
Typo bertebaran!!!!
•••
"Lo kenapa sih sebenernya? Sebenernya lo ada masalah apa? Klo ada masalah cerita ama gue, gapapa gue bakalan jaga rahasia kok"tnya fino lagi,
"Gue, gapapa kok! Lagi gk enak badan aja,"jwb Alina berbohong, pasalnya ia tidak percaya akan orang baru. Apalagi ini,soal masalah pribadinya.
"Oh gitu, Lo udah makan?"kata fino,
"Belum,"ujar Alina
"Mau gue suapin?"tnya Fino, menawarkan diri.
"Mmm, gapapa emang? Gausah deh, gue bisa sendiri!"jwb alina, saat hendak mengambil makanan. Tangannya, dicekal oleh Fino. Dan itu, membuat jarak mereka sangat dekat. Saat, dalam posisi itu tiba-tiba suara knop pintu terbuka. Datang teman-teman mereka.
"Gapapa, sini gue suap--"kata fino terpotong,
"Ehemm, aduh dedek keselek batu"ujar seseorang dari luar, yang tak lain suara verrel.
"Aduh, pak bos. Gue iri deh"ledek Rava, dan itu membuat Alina blushing.
"Mbak, kalo pake blush on! jangan terlalu tebel dong,"cibir Reva, yg melihat pipi Alina merah.
"Bacot, diem lo!"sentak fino,
"Eh, pak bos marah! Hehe peace bos,"kata vero meledek,
"Eh, udah diem kek. Kasihan tuh, Alina mau makan gajadi!"lerai elina,
"Tau tuh, kasihan alina ege!"sambung nada kesal,
"Udah suapin aja, gausah malu-malu! Biasanya juga malu-maluin!"kata verrel, seraya menyenggol lengan fino.
"Eh blegug, kebalik ****! Yg malu-maluin itu mah lo!"timpal rava, seraya menonyor kepala verrel.
"Eh ***, sakit bngsd"kata verrel,
"Verrel,"tegur nada.
"Hehe, apa beb?"kata verrel cengengesan.
"Bab, beb! Bebek?!"ujar nada ketus,
"Udah woy *****, bacot Lo pada! Kasihan tuh, Alina mau makan ga jadi."kata Veno angkat bicara
"Udah nggk sariawan?"celetuk vero,
"Sape yg sariawan nyet?"sentak Veno, dan itu membuat Vero kicep.
"Yah kicep,"ledek Rava
"Diem lo"kata Vero kesal, lalu menginjak kaki rava.
"Aduh, sialan lo!"ujar Rava kesakitan,
"Eh bngsd, bisa diem kgk sih?!"ucap Reva ketus,
"Kita keluar duluan ya, takut ganggu hehe"ujar nada cengengesan, lalu menarik tangan reva, Reva menarik tangan rava, Rava menarik tangan verrel, verrel menarik tangan vero, Vero menarik tangan Veno dan Veno menarik tangan nada. Fino dan Alina? Mereka ,hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku para sahabatnya.
"Aaaa, buka mulut lo!"kata Fino, menyuapi Alina.
"Hmm"
Sedangkan diluar ruangan, mereka semua membincangkan Alina dan Fino.
"Eh Lo tau gak?"tnya verrel,
"Nggak,"jwb nada
"Kan, gue belum selesai ngomong zeyeng!"kata verrel gregetan, gregetan pengn nampol.
"Ya makanya, jangan dijeda pinter!"ujar nada sinis,
"Bacot Lo dua, mentang² gada mike! Cari kesempatan ya lo,"timpal rava,
"Eh apaan sih,"kata nada malu-malu
"Bdo amat, mumpung gada mike wkwk"ujar verrel cengengesan
"Yee bazeng, giliran ada orgnya langsung kicep!"kata vero, sedikit sinis. Saat itu juga, Ferisha dan Wisnu datang.
"Eh, kok diluar? Kenapa gk masuk aja?"tnya ferisha
"Iya kok gamasuk?,"sambung Wisnu
"Iya mom, kita gak mau ganggu. org yg lgi pdkt hehehe!"jwb vero watados, dan itu membuat Veno mendelik kesal.
"Loh? Alin punya pacar?"ujar Ferisha lagi,
"Nggk kok mom, temen alin aja"alibi nada,
"Ih nggk Tante, lagi proses hehe"celetuk verrel ikut²an,
"Apsih ikut²an aja!"cibir Reva sinis,
"Suka suka gue,"timpal rava
"Gue ga tanya Lo ya!"sinis Reva,
"Eh udah, kenapa kalian yg berantem sih?"kata Ferisha, sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah laku remaja yg ada didepannya itu.
"Tau tuh mom, mommy mau masuk?"ucap Elina,
"Iya, mommy mau izin pulang sama alinn!"kata Ferisha,
"Yaudh ayok,lagian keknya kak alin udh selesai makannya deh,"ucap Elina seraya, melihat dikaca.
"Kak?"tnya verrel bingung,
"Kok? Manggilnya kak sih?"sambung rava bingung,
"Jadi, Elina tuh udah nganggep Alina sebagai kakaknya sendiri" jelas nada, dan hanya diangguki oleh Rava dan verrel.
"Yaudh, mommy ke dalam dulu ya."ujar Ferisha ramah,
"Iya mom,"jwb mereka serempak
"Mom, kita ikut masuk kedalam ya!"ujar nada,
"Iyah sayang kita masuk kedalam, kalian mau ikut?"ucap Ferisha seraya tersenyum,
"Kita ikut mom"ujar mereka,
"Iyaa,"
Saat mereka masuk kedalam, pemandangan yg pertama mereka lihat adalah, Alina tersenyum bahagia. Dan itu, membuat ferisha, Wisnu,nada,Reva,Elina,Vero,dan Veno tersenyum simpul.
"Ehem, maaf ya sayang mommy ganggu hehe,"dehem ferisha,
"Eh? Gapapa mom, ada apa?"tnya Alina lembut,
"Gapapa sayang, mommy mau pulang dulu. Abis itu mommy kesini lagi, kamu harus istirahat selama 3 hari!"jelas Ferisha, dan itu membuat Alina protes, karena apa? 3 hari dalam rumah sakit? Hufttt, itu membuat Alina bosan.
"Nggak, alin gk mau! Pokoknya, Alina besok mau sekolah!"tolak Alina,
"Ga bisa gitu sayang,"ujar Ferisha ramah,
"Alin gamau mom!"sarkas Alina,
"Ayo lah lin, turutin aja! Kan lo, lagi sakit lin" timpal reva,
"Gue gamau va,"kata alina,
"Turutin aja lin, lagian ini juga buat kesehatan lo!"sambung nada,
"Ayolah kak, kasihan mommy nurut ya pliss,"timpal Elina,
"Plis dek, gue gamau Lo kenapa²!"ujar veno,
"Nggak, sekali gk ya tetep gak!"sahut Alina ketus, jika sudah begini? Apa boleh buat? Mereka hanya bisa mengehela nafas kasar.
"Princess, kamu istirahat aja ya,"ucap wisnu,
"Kalian kenapa sih? Alin gamau disini, alin pengn sekolah! Klo alin disini, siapa yg jagain alin? Mommy ke butik, Daddy kerja, Abang sekolah! Terus alin disini Ama siapa? Suster!"jelas Alina mengeluarkan semua unek-uneknya, dan itu membuat mereka kicep. Tak ada yg berani berkomentar, benar apa yg dikatakan Alina.
"Oke, Daddy izinin! Tapi, kamu pulang nnti malem!"kata Wisnu, mengehela nafas kasar.
"Yeayy, thq dadd"ujar alina girang,
"Kalian mau pulang? Terus yg jagain gue siapa?"ujar alina,
"Gue"celetuk Fino,
"Hah? Lo yakin Fin?"ujar verrel heran,
"Hmm"
"Yaudh Tante nitip Alina ya, klo dia nakal sentil aja,"ujar Ferisha sambil terkekeh kecil,
"Nitip? Dikira Alina barang!"kata Alina kesal,
__ADS_1
"Iya, lo barang, yg berharga yg pantes gue jaga!"ucap Fino, perkataannya tadi sungguh membuat org yg berada disitu melongo. Bagaimana bisa? Seorang fino, mengatakan hal itu kepada seorang perempuan. Fino pun tak tau, kenapa kata itu bisa lepas dari mulutnya begitu saja.
"Apsih, gajelas tau ga!"kata Alina ketus, padahal didalam hatinya. Sebenarnya saat Fino mengatakan hal itu, detak jantung Alina berpacu cepat. Seperti dipompa😂
Jantung gue astaga, apa gue punya riwayat penyakit jantung yak?
"Alah sok Lo, pipi Lo aja kek kepiting rebus"timpal nada menggoda,
"Aduh, babang pino. Belajar gembel dari mana sih?"celetuk verrel,
"Gombal *****,"sambung rava sewot,
"****,"umpat Vero
"Edan,"celetuk Reva
"Heh, kalian! Udah ayo pulang! Fino, kamu klo mau pulang contact twins ya, biar mereka yg gantian jaga!'"ucap Ferisha, dan hanya dibalas anggukan oleh fino.
Selepas mereka pulang, kini tinggal Alina dan Fino yg berada di ruangan ini. Suasana, berubah menjadi canggung dikarenakan ucapan Fino yg keluar dari mulutnya. Akhirnya, Fino pun membuka suaranya.
"Sorry,"kata Fino, hanya kata itu yg keluar dari mulut fino.
"Buat?"tnya Alina bingung,
"Buat ucapan gue tadi, maaf kelepasan!"jwb Fino, seraya menggaruk tengkuknya yg tak gatal.
"Oh itu, gapapa selow aja"ujar Alina,
"Iya,"
"Lo bosen ngga?"tnya Fino,
"Pake banget!"jwb alina,
"Mau ke taman?"ajak Fino,
"Boleh,"ujar Alina, tersenyum simpul.
"Sini, gue bantu turunnya!"kata Fino,
"Gue bisa sendiri kok,"ujar Alina, saat hendak turun kaki Alina keseleo.
"Aduh, kaki gue astagaaa"pekik alina,
"Tuhkan, ngeyel sih! Sini gue bantuin,"ujar fino
"Ya, maap! Ngomel Mulu ish!"gerutu Alina kesal,
"Hmm,"
"Dasar es batu, Fino sok cool! Sok ganteng! Kepala batu!"umpat Alina sewot,
"Bacot, diem gk lo! Klo gk gue cium!"kata Fino, kelepasan lagi.
"Cium? Dasar mesum!"ujar Alina kesal,
"Udah diem! Udah duduk kan? Yaudah yok ke taman,"kata Fino seraya mendudukkan Alina dikursi roda, dan membawanya ke arah taman.
Sesampainya di taman
Saat alina, sedang memperhatikan ke segala penjuru arah. Ia, tak sengaja melihat keluarganya berada disini. Alina berfikir, kenapa mereka ada disini? Siapa yg sakit? Fino, yg merasa penasaran pun, mengikuti ke arah Alina melihat sesuatu. Dan pandangan, Fino jatuh pada keluarga mike. Untuk apa alina, memandangi keluarga mike? Sebenarnya ada apa? Apa mereka ada hubungan spesial? Kenapa, Fino bisa berfikir seperti itu? Karena, Alina memandangi mereka dengan tatapan yg penuh kekecewaan. Ah, semuanya pertanyaan yg ada di otaknya berkecamuk. Ingin rasanya, Fino bertanya tapi saat ia ingin bertanya, Alina sudah memanggil namanya. Air mata alina seketika jatuh, ia sudah tidak kuat untuk menahannya lagi.
"Fin,"panggil Alina lirih, Fino pun menoleh.
"Loh, Lo kenapa? Ada apa?"tnya Fino bertubi-tubi
"Guee... Hiks... Gue pengn balik hikss..,"tangis Alina pecah,
"Aduh lin, jangan nangis!"kata Fino kelabakan,
"Fin hikss... Ma...mah"ujar Alina mulai terisak, daripada Fino bingung. Akhirnya ia memeluk alina, karena menurut penuturan mamahnya. Jika seorang perempuan menangis, ia hanya membutuhkan seseorang untuk menenangkan segala pikirannya. Dan juga, butuh sedikit kehangatan.
"Udah, jangan nangis! Lo kenapa? Klo ada apa2 cerita!"kata Fino lembut, lalu mengusap rambut Alina.
"Hiks... Ma...mah"ujar Alina lagi,
"Mamah? Memang, Tante Ferisha kenapa?"tnya fino, yg tak tau maksud alina.
"Ma..mah bu..kan alin.. mah"ujar Alina meracau,
"Lin, udah. Tenangin diri lo! Gue takut Lo kenapa²,"kata Fino khawatir, Alina yg mendengar penuturan Fino pun akhirnya sedikit tenang. Entah kenapa, ia merasa nyaman dipelukan Fino. Akhirnya, ia tertidur.
"Lin?"panggil Fino
"_____"tak ada jawaban, dari sang empu. Yang Fino dengar, hanya suara dengkuran halus.
"Lah tidur?"kata Fino terjeda, "gue gatau, Lo kenapa! Tapi, gue berusaha buat selalu ada buat lo lin!"sambung Fino, lalu ia membawa Alina masuk kedalam dan menggendong Alina ala bridal style.
🍏🍏🍏
Ting suara ponsel berbunyi
"Hape sapa yg bunyi?"tnya Vero
"Au, hp bng Veno maybe"jwb Reva acuh,
"Eh, gue dapet notif dari es balok!"pekik veno,
"Es balok?"tnya nada
"Si Pino itu mah,"jwb vero. oh iya, btw Rava Ama verrel udh balik!
From;
Es balok🐽
Ven, tadi Alina nangis! Gue gatau dia kenapa? Yg jelas dia tadi ngeracau.
"Eh alin nangis lagi? Yah, gue tau pasti dia nggk sengaja ngeliat mamahnya!"kata Elina menebak,
"Sok tau, Lo bambang!"kata reva ketus,
"Heleh, biasanya juga gitu!"ujar Elina lagi,
"Bacot Lo dua, mending kita tanya dulu Ama es balok!"ucap Vero melerai,
"Udah, ketik bang!"perintah nada,
"Siapa lo?"tnya Veno,
"Ketik ***, lama amat!"jwb nada sinis,
"Hmm"
To:
Es balok🐽
Emang Alina kenapa? Dia ngeracauin apa?
Selang beberapa menit, ponsel Veno berbunyi.
From;
Es balok🐽
Alina ngeracauin mamah terus2an sama bilang, bukan alin yg ngelakuin mah!
Emang Tante Ferisha kenapa?
"******, fikss Alina tadi ketemu dia!"pekik veno, lalu ia melempar pisau ponselnya
"Emang isi chatnya apaan?"ujar nada kepo, lalu mengambil ponsel Veno dan membacanya.
"Ih gue kesel masaa,"gerutu nada,
"Apaan sih?"kata Reva kepo,
"Tadi, Alina ketemu Ama dia! Dan Lo tau kan? Klo Alina suka begitu klo ngeliat mamahnya, dia pasti keinget masa lalunya?!"jelas nada, dan itu membuat Elina dan Reva kaget.
"APAAA?" Teriak Elina dan Reva, lalu Ferisha datang menghampiri mereka. Seraya membawa, Snack dan minuman.
"Kalian kenapa? Kok teriak²?!"tnya ferisha halus,
"Alin mom, dia kambuh lagi!"jwb Vero watados,
"APA?!"pekik Ferisha marah,
"Mommy mau kesana, ayo anterin mommy!"kata Ferisha panik
"Tenang mom,"ujar Vero, dan tau sendiri jika Ferisha panik. Semua org yg ada disitu akan terkena imbasnya, contohnya Ferisha.
"Tenang? Kata kamu tenang? Alina butuh mommy! Mommy harus kesana!"kata Ferisha emosi,
"Udah mom, Alina udh ada Fino! Dia udah jagain Alina, lagian Alina udah tidur!"kata Elina menenangkan,
"Tapi,"kata Ferisha terjeda,
"Mommy, alin gapapa! Dia kuat, dia anak yg hebat"sambung nada menyemangati,
"Iya mom, mending sekarang. Mommy istirahat, nnti malem kita kesana!"jelas Reva,
__ADS_1
"Iya, mommy keatas dulu!"kata Ferisha sudah tenang, lalu ia beranjak dan pergi ke kamarnya.
"***** kena semprot,"gerutu Vero
"******"ucap mereka serentak
"Sialan,"ujar Vero kesal
•••MY GIRLFRIEND IS A QUEEN PSYCHOPATH•••
Malam harinya, hari ini Alina diperbolehkan pulang. Walaupun, sebenarnya kondisi Alina tidak memungkinkan. Tapi, karena Alina terus-terusan merengek akhirnya ia dibolehkan pulang.
"Ingat pesan saya nona, anda tidak boleh kecapean dan minum vitamin ini, untuk memulihkan stamina anda!"jelas dokter tersebut,
"Hmm"
"Ayok pulang, Alin udah rindu kasur!" Ajak alina,
"Sabar alin, kamu klo besok blm mendingan! Kamu ga dibolehin berangkat sekolah"kata Wisnu memberi nasihat,
"Iya dad iya, ayo pulang ih,"ujar Alina, merengek seperti anak kecil.
"Dasar bayi,"cibir Fino
"Sirik aja kutub Utara!"sinis alina,
"Alinaa,"tegur Ferisha
"Iya mom iya,"kata alina kesal
"Udah ah, alin capek! Alin mau tidur!"kata Alina, hendak berlari. Tapi, ia tak sadar jika kakinya masih sakit. Untung, ada Fino jika tidak Alina pasti sudah jatuh nyungsep.
"Lagian sih, bandel!"kata fino sewot,
"Apasih, malah ngomel²! Dasar ibu kos,"gerutu Alina kesal,
Click
"Ayok pulang, Fino gendongin Alina ya! Masa om sih, kn om udah tua!"ajak Wisnu seraya terkekeh kecil, melihat ekspresi wajah putri bungsunya.
"Iya om, ayok naik!"ujar Fino memberi aba-aba, tapi tidak ada respon dari Alina. Daripada, ia harus menunggu Alina akhirnya ia menggendong Alina ala bridal style. Alina pun berteriak tidak jelas. sedangkan Wisnu dan Ferisha, hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku mereka berdua.
"FINO, TURUNIN GUE! GUE MAU TURUN ASTAGAAA"pekik alina heboh,
"Diem gk? Klo gk gue cium!"kata Fino menggoda, dan akhirnya Alina kicep.
Wisnu dan Ferisha ia menyusul mereka di area parkir.
🕊️🕊️🕊️
Nada dering jam weker terus berbunyi, tapi sang empu tidak kunjung bangun. Jam itu, terus berbunyi dan membangunkan sang empu.
Akhirnya, sang empu bangun walaupun masih ada sedikit rasa pusing, ia beralih dan menuju ke kamar mandi untuk mandi. Setelah, Alina sudah bersiap-siap. Alina akhirnya, untuk turun ke bawah. Masih, sangat jelas jika wajah Alina sedikit pucat!
"Pagi,"sapa Alina saat sampai diruang makan
"Too Princess,"kata mereka serempak,
"Loh? Kamu berangkat? Besok aja ya, kamu lgi sakit!"ujar Ferisha
"Alin gapapa, alin cuma pusing sedikit doang kok!"kata Alina,
"Tuhkan pusing, gamau tau pokoknya kamu berangkat bareng abng twins,"ujar Wisnu tegas,
"Tap---"kata alina terpotong,
"Pilih iya, atau nggk skolah hm?"kata Wisnu lagi,
"Iya, dad iya ish!"ujar alina mengangguk pasrah,
"Kalian berdua, Daddy tugasin jaga Alina!"ucap wisnu ke twinss, dan hanya dibalas anggukan oleh mereka.
"Bang Ryan mana mom?"tnya Alina
"Bng Ryan, lagi nginep dirumah tekanan"jwb Ferisha
"Yaudah kita, berangkat dulu ya mom!"pamit Veno lalu mencium tangan mommy-nya
"Iya, jagaian Alina!"kata Ferisha mengingatkan,
Setelah itu, mereka menaiki mobil milik twins. Sesampainya disekolah, banyak murid yg mencibir sana sini
Yah gue kira udah pindah
Tau ih ngerusak pemandangan
Kecentilan
Sok cantik, jijik ewh
Dan masih bnyk lainnya,
Sebenarnya, kuping Twins sudah panas. Tapi, Alina menahannya untuk tidak bertindak seenaknya.
"Kuping gue astagaaa udah panas"cibir Vero
"Tahan bang, Alina mau ke kelas dulu ya!"ujar Alina, lalu meninggalkan twinsss
"Hati-hati,"kata mereka, Alina? Ia hanya mengacungkan jempolnya.
Saat berjalan di koridor, twins bertemu dengan temannya akhirnya ia memutuskan untuk berjalan bersama menuju ke kelas masing-masing.
Berbeda dengan Alina, ia hanya mendapatkan cacian, cibiran dll. Alina tak menggubris itu, yg ia fokuskan adalah sekarang ia harus sampai di kelasnya.
Ternyata benar, Alina sudah ditunggu oleh para sahabat.
"astafirgullah Alina, muka Lo kek mayat idup!"kaget Reva,
"Ngapa berangkat sih dodol!"sambung nada kesal,
"Gue bosen *** dirumah Mulu!"cibir Alina kesal,
"Eh btw jam pelajaran pertama, punya siapa?"tnya Alina
"Pak juju,"jwb Elina,
"Oh, gue izin ya gue mau ke toilet! Gue kebelet,"kata Alina pamitan dan meninggalkan mereka dikelas.
"Aneh dasar,"cibir nada
Saat, menuju ke toilet ada sebuah tangan yg membengkam mulut Alina dengan cairan bius. Akhirnya pandangan Alina pun buram. Dan ia pingsan.
Ia terbangun dari pingsannya, ia baru sadar jika ia sekarang ada di sebuah gudang yg tidak terpakai.
Tangannya terikat, kakinya pun sama.
Tiba-tiba, pintu gudang itu terbuka, lalu muncul geng cabe yg dandanannya seperti Tante2.
"Hay, apa kabar? Baik?"sapa kirana basa basi
"mau lo apa?*****,"ujar Alina kasar,
"Gausah kasar dong, lakuin apa yg gue suruh!"kata Kirana memerintah, dan raya Shasa ia menumpahkan air yg berisi telur dan tepung.
"Maksud lo apa hah?!"sarkas Alina,
"Masih mau tau? Sadar kek, gue udah peringatain ya! Tapi lo gamau dengerin!"bentak kirana,
"Lo udah berapa kali permaluin kita? Ngaca kek!"sambung Shasa sewot,
"APA HUBUNGANNYA, SAMA GUE?"kata Alina marah, dan itu membuat Kirana dkk tak terima. Ia kemudian, membungkam mulut Alina dengan kain.
"Diem deh lo *****! Gausah sok suci cih,"kata raya, dan ia meludahi wajah alina.
"Yah gabisa apa2 kan!"cibir Kirana,
"Diem kan?! Udah Jambak aja rambutnya, klo gk potong ae rambutnya biar sekalian gundul!"ujar Kirana, lepas kontrol. Alina? Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Ia tidak bisa berbuat apa-apa! Rambutnya sudah mulai tergunting satu persatu, dan Shasa pun mempunyai ide untuk menggunting rok Alina.
"Eh gue kasih hiasan deh", dan crash rok Alina digunting
Ia diseret, dan kepalanya dibenturkan ke tembok! Sudah 3 kali kepalanya dibenturkan, pusing? Jelas!
Alina sudah pasrah jika hari ini ia ajal akan menjemputnya. Saat hendak mendorong Alina ke kolam renang, oh iya gudang itu ada kolam renang yg gk pake guys. Tiba-tiba pintu gudang terbuka
"Gila Lo semua!"kata seseorang, dari balik pintu yg tak lain adalah Reva.
"Cih mainnya keroyokan"sinis nada
"Eh udah datang temennya,"dan byur, Alina diceburkan ke kolam renang.
Dan itu,membuat semua org yg ada disitu naik pitam.
"Atas dasar apa, Lo ngelakuin hal ini?"tnya Reva sinis
"Karena dia, udh ngerebut fino dari gue dan dia udh mempermalukan gue didepan umum!"jwb Kirana
"SADAR DIRI MBAKNYA! MAKANYA SIH FINO GAMAU DEKET AMA LO! MUNGKIN, ILFIELL KALI YA HAHAHA
CARA LO MURAHAN ****! KALO LO SUKA AMA FINO TUNJUKIN! BUKANNYA NGELAKUIN HAL KONYOL BEGINI, GUE YAKIN FINO TAMBAH BENCI AMA LO! DAN SELAMAT MENYESAL KARENA SETIAP PERBUATAN YANG LO BUAT ADA TIMBAL BALIKNYA!"kata nada emosi, dengan emosi yg sudah tidak terkendali.
__ADS_1
Saat, Kirana dkk ingin pergi dari tempat itu! Tiba-tiba Twins dkk, datang dan itu membuat mereka kalang kabut tidak jelas.
"Alinaaaa"teriak Fino