bgt anjing"umpat Veno lagi,
"Sabar mas, bentar saya panggilan dulu!"kata satpam itu,
"Sabar! SABAR, gimana saya mau sabar? Adek saya sekarat ****!"ujar Veno emosi,
"Sabar dong mas,"kata satpam itu tak santai,
"Gue pecat juga Lo! Gue anaknya pemilik rumah sakit ini!"ujar Veno, dan itu membuat satpam itu gelagapan.
"M-maaf mas, bentar saya panggilan dulu! SUSTER, CEPET ADA PASIEN!"kata satpam itu, lalu suster itu datang,
"Ada apa pak?"tnya suster itu,
"suster ga liat? adik saya sekarat? buruan sus, tolongin adik saya. atau suster saya pecat,"jawab Vero kesal,
__ADS_1
"Anda sia--?"kata suster terpotong,
"Dia anaknya pemilik rumah sakit, makanya bantuin cepet!"ujar satpam itu,
"Maaf, saya lancang!"kata suster itu, lalu Alina diletakkan ke brankar dan suster itu mendorong brankar itu menuju ke arah ruang UGD.
"Emg Lo anak pemilik rumah sakit ini?"tnya Elina,
"Bukan,"jwb twins
"Lah terus? Kok?"kata Elina bingung,
"Biar cepet! Lagian lelet!"ujar Veno kesal, tiba-tiba suara teriakan datang,
"WOY BABANG VERREL BACK YUHUU,"teriak verrel
"****,"kata Rava
"Tulul,"umpat nada
"Gelo!"sambung reva,
"Apsih? Aku tau kok aku bnyk fans,"kata verrel percaya diri,
"Eh, ver? Lo kgk hubungin orang tua alina?"tnya Mike,
"Buat apa? Disni juga udah ada abangnya,"jwb Vero,
"Siapa emang?"tnya verrel,
"Kita lah,"jwb Vero, dan itu membuat semua org yg ada disitu kaget kecuali Reva, Elina dan nada.
"Apaa?"pekik semua orang,
"Jelasin ke kita!"desak Rava,
"Bacot, Lo sih dibongkar!"kata Veno kesal,
"Lagian gue cape bang, gue kasihan Ama Princess dia harus gini terus!"ujar Vero,
"Gue yg bakalan jelasin!"timpal Reva,
"Yaudh cepet,"kata verrel tak sabar,
"Sabar lol"ujar rava,
"Mau gue jelasin atau gk?"tnya Reva sinis,
"Maulah,"jwb verrel
"Makanya diem!"kata nada,
"Oke, jadi gini! Alina memang, adeknya twins ia terpaksa menyembunyikan identitasnya! Dikarenakan ia mau mencari real friend,"jelas Reva
Dan menutupi identitas aslinya, gue heran mik kenapa? Lo bisa benci ama Alina? Padahal, dia orgnya baik bgt! Gue terpaksa boongin kalian demi Alina! - batin Reva
Fino, masih mencerna semua ucapan Reva. Jadi selama ini? Dia suka pada org yg sama? Jika dikatakan kecewa? Ia kecewa, tapi ia msih bisa menerima alasan Alina.
"Woy Fin,"kata Vero menyenggol lengan fino,
"Apa?"kata Fino,
"Udah jelas? Maafin kita udh nyembunyiin ini! Gue tau kok Lo suka Ama Alina!"ujar Vero,
"Hmm,"dehem Fino,
"Plis, jangan jauhin Alina"kata nada,
"Hmm,"
"Fin, Lo marah?"tnya Reva,
"Hmm,"
"Fino Milian Grady, Lo masih suka sama Alina atau gak?"kata Elina sedikit berteriak dikarenakan kesal,
"Iya gue suka smaa Alina,"ujar Fino keceplosan,
"Widih babang Pino, jangan lupa pj, klo dh jadi"goda verrel,
"Apsih, gajelas lo!"kata Fino mengelak,
"Gajelas kok keceplosan,"cibir mike
"Au tuh mulutnya, gabisa dikontrol ya mas?"sindir Elina,
"Yah, aku keceplosan kakak!"kata nada,
Saat mereka sedang bersenda gurau, Tiba-tiba pintu ruangan UGD terbuka dan keluarlah dokter, semua mendadak diam.
"Dengan keluarga pasien?"tnya dokter,
__ADS_1
"Saya kakaknya dok,"jawab twins
"Oke, akan saya jelaskan Disini! Pasien bnyk sekali mengeluarkan darah, dan sepertinya ia menahan nafas di air. Pasien juga mengalami benturan yg cukup keras, dan itu membuat pasien koma!"jelas dokter itu, dan semuanya kaget, perasaan mereka campuran aduk.