
"Ayah, ayah tidak mencoba cake ini, ini sangat enak cobalah" ucap selena mengunyah cakenya
"tidak" jawab duke datar
"ah, ayolah ayah makan cake ini,ini sangat enak ayah ayolah..coba sekali..saja dari tadi ayah hanya minum teh saja perut ayah akan kembung nanti jika tidak ada makanan" ucap selena memohon dengan expresi imut nya ditunjukkan ke pada duke
jleb...
para kesatria dan pelayan yang melihat tingkah imut selena pun tertusuk tingkah imutnya itu termasuk sang ayah yang tertusuk dengan tingkah imut putrinya itu
"baiklah ayah akan memakannya tapi hanya satu kali ini saja"jawab duke datar dianggukki oleh selena menusuk cake stroberi nya dan menyuapi ayahnya dengan rasa senang
saat duke dan selena sedang menikmati cake mereka terhenti saat seseorang paru baya datang menghampiri mereka dengan terburu buru
" Ada apa aston kau terlihat tergesa gesa seperti itu? apa terjadi sesuatu?"tanya duke pada paru baya yang tak lain adalah aston pelayan setianya
"Yang mulia pangeran Aiden datang,bagaimana ini yang mulia kenapa datang sekarang" ucap aston panik
"Bukakan pintu dan suruh pangeran masuk tunggu aku di ruang tamu" ucap duke datar mendengar jawaban aston yang ia sudah mengerti maksud yang mulianya ia melangkah pergi mengikuti perintah duke,Mendengar jawaban duke aston pun berlarian pergi keluar istana.
"Selana dengarkan ayah bersihkan dirimu dengan clara,temui ayah di ruang tamu mengerti!! " ucap duke beranjak dari kursinya menghampiri selena yang duduk di dekatnya sembari mencium kening putrinya
"Mengerti ayah"jawab selena tersenyum
Setelah duke meninggalkan taman selena pun menyusul pergi kekamarnya dengan para kesatria dan pelayan
tiga puluh menit berlalu...
Selena sudah rapih dengan gaunnya hanya tinggal menghiasi rambutnya saja para pelayan dan clara pun ikut membantu putri mereka,setelah selesai selena keluar dengan clara,di depan pintu selena di sambut dengan enam pria tampan yang tak lain adalah para kesatria yang setia mengawal selena yaitu richards,felix,arthur,lucky dan seven mereka saling menjulurkan tangan kepada selena yang membuat selena bingung harus memilih siapa,yang pada akhirnya arthur lah yang terpilih.
Mereka pun berjalan bersama kearah ruang tamu para kesatria yang mengikuti selena dan arthur di belakang mereka merasa kesal para arthur
"lagi lagi dia padahalkan aku dulu yang bertemu dengan putri selena" gumam felix iri hati melihat arthur disamping selena
"cih.. kau iri dengan bocah kecil seperti arthur!!" seru richards mengejek dengan nada pelan
"aku tidak iri padanya tuh, aku hanya tidak suka dia dekat dengan putri tau" jawab felix mengerucutkan bibirnya
Setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka sampai diruang tamu yang kini terlihat seorang pria duduk bersama dengan duke
"Ayah!!!" seru selena memanggil
"Selamat sore yang mulia, selamat sore pangeran Aiden" seru para kesatria secara bersamaan membungkuk hormat pada duke dan juga seorang pangeran bernama Aiden
"Selena kemari"ucap duke datar
__ADS_1
selena menghampiri duke sembari melihat kearah aiden,ia merasa bingung kenapa ayahnya menyuruhnya untuk pergi ke ruang tamu dengan gaun yang sangat rapih tidak seperti biasanya
"selena ini adalah pangeran aiden, pangeran aiden juga hampir seumuran dengan selena sapa lah" ucap duke pada selena memperkenalkan aiden
"saya selena pangeran,senang bertemu dengan anda" ucap selena membungkuk sembari melebarkan gaunnya
"justru saya senang bisa bertemu dengan putri selena secara langsung"jawab aiden berdiri dari duduknya membungkuk hormat tersenyum menatap selena membuat selena tersipu malu
Selena duduk di samping duke dengan wajah melamun melihat kearah depan halaman istana ia juga tak menggubris percakapan ayahnya dan juga aiden ia hanya fokus dengan halaman depan istana yang berbinar di matanya
•••
,,aku belum melihat Zen akhir akhir ini kemana ya dia?,ah..kenapa aku jadi nyariin si tukang ngeselin itu sih,,
•••
Saat selena menggeleng geleng kepalanya karna memikirkan zen membuat duke dan aiden bingung dan langsung bertanya apa selena baik baik saja selana hanya mengangguk
duke melirik kearah felix, felix yang melihat yang mulianya melihat kearahnya ia diam sejenak memandang wajah duke yang melirik kearah selena seakan itu adalah isyarat perintah,ia mengerti apa yang harus ia lakukan sekarang
" maaf yang mulia, pangeran aiden maaf mengganggu perbincangan anda,maksud saya hanya ingin membawa putri selena kembali ke kamarnya karna seharian ini putri selena tidak beristirahat itu akan menganggu kesehatan putri,mohon pengertiannya"ucap felix menyela pembicaraan duke dan aiden
"Saya mengerti, lebih baik seperti itu seorang putri haruslah menjaga kesehatannya" jawab aiden tersenyum
"putri mari," ucap felix melangkah mendekati selena menjulurkan tangannya yang dibalas dengan tangan kecil selena
Selana yang sudah di kamarnya pun masih terdiam memikirkan Zen yang memgacau di pikiran nya itu,saat selena merasakan haus ia beranjak dari tidurnya untuk meminum seteguk air,tiba tiba terhenti saat seseorang menepuk pundaknya,tubuhnya gemetar ketakutan
"tolong maafkan saya, maafkan saya jika saya punya salah ya tuhan lindungi aku ayah,kakak,ibu hikss" lirih selena ketakutan padahal ia belum melihat siapa yang menepuk pundaknya itu
"pftttt,hahaaha" tawa kencang seorang pria menyeka air mata yang jatuh karna melihat tingkah selena yang menurutnya lucu,merasa mengenal suara tersebut selena menengok kearah suara yang ternyata Zen yang menertawakannya
"ZEN!!!" teriak selena hingga menggema di ruang kamarnya
__ADS_1
"hmp"
"lepaskan aku dasar pria gila" ucap selena marah menepis tangan Zen yang menerkam mulutnya, saat selena menepis tangan zen hingga membuat zen terdorong bukan seperti apa yang diharapkan tapi selena ikut tersungkur karna pakaian tidurnya ter tindih oleh lutut zen hingga selena terjatuh di pelukan Zen.
Mereka berdua saling memandang dengan tatapan yang entah apa yang sedang mereka pikirkan
"blush..."
"ehm,, maafkan aku"ucap selena menjauh dari Zen dengan wajah merah padam
" Putri selena ternyata sangat cantik saat dilihat dari dekat ya"ucap zen membelai rambut panjang selena
"blush...,menyingkirlah kamu terlalu dekat" ucap selena terkejut tersipu malu
"benar, ini terlalu dekat saya akan pergi sekarang"jawab Zen menjauh dari selena, saat zen hendak melangkah pergi tiba tiba tangan selena menghentikan langkah zen
"Apa zen akan pergi? " tanya selena malu
"hmm, apa putri tidak ingin saya pergi"ucap zen membalikan tubuhnya lalu tersenyum menggoda selena membuat selena memukul zen dengan batal tapi tak sesuai harapan zen menghilang menggunakan sihirnya saat selena melempar bantalnya.
Karna selena sudah mengetahui zen pasti akan menghilang seperti itu,ia melanjutkan tidurnya tanpa memikirkan yang lain
**SEVEN KESATRIA WHITE**
__ADS_1
TERIMAKASIH BUAT KALIAN YANG UDAH LIKE,COMENT DAN VOTE YA 💕YANG BELUM LIKE DAN JUGA VOTE JANGAN LUPA YA THANKS SEMUA😘