Psychopath Girlfriend

Psychopath Girlfriend
Bab 38 'Kecewa'


__ADS_3

                   Happy reading🎉💙


Typo bertebaran!


••••


Semuanya tercengang, ketika veno menampar alina. Bagaimana bisa? Dia melakukan hal itu, didepan orang banyak. Padahal dia yang paling sayang dengan alina, dengan sigap vero pun menyetak veno. Ia tau, pasti alina sangat terluka.


"Lo tuh apa-apaan hah? Salah alina apa? Yang salah tuh disini dia! Bukan Alina, dengan gampangnya lo belain ****** itu! Gue kecewa sama lo, gue yakin klo mommy sama daddy tau! Dia bakalan marah besar, apalagi smpe ke telinga Ryan! Siap-siap habis lo, sama dia!"sentak vero dan terus menyudutkan veno.


"Terus? Peduli apa gua?"kata veno


"Lo kenapa sih? Kenapa lo berubah?"tnya elina,


"Diem lo! Gausah ikut campur,"jawab Veno kasar


"Sejak kapan lo kasar gini? Ke cewe? Gak nyangka gue,"timpal fino


"Gatau tuh, ini semua tuh gara-gara lo tau gak?"sambung verrel dan menunjuk nadin,


"Kok gue sih? Gue disini ngomong bener, lagi-lagi gue yang disalahin!"ujar nadin


"Gausah nyalahin nadin!"bela veno,


"Lo suka sama dia hah?! Terus Elina mau dikemanain, klo lo beneran suka sama nadin? Gue gk nyangka haha, kembaran gue ternyata sama kek ******** diluaran sana!"kata vero lagi,


"Klo gue suka sama nadin kenapa? Masalah buat lo? Lagian gue deket sama elina, cuma deket-deket doang! Gada perasaaan apapun,"tukas veno, dan duar perasaan elina saat itu juga hancur sehancur-hancurnya.


Ternyata selama ini, veno tidak mempunyai perasaan apapun kepadanya. Ia lagi-lagi merasakan yang namanya sakit karena hatinya telah dipatahkan oleh orang yg ia anggap laki-laki istimewa. Penjelasan veno, membuat Elina sadar diri melalui pernyataan Veno. bisa dijelaskan, jika ia harus mundur.


"Oh gitu, yaudh makasih ya! Udah buat hati gue hancur, ternyata lo sama ya! Kek laki-laki sebelumnya yg ngedeketin gue, sama-sama brengsek!"kata elina lalu ia tersenyum getir,


"Udah stop!"kata alina, semuanya mendadak diam.


"Alin kecewa sama abang, kenapa abang tampar alina? Salah alina apa?


Alina disini cuma korban, gak lebih! Tapi itu terserah abang ya hehe,yuk kita pergi dari sini! Gue udah males disini! Lagian gue diginiin juga ada yg seneng,"lanjut alina,


"Najis drama queen,"sindir Reva


"Jijik haha, kurang cowok jadi gitu! Sana sini diembat,"cibir nada


"Ngakak lah, udah yuk pergi! Biarin mereka disini, yg mau ikut gue silahkan! Yang enggak ya terserah,"kata alina


Oh iya, btw verrel udah balik ke kantin lagi ya! Soalnya Diandra lagi gak ada dikelas, dan akhirnya verrel memilih balik ke kantin.


"Gue ikut,"ujar verrel


"Gue juga,"sambung fino


"Ikut lah!"seru vero


"Lo ikut gak mik?"tnya verrel


"Iya gue ikut,"jawab mike


"Oke kita pergi dari sini, dari kumpulan orang-orang drama!"kata verrel


"***** pedes amat haha,"ujar nada


"Kan gua belajar dari repa!"kata verrel lagi,


"Repa, repa! Nama gua reva, bukan repa!"sinis reva


"Yaudh sih maap Bu bos,"kata verrel cengeng


"Bacot ***, ayo pergi!"ujar elina


"Anjay, gua baru denger elina bilang gitu!"pekik mike


"Diem *******!"sentak Elina


"Ayo pergi,"katanya


"Skuy,"


Setelah itu mereka beranjak dari kantin, dan meninggalkan Veno dan Rava. Jujur rava, ingin sekali ikut dengan mereka. Namun, bagaimana lagi? Mereka semua sudah terlanjur kecewa dengannya. Lain hal dengan veno, ia malahan santai-santai saja. Ia juga menawari, Nadin makan.


"Mau makan gak?"tnya Veno


"Mau,"jawab nadin


"Mau makan apa?"


"Nasgor, terus minumnya es teh!"

__ADS_1


"Siap komandan,"kata veno terkekeh


"Apa sih ah, udah sana! Aku udah laper,"ujar nadin manja


"Iya, iya! 5 menit ya tunggu"


"Oke,"


Rava sangat bingung, terhadap perlakukan Veno ke nadin. Apakah mereka pacaran? Entahlah Rava tak ingin pusing soal itu, akhirnya ia memilih pergi dari kantin.


"Duluan ya din,"pamit Rava


"Iya,"


Nadin tersenyum dengan penuh kemenangan, akhirnya ia bisa membalaskan dendam Nya. Saat veno sedang sibuk memesan makanan, ia membuka ponselnya dan mengetik sesuatu kepada seseorang.


Rencana tahap awal berhasil, lalu kita lanjut ke tahap berikutnya.


Setelah mengirimkan pesan seperti itu, ia menaruh ponselnya. Bertepatan dengan makanan yg ia pesan datang, akhirnya mereka berdua menyatap makanan tersebut.


***


Sedangkan disatu sisi, mereka berkumpul di roof top seperti biasa. Tapi sekarang, minus Rava dan Veno.


Tidak masalah bagi mereka, namun vero paham dengan kondisi yg sekarang. Ia sangat tau, jika alina sedang menahan semuanya. Diikuti dengan pernyataan Veno, membuat elina rapuh. Ia tau mereka berdua, sedang menutupi kerapuhan itu dengan cara tersenyum. Mungkin menurut mereka itu lebih baik, daripada harus menangis.


"Gua gak nyangka sumpah,"kata verrel membuka suara


"Kenapa?"tnya nada


"Lah itu, bukannya alina kesayangan Veno ya? Tapi kok ditampar didepan umum, malunya sih gak seberapa. Tapi sakitnya itu loh, pasti smpe ke akar-akarnya!"jawab verrel


"Berlebihan anjai,"timpal Mike


"Bener kan?"ujarnya


"Gue juga masih gak nyangka kok, kok Abang yg gue sayang! Nampar gue didepan umum, cuma gara-gara dia! Pantes aja mereka berdua percaya, orang dia muka dua! Dah lah males, gue mau bolos! Kalian gak usah ikut, biar kita berempat aja! Bilang klo gue lagi gak enak badan!"kata alina datar,


"Gue pengn ikut,"rengek vero


"Sini aja su, pantau aja si cabe!"ujar Reva


"Ish iya dah iya,"


"Siap Bu bos,"kata vero hormat


"Lin?"panggil Fino


"Apa?"


"Maaf ya sekali lagi,"ujar Fino


"Gausah minta maaf, lo gk salah!"kata Alina dingin,


"Sini dulu lin, gua mau ngomong!"ujar Fino, lalu Alina menghampiri Fino


"Ngomong apaan?"tnya Alina,


"Gua sayang smaa lo, gua janji! Gua akan selalu ada buat lo, klo ada apa-apa cari gua ya!"jawab Fino ditelinga Alina, sekujur tubuh Alina mendadak menegang.


"I-iya, nanti gue cari lo!"kata Alina gugup,


"Yaudh sana, katanya mau pergi!"ujar Fino


"Dih ngusir,"cibir alina


"Enggak kok, lagian mereka udah nungguin lo!"kata Fino lalu menunjuk ke arah reva,nada dan elina


"Gue pergi dulu,"ujar Alina


"Hati-hati,"


Lalu Alina beranjak, meninggalkan roof top bersama ketiga sahabatnya. Bertepatan alina keluar, diandra dkk datang ke roof top.


"Loh? Alina kok tadi keluar?"tnya diandra


"Gapapa, dia ada urusan!"jawab Vero


"Oh gitu, terus tadi gue denger dikantin ada ribut ya?"ujarnya lagi,


"Kata siapa?"sahut fino


"Banyak banget ya gosip, Alina ditampar sama veno? Gara-gara veno ngebelain anak baru?"timpal nadila


"Iya,"jawab vero

__ADS_1


"Kok bisa sih?"kesal Diandra


"Gausah kesel ya bep, eh tadi aku cariin dikelas kok gada? Kamu kemana?"tnya verrel


"Siapa?"jawab Diandra


"Kamu lah,"kata verrel


"Yang tanya,"ujar Diandra


"Buahahahaha, ngakak aku mas!"tawa Vero dan Mike


"Siapa? Kamu lah! Yang tnya🤣"kata Vero mengulang,


"Sial,"kesal verrel


"Iya maap, tadi ke perpustakaan dulu!"jawab Diandra


"Fino udah makan?"tnya Kezia tiba-tiba,


"Haa? Gak kesambet kan lo?"kata Nadila bingung,


"Fino udah makan? Klo belum, ke kantin yuk!"ajak kezia


"Gue udah makan,"jawab Fino datar


"Anterin Kezia yuk, Kezia laper!"kata Kezia manja


"Eh bayi dugong, sejak kapan lo manja sama Fino?"cibir verrel


"Apa sih, suka-suka gue lah!"ketus Kezia


"Fino, anterin yuk! Aku laper,"ujarnya lagi, Fino hanya diam. Tak memberi respon sama sekali,


"Finoo, ayo anterin!"rengek kezia, mereka disitu hanya melihat Kezia yg seperti cacing kepanasan.


"Finoo, ayo anterin!"kesal kezia, karena telinga Fino yg sudah panas. Mendengar ocehan dari kezia, akhirnya ia angkat bicara.


"Lo punya kaki gak?"tnya Fino


"Punya lah,"


"Punya tangan?"


"Punya, ini buktinya ada 2!


"Punya mulut kan?"


"Punya,"


"Nah gunain yang bener,klo punya mulut gausah ngoceh! Laper? Pergi ke kantin sana, gausah kek cacing kepanasan! Punya kaki sama tangan, gak bisa digunain dengan bener. Mending sumbangin aja ke org yg membutuhkan,"jelas fino. Setelah mengatakan seperti itu, ia pergi meninggalkan roof top. Masih sangat terlihat jelas, jika Kezia menahan rasa kesal dan emosi.


"Nah ****** kan, kena kicep!"timpal Mike


"Dah tau, Fino klo sekali ngomong nge-jleb! Kok lo aneh ya? Giliran ada Alina diem aja kek krupuk disiram air, tapi giliran gada! Main nyosor aja, Lo suka sama Fino?"sambung Vero curiga,


"_____"diam, Kezia hanya diam. Lalu ia mengalihkan pembicaraan,


"Eh gue duluan ya, perut gue sakit banget ini!"kata Kezia buru-buru, lalu dia pergi dari roof top.


"Aneh gak sih dil?"tnya Diandra


"Banget, perubahan Kezia banyak!"jawab Nadila


"Temen lo kenapa dah?"ujar verrel


"Gatau gue, kita berdua juga bingung!"kata nadila


"Dah lah gausah pikirin,"sahut mike


"Turun yuk,"ajak vero


"Skuy, disini lama-lama panas!"kata mereka


Mereka pun turun dari roof top, dan menuju ke kelas masing-masing.


Lain hal dengan Kezia, ia turun bukan karena alasan perutnya sakit. Tapi karena ia tadi sudah kalah telak dengan perkataan vero. Ia yakin, satu per satu teman-teman Alina akan mendekati dirinya. Disambung jika rencana yg ia buat berhasil,


Dia pun tersenyum miring dan mengatakan


Sebentar lagi kamu akan hancur haha, liat aja nanti. Siapa yg menang, gua pastiin Fino jatuh ke tangan gua. Dan liat lo menderita itu, kebahagiaan gua.


Tanpa ia sadari, ucapannya terekam. Oleh sebuah benda, yang ukurannya sangat kecil.


•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••

__ADS_1


__ADS_2