
••••
Semuanya histeris, entah yg cwe dan cwo semuanya tak menyangka. Jika Fino, akan melakukan hal itu kepada Alina. Bertepatan, dengan masuknya Diandra dkk. Mereka juga kaget, sangat kaget tentunya.
"Astaghfirullah, ya Allah mata verrel udah gak suci,"kata verrel histeris
"Ya ampun, tanggung jawab fin! Aku udah gk polos lagi kan,"sambung rava
"Apsih Alay bet,"ketus Veno
"Ih pinoooo, klo mau nyium tuh Ngomong dulu! Biar kita siap buat tutup mata,"ujar elina
"Eh? Gue ganggu ya?"kata diandra,
"Diandra sama yg lainnya kiat? Mata kalian udah gak suci! Sana cuci matanya,"sambung elina
"****, pake banget nih bocah! Mana bisa mata dicuci tulul"kata Reva kesal,
"Lah emang gk bisa ya? Bukannya otak, juga bisa dicuci?"ujar Elina semakin ngawur,
"Elinaaaa! Lo begonya kebangetan ya Allah,"kata nada sewot
"Alhamdulilah, Kezia punya temen!"kata Kezia senang,
"Temen sesama telmi, maksud lo?"tnya Nadila sinis,
"Iya,"jawab Kezia
"Boleh nampol gak sih?"tnya nada geram,
"Boleh aja kok, mau yg mna?"jawab vero,
"Kok, Lo main nyamberr ya?"ujar nada sinis,
"Bdo amat,"kata Vero
"Jangan ditampol dong! Kasihan, nnti yg ditampol sakit gimna?"ucap kezia,
"Serah lo, bngsd!"kata yg cewe2
"Kok kasar sih, salah gue apa coba?"ujar kezia, lalu mengerucutkan bibirnya kesal
"Banyak,"kata Nadila
"Heee, diem sih! Kebiasaan nih, cwe klo udah ngumpul! Sukanya debatin, hal yg unfaedah!"cibir verrel,
"Masalah buat lo?"kata mereka kompak,
"Masalah lah,"ujar verrel
"Hidup, hidup kita! Yg jalanin juga kita, Ngapain situ yg repot?"kata Reva sinis,
"Percuma, ngelawan cwek! Lo gk bakalan menang, karena sudah menjadi kamus besar para wanita! Cwo selalu salah, dan cwe slalu benar!"timpal Mike,
"Nah itu pinter,"kata mereka serempak,
"Astaghfirullah, kompak amat ya!"ujar Rava heran,
"Bacot, banget sih! Diem kek, Alina jadi ke ganggu!"tukas Veno,
"Ya maap, udah lah mending kita nobar!"usul verrel,
"Nobar apaan?"tnya vero,
"Dilan aja wee, klo gk yg horor!"jawab nada,
"Apasih dilan2, bagus nggak! Alay iya,"cibir Mike
"Alay2 mbahmu!"sentak nada,
"Udah bacot Lo berdua, mending nonton horor aja!"kata Vero melerai,
"Horor?"ujar diandra
"He eh, knpa Lo takut?"sambung verrel,
"Nggak, mau nonton apaan emang?"ujar Diandra menantang, padahal aslinya ia sangat takut dengan yg berbau horor.
"Lo bnern gk takut ndra?"bisik nadila,
"Ya gue takut ****, tapi bdo amat lah!"kata Diandra lirih yg hanya dapat didengar oleh nadila,
"Bisikin apaan sih?"tnya Elina
"Itu tadi, ada cicak terbang!"alibi Nadila,
"Haa? Mna cicaknya? Baru denger ada cicak terbang!"kata elina,
__ADS_1
"Pinternya kebangetan! Saking pinternya, gampang dibohongin nih bocah!"ujar nada kesal lalu menyentil dagu Elina,
"Kok disentil sih?"tnya Elina kesal,
"Mau mulai gak? Lampunya matiin yee?"kata vero,
"Matiin aja udah!"sambung Fino,
"Gk asik Lo fin,"kata verrel dengan nada yg kecewa,
"Udah diem! Gada penolakan! Lampu kita sepakat matiin!"kata Veno memberi keputusan,
"Durasinya berapa jam wee?"tnya reva,
"1 jam lebih,"jawab Veno
"Oh, okedeh!"
Diandra pun hanya mengehela nafas kasar, sama halnya dengan verrel.
Saat film dimulai, belum apa-apa verrel sudah menjerit ketakutan.
"Astaghfirullah ya allah, itu setannya mukanya mirip sama rava semua!"pekik verrel,
"Eh ****, mna ada setan anjg! Belum muncul,"kata Vero kesal
"Lo bisa diem gak? Klo gk diem, gue sumpahin setannya dateng ke Lo tiap malem!"tukas mike,
"Iya ampun gusti, gue diem kok!"ujar verrel, sedangkan Diandra ia hanya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Didalam hati ia menggerutu
Sok berani asw! Baru gini aja udah teriak²!-batin Diandra kesal
Saat ditengah film, tiba-tiba suara knop pintu terbuka. Membuat mereka semua menjerit histeris,
"Ya Allah, itu apalagi! Jangan kesini ya tan,"pekik verrel
"Pergi sono hus, jangan Dateng!"usir nada ketakutan,
"Ampun Tan, ampun! Gue khilaf kok, gue janji gk nonton film ini lagi,"kata Vero, tiba-tiba lampu menyala.
"Allahuakbar, setannya bandel amat yak!"timpal rava,
"Melek woy, setan2 gundulmu!"kata org itu, saat mereka melek
"Ah bang Ryan, ganggu aja!"ujar nada menggerutu,
"Ya maap, suruh siapa lampu dimatiin!"kata Ryan,
"Kamu masih betah?"jawab Ferisha,
"Maksudnya apa mom?"kata Vero belum sadar,
"Kamu meluk siapa? Kamu masih normal kan?"ujar ferisha, terkekeh geli. Saat Vero tersadar,
"Astagaaa, ngapain sih Lo! Peluk2 Gue, pokonya gue habis ini mandi kembang 7 rupa,"kata vero,
"Emang gue sadar? Suruh siapa pada teriak semua!"ujar Veno,
"Lagian Lo juga yg peluk gue,"sambung veno lagi,
"Cie2 gay,"ledek Reva
"Jangan smpe ya Allah! Vero pen nikah terus punya anak!"kata Vero, tak bisa membayangkan jika dirinya tidak normal.
"Ada mom?"tnya Veno,
"Kita mau pulang dulu, klo ada apa² hubungi kita secepatnya!"jawab Wisnu,
"Oke deh, hati-hati dijalan mom dad!"kata nada,
"Iya kita duluan ya, gapapa kan? Klo kita tinggal?"kata ryan,
"Gapapa bang, lagian besok juga bng Ryan juga kuliah!"timpal reva,
"Pengertian deh, kita duluan ya bye!"ujar ryan, lalu mereka bertiga keluar ruangan. Dan kembali menutup knop pintu,
"Lanjut gak nih?"ujar Vero,
"Lanjut dong,"pekik verrel
"Sok bet anjr, pas liat muka setannya ada teriak²!"kata Rava,
"Bdo amat, lampu tetep di matiin?"tnya verrel,
"Iya, yaudh lanjut!"jawab Veno, ditanya soal Fino? Ia tidak ikut menonton, ia lebih suka menemani Alina. Hingga ia tertidur, posisi tangan Fino juga saat posisi menggenggam tangan alina.
Saat diposisi hantu bermunculan, saat itu juga ada suara memanggil nama seseorang, dan itu membuat mereka semuanya ketakutan.
__ADS_1
"Bang Vero? Bang Veno? Itu kalian?"kata seseorang itu dengan nada serak
"Huwaa suara siapa tuh?"pekik verrel,
"Woy, ngapa ini gelap asw! Gue gabisa liat apa2, jangan² gue buta lagi? Huwaa mommy, daddy! Aku gamau buta!"pekik orang itu, semuanya terlonjak kaget. Sepertinya mereka, mengenali suara itu,
"Bentar, deh kek gue kenal?"gumam Reva,
"Siapa ya? Suaranya kok nggak asing?"ujar Veno,
"Ini tangan siapa lagi, astafirgullah gelap bet ya Allah,"kata org itu histeris, semuanya baru sadar
"Alinaaa,"pekik mereka semua, lalu Vero beranjak menyalakan saklar lampunya,
"Apa sih ***, loh? Fino? Bangun wee, tidur Mulu!"kata Alina sambil menepuk pipi Fino, Fino pun terbangun. Ia reflek memeluk Alina, Alina yg dipeluk pun kaget,
"Akhirnya, Lo bangun juga!"ujar Fino, Alina masih diam membeku.
"Eh sorry kelepasan!"ujar Fino lagi,
"Gapapa kok,"kata Alina
"Ehem! Abangnya siapa? Yg meluk duluan siapa?"cibir si kembar,
"Apsih bang, lagian kenapa sih? Lampunya dimatiin?"kata Alina kesal,
"Lagi nonton horor,"ujar Veno, ketiga sahabat Alina hanya diam tak bersuara, Alina yg heran pun akhirnya membuka suara.
"Kalian kenapa sih?"tnya Alina bingung, mereka serempak memeluk alina
"Kenapa hey? Kok nangis?"ujar Alina,
"Lo jahat tau gak sih? Kita nunggunin Lo lama banget, udah hampir 4 hari Lo gk gasadar!"kata reva,
"Haa? Perasaan baru kemaren deh,"ujar Alina
"Lo jahat ya kak, jangan pernah ninggalin gue kak! Gue gamau kehilangan Lo,"timpal Elina
"Akhirnya, Lo bangun juga! Udah lama, nungguin Lo tau gak sih? Betah banget ye tidurnya, Jangan gini lagi ye!"sambung nada,
"Haa? Emang gue kenapa?"kata Alina bingung,
"Lo gatau? Lo koma hampir 4 hari!"ujar Reva mulai panik,
"Lo amnesia? Lo inget gue siapa nggak?"tnya nada khawatir,
"Kak? Lo masih inget gue kan? Kemaren Lo inget gk? Kejadian yg buat Lo gini? Lo inget siapa pelakunya kan?"tukas Elina, Alina hanya bisa menahan tawa dan tawa Alina pun pecah,
"Hahaha, enak banget ngerjain Lo pada hahaha,"tawa Alina
"Sial,"umpat Reva
"Bagus,"kesal nada
"Baru bangun, dari koma malah buat kesel!"gerutu Elina,
"Dek?"panggil twinss,
"Haa? Kenapa bang?"kata Alina, lalu mereka berdua memeluk Alina.
"Kenapa sih?"tnya Alina,
"Maafin kita dek, maafin kita! Kita gabisa jagain kamu, maafin kita yg lalai! Abang janji, Abang akan selalu jagain kamu!"ujar mereka berdua,
"Iya bang, alin gapapa kok!"kata Alina tersenyum,
"Eh lin, akhirnya Lo sadar juga! Lo tau gak sih, klo si fin--"ujar verrel terpotong, karena kakinya keburu diinjak oleh fino.
"Aduh, kaki gue!"ringis verrel kesakitan,
"Fino kenapa emang?"tnya alina, saat verrel ingin mengatakan sesuatu. Namun verrel mendapat tatapan tajam dari Fino,
"Eh gapapa kok!"jawab verrel cengengesan,
"Oh iya, btw selamat ya Lin! Akhirnya Lo sadar juga, kasihan si kembar guenya kek orang kehilangan jati dirinya!"ujar Rava,
"Iya makasih,"kata Alina
"Akhirnya, Lo sadar juga! Gue kangen banget tau Lin, denger lo masuk rumah sakit! Lagian tuh, geng cabe keterlaluan banget ya!"ucap Diandra setengah kesal,
"Kok Lo yg kesel sih?"tnya Nadila
"Lagian klo bully, sewajarnya aja dong! Lah ini keterlaluan, pengn buat anak org mati ya?"jawab diandra,
"Mana ada tindakan bully sewajarnya! Yg ada bully dimana2 gk dibolehin ****!"timpal Kezia,
"Udah lah, lagian gue gk kenapa²! Gue juga udah bangun, biar itu jdi pelajaran buat gue kedepannya!"kata Alina seraya tersenyum devil, menurut mereka ini senyuman manis tapi menurut Reva, nada dan Elina itu senyuman yg menakutkan. Mereka saja, sudah bisa merasakan hawa dingin yg menyeruak.
__ADS_1
Tunggu gue *****! Gue nggak lemah yg Lo kira! Tunggu tanggal mainnya aja, gue pastiin Lo bakalan nyesel- batin Alina menyeringai
•••My Girlfriend Is A Queen Psychopath•••