Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 35


__ADS_3

Masih diruangan yang penuh dengan buku keempat orang pria ini masih saja memperdebatkan masalah hilangnya leon selama ini, terutama dengan arga ia selalu bertanya yang ada dipikirannya tanpa harus menyaring ucapan yang dia lontarkan.


"Yang mulia duke membantuku saat aku berhasil kabur dari seseorang yang menculikku saat perang, waktu itu aku mendengar perbincangan orang tersebut ia bilang perang itu terjadi karna raja edgar mencintai ratu berlian tapi melihat ratu berlia hidup dengan bahagia bersamamu setelah sekian lama ratu berlia menghilang" ucap leon menceritakan tentang dimana saat ia diculik, ia mendengar percakapan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada perang itu.


"Mungkin saat istriku sedang masa akademi dan bertemu dengan edgar, tapi istriku bilang kalau ia tidak pernah memiliki hubungan apapun dengan pria, terkecuali sahabat laki laki tapi aku tidak tahu siapa laki laki itu mungkin saja itu edgar" jawab raja arga menebak nebak sambil mengingat semua cerita istrinya yang pernah di ceritakan padanya saat itu.


"Aku juga berfikir seperti itu, di Akademi aku menemukan nama raja edgar dan ratu berlia mungkin benar raja edgar sempat menyukai ratu berlia" ucap leon


"Sudahlah ini sudah berlalu, yang terpenting kita akan memanggil jerry dan pharrell nanti" ucap raja arga untuk melupakan semua masa lalu kini hanya masa depan yang akan kita lalui


"Bagaimana kabar jerry dan pharrell? apa mereka sudah menikah? atau belum" ucap leon dengan tubuh yang tegak ia selalu terlihat berkharisma saat berbicara maupun tertawa.


"Tidak mereka berdua sama saja seperti dulu, sekarang jerry sedang tidur di gunung erstan di wilayah timur entah apa yang ia pelajari disana,sementara pharell sibuk dengan bisnis pedang yang ia akan produksi untuk para bangsawan mereka sangat sibuk sampai tak ada waktu untuk berkumpul"jawab raja arga memutar bola mata malas, mengingat bahwa kedua temannya sibuk itu

__ADS_1


"Baguslah" ucap leon meneguk segelas teh hitam"kenapa yang mulia datang kemari? apa ada yang sedang dicari?"akhirnya leon mulai bertanya pada duke yang sedari tadi hanya mendengar kesal dengan kedua pria ini begitu juga dengan evano yang sangat kesal pada ayahnya dan leon tanpa memikirkan mereka yang berada di dekat mereka.


"Bagus,sekarang bantu aku mencari buku untuk mengalahkan klan iblis" ucap duke langsung ke intinya saja agar lebih cepat selesai. Mendengar ucapan duke seketika wajah leon berubah bingung, kenapa duke harus mencari buku untuk mengalahkan klan iblis apa ada masalah,, batin leon bingung.


"Apa sedang terjadi sesuatu yang mulia? " tanya leon, walau leon berada sama di dalam istana aldesteom ia tidak pernah begitu mengurus ia hanya selalu berdiam di dalam perpustakaan karna di situlah tempat yang menurutnya membuat dirinya tenang


"Benar minggu lalu klan iblis menyerang istana aldesteom mereka ingin menculik selena untuk segera di bunuh karna adanya selena itu membuat ancaman bagi klan mereka" jawab duke datar


"Apa hubungannya dengan putri selena apa terjadi sesuatu pada putri selena?"


"Sebaiknya kita hanya perlu bantuan seseorang yang bisa membantu menyelesaikan ini"jawab leon


Setelah perbincangan itu mereka kembali ke ruang mereka masing masing, duke berjalan menuju kekamar selena ia sangat ingin menemani putrinya mungkin rasa rindunya pada sang putri yang tak lama bertemu.

__ADS_1


Krek...


Suara pintu terbuka dimana terdapat ruangan penuh dengan hiasan terlihat seorang putri cantik tertidur di sofa hingga langit sore menerangi wajahnya yang cantik dan imut itu, duke melangkahkan kakinya mendekat sofa tersebut dimana putrinya yang tidur di sofa yang bukan tidur di tempat tidurnya.


Duke mengangkat selena perlahan lahan agar tidak terbangun dari tidurnya tapi tetap saja getaran kecil membangunkan selena dari tidurnya yang lelap itu, kini mata ruby mulai terbuka secara perlahan ia melihat sosok pria yang begitu dekat dengannya.


" Ayah? "menatap bingung wajah ayahnya, lalu selena melihat kearah lain yang ternyata ia sedang di gendong ayahnya untuk tidur di tempat tidur mungkin karna selena tertidur setelah zen pergi dari kamarnya


" Kenapa kau tidur di sofa? apa demam mu sudah turun? "tanya duke datar yang sudah duduk di tempat tidur, sementara selena masih dipelukan sang ayah tangannya masih melingkar di leher ayahnya seolah ia tidak ingin lepas dari ayahnya.


Duke melepaskan pelukan pada putrinya dan menempelkan keningnya ke kening putrinya mengecek bahwa putrinya sudah tidak demam lagi, itu membuat dirinya merasa lega kalau selena tidak demam tinggi seperti sebelumnya.


" Baguslah kau sudah tidak demam, ayah akan membawamu bermain setelah tubuhmu pulih"ucap duke datar

__ADS_1


"Baik" jawab selena dengan senyum di wajahnya


Terimakasih🙏 untuk kalian yang sudah like coment dan vote ya😘 jangan lupa untuk selalu like coment dan vote ya


__ADS_2