
Setelah selena dan cleve menyelesaikan latihannya bersama para kesatria betterbang, mereka berdua pergi ke kamar masing masing untuk membersihkan diri. Setelah selena membersihkan diri ia segera menata rambutnya dibantu oleh para pelayan,hari ini ia menggunakan gaun merah dengan motif bunga mawar yang indah.
Selena terus menatap cermin yang menampakkan dirinya dengan gaun merah itu. Tampak cantik jelita selena saat ini ia hanya suka dengan gaun bermotif bunga, tidak seperti biasanya selena murung yang tampak terlihat oleh para pelayan, mereka sempat bertanya pada selena "Apa putri baik baik saja? " dan selena hanya mengiyakan dengan senyuman di bibir mungil nya walau senyuman itu tidak seperti biasanya melainkan senyuman paksa.
Usai menghias rambutnya dengan cantik sedikit hiasan bunga dan permata yang menempel di rambutnya, selena berpindah ke meja dekat jendela kamarnya seperti biasa ia meminum seteguk teh yang sudah di disiapkan para pelayan.
Tok...
Tok...
Tok...
Terdengar suara pintu yang memenuhi ruangan yang adalah kamar selena, seorang pelayan yang sedang merapikan meja rias selena itu mengumpat kesal pada seseorang yang mengetuk pintu dengan tidak sopan seperti itu.
Krek....
Saat pintu terbuka pelayan itu bertanya pada seorang kesatria yang sudah berdiri di hadapan pelayan selena.
"Tuan mada lebih baik anda menjaga kesopanan di kamar putri selena" tegas pelayan itu secara blak blakan tanpa memberi salam apapun.
__ADS_1
"Maaf amy hohsss...tapi putri selena harus cepat ke ruang tamu sekarang ini sangat penting ini harus cepat di mana putri ini sangat penting ini darurat hohsss..." ucap mada dengan nada cepat tanpa berhenti sedikit pun dicampur desahhan karna lelah berlari, berbicara pada pelayan selena bernama amy
"Bisakah kau berbicara dengan jelas aku tidak bisa mendengar dengan baik jika kau berbicara seperti itu padaku" ucap amy kesal, karena mada berbicara dengan cepat tanpa koma dan titik
"Mada apa yang sangat penting hingga membuat mu berkeringat dingin seperti itu? apa ada masalah besar? " tanya selena yang berdiri di belakang tubuh amy hingga membuat amy terkejut dan ia langsung membungkuk.
"Salam pada yang mulia putri selena, saya kemari memanggil putri untuk datang ke ruang tamu, ini sangat penting putri" ucap mada
"Baiklah kita kesana sekarang" ucap selena segera melangkah
Saat berjalan selena ia menasehati mada dengan baik walau pikiran nya sedang kemana mana
"kenapa kamu seperti ini mada walau serius kamu harus tetap tenang sebisa mungkin agar kita bisa mendengar perkataanmu" ucap selena berjalan mendahului mada dan amy yang mengikuti.
Terus berjalan, selena terus memikirkan apa yang sangat penting hingga membuat mada terburu buru seperti tadi, ia berfikir apa terjadi sesuatu pada kakeknya atau jangan paman evano.
Sampai di ruang tamu terdapat cleve, raja arga, evano, zanna dan zaline dan kedua orang kesatria yang tidak asing dimata selena lagi yang bukan lain adalah felix dan lucky.
" Selena memberi salam pada kakek dan paman"ucap selena membungkuk hormat
__ADS_1
Selena duduk di samping cleve yang tidak menatap kearah manapun selain sedikit menundukkan kepalanya, melipat tangannya di bawah dadanya sambil menutup mata seolah ia tidak ingin mendengar ataupun menatap orang yang berasal dari tanah kelahirannya sendiri.
"Kakek apa yang membuat mada berlari lari seperti itu ke kamarku, ia terus bilang kalau terjadi sesuatu hingga akhirnya aku memutuskan untuk melihatnya ?" ucap selena bertanya pada raja arga duduk di kursi yang hanya ia bisa duduki.
"Kedua kesatria ini yang akan menjelaskannya padamu dan juga cleve selena " ucap raja arga menatap kedua kesatria yang bukan lain lagi adalah felix dan lucky
"Baiklah tolong jelaskan padaku sekarang apa yang ingin kalian bicarakan hingga membuang buang waktuku" ucap cleve datar terus melipat tangannya hanya saja matanya menatap sengit pada felix dan lucky
"Maafkan saya pangeran jika menganggu waktu anda tapi ini sangat penting,ini bersangkutan dengan nyawa yang mulia duke" ucap felix serius, selena tampak terkejut mendengar ucapan felix yang menguncap Ini bersangkutan dengan nyawa ayahnya.
"Apa yang terjadi pada ayah? "ucap selena dengan nada panik
" Yang mulia duke sedang sakit ia tidak bangun sejak tadi pagi, para pelayan melihat yang mulia bersimpah darah di pakaian tidurnya hingga para penyihir dan dokter kerajaan langsung dipanggil untuk memeriksa "Ucap felix
"Lalu apa yang para penyihir kerajaan bilang? penyakit apa yang menimpa ayah?" tanya selena yang terus panik
"Para penyihir bilang itu adalah kutukan untuk keturunan aldestrom, jika yang mulia tidak bisa melawannya maka yang mulia akan meninggal" ucap felix membuat selena, zanna dan zaline terkejut.
"Kak kita lihat ayah sekarang, ayah pasti sangat membutuhkan kita" ucap selena langsung merangkul kakaknya
__ADS_1
Cleve sempat menolak tapi karna selena terus memohon dengan wajahnya yang sedih membuat cleve tak bisa menolak permintaan sang adik hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pergi bersama.
Raja arga, evano, zanna, zaline, cleve maupun selena akhirnya pergi bersamaku felix dan lucky ke aldestrom dengan kereta kuda di temani beberapa kesatria batterbang yang mengikuti sampai ke istana aldestrom.