Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 40


__ADS_3

Karna hidup di luar sana banyak hal buruk yang sudah di lalui selena, semua yang ia lalui ikut mambawa dirinya menuju ketakutan setiap ada hal yang sama dengan kejadian masa lalu ia akan merasakan rasa takut yang mengintai dirinya. Wajar saja selena takut saat ia masih umur empat tahun ia sudah di siksa habis oleh ibu angkat nya mulai di kunci di kamar mandi,di cambuk dengan cambuk yang amat panjang, suara bentakkan dan hal yang lain lainnya yang berhubungan di dunia masa lalu selena membuat dirinya takut.


Ditaman..


Cleve sudah berdiri di hadapan selena ia memberikan sebuah setangkai bunga berwarna putih untuk adik kecilnya. Selena yang melihat kakaknya langsung berlari ria memeluk sang kakak


"Seharusnya kamu jangan bermain terlalu jauh itu sangat berbahaya" ucap cleve mengusap rambut panjang selena, selena hanya mengucapkan empat kata yaitu "maaf" sambil menunduk mengepal kedua tanganya pada gaun yang ia pakai, cleve tersenyum lalu memberikan selena setangkai bunga putih membuat selena kembali tersenyum dan memeluk kakaknya.


Cleve menggendong adiknya melangkah mendekat ketempat ayah, paman dan kakeknya beristirahat di bawah pohon besar. Selena meminta turun dari gendongan kakaknya ia langsung berlari mendekati ayahnya memberikan bunga yang diberikan kepada kakaknya, cleve yang melihat hanya menggeleng dengan senyum di wajahnya.


"Putriku sangat pengertian,bagaimana bisa aku melepaskannya saat dewasa nanti, aku akan menjaganya dari buaya buaya itu"batin duke menatap selena dengan senyuman, walau di dalam hatinya ia sedang mengumpat para buaya maksudnya laki laki yang kurang bagus ya.


Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke istana karna akan menjelang sore beberapa jam lagi. Selena juga sudah merasa puas hari ini ia kembali kepelukan ayahnya menuju ke istana,di sepanjang perjalanan selena di dalam pelukan ayahnya ia tertidur di pelukan sang ayah wajahnya terlihat imut,raja arga,evano dan cleve yang mengikuti di belakang kuda duke hanya tersenyum melihat keimutan selena. Rasanya seperti sakit dan pegal ada di tangan duke sebelah kiri yang harus menggendong putri nya yang sedang tertidur. Bisa bisanya ya selena tidur dalam keadaan seperti itu tapi membuat duke hanya bisa menahan tawa di bibirnya melihat putri kesayangannya tidu seperti ini.

__ADS_1


Karna perjalanan cukup jauh dari tempat mereka terkahir kunjungi ke istana, mereka juga harus menempuh perjalanan selama satu jam lewat tiga puluh menit baru sampai di istana. Para pelayan dan kesatria menyambut kedatangan mereka dengan membukukan hormat, para pelayan segera mendekati duke untuk membantu selena tapi duke melarang mereka menyentuhnya. Para pelayan itu hanya diam ia tahu alasan yang mulia nya yaitu dirinya sendiri yang akan membawa putri kesayangan dengan kedua tangannya.


Duke berjalan di temani cleve menuju kamar selena,sementara raja arga dan evan pergi ke kamar masing masing membersihkan diri karna sudah menjelang sore


Dikamar selena..


Duke meletakkan selena secara perlahan di tempat tidurnya cleve ikut membantu ayahnya ia menyelimuti tubuh adiknya dengan selimut berwarna pink yang bercorak bunga itu.


"Cleve ini sudah sore, pergilah bersihkan dirimu lalu kumpul untuk makan malam" ucap duke yang sedang membelai rambut putrinya yang menutupi wajahnya yang imut, cleve hanya mengiyakan saja dan berlalu pergi meninggalkan ayah dan selena di kamar adiknya.


"Kenapa kau kekamar putriku? "tanya duke dengan mata seolah ingin membunuh


" Memangnya kenapa? aku selalu kekamar putrimu itu setiap saat aku ingin datang "jawab zen tanpa sedikit rasa takut, padahal duke sudah sangat membara kabut kabut hitam sudah mengelilingi tubuh duke yang terlihat marah.

__ADS_1


" Apa kau bilang! "


setiap saat kau kekamar putriku, setiap saat ya"ucap duke sedikit berteriak mendengar bahwa zen sering berada di kamar putri kesayangannya


"Iya setiap saat aku menemui selena di kamar ini" ucap zen tanpa rasa takut ia malah membuat duke tambah membara kini mata duke seperti ingin membunuh orang yang berbicara di hadapannya sekarang. Ia beranjak dari tempat tidur selena duke melangkah mendekati zen dengan tatapan mematika entah apa yang akan duke lakukan pada zen.


"Beraninya kau masuk kekamar putriku" ucap duke berteriak mengeluarkan sihir di tangannya,Duke baru pertama kali marah seperti ini pada seseorang sehingga ia mengeluarkan sihir yang lama ia tidak gunakan para pelayan dan kesatria yang lewat langsung membuka pintu kamar selena karna mendengar keributan. Benar saja kedua pria itu saling beradu sihir para kesatria yang melihat mulai memisahkan mereka berdua sementara para pelayan menjaga tempat tidur selena agar ia tidak terbangun,karna lelahnya selena tidur begitu lelap hingga suara kerasa pun ia tetap tidak terbangun.


"Yang mulia" teriak felix dan Richards bersamaan melihat yang mulia mereka sedang beradu sihir dengan zen itu. Mereka berlari memisahkan mereka berdua felix dan Richards agak bingung kenapa yang mulianya bisa semarah ini hingga sihir yang mulia nya sudah jarang digunakan sekarang digunakan, ya itu membuat mereka terheran heran.


"Seharusnya kau mengendalikan emosimu jika tidak lawan musuhmu akan mengetahui kelemahanmu ada di diri selena" ucap zen menghilang dalam sekejap mata dengan menggunakan sihirnya


"Apa maksudmu? " teriakd duke sebelum ia selesai berbicara zen sudah pergi dengan sihirnya, Duke merasa bingung dengan perkataan zen itu.

__ADS_1


Duke dan yang lain kembali keluar dari kamar selena, Duke terus berjalan di lorong istana dengan malam yang disinari cahaya rembulan malam sambil mencerna perkataan zen tadi.


Terimakasih🙏 untuk kalian yang udah like coment dan vote ya(♥ω♥)


__ADS_2