
Happy reading😍
Typo BERTEBARAN!
•••
Orang itu dibawah, ke ruang eksekusi. Ruangan dimana, orang-orang yang berkhianat mati. Tempat dimana terakhir mereka melihat dunia, merasakan siksaan yang diberikan oleh Queen DEMONS, saat menyiksa lawannya dia tak pernah ada belas kasihan, dia memiliki prinsip.
Siapa yang mengkhianati, dia juga yang akan mati. Siapa yang berulah, pasti akan terkena tulah. Siapa yang memulai, maka aku akan mengakhiri.
Seperti itulah prinsip, Queen Demons. Dia tidak akan membunuh orang, ketika orang itu tidak mencari gara-gara ataupun mengkhianati kepercayaannya.
Saat orang itu terbangun, dan dia memandang sekitar. Tempat ini, sangat asing baginya. Bau anyir darah menyeruak dipenciumannya, tiba-tiba seseorang dibalik pintu datang. Dia bertopeng, dan tak lupa pula membawa belati beracun-nya,
"Siapa kamu? Saya dimana? Lepaskan saya!"gertak orang itu,
"Hay tuan Ferdy terhormat, berjumpa lagi dengan saya! Bagaimana korupsimu? Berapa banyak uang yang kamu korupsi hah?! Apakah kurang banyak hm?"tukas gadis itu, dia perlahan mendekat diwajah Ferdy. Dia mulai menggores pipi Ferdy dengan belatinya,
"Ah, kurang ajar! Siapa anda? Ada urusan apa anda dengan saya hah?!"kata Ferdy meringis kesakitan, karena pipinya mengeluarkan darah. Akibat goresan yang diberikan,
"Mau tau saya siapa?"tanya gadis itu,
"Tak usah basa-basi, tinggal buka topeng anda! Jangan menjadi seorang pengecut, yang bersembunyi dibalik topeng!"jawab Ferdy
Gadis itu pun langsung membuka topengnya, dan betapa terkejutnya dirinya
"A-a-lina?"kata Ferdy terkejut,
"Hahaha, sudah saya duga! Anda pasti akan terkejut, bagaimana ukiranku? Bagus bukan?"ujar angel a.k.a Alina
"Maumu apa hah? Mengapa menculik ku?"ujarnya emosi
"Tenang saja tuan Ferdy terhormat, saya disini hanya akan membalas kan dendam atas kematian ayah saya! Kamu masih ingat? Saat kamu membunuh ayah saya, dan kamu memfitnah saya? Dan membuat saya terusir dari rumah?"jelas angel a.k.a Alina
Saat mengatakan itu, tanpa sadari air mata angel jatuh. Dia masih angel, bukan Alina! Tapi dia bisa merasakan rasa sakitnya Alina,
"Alina Christina Pramana? Kita berjumpa lagi sayang, bagaimana kabarmu? Apa baik? Mau membalasnya dendam? Hahaha, mustahil! Anda hanya seorang bocah kecil, mana mungkin mau membunuh saya! Sebelum anda membunuh saya, saya akan membunuh keluarga anda terlebih dahulu!"kata Ferdy tertawa,
Angel semakin emosi, dia tak tahan ingin segera menghabisi manusia iblis ini. Tapi dia punya cara, dia akan membuatnya menderita terlebih dahulu
Perlahan ia pun mulai menguliti jari Ferdy, Ferdy meringis kesakitan. Namun angel tak memperdulikan erangan dari Ferdy, ia tetap melanjutkan tugasnya.
"Ah, shh s-sudah stop! Berhenti,"kata Ferdy
Setelah menguliti jari Ferdy, dia mulai memotong jari jemari Ferdy. Dia hanya tertunduk pasrah,
__ADS_1
"Bagaimana tuan Ferdy ukiranku? Atau anda ingin menambah lagi? Coba sebutkan dimana?"tanya Angel
"Bunuh saja saya, jangan buat saya menderita!"jawab Ferdy
"Oh pipi? Dengan senang hati tuan Ferdy!"ujarnya
Angel mulai menyayat pipi Ferdy, hingga darah segar mengalir deras. Ferdy semakin kesakitan, jika dia boleh meminta sesuatu. Dia akan meminta untuk dibunuh secara langsung, bukan untuk disiksa terlebih dahulu.
Ternyata dugaannya salah, dia menduga bahwa Alina adalah sosok yang lemah. Mudah diperdayai, namun dia sadar bahwa dia sudah terjebak dalam perangkap-nya sendiri. Dia pikir Alina gadis yang lugu, namun dia salah. Alina adalah sosok gadis yang kejam menurutnya, dia sosok malaikat kematian yang berwujud manusia.
Ferdy semakin tak berdaya, karena darah yang keluar dari tubuhnya semakin banyak.
Tiba-tiba ruang eskusi terbuka, mendatangkan sesosok laki-laki. Ferdy pun amat sangat terkejut, karena yang datang adalah Marvin. Marvin pun menyapa Ferdy,
"Bagaimana kabarmu ayah, eh ups tuan Ferdy! Apakah baik? Tentu saja tidak, karena malaikat kecilku akan segera menghabisimu!"sapa Marvin tersenyum smirk
"T-t-tolong bantu aku Marvin! Lepasin aku dari anak sialan ini!"kata Ferdy terbata-bata,
"Hay kakak, apakah kakak menginginkanku membunuh laki-laki bastard ini? Tentu saja, kakak menginginkannya! Asal kau tau, laki-laki ini telah menyakiti hati mamah, laki-laki ini yang sudah membunuh papah! Laki-laki ini sudah menipu beberapa orang, dan laki-laki ini juga korupsi di kantor milik Alina! Apakah dia pantas untuk mati kakak?"timpal angel
"Tentu saja pantas babe, dia pantas untuk mendapatkan semua itu! Karena karma itu nyata, yang berbuat baik akan mendapatkan perlakuan baik. Yang berbuat jahat, akan mendapatkan perlakuan yang lebih jahat!"sahut Marvin,
"Sebelum kau membunuhnya, kita harus membuat dia mengaku atas segala perbuatan yang telah dia lakukan!"sambungnya,
Marvin mulai memvideo Ferdy, angel pun melakukan aksinya.
Ferdy hanya diam, lalu angel memegang dagu Ferdy. Dia mulai menekan dagunya menggunakan kukunya yang panjang, hingga dia meringis kesakitan.
Saat melakukan hal itu, angel menggunakan topeng miliknya.
"Saya tanya sekali lagi, apakah anda yang sudah m.e.m.b.u.n.uh. tuan Pramana?"katanya lagi,
Ferdy tidak menjawab, lalu angel pun mengeluarkan pisau lipatnya. Dia mendekatkan pisau lipatnya, di dekat leher Ferdy. Dengan sangat lihai, pisau lipat itu ditempelkan di wajah Ferdy. Angel pun membisikan sesuatu,
"Kalau ingin selamat, mendingan jawab! Daripada saya, anda siksa!"
"Oke saya tanya sekali lagi, apakah anda yang telah membunuh tuan Pramana? Jawab!"bentak angel
Dengan kesusahan Ferdy pun menjawab,
"I-iya, saya yang membunuhnya!"kata Ferdy
"Mengapa anda membunuh tuan Pramana, tuan Ferdy?"tanya angel
"K-karena, saya mencintai irana! Saya ingin memilikinya, dari dulu saya menyukainya. Namun saat saya ingin melamar irana, dia sudah dilamar terlebih dahulu dengan Pramana!"jawab Ferdy
__ADS_1
"Apakah anda menukar bayi kembar dari nyonya irana?"tanyanya sekali lagi, Marvin sempat tersentak kaget. Maksudnya apa?
"I-iya, saya menukar bayi kembarnya Dengan Putri saya! Sebenarnya Alika itu bukan nama aslinya, dia bernama asli Aletta!"jawabnya
Tentu saja, Marvin tersentak kaget. Namun angel sangat puas dengan jawaban Ferdy.
"Mengapa anda menukarnya? Apa motif anda?"sahut angel
"A-agar dia bisa menguasai seluruh harta milik keluarga Pramana!"kata ferdy,
"Lalu dimana saudara kembar Alina?"ujarnya
"D-dia mati waktu dia masih kecil,"
Terjawab sudah semua teka-teki yang dulu Alina pertanyakan. Mengapa angel a.k.a Alina mempertanyakan hal tersebut? Karena menurutnya ada yang ganjal, jika mereka saudara kembar. Mengapa mereka tidak mirip, dulu saat Alina menanyakan kepada irana. Selalu dijawab, kamu kembar tidak seiras sayang.
Alina tidak merasa punya ikatan darah dengan Alika, saat Alika sakit. Alina tidak sakit, dan begitupun sebaliknya. Katanya jika saudara kembar, walaupun mereka tidak seiras. Pasti akan merasakan ikatan darah dan batin, satu sakit yang satunya akan ikut sakit.
Marvin pun segera mengirim video itu, kepada seseorang.
Angel melanjutkan menyiksa Ferdy, dia menusuk paha Ferdy berkali-kali. Tanpa belas kasihan, dia tidak menggunakan pisau maupun belati. Tapi dia menggunakan paku, paku yang sudah ia racik. Ferdy terus mengerang kesakitan, namun apa daya. Jiwa Malaikat kematian sudah menguasai tubuh angel.
Kalian mau mencoba? Digores pipinya menggunakan belati? Ditusuk menggunakan paku beracun?
***
Keluarga Pramana untuk saat ini mereka sedang berada diruang keluarga. Mereka sedang menunggu kedatangan papahnya yang tak kunjung pulang,
"Mamah, papah dimana sih? Kok belum pulang?"tanya Alika manja
"Papah lagi sibuk dikantor kayaknya, sabar ya sayang! Nanti juga pulang kok,"jawab irana sambil mengelus rambut Alika.
"Abang kamu udah makan?"tanya irana
"Udah mah,"jawab Mike
"Bagus deh, gimana sekolah kamu bang?"ujar irana
"Baik kok,"
Saat irana sedang mengecek ponselnya, tiba-tiba ada satu nomer yang tidak dikenal mengirim sebuah video.
Irana mencoba mengunduhnya, namun terus-terusan gagal. Karena jaringan tidak mendukung, irana pun akhirnya memutuskan untuk keluar rumah sebentar.
"Sayang, mamah tinggal dulu ya! Mamah mau keluar sebentar,"kata irana
__ADS_1
Mereka berdua pun mengangguk, mereka kembali bermain ponselnya masing-masing.
••••My Girlfriend Is A Queen Psychopath••••