Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 44


__ADS_3

Teriakkan mengejutkan seisi ruangan tersebut dirinya yang terus menatap ayahnya dengan tatapan sinis pun, membuat sang ayah dan pelayan yang setia di samping ayahnya menatap selena bingung.


"Ayah beritahu aku.Kenapa sihir yang aku pelajari belum saja berhasil" ucap selena memecahkan keheningan


,, doeng,,


"Eh" duke yang tidak percaya dengan ucapan sang putri yang tiba tiba bertanya dengan pernyataan yang menurut nya bodoh "Selena, kenapa kau menanyakan soal sihir? , apa saat belajar tadi sudah melalui tahap bagian sihir? " sambung duke bertanya pada selena yang berdiri di hadapannya


"Benar,


dan sekarang aku ingin ayah membantu ku untuk berlatih bersama, jika tidak aku tidak tahu akan terjadi apa pada ku dan juga seluruh istana nanti" ucap selena seperti mengancam akan melakukan hal aneh pada istananya sediri


Tidak bisa menolak permintaan sang putri duke menyempatkan waktunya untuk mengajari putrinya di luar istana, sebelum mereka berangkat untuk perjalan jauh mereka menyiapkan perlengkapan yang di susun raja arga sendiri.


Ditaman belakang istana selena tampak masih terus mencoba sihir yang ia pelajari berasama leon yang selalu saja gagal. Begitu juga sekarang ia masih saja terus gagal tapi ia tidak menyerah begitu saja ia terus berusaha yang pada akhirnya semua itu menjadi nyata kerja kerasnya sekarang sudah terbalas.


"Yeee... " teriak selena


Selena berteriak kencang, keberhasilan dan tetap berusaha walau itu butuh waktu lama bagi dirinya. Duke yang melihat selena berkerja keras hingga berhasil hanya bisa tersenyum melihat semua dengan sambutan pelukan hangat dari sang putri.

__ADS_1


Mereka melihat kearah lain kelopak bunga menyebar kemana mana, selena sadar kalau ia pelakunya yang membuat semua berantakan karna latihannya menggunakan bunga mawar putih yang menghias di sepanjang taman istana.


"Aston panggil para pelayan untuk membersihkan ini semua"ucap duke sambil melangkah pergi mengikuti sang putri yang berlari ria itu


" Baik yang mulia"


Aston berjalan setelah duke pergi, ia memanggil para pelayan untuk membersihkan taman belakang istana tempat yang sudah kacau berantakan karna ulah si putri cantik selena .


Waktu berjalan dengan cepat, hari mulai sore semua telah menyiapkan semua yang akan mereka bawa untuk perjalanan, lima kereta kuda yang sudah berderet rapih sudah berada di depan pintu istana langkah kaki mulai terdengar.


tak...


tak...


Dan mulai bergantian dengan evano,cleve begitu juga dengan duke dan selena yang mulai memasuki kereta kuda. Mereka memulai perjalan dengan para kesatria yang menunggangi kuda disamping kuda yang mereka tumpangi.


Di setiap perjalan selena selalu membuka kain merah yang menutupi bagian samping kereta kudanya hingga ia bisa melihat kesatria yang berjaga di samping sambil menikmati hembusan angin yang ikut masuk.


"Selena tutup kainnya udara saat ini sangat dingin kamu akan masuk angin" ucap duke yang sedang membaca sebuah buku tebal

__ADS_1


"Baik ayah" jawabannya tanpa penolakan


Setelah menempuh perjalan mereka sudah berada di tengah tengah hutan dan di selimuti malam yang gelap gulita mereka mulai mendirikan tenda dengan sebuah lambang yang berkibar di atas tenda tersebut para kesatria sibuk menyalakan api untuk menghangatkan tubuh di malam yang penuh udara dingin.


"Hump.. "


"Aku juga ingin makan itu, ayolah kak berikan padaku ini hanya satu kali saja bukan berkali kali, lagi pula aku tidak akan mati jika memakan itu" ucap selena berdumal kesal makanan yang ia suka diambil cleve


"Tidak, kamu harus makan yang lain dan makananmu ini akan aku berikan pada yang lain. Mengerti" jawab cleve dengan tangan kanan yang memegang sebuah cake manis dan beberapa coklat manis yang bertaburan di atas nya.


Semua yang melihat tingkah adik kakak hanya bisa menahan tawa karna bisa melihat tingkah cleve yang jarang seperti itu. Kehadiran selena membuat semua berbeda dari kesepian menjadi keramaian tidak ada warna menjadi warna yang selalu menerangi setiap sisi gelap itu, dengan tawa, canda dan tingkah itu membuat orang memanggilnya dengan sebutan "Putri yang mulia duke" ia dia putri kesayangan duke maupun aldestrom ada juga yang bilang kalau di "Malaikat kecil"bagi semua yang merasakan sedih maupun kesepian.


Setelah berjam mereka akhirnya memutuskan untuk beristirahat karna waktu sudah mulai larut selena tidur dengan ayahnya karna ini kemauan sang ayah sendiri. Mungkin ayahnya berfikir kalau akan terjadi apa apa pada putri kecilnya itu di tengah hutan seperti ini


Pagi hari


Selena baru saja bangun dari tidur nya ia di bantu clara yang juga ikut perjalanan jauh ini dengan keempat pelayan lainnya. Setelah clara membantu selena bersiap siap ia pergi menyiapkan makanan khusus untuk selena untuk sarapan pagi.


Setelah semua selesai sarapan pagi mereka. Sejenak mereka beristirahat di depan tenda lalu mereka membersihkan tenda dengan rapih mereka mulai melanjutkan perjalanan mereka. Seperti biasa di dalam kereta selena selalu membuka buka kain merah yang menutupi jendela kereta kudanya.

__ADS_1


Ia paling suka membuka jendela nya karna ia bisa melihat pemandangan hutan yang di penuhi pohon pohon hijau yang tumbuh segar, dan sesekali ia menjahili kesatria di sampingnya ia itu adalah arthur kesatria yang dekat dengan selena.


Selena senang meledek arthur dan menjahili nya dengan berkata bohong kalau kepalanya baru saja kejatuhan ulat bulu. Yang terkadang membuat arthur sering jatuh di kuda hingga lucky menjaga di samping arthur bukan karna ingin membantu arthur dari gangguannya selena. Tapi ia hanya membantunya untuk tidak jatuh dari kuda nya itu akan menguras waktu yang lama


__ADS_2