
Sampainya di aldestrom mereka segera menuju ke kamar duke yang sedang di rawat oleh para penyihir dan dokter kerajaan yang selalu siap untuk yang mulia mereka. Di saat selena baru saja akan memasuki kamar duke ayahnya, betapa terkejut nya ia melihat sang ayah yang terpapar lemas tak berdaya.
Wajah ayahnya yang tampak seperti mayat, bibir yang kering tak berwarna dengan beberapa para penyihir dan dokter kerjaaan yang mencoba memaksimalkan kondisi tubuh sang ayah agar mampuh bertahan hingga kondisinya bisa lebih baik lagi.
Selena segera mengambil seribu langkah dan langsung memeluk ayahnya yang terbaring lemah, tak sedikitpun gerakan dan balasan pelukan untuknya saat ini dari sosok ayahnya yang amat ia sayang dan ia cintai.
"Ayah... "
Teriakan selena menggemma di seluruh kamar duke ia tampak sedih melihat sang ayah,ia tak ingin melepas pelukan itu,ia terus menangis sambil memanggil ayahnya untuk segera lekas bangun dan bisa melihat dirinya lagi.
"Ayah kumohon bangun, ayah..."kembali berteriak dengan sedikit mengoyang tubuh sang ayah, pipi putihnya di derasi oleh air mata ia tak sanggup melihat ini walau terdapat masalah yang belum terselesaikan sebagaimana duke tetap ayahnya.
" Selena tenang lah, ayahmu akan segera bangun, jika kamu seperti ini maka kamu tidak akan bisa memiliki solusi untuk membantu ayahmu pulih kembali"ucap raja arga mendekat pada selana sembari menahan tangan selena yang terus berusaha membangunkan duke.
"Kakek... "
Lirih selena, saat itu juga selena tanpa sadar jatuh pingsan raja arga dan yang lain ikut panik dan segera menggendong selena tidur di samping duke, dokter kerajaan segera memeriksa selena.
"Tuan putri hanya kelelahan ia hanya butuh istirahat sebentar untuk memulihkan kondisi tubuhnya saat ini" ucap dokter kerajaan yang telah selesai memeriksa kondisi selena.
Krek....
__ADS_1
Pintu kamar duke terbuka terdapat dua pelayan dan seorang gadis cantik yang berjalan dengan expresi sedih, bukan lain lagi di istana aldestrom terdapat gadis cantik selain selena,dia adalah berlinda yang ditemani kedua pelayannya.
"Berlinda memberi salam pada semuanya"ucap berlinda memberi salam sambil membungkuk
Bukannya senang dengan kedatangan berlinda malah membuat cleve merasa jengkel, ia tetap diam sambil menatap berlinda dengan tatapan mata yang tajam bagai seorang elang yang menatap musuhnya karna telah masuk ke sarangnya dengan santai.
"Maaf saya datang kemari hanya ingin melihat ayah, apa sudah membaik atau belum" ucap berlinda bermimik melas
"Yang mulia duke baik baik saja hanya ia harus menstabilkan tubuh putri"jawab penyihir kerajaan
"Kenapa kak selena ada di samping ayah? apa terjadi sesuatu pada kakak? "tanya berlinda bermimik melas agar ia mendapat perhatian dari cleve
" Sebaiknya kau keluar saja dari sinih kamu tidak perlu menanyai keadaan selena dan jangan panggil dia dengan sebutan kakak, karna dia bukan kakak..."ucap cleve menatap tajam berlinda, evano langsung menyaut ucapan cleve yang belum menyelesaikan ucapannya.
"Aku tidak peduli dengan ucapanmu paman aku hanya mengikuti jalan hati ku saja, yang kulakukan hanya untuk melindungi selena dari orang yang memiliki niat jahat" jawab cleve
Berlinda yang mendengar langsung berlari meninggalkan kamar,merasa kesal yang ada di dirinya mulai membara ia terus berlari menuju kearah kamarnya sampainya di kamar ia membanting semua barang di sekitarnya.
"Aku benci ini,lihat saja nanti aku yang akan menguasai negeri ini setelah ayah"ucap berlinda menatap cermin dengan senyuman licik yang membingkai di wajahnya
Setelah dua jam berlalu akhirnya selena sadar dari pingsan nya ia merasa pusing kepalanya, saat pertama kali ia membuka mata ia melihat atap atap yang sangat tidak asing baginya ia melihat kearah lain terdapat sosok sang ayah yang sedang tertidur di bawah selimut tebal.
__ADS_1
" Ayah! "
Mendengar suara selena cleve yang tidur di kursi dengan tangan yang dilipat di bidang dadanya terbangun, ia langsung berjalan ke arah selena.
"Apa kamu baik baik saja? "
"Kakak? "
"Kamu jangan khawatir aku akan membantu mencari penawar penyakit ini untuk ayah" ucap cleve walau dalam hatinya ia tidak senang, tapi bagaimana lagi dengan ucapan kakek dan pamannya yang selalu muncul.
Flashback on
Setelah berlinda pergi para pelayan yang mengikutinya segera menyusul berlinda dengan salam pada cleve dan juga yang berada di ruangan.
"Kakek hanya perlu mengingatkanmu kembali cleve jika kamu tidak membantu adikmu mencari cara untuk menyembuhkan ayahmu, adikmu selena akan sangat marah dan benci padamu jika ia kehilangan ayahmu " ucap raja arga berjalan dengan tatapan serius
"Aku setuju dengan kakekmu cleve, selena menyanyangi ayahmu sama seperti dia menyayangimu setulus hatinya, jika ia sampai kehilangan ayahnya ia akan merasa kecewa karna tidak bisa membantu ny bertahan hidup ia pasti akan berfikir bahwa kau masih membenci ayahmu sendiri karna masalah berlinda"jawab evano menyautti ucapan raja arga
" Baiklah baiklah tapi jika terjadi pada selena nanti jangan salahkan aku jika aku membunuh seseorang yang ia sayangi sekalipun "ucap cleve datar
Raja arga dan evano hanya diam dan berlalu pergi meninggalkan kamar duke dengan tatapan datar, cleve juga tampak cuek dengan kepergian kakeknnya dan evano pamannya
__ADS_1
Flashback off