Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 52


__ADS_3

Masih terduduk di ruangan duke yang di penuhi rasa penasaran akan apa yang dibicarakan hingga seserius ini. Selena yang merasa penasaran langsung menanyai ayahnya kenapa ia dan kakaknya harus kesini dan untuk apa.


"Selena, cleve ayah harap kalian bisa menerima semua ini" ucap duke sambil menunduk mengusap terus keningnya"Aston panggil dia kemari"perintah duke pada aston yang berada di samping nya


Selena dan cleve ikut terbawa dengan rasa penasaran mereka ia terus menatap kearah pintu masuk ruangan kerja ayahnya, siapa yang ayahnya panggil kemari yang membuat mereka merasa penasaran.


Krek....


Suara pintu terbuka,seorang gadis cantik yang berjalan masuk rambut hitam panjang dengan mata berwarna merah itu berjalan mendekati meja dimana selena, cleve dan duke duduk,selena dan cleve menatap gadis itu dengan rasa penasaran apa maksud nya ini.


"Duduklah"


Gadis itu duduk setelah duke memerintahkan nya untuk duduk, gadis itu duduk di depan tempat duduk selena dan cleve yang duduk bersama.


"Selena, cleve dia adalah adik kalian panggil dia berlinda " ucap duke


Selena dan cleve yang mendengar tercengang diam, mereka berfikir keras apa yang ayahnya bicarakan bahwa gadis bernama berlinda yang duduk di hadapan mereka sekarang adalah adik mereka.

__ADS_1


"Ayah bisakah kamu menjelaskannya tentang masalah ini" ucap cleve dengan sorot mata yang tajam


"Dia adalah adik kalian, ayah hanya bisa berbicara tentang itu" jawab duke datar


"Aku akan pergi" ucap cleve dengan nada marah pergi meninggalkan ruangan kerja duke


Selena merasa heran kenapa kakaknya cleve kesal karena ada berlinda. Padahal saat selena pertama kali datang kemari selena tidak pernah merasakan kalau kakaknya marah dan tidak menerima kedatangannya, tapi ini berbeda cleve yang terlihat kesal karna kedatangan berlinda itu terlihat jelas oleh selena dan duke.


"Selena bisakah kamu membantu berlinda berkeliling istana sebentar, ada yang ayah katakan pada kakakmu cleve sekarang"ucap duke memerintahkan putrinya selena untuk membawa berlinda pergi berkeliling istana


Selena pergi mengajak berlinda, di depan pintu arthur dan angel yang masih berada didepan langsung mengikuti selena dari belakang. Arthur dan angel terus mengamati berlinda dengan penuh penasaran karna setelah kedatangannya di ruang duke ia mendengar keributan antara cleve dan dan duke.


" Iya "


"kenapa kamu tegang biasa saja, aku ini kakakmu jadi jangan terlalu tegang padaku saat bicara" lagi lagi selena berbicara dengan wajah datar seolah ia tak suka pada berlinda ia merasakan hal hal yang buruk akan terjadi


Angel dan arthur yang mendengar terkejut bahwa gadis yang dari tadi mereka tatap adalah anak dari duke dan adik adik dari cleve dan selena.

__ADS_1


Sementara di ruang dimana sebuah kamar yang cukup besar terdiri dari cleve dan duke yang sedang berbicara dengan serius. Wajah cleve yang terus memandang duke dengan penuh kesal itu hanya duke diamkan.


"Maksud ayah apa? kenapa dia adikku ? apa dia anak yang ayah ambil dari tempat penampungan anak? atau apa ayah?tolonh jelaskan padaku"tanya cleve pada duke dengan nada kesal, cleve terus menatap duke yang adalah ayahnya sendiri dengan penuh kekesalan.


Sebenarnya ia tak masalah dengan ayahnya yang membawa seorang anak dari penampungan anak, tapi ini berbeda saat cleve melihat mata gadis yang bernama berlinda. Ia melihat mata merah pada berlinda yang bertanda bahwa dia juga adalah keturunan dari adelio.


"Cleve ayah hanya memberi tahu untuk tidak betingkah kekanak-kanakan dia adalah adikmu, dia sama seperti selena " ucap duke dengan nada lebih tinggi yang membuat cleve mengepalkan tangannya "jika seperti itu ayah akan pergi jika kamu bertingkah seperti anak kecil, ayah tidak akan membiarkanmu untuk keluar dari kamarmu" sambung duke sedikit memberi ancaman pada cleve


Bukannya merasakan sedikit rasa takut, cleve tetap saja kesal ia merasakan hal yang aneh dalam tubuhnya yang selalu menandakan ketidaknyamanannya setelah kedatangan berlinda di hadapannya.


Di tempat lain selena berkeliling dengan berlinda sedikit memperkenalkan diri dan saling berbicara mengenai diri mereka masing masing. Selena yang sudah merasakan lelah meminta untuk angel mengantarkannya kekamar untuk beristirahat.


Malam hari...


Biasanya istana penuh dengan tawa saat makan di ruang makan kini hanya ada suara lantunan garpu dan sendok yang beradu di atas piring yang berisi hidangan makan malam. Selena yang selalu menggoda ayah dan cleve sekarang terlihat dian tanpa ada kata yang keluar dari mulut nya.


Begitu juga dengan cleve yang diam dengan sorot mata yang kesal. Setelah mereka menyelesaikan makan malam duke yang sudah pergi terlebih dahulu ke kamar nya, sementara selena, cleve dan berlinda yang baru saja menyelesaikan makan malam segera menuju kekamar mereka masing-masing.

__ADS_1


Saat di tengah jalan selena dan berlinda berpisah dengan cleve dengan jalan yang berbeda, cleve yang dekat sekali dangan kamar ayahnya mendengar suara ayahnya dengan suara yang sedikit ia dengar.


"Apa karna ini saena meninggalkanku dan cleve, ini karna malam itu yang membuat saena pergi dan membawa selena bersamanya" ucap duke merenung kan dan mengingat kembali masalah yang membuat saena sang istri tercinta pergi meninggalkannya.


__ADS_2