Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 23


__ADS_3

Sesampainya di depan istana selena disambut hangat oleh para pelayan dan kesatria yang lain dengan senyuman yang terpancar di wajah mereka masing masing.


"Selamat datang kembali putri selena" ucap para pelayan dan kesatria bersamaan menyambut kedatangan selena


"Terimakasih atas sambutannya"jawab selena


Selena melangkah masuk kedalam istana,ia merasa semua menjadi berbeda setelah ia meninggalkan istana aldestrom dan tinggal bersama kakek dan pamannya itu.


Selena berjalan berasama zen masuk kedalam kamar begitu melelahkan setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh dau istana batterbang elmon ke istana aldestrom,selena menghempaskan tubuhnya ke kasurnya yang sudah tak pernah ia tiduri selama satu bulan ini.


" Zen apa yang kamu rasakan saat ini?"tanya selena sambil melihat atap kamarnya


"Entahlah"


"Kenapa aku merasa tidak seperti biasanya ya"ucap selena


"Tentu sangat berbeda karna disini sangat sepi dan di istana kakekmu itu sangat ramain terutama kedua saudarimu itu" jawab zen datar


"Mungkin,ah aku mengingat sesuatu aku harus mengirim pesan pada kakek dan paman evano agar mereka bisa tahu kalau aku baik baik saja" ucap selena mengingat pesan sangat kakek untuk memberikan pesan untuknya,dengan cepat selena beranjak dari tempat tidurnya berjalan kearah meja ia mengambil selembar kertas putih dan sebuah kuas dan mulai menulis untuk kakeknya.


________________________________________


pesan selena


"Kakek aku sudah tiba di istana aldestrom aku sekarang baik baik saja,pastikan dirimu sehat dan selalu bahagia jika ada waktu bermainlah kemari bersama paman evano, zaline dan zanna juga aku sangat senang jika kakek paman dan zaline dan zanna juga bisa ada di aldestrom aku akan memperkenalkan kakak kepada kakek,jaga kesehatan mu dan makan dengan benar walaupun kamu memiliki wajah yang muda tapi tubuhmu itu sangat penting untuk dijaga!!!"


________________________________________


Saat selena melipat rapih surat tersebut duke melihat selena yang sibuk ia menghampiri putrinya dan bertanya dengan rasa canggung.


"Selena,apa yang sedang kamu lakukan?"

__ADS_1


"Ayah!!!,saya sedang melipat surat untuk kakek dan paman evano karna kakek berpesan agar aku selalu mengirimkan pesan pada kakek" ucap selena tersenyum


"Begitu baiklah jika seperti itu ayah keluar,pergilah membersihkan dirimu, ayah akan memanggil clara untuk membantumu membersihkan diri"ucap duke melangkah pergi dari kamar selena


"Terimakasih ayah" ucap selena yang sudah selesai melipat surat tersebut


"Zen lihatlah,lipatan ku sangat rapih dan bagus,pasti kakek dan paman sangat menyukai nya, ahh... aku sangat sayang pada kakek dan paman evano" ucap selena menunjukkan surat yang ia lipat pada zen,selena begitu riang memutar mutar dirinya dan menghempaskan nya di tempat tidurnya.


Di luar pintu depan kamar selena duke masih berdiri di depan dengan wajah sedih ia menundukan wajahnya yang sedih melihat ke bawah lantai istananya sendiri.


"Selena pasti sangat membenciku,karna diriku tidak menjemputnya dengan cepat dan aku sudah melanggar janjinya untuk kedua kalinya"ucap duke dalam hati ia berfikir putri kecilnya tidak menyukainya lagi dan tidak pernah sayang padanya difikiran nya sekarang putri kecilnya itu lebih mencintai kakek dan pamannya itu.


dengan langkah lesu duke berjalan kearah kamarnya untuk beristirahat sebelum itu ia memerintahkan pada pelayan untuk memanggil clara untuk membantu selena membersihkan diri.


Setelah itu selena membersihkan dirinya dibantu oleh clara dan pelayan yang lainnya dan setelah membersihkan diri selena pergi berkeliling istana bersama zen itu sudah menjadi kebiasaan selena saat di sore hari untuk berkeliling istana.


"Zen bisakah kau menggendongku!!" ucap selena yang sudah lelah berjalan


"yeyy, terimakasih zen"ucap selena menaiki punggung zen


Zen terus berjalan sambil menggendong selena di punggung nya,di lihat lihat mereka sekarang cukup dekat dari sebelumnya karna Zen yang terus mengalah pada selena dan selena pun juga tak ketus seperti dulu pada zen mereka tampak lebih akrab.


"Selamat sore putri"


"Richards,felix,arthur,saven,lucky"ucap selena yang masih berada di punggung zen


"Apa putri sedang berjalan jalan sore?"ucap felix canggung


"hahaha iya saya sedang berjalan jalan sore berasama zen,itu menjadi daftar keseharian ku untuk berjalan jalan sore,saat di istana kakek saya,saya juga berjalan jalan dengan zaline,zanna paman ku dan juga zen" ucap selena tersenyum


"Seperti itu apa putri sangat senang berada di sana" ucap arthur

__ADS_1


"Tentu!!, karna disana ada kakek,paman,zaline,zanna dan zen juga" ucap selena secara terang terangan


blushhh....


seketika pipi zen memerah saat selena menyebutkan namanya juga,karna rasa canggung nya zen menurunkan selena dengan cepat.


"hei kenapa kamu menurunkanku,aku masih lelah tahu" ucap selena kesal


"Memang aku kudamu ya!!berjalan lah jika kakimu sakit aku akan mengobati nya,aku akan pergi kekamarmu sekarang dah!!!" ucap zen melambaikan tangannya melangkah pergi dan menghilang


"ZEN!!!"


"Awas kau ya,aku tidak akan memberikanmu hadiah apapun nanti" ucap selena kesal


"putri apa anda lelah,saya bisa menggendong putri juga jika putri mau" ucap arthur


"Hahaha,tidak perlu saya bisa berjalan sendiri,kalau begitu saya pergi dah..." ucap selena malu dan berlari dengan cepat


"Apa yang aku katakan salah?" ucap arthur pada yang lain


"entah,aku melihat wajah putri telihat memerah" ucap seven melihat selena dengan wajah merahnya karna malu itu


"Pasti putri sangat lelah Jadi wajahnya memerah seperti itu" jawab richards


"sudahlah kita kembali saja,rey dan jack sedang berada di markas bersama ketua"ucap lucky berjalan pergi


"Benar aku hampir lupa ada rey dan jack disini astaga jangan sampai di menginjakkan dirinya ketempat tidurku yang bersih dan wangi itu"ucap arthur berlari cepat kearah markas para kesatria


SAVEN DAN ARTHUR


TERIMAKASIH 🙏 UNTUK KALIAN YANG UDAH LIKE COMENT DAN VOTE YA 😘SAMPAI JUMPA DI EPS SELANJUTNYA

__ADS_1


__ADS_2