
Happy reading🎉
  Budayakan vote+komen sebelum membaca,
     Typo bertebaran!
••••
Nadin dan anak-anak lainnya masih di kantin, seperti Kezia, Caca, Sisil, Rava, Vero, Veno, Nada, dan Verrel. Fino tak ikut, mereka tak tahu mereka dimana.
Sedangkan Reva dan Elina, duduk jauh dari bangku mereka. Dikarenakan, mereka tak ingin terlibat cekcok. Diikuti Diandra dan Nadila, jika ditanya kenapa mereka tidak ikut dengan pacar mereka. Mereka akan menjawab, kalo aku ikut mereka, sama aja dong! Aku kayak mereka, buat kepercayaan yang Alina kasih ke kita hancur. Aku gamau Kepercayaan Alina hancur, lagian juga aku gak percaya kalo misalkan Alina ngelakuin hal itu.
Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba Nadin membuat rusuh lagi, padahal dia baru saja keluar dari rumah sakit,
Nadin menghampiri meja Reva,
"Hay, *****! Kita ketemu lagi, gimana kabarnya? Oh iya, temen kalian kemana gak ikut? Atau jangan-jangan Temen kalian, frustasi? Abis itu bunuh diri? Eh ups, hahaha!"ujar Nadin
Perkataan Nadin membuat Reva naik pitam,
"Jaga ya kata-kata lo!"sentak Reva seraya menunjuk muka Nadin,
"Eh santai dong, jarinya!"timpal Kezia
"Diam aja ya lo, gausah ikut campur urusan gue sama dia!"kata Reva
"Apa kata lo? Gak ikut campur? Helooo, masalah Nadin itu masalah kita juga! Liat sahabat kalian, eh mantan sahabat! Dia aja ikut ke geng gue,"sambungnya
Reva pun tersenyum miring,
"Gak peduli, mau ikut lo atau enggak! Itu hak dia, lagian gue gak larang siapa-siapa buat ikut sama lo,"ujar Reva
"Diandra sama Nadila, mau ikut mereka gak?"tanya Elina
"Enggak, kalo gue ikut mereka! Sama aja gue buat hati Alina terluka,"Jawab Diandra
"Terus kalo Nadila?"kata Elina
"Gamau, mereka jahat! Lagian mana mungkin, Alina ngelakuin itu semua! Aku gak yakin, kalo aku sama mereka nanti aku ketularan virus jahat mereka dong?"ujar Nadila, perkataan Nadila membuat Reva tertawa.
"Hahaha jingan, ngakak gue!"tawa Reva
"Aduh Nadila, polosnya minta ampun!"gemas Elina,
Nadin merasa tak terima dengan ucapan Nadila, dia pun mendekati Nadila dan langsung menarik rambut Nadila, hingga Nadila terhuyung ke belakang. Untung saja dibelakang ada Vero yang sudah menangkap Nadila,
"Gausah sok penguasa lo *******! Lo boleh lukain Alina, tapi untuk Nadila enggak! Sekali lagi, lo sentuh dia! Gue pastiin nyawa lo gak akan selamat,"bentak Vero ke Nadin
"Eh santai dong, gausah ngegas!"Bela kezia
"Diem lo *****,"sentak vero
"Oke gue peringatin ke kalian semua, kalo ada dari kalian yang berani nyakitin Nadila! Gue pastiin hari ini juga keluarga kalian bangkrut," teriak Vero di area Kantin. Hingga yang tadinya bising kini tak ada lagi suara, yang tadinya sedang menyantap makanan kini berhenti melakukan aktivitasnya. Mereka tau, jika ucapan Vero tak main-main.
Lalu Vero pun membawa Nadila, keluar dari area Kantin. Dirinya tau jika Nadila kesakitan, cukup dia saja yang menderita! Vero tidak mau, jika orang yang dia sayang terluka lagi!
"Apa sih, lebay!"cibir Nadin
"Lebay matamu, lagian anak orang gak salah apa-apa main Jambak' aja!"sahut verrel
"Diem ya lo!"sentak Nadin
"Nadin, kok Alika gak berangkat ya?"tanya Caca
"Emang gue emaknya? Mau dia gak berangkat kek, mau dia berangkat kek! Gak peduli gue,"jawab Nadin ketus
"Lah santai dong, kan Caca cuma tanya!"kata Sisil kesal
"Diem ya gak usah nyolot,"ujar Nadin
"Lah? Emang gue nyolot? Yang mulai duluan nyolot siapa? Lo kan?!"kata Sisil emosi
"Emang gue peduli gitu?"ujarnya
__ADS_1
Akhirnya pun Caca menarik tangan Sisil, untuk pergi dari tempat itu. Caca tau, kalau Sisil sudah marah! Pasti barang yang disitu akan Sisil pecahkan,
"Ngapain sih, bawa gue kabur dari situ?"kesal sisil
"Kalo gue gk bawa kabur lo, yang ada malah gelud lo disitu!"jawab Caca
"Tau ah, Gedeg banget gue sama Nadin! Giliran ada maunya aja melas-melas minta bantuan, giliran gak ada malah kita di depak! Dasar kacang lupa kulit,"dumel Sisil
"Udah, udah sil! Mending kita cari Alika, gue heran kenapa dia sampai gak masuk hari ini! Tumben banget, biasanya kan kalo ada apa-apa dia pasti kasih kabar,"jelas Caca
Ada benarnya juga, Alika tidak biasanya seperti ini. Mereka pun kembali ke kelasnya. Dan berusaha akan mencari keberadaan Alika,
Kembali ke kantin tempat Nadin,
"Bener kalian bertiga, gamau ikut gue?"tanya Nadin sekali lagi,
"SEKALI GUE BILANG ENGGAK, YA ENGGAK! KUPING LO BUDEG?"jawab Reva nyolot,
"Kalo ngomong gak usah ngegas dong!"sahut nada
"Masalah buat lo?"sambung Elina
"Jelas dong, masalah buat gue!"katanya
"Veno tumben amat nggak ngomong,"celetuk Diandra
"Iya juga ya, ada benernya!"sahut rava
"Kenapa sih? Lo sakit?"tanya verrel
Veno belum bisa menjawab, dia hanya diam.
"Woy ven, lo sakit?"teriak verrel
Veno hanya menggelengkan kepalanya, akhir-akhir ini. Memang Veno banyak sekali perubahannya saat bersama Nadin. Lebih banyak diam, dan tak banyak bicara. Jika ditanya seperti orang linglung, dan masih banyak lainnya.
Perubahan Veno membuat sahabat terdekatnya bingung, apakah dia sakit parah? Atau yang lainnya?
"Sayang, beliin aku minum dong! Aku haus,"kata Nadin
"Nih minumannya,"ucap Veno
"Makasih sayang,"kata Nadin
Veno pun hanya tersenyum,
"Aneh banget gila,"gumam verrel
"Udah dulu ya, gue mau pergi! Keputusan kalian masih tetap kan? Kalo misal berubah, nanti cari gue ya! Bye,"kata nadin pergi dari kantin,
"Kepedean lo, Bambang!"teriak Reva
Nadin tak menghiraukan perkataan Reva, Nadin berjalan didepan. Dibelakang di ikuti oleh, Veno, kezia dan nada.
"Kalian ke kelas aja gih, gue mau ngambil buku di loker!"ujar Nadin
"Mau aku temenin?"tanya Veno
"Nggak usah deh, mending kamu ke kelas aja ya!"jawab Nadin
"Oke,"
Veno pun beranjak dan menuju ke kelasnya,
"Yaudh gue duluan,"kata Nada
"Gue mau ikut lo aja ya,"pinta Kezia
"No, lo Balik ke kelas!"ujar Nadin
"Ih, gue mau ikut!"rengek Kezia
"Gak,"
__ADS_1
"Gue ikut Nadin!"
"Gak,"
"Gue ikutttt, gamau tau!"Keukeh Kezia
"Oke lo ikut gue,"putus Nadin
Mereka berdua jalan ke arah loker milik Nadin, saat membuka loker betapa terkejutnya Nadin. Kezia sedang bersandar di tembok,
"Aaaa,"teriak Nadin
Kezia pun menghampiri Nadin,
"Apa sih?"tanya Kezia
"It-ituuu!"jawab Nadin seraya menunjuk ke arah sebuah kertas,
Dimana kertas itu dimasukan ke sebuah kotak, dan isinya adalah potongan jari manusia dan darah. Itu yang membuat Nadin terkejut bukan main,
Karna Kezia kepo dengan isi suratnya, akhirnya dia membuka suratnya. Yang berisi
To; Nadin
Say hi babe,
Bagaimana kehidupan mu untuk saat ini?
Apakah bahagia? Atau tidak
Tentunya sangat baik bukan?
Tunggu saja waktumu
untuk sekarang nikmati saja indahnya dunia untuk saat ini.
Because karma is real,
Tunggu saja ajalmu sayang,
  Q, Bds.
Tulisan itu, di tulis menggunakan tinta merah. Yang ternyata bukan tinta merah, melainkan darah.
"Ayo ke kepsek!"ajak Kezia
Mereka pun pergi ke ruangan kepala sekolah, guna melaporkan sebuah surat ancaman yang ditujukan kepada Nadin,
***
Sedangkan di sisi lain,
Ke tiga gadis ini sedang berbincang-bincang serius,
"Kapan kita akan mengakui semuanya?"tanya gadis yang berada ditengah,
"Entah lah, yang penting kita liat mereka menderita terlebih dahulu!"jawab gadis yang berada di samping kanan,
"Mau sampai kapan seperti itu?"ujar gadis yang di samping kanan,
"Sampai semua bukti terkumpul, setelah itu kita bongkar semuanya!"kata gadis yang disamping kiri,
"Keadaan dia gimna?"sahut gadis yang berada ditengah,
"Dia sekarang lagi menjalankan sebuah tugas besar, kalau semuanya sudah selesai! Nanti dia akan bertemu kita,"sambung gadis yang di samping kiri
"Apakah dia sanggup? Bukannya aku meremehkan, tapi Kalian tau! Jika ada sebuah tugas, kita pasti membantu!"sahutnya lagi
"Sebuah keadaan yang tidak memungkinkan kita buat membantu dia, kita disini bantu doa! Dan selalu pantau gerak gerik mereka,"kata gadis yang berada di samping kanan.
"Apakah kita berhasil?"tanya gadis yang di samping kiri
"Ya, semua rencana kita berjalan mulus! Tunggu waktu saja, melihat dia menderita!"
__ADS_1
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••
beberapa part lagi ending, ayo tebak sad ending or happy ending?