Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 7


__ADS_3

Setelah berjam-jam melakukan pencarian dan telah menelusuri setiap tempat yang dekat dengan istana akhirnya para kesatria dan pengawal kerajaan diberi perintah untuk mencari di tempat yang cukup jauh untuk mencari keberadaan selena. Cleve yang ikut mencari keberadaan adiknya setelah mendengar kabar dari para pelayan ia bergegas keluar mencari selena, cleve berjalan menulusuri setiap bagian hutan-hutan hingga ia mencium aroma yang begitu familiar baginya- wangi tubuh adiknya tercium pekat ia langsung mengikuti aroma yang terus mengarah ke arah selatan hingga terhenti di sungai yang indah.


"Kenapa berhenti disini? apa jangan-jangan selena terhanyut aliran sungai? tidak mungkin selena pasti masih berada di sekitar daerah sinih" Ucap cleve dalam hati menghapus pikiran yang tidak menyenangkan nya itu dan melanjutkan Jalannya mencari sekitar area sungai.


Hingga setengah pencarian cleve lakukan di dekat sungai namun tak mendapat adiknya ia berjalan menuju ke area terlarang. Area yang telah dilarang setiap orang datangi konon katanya jika mereka memasuki area terlarang ini mereka tidak akan kembali lagi dan hilang tak ditemukan dan terbuat nama khusus untuk hutan ini dengan sebuah "Hutan kematian."


Hingga cleve dikirim di depan sebuah istana tua yang berdiri di tengah hutan pintu gerbang pun tampak seperti ada seorang yang baru membukanya karena tergeletak bekasan kunci gerbang di tanah. Ia segera melangkah mamasuki istana tua dengan penuh kewaspadaan yang begitu tajam ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri mengapa ada pohon yang bisa tumbuh se subur ini di tempat yang bahkan penghuninya pun tak ada.


Saat cleve sibuk berjalan melihat sekeliling hingga matanya terhenti di satu pohon yang berbeda sosok yang ia kenali tengah bersender di bawah pohon cleve berlari mendekati kearah nya benar saja sosok yang ia kenal adiknya selena yang tak sadarkan diri dan terdapat gigitan di lehernya hingga darah segar meleleh keluar terlebih lagi tubuh selena begitu panas.


Cleve segera berdiri melangkah mundur lalu mengayunkan pedangnya hingga mengeluarkan api samapai terlihat ke atas langit seperti sinyal. Benar para kesatria dan duke melihat sinyal cleve dari kejauhan mereka segera menuju kearah sinyal yang dibuat cleve.


Setelah beberapa menit... akhirnya duke dan para kesatria tiba di mana cleve memberi sinyal yang ia buat duke melihat putrinya di dalam pelukan cleve dengan tubuh yang berkeringat dan suhu tubuh yang panas.


"Kita ke istana sekarang..."Duke mengambil selena dari pelukan cleve, cleve segera mengambil alih menuju istana dengan kuda nya diikuti para kesatria dengan setia di belakangnya.


Hingga menit di jalan telah berlalu mereka sampai di istana duke berlari masuk menuju kamar selena, felix memerintah pengawal yang berada di depan menjaga pintu masuk untuk segera memanggil kanya dokter dan penyihir kerajaan untuk segera datang ke kamar nona muda.


" Panggil dokter dan penyihir kerajaan sekarang juga bawa mereka ke kamar nona muda"Felix memerintah pada pengawal yang berdiri dengan memegang gagang pintu istana untuk para kesatria yang baru saja tiba, pengawal yang entah tak mengerti apapun hanya mengikuti titah felix tanpa bertanya.


"Baik sir felix


Di ruangan yang begitu luas dan megah gadis kecil tengah tertidur di atas ranjang yang luas dari nya bahkan saking luasnya muat untuk tidak empat orang dewasa di samping ranjang dikelilingi para kesatria dan pelayan setelah dokter dan penyihir kerajaan pergi meninggalkan ruangan setelah memeriksa keadaan si gadis kecil.


Wajah mereka tampak begitu tegang sedikit takut melihat keadaan saat ini mereka juga selalu berdoa untuk gadis kecil yang tengah lelap berbaring di ranjang segera bangun itu akan menyelamatkan nyawa mereka.


" Nona kumohon bangunlah"Kesatria dan para pelayan berucap di hati dengan air mata yang hampir jatuh dari ujung mata mereka dengan tangan mengepal berdoa pada dewa penyelamat.


Namun di tengah para kesatria dan pelayan menunggu si gadis siuman tiba-tiba saja datang seorang pria dari balik jendela hingga jendela kamar pecah berserakan kemana-mana. Seorang anak kecil dengan jubah hitam ular putih dengan mata keemasan melingkar di lehernya rambut nya hitam dengan mata keemasan bagaikan elang wajah tampan dan kulit nya tampak bersih dan halus jika disentuh.


"SIAPA KAU!"

__ADS_1


Para kesatria berlari membuat dinding melingkar di setiap ranjang menutupi keberadaan si gadis yang adalah selena, mereka mengeluarkan pedang dari samping jubah mereka menyodorkan kearah anak kecil. Bukannya takut dan gemetar si anak kecil duduk di kursi santai menutup mata kirinya dengan senyuman meremehkan mereka.


"Apa-apaan dia beraninya dia menunjukkan senyum seperti itu" Salah satu kesatria dengan santai berbicara pada nya si anak kecil hanya tersenyum ia memainkan jarinya di meja hingga mengeluarkan suara "Tuk.. tuk.. tuk.. "


"Huh beraninya manusia seperti mu berbicara santai seperti itu padaku" Wajahnya yang tadinya tersenyum meremehkan memudar perlahan membentuk ekpresi dingin penuh ketidaksukaannya tangan yang menutupi sebelah matanya terbuka menunjukkan bola matanya berwarna merah bola pasang mata yang berbeda para kesatria segera mendur merekan tahu akan pasang bolo mata yang berbeda hanya dimiliki satu makhluk legenda yang telah lama punah bahkan 1% pun hampir tidak ada.


"Mahluk legenda kaum ular tingkat tinggi"Cleve menatap tajam kearah anak kecil yang ia sebut mahluk legenda.


Mahluk legenda para dewa adalah empat spesies yaitu Kaum ular, kaum naga,kaum pegasus dan kaum phoenix keempat mahluk telah diberkati oleh para dewa untuk melindungi manusia namun manusia menghancurkan hati dan kepercayaan mereka hingga mereka berbuat nekat dan berdusta pada para dewa hingga mereka dihabisi para dewa hingga hanya 1% mereka yang hidup saat ini.


Kaum ular adalah mahluk tingkat tinggi para dewa memberi harapan pada kaum ular karena raja ular melindungi manusia dengan baik, kaum ular sendiri memiliki kekuatan yang melebihi mahluk lainnya walau satu mahluk dewa. Sementara kaum naga adalah mahluk yang terpercaya para dewa menyukai para naga yang melindungi manusia yang lemah dari incaran iblis di muka bumi naga juga sangat akrab dengan manusia hingga ada manusia yang menyembah kaum naga.


Kaum pegasus adalah kaum kuda bersayap yang sangat di sayang para dewa, pegasus memberi kekuatan mereka untuk para dewa maupun manusia walau mereka tidak di posisikan tingkat atas namun kenyataannya pegasus lebih di sayang oleh para dewa dari pada ketiga mahluk legenda lainnya. Dan kaum phoenix adalah kaum burung dengan tubuh yang di penuhi api mereka adalah mahluk yang di berkati oleh dewa kematian dan phoenix tersendiri adalah mahluk yang selalu di gunakan dewa kematian saat terjadi suatu bencana di muka bumi phoenix berbeda dengan mahluk yang harus melaksanakan tugas mereka melindungi manusia malah sebaliknya phoenix adalah mahluk kematian yang mematikan manusia dengan keji mungkin karena phoenix adalah mahluk legenda milik dewa kematian.


"Bagaimana ini sepertinya kalian takut dengan ku" Terlihat jelas senyum yang meremehkan di wajah tampannya para kesatria yang melihat pun begitu kesal seakan harga diri mereka di injak oleh anak kecil.


Huh...


"Wah... bagaimana bisa kamu masih bisa hidup setelah di gigit oleh ku hewan saja sudah mati bisa-bisanya kamu masih bisa hidup" Ucapnya santai dengan senyuman menyeringai yang terlukis di wajahnya


"BISA-BISANYA KAMU MASIH HIDUP "Duke tampak begitu marah mendengar kata-kata keluar dari mulut si anak kecil yang amat membuat darah di dalam tubuh nya mendidih seakan ia sedang berada di badai api yang menerjang nya.


"Aa.. ayah dia yang mengigit ku tiba-tiba saat di istana tua lalu aku jatuh pingsan karena nya" Selena sadar akan sosok yang duduk santai seorang anak yang ia temui di istana tua yang tadi ia kunjungi. Kemarahan telah memuncak duke amat begitu marah tiba-tiba keluar sebuah pedang entah berasal dari mana hanya ada tempat nya saja di samping jubahnya namun tidak ada pedangnya.


"Pedang suci... dia kesatria pelindung dunia" Ucap si anak kecil melongo melihat pedang di yang tiba-tiba keluar tanpa ia tahu kapan pedang itu ada.


Pedang suci hanya dimiliki satu orang terkuat dan pedang itu bukanlah sembarang pedang pedang yang hanya bisa disentuh oleh orang yang orang yang memiliki kekuatan melampaui kekuatan batas manusia pada umumnya. Pedang suci terbuat dari tetesan darah dewa kematian dan dewa pelindung dan dapat diartikan bahwa sang pemilik bisa membunuh seseorang sesukanya dan bisa melindungi semaunya dan tidak ada larangan apapun.


"Hahahaha akhirnya aku bisa bertemu dengan orang terkuat di dunia ini siapa sangka bertemu dengan cara seperti ini, SUNGGUH MENYEDIHKAN" Ia tertawa begitu keras membuat yang lainnya merasakan tekanan dari nya entah yang ia lakukan padahal hanya sebuah tawa namun itu sangat lah kuat."Baiklah bagaimana jika membuat perjanjian bocah, jika kamu tidak membuat ikatan dengan ku maka darah yang sudah mengalir di selang darah di setiap tubuhmu itu akan hancur dan membusuk setelah tiga hari. "Sambungnya berjalan mendekati ranjang yang di jaga ketat para kesatria tingkat tinggi namun ia tak merasakan ketakutan malah sebaliknya para kesatria begitu tertekan akan suasana saat ini tubuh mereka begitu berkeringat dingin hingga mereka jatuh pingsan.


"Apa yang kau lakukan pada putriku?! " Tanya dengan penuh amarah namun tetap ia kondisi kan bagaimanapun ia tak bisa melukai seorang anak kecil terlebih lagi makhluk legenda milik para dewa sesama mahluk yang diberkahi dewa mereka tidak boleh melukai satu sama lain masalah sebesar apapun itu.

__ADS_1


"Entahlah aku ingin meminum darah nya SAJA aku kira dia akan mati setelah mendapat gigitan itu ternyata di memiliki kekuatan yang cukup besar menahan diri nya" Jawabnya dengan santai lagi-lagi setiap kata-kata yaang keluar dari mulut nya membuat duke amat begitu kesal padanya."Sebagai gantinya aku ingin membuat perjanjian pada putrimu dan aku akan melindungi dirinya dan yang perlu kamu ketahui darah putri mu bukanlah dari biasa pasti akan banyak iblis yang ingin mengincar darahnya"Sambung nya dengan wajah yang mulai serius duke dan cleve ikut dalam keseriusan itu. Hingga beberapa menit mereka berbicara selena menerima perjanjian maupun duke hanya saja duke menerima perjanjian itu dengan syarat ia harus melindungi putrinya tanpa luka di tubuh putri nya dan melindungi kerajaan aldestrom dengan sepenuh hati.


"Baiklah seperti hanya itu saja bukan?itu sangat mudah bagi ku " Jawab nya seperti biasa ia tersebut seakan dirinya serba bisa dan kuat


...----------------...


Keesokan harinya...


Begitu banyak hal baru berdatangan di istana rumor yang beredar tentang putri duke yang muncul setelah sekian lamanya pun belum menghilang sampai saat ini. Beberapa hari telah berlalu setiap saat selalu terdengar teriakan yang cukup keras di istana siapa lagi jika bukan selena tidak ada yang seberani dirinya berteriak di dalam istana aldestrom sama saja mencari mati, para pelayan juga hanya bisa diam dan melihat tingkah selena.


"Aaaaa"


Suara yang begitu keras terdengar di lorong Istana ya itu selena yang sedang akan menuju ke perpustakaan tempat ia akan belajar bersama gurunya, namun saat berada di tengah jalan ia terkejut melihat banyak sekali anak katak yang berlompat lompat kemana kemari selena berlari dengan cepat dengan terus berteriak hingga beberapa detik akhirnya ia sampai di depan sebuah pintu yang bertuliskan "Perpustakaan istana"


"Hosh... hosh... A... aku ta.. hu ini pasti i..ini perbuatan nya dasar bocah gilaaaaa" Selena berdesah kelelahan berlarian dengan berteriak tadi ia tahu pasti ini perbuatan si anak laki-laki itu.


ZEN, namanya ia adalah orang yang membuat perjanjian dengan selena dan juga dengan seorang tiran Kekaisaran walau begitu zen masih tidak di terima dari kalangan kesatria setiap Zen ber pas-pasan dengan para kesatria para kesatria menatap dengan tatapan tajam seolah tatapan itu penuh arti"KAU TARGET KU"Ya terkadang para kesatria berpura-pura tersenyum saat Zen berada di dekat selena agar selena tidak merasa tersinggung.


"INI... INI PASTI ULAH ZEN... " Selena berteriak melihat sekumpulan ular karet sebelumnya ia mengira ular itu asli hingga ia beteriak ketakutan saat ia tahu itu tidak begerak ia menyadari ini pastilah perbuatan Zen.


Krek... suara pintu terbuka selena segera melangkah ke samping kanan pintu seorang pria tampan mucul, rambut putih panjang dengan pakaian bangsawan yang begitu lembut dipandang.


"Nona, mengapa anda berteriak? apa terjadi sesuatu? " Tanya pria tampan itu pada selena yang menatap kearahnya dengan senyuman imutnya.


"Hahaha tidak apapa guru teman baru ku mengerjai ku dengan ular karet ini jadi aku berteriak, maaf jika saya menganggu guru"Jawab selena mengusap kepala belakang nya lalu menunjukkan ular karet pada pria yang ia sebut guru.


Panggil ia Leon ia adalah guru sekaligus penjaga perpustakaan di istana aldestrom dirinya tidak pernah keluar dari perpustakaan jika tidak ada hal yang sangat mendesak yang benar-benar membuat nya terpaksa keluar. Dirinya juga disebut ahli dalam segala hal jika ada satu hal yang tidak dimengerti maka semua akan berlari meminta pengertian darinya.


Selena masuk kedalam perpustakaan bersama gurunya untuk mengikuti kelas yang sudah ia ikuti sejak minggu-minggu ini setelah beberapa bulan ia tinggal di istana.


Tinggalkan like, comment dan vote ya 😊 jangan lupa untuk memberi saran kritikan pada author ya,maaf ya kalau ada beberapa kata yang salah mungkin karena author ini masih pemula tapi author akan terus berusaha lebih baik lagi,terimakasih telah membaca

__ADS_1


__ADS_2