Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 51


__ADS_3

Siang hari...


Selena masih menghabiskan kebersamaannya, berasama dengan sang kakak dengan tertawa bersama dan saling bercerita ria. Selena menceritakan tentang masa dimana selena selalu tertawa karna teman temannya di akademi, walau itu tidak lucu bagi cleve ia selalu mengusahakan untuk selalu tertawa pada adik kesayangannya, ia juga tak ingin selena bersedih karnanya.


Karna waktu terus berjalan selena tidur di pangkuan sang kakak kepalanya ia letakkan di paha kakaknya. Melihat sang adik tidur cleve menggendong adiknya dan membawanya pindah kekamar, ia pergi ke kamarnya sendiri untuk melakukan hal hal yang lain.


Di sore hari sebuah kereta datang secara tiba tiba tanpa para anggota kerajaan mengetahui kedatangannya. Mereka tetap menyambut kereta tersebut yang ternyata adalah duke dan seorang wanita kecil yang ikut dibelakangnya, tatapan yang ganas ada pada duke yang membuat para pelayan dan kesatria melihat membuat sekujur tubuh mereka gemetar.


Duke berjalan dengan kesal menuju ke ruang kerjanya di sana ia terdapat seorang pria paru baya yang sibuk dengan tumpukan kertas yang amat banyak. Itu adalah aston yang sedang menggantikan duke mengerjakan tugas nya mengurua kerajaan, karna cleve juga memiliki kesibukan yang sudah raja arga berikan padanya. Duke juga mengerti pasal putranya itu yang sibuk dengan urusan kerajaan yang kakeknya serahkan padanya.


Brak....


Suara keras membuat pria paru baya itu terkejut menatap seorang pria dengan wajah kesal yang bukan lain adalah duke.


"Selamat datang yang mulia anda kenapa membuka pintu seperti itu apa anda ada masalah? " tanya aston pada duke yang sudah duduk dengn kesal


"Ah sudahlah bagaimana tentang hari ini? apa ada masalah di aldestrom? "


"Astaga seharusnya saya yang bertanya pada anda yang mulia, kenapa anda tiba tiba datang dengan wajah kesal itu" ucap aston dalam hati sambil membenarkan kacamatanya yang tidak miring itu


"Kenapa kau diam aston!"


"Minggu lalu putri selena baru saja tiba di istana karna hari libur akademi, yang mulia " ucap aston yang membuat raut wajah duke berubah seketika. Yang mulanya kesal menjadi cerah dan senang mendengar sang putri akhirnya kembali ke istana.

__ADS_1


"Dimana dia sekarang? "tanya duke dengan penuh semangat


" Putri sedang dikamar nya saya melihat pangeran cleve menggendong nya ke kamar karna putri tidur di ruang tengah istana "ucap aston


" Baiklah kau kerjakan dulu semua ini, aku ingin bertemu dengan putriku dulu"


Duke berjalan menuju ke kamar selena, ia tak sabar melihat sang putri. Sesampainya di kamar selena ia segera memasuki tanpa mengetuk pintu duke melihat putrinya yang sedang tertidur itu, ia segera menghampiri selena ia membelai wajah cantik sang putri yang amat ia rindukan itu.


Karna belaian tangan duke pada wajah selena membuat selena terbangun dan segera bergerak cepat menahan tangan yang menyentuhnya tanpa melihat siapa yang ia terkam itu.


"Selena ini ayah"


"Ayah? "


"Syukur lah jika kamu bisa melindungi dirimu sendiri sekarang, ayah tidak bisa bernafas lega sekarang karna kamu bisa menjaga diri" ucap duke kembali duduk ditempat tidur selena dan membereskan pakaiannya yang berantakan.


"Ayah!


Kenapa ayah datang ke kamar ku apa ada yang ayah ingin bicarakan padaku? " tanya selena menatap duke penuh tanya


"Ayah hanya ingin melihatmu, aston bilang kamu datang ke istana jadi ayah menghampirimu" jawab duke tersenyum sambil mengusap kepala selena lembut


"Bagitu ya, apa ada yang ayah ingin bicarakan lagi? "

__ADS_1


"Iya ayah minta padamu dan cleve untuk datang di ruang ayah nanti setelah kalia membersihkan diri" jawab duke dengan tatapan serius


"Baiklah aku dan kakak akan pergi ke tempat ayah" ucap selena tersenyum


Setelah duke meninggalkan kamar selena, ia segera memanggil angel untuk membantunya bersiap siap membersihkan dirinya. Angel membantu selena membersihkan dirinya dan berias setelah selesai membersihkan diri ia seperti biasa putri yang sederhana dan putri yang dikenal cantik apa adanya.


Selena ditemani angel dan arthur, pergi menuju ke ruangan yang bukan lain adalah kamar sang kakak cleve ia selalu bercanda gurau bersama angel dan arthur layaknya seorang saudara saja karna selena orang yang muda untuk bergaul dan cepat memilki teman.


Sampainya di depan kamar kakaknya selena segera mengetuk pintu pelan, mendapat ketukan cleve yang berada di kamarnya segera keluar ia melihat sangat adik berdiri di hadapannya sekarang.


"Selena?"


"Selena apa yang membawa mu kemari? " tanya cleve melihat selena


"Ayah menyuruhku untuk mengajak kakak ke ruang kerjanya, apa kakak sedang sibuk? " ucap selena


"Tidak"


Mendengar jawaban cleve selena segera merangkul tangan sang kakak dan mulai berjalan bersemangat keruangan sang ayah, karna duke memerintahkan ia untuk datang bersama cleve.


Setibanya di ruang kerja ayahnya, selena dan cleve masuk sementara arthur menjaga di depan bersama angel. Selena masih merangkul tangan cleve sambil tersenyum cerah bagai matahari.


"Ayah kami datang "

__ADS_1


"Duduklah ayah akan berbicara penting dengan kalian? "


__ADS_2