Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 41


__ADS_3

Malam hari...


Keluarga selena berkumpul di sebuah meja makan yang di penuhi makanan dan hiasan hiasan yang di dekorasi di atas meja hingga terlihat indah di mata. Karna ada raja arga di meja makan itu duke harus duduk di deretan tempat duduk selena sementara raja arga duduk di tempat yang tidak ada baris itu. Ia adalah seorang yang harus di hormati bukan karena dia raja melainkan dia orang tua yang harus dihormati walau raja memiliki anugrah dari dewa yaitu hidup keabadian dan wajahnya yang tetap muda itu.


Tapi tetap saja umur tetap umur,mereka yang lebih mudah harus menghormati dirinya sebagai orang tua walau dia lebih tinggi dari raja arga mereka harus menghormati raja arga dengan bersikap sopan atau selayaknya. Mereka menikmati makan malam dengan tenang hanya suara alat makan yang mereka genggam yang berbunyi tak ada sekalipun suara yang keluar dari mulut mereka terkecuali selena yang terus memuji muji cake yang ia makan setelah menghabiskan nasi nya.


"Nyam.. nyam.. uemmm enak sekali cake stroberi ini eummm"


Sambil memasukkan cake stroberi nya ia memuji cake stroberi itu terus padahal di dalam mulut nya cake nya belum ia habiskan tapi ia sudah menyendok lagi dan lagi hingga pipinya terlihat seperti balon. terlihat imut sekali orang yang berada di sekitar selena juga ingin sekali mencubit pipi gemoy selena itu.


"Astaga putri sangat imut,andai aku bisa mencubit pipi nya, sayang sekali" batin seorang pelayan menatap selena yang sedang makan cake stroberi nya itu yang penuh di mulutnya hingga pipinya terlihat imut


"Jangan makan terburu buru tidak ada yang mengambil makanamu" ucap duke mengelap crim yang belepotan di bibir selena, selena hanya tersenyum sambil memakan cake stoberi nya


Selesai makan malam,semua kembali kekamar mereka masing masing terkecuali selena ia pergi bersama ayahnya keruang kerja. Padahal duke sudah melarang selena agar tidak ikut karna ini sudah malam ia harus tidur tapi selena membantah dan tetap ingin ikut dengan ayahnya, duke tidak bisa menolak permintaan putrinya itu,mungkin karna tidur sore yang begitu lelap jadi selena tidak bisa tidur cepat malam ini.

__ADS_1


Diruang kerja Duke...


Di ruangan kerja,duke sedang sibuk dengan perkerjaannya yang harus ia selesaikan. Di bantu dengan aston yang selalu menemani duke sepanjang hari saat duke di dalam ruang kerjanya ia pasti ada di samping yang mulianya.


Selena duduk di sofa sambil bermain boneka kelinci yang selalu ia bawa kemana mana sambil melirik ayahnya yang sedang sibuk dengan kerjanya itu. Aston yang melihat menghampiri selena dan mulai bertanya apa dirinya bosan atau tidak


"Putri, apa anda bosan? "


"jika anda bosan saya akan memanggil pelayan yang akan menemani anda untuk menghilangkan rasa bosan anda itu" ucap aston menghampiri selena yang terlihat melirik yang mulianya terus menerus. Pikirnya selena terlihat bosan karna terus menatap yang mulianya yang sedang sibuk berkerja


"Hahah tidak ayah saya tidak bosan, saya hanya ingin cepat tumbuh besar.. " sebelum selena menyelesaikan perkataannya duke langsung memotong ucapan selena yang belum selesai


"Kenapa, apa kamu akan pergi meninggalkan ayah setelah dewasa?" duke langsung mendekati selena yang duduk di sofa ruang kerjanya "apa kamu tidak suka tinggal dengan ayah? apa kamu ingin pergi mencari ayah baru? atau.. " sambung duke melontarkan pertanyaan yang ada di pikirannya itu


"Tidak ayah mana mungkin aku tidak suka tinggal dengan ayah, aku hanya memiliki satu ayah yaitu ayah seorang

__ADS_1


Aku hanya ingin cepat besar karna aku bisa membantu ayah mengerjakan tugas yang ayah kerjakan itu akan lebih mudah jika aku sudah besar, dan ayah akan bisa lebih banyak waktu istirahat nantinya" ucap selena jelas


"Putri ayah memang sangat baik dan pengertian, tapi ayah tidak ingin kamu cepat besar" jawab duke, jawaban yang di lontarkan pada duke membuat selena dan aston tampak bingung bagaimana bisa duke tidak menginginkan putrinya tumbuh besar dan lebih dewasa lagi


"Astaga yang mulia, anda kenapa bilang seperti itu putri selena pasti akan tumbuh menjadi seorang putri tercantik di aldestrom tapi mengapa yang mulia tidak ingin putri selena tumbuh dewasa? " ucap aston yang berdiri di depan kedua orang itu sambil mengelap air mata yang sebenarnya tidak ada


"Karna aku tidak ingin putriku di ambil oleh para buaya buaya yang berkeliaran dimana mana" ucap duke dengan nada kesal sambil melipat kedua tangannya di dada


"buaya? yang mulia mana mungkin buaya bisa menjadi pasangan putri selena, buaya itu kan hewan dan putri selena kan manusia yang mulia" ucap aston yang tak menyambung dengan ucapan yang mulianya itu


"aku menyebut pria di luar sana adalah buaya jika dia mendekati putriku itu lebih pantas karna pria pria yang tidak memiliki hal martabat itu orang yang memalukan, waktu itu aku pernah bertemu dengan pria pria seperti itu, aku sangat kesal saat itu karna ia menyentuh istriku saat aku sedang pergi jalan jalan keluar istana" ucap duke secara terang terangan


"Anda kan juga pria yang mulia " ucap aston dalam hati sambil mengelap air mata yang tidak ada itu


Terimakasih banyak ๐Ÿ™untuk kalian yah udah dukung aku sampe sini yah makasih banyak banget loh ๐Ÿ˜ญ semoga hari hati kalian menyenangkan ya sehat selalu, jangan lupa ๐Ÿ’œ coment ๐Ÿ’ฌ dan vote ya ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2