
Masih di ruang pesta merayakan setelan usai perang. Zen yang baru saja tiba melihat keseliling ruangan yang terdapat para kesatria yang sedang menikmati minuman dan hidangan yang ada.
"Zen kemari" Ucap Arthur melambai tangannya agar zen menyusulnya kemari, zen melangkah mendekati arthur dan yang lain menikmati hidangan "Kenapa kamu diam saja di situ? kau habis kemana? " tanya arthur sambil melahap makanan di mulut nya
"Aku baru saja kekamar selena"jawab zen datar
"Lalu bagaimana apa putri sudah membaik?aku juga ingin melihatnya tapi richards melarangku" ucap Arthur yang terus melahap makanannya
"Hei siapa yang melarangmu,bisa biasanya kamu membalikkan kebenaran"saut richards yang mendengar percakapan zen dan arthur, walau sedikit juah tapi ia masih terdengar oleh richards
" Bilang saja kau takut dimarahi oleh yang mulia duke "seru rey
" Tidak! siapa bilang"elak arthur bahwa ia tidak menemui selena karna takut dengan duke karna setelah mendengar felix yang dimarahi membuatnya takut.
***
Arthur memang seorang kesatria tapi ia juga memiliki sifat sifat yang bukan seperti seorangpun kesatria, ia juga ceroboh dalam melakukan hal hal yang dia ingin lakukan, setiap pelatihan ia selalu mendapat bintang tiga saat latihan berasama ketuanya, arthur memiliki sifat yang agak kekanak kanakan saat seseorang membentak dan mengomelinya ia pasti akan berlari pergi dan terus menangis ia berfikir saat seseorang membentak dan mengomelinya karna ketidak sukaanya dengan dirinya.
Teman dekat arthur terkadang harus menjaga ucapan mereka, sebagai teman mereka terkadang lupa ataupun arthur yang sudah kelewat batas maka mereka akan memarahi arthur. Seringkali yang membuat arthur menangis adalah felix yang suka membentak dan mengomelinya entah kenapa felix mengomelinya, mungkin ketidak cocokanya pada arthur.
__ADS_1
***
Di ruang duke...
"Apa kita membawa selena ke istana batterbang saja, itu akan membuat dirinya aman dan juga di jamin keselamatan, ini tidak semudah yang kalian pikir raja iblis tidak akan mudah dibunuh di dalam sejarah iblis tidak akan menyerah sebelum ia mendapatkan keinginannya, aku sudah berabad abad menjadi seorang raja tapi aku belum sama sekali menyerang iblis, sungguh legendaris sekali namaku menyerang raja iblis dengan pedang kesayangan huhuh" ucap raja arga pada kedua orang yang duduk di depannya. Bisa bisanya raja arga yang telihat keren saat menghadapi rakyatnya memiliki sifat yang seperti ini di dalam
"Ayah kita ini sedang serius, sedikit saja ayah tidak bercanda dengan situasi seperti ini"Evano menatap tajam ayahnya yang bercanda dengan situasi seperti ini.
" Walau putriku di bawa ke istana batterbang itu tidak terlalu mungkin menjamin keselamatan, raja iblis pasti akan mencari selena hingga ia dapat"duke mulai membuka suara bahwa jika putrinya selena di bawa kemana pun raja iblis akan mengejarnya hingga dapat.
"Ah, benar juga apa yang dikatakan aland ini tidak akan mudah terutama menghadapi raja iblis seperti itu"
Mereka bertiga terus berfikir dengan bantuan aston pelayan pribadi duke yang selalu mendampingi dirinya selama ini. Dengan berfikir dan membaca buku buku di dalam ruangan duke untuk mencari cara untuk menghadapi masalah ini.
Krek....
Suara pintu terbuka,ruangan yang penuh dengan buku dan rak rak besar yang menjulang agak tinggi,terbukalah pintu ruang tersebut keempat pria berjalan memasuki ruangan telihat rapih dan bersih tidak ada sedikitpun debu yang ada.
"Hohoho,apa kau sering datang kemari? perpustakaan mu sangat rapih dan bersih coba lihat ini debu saja tidak yang tertempel di sini wah" ucap raja arga melihat sekeliling perpustakaan mencolek rak buku yang besar yang tidak ada debu sedikitpun yang menempel.
__ADS_1
"Tidak. " jawab singkat duke terus berjalan melihat buku buku
"Lalu siapa yang membersihkan perpustakaanmu ini? ,atau pelayan istana yang datang setiap hari untuk membersihkan ini"duke terus berjalan mengelilingi rak rak besar yang disusun buku buku yang tertata rapih.
"Ada seseorang yang menjaganya di... " belum menyelesaikan kalimatnya raja arga langsung merangkul duke yang berada disamping itu, entah kenapa raja arga langsung merangkul tangannya.
"Bagaimana bisa kamu bersekutu dengan hantu, kamu ternyata seperti itu" ucap raja arga gemetat ketakutan merangkul tangan duke, ia menganggap bahwa penjaga perpustakaan ini adalah seorang hantu.
"Anda sangat salah, saya adalah manusia yang menjaga perpustakaan ini" ucap seorang pria yang sudah berada di depan duke dan raja arga yang masih merangkul tangan duke.
"Ouh leon bagaimana kabarmu? " tanya duke pada seorang pria yang berdiri di hadapannya itu adalah leon.
"Selamat datang yang mulia, semoga dewa memberkati kesehatan dan keselamatan anda"leon memberi salam membungkukkan tubuhnya pada duke" saya baik baik saja terimakasih atas perhatian anda"sambung leon yang sudah berdiri tegak sambil meluruskan kacamatanya.
"Le... leon"
Begitu terkejut raja arga melihat sosok pria yang bernama leon berdiri di hadapannya itu, ia segera menghampiri leon menepuk nepuk wajahnya apa dia benar benar tidak berhalusinasi.
Di sebuah ruangan yang cukup besar kini seorang pria sedang menginterogasi seorang yang ada hadapannya yaitu leon yang di beri pertanyaan berlipat lipat oleh Raja arga.
__ADS_1
"Bagimana bisa kamu tidak memberitahuku jika kamu masih hidup! " kau tahu aku dan yang lain mencari carimu kemana mana tapi tidak di temukan saat terjadinya perang yang kita hadapi itu"raja arga tampak kesal melihat leon,tapi berbeda dengan leon yang tampak tenang kalem itu ia tetap diam mendengar ocehan raja arga dengan meminum seteguk teh hitam yang hangat.
Terimakasih🙏 untuk kalian yang udah like coment dan vote ya😘 sehat selalu 💜