
Clara langsung mendekati meja dimana selena sedang menulis di lembaran kertas putih yang sudah berisi tulisan entah apa yang ia sedang tulis hanya dia yang tahu. Clara memberi salam pada selena yang sedang menulis, selena yang melihat sosok clara yang baru saja datang membuat dirinya bangkit dari tempat duduknya dan berlari kearahnya.
"Salamat pagi putri selena"salam hangat dari clara
Selena memeluk hangat wanita paru baya itu yang bukan lain adalah clara,selena terlihat senang clara datang tampak senyum manis yang terukir di wajahnya begitu juga dengan clara yang membalas senyuman manis selena.
"Clara! "
Selena berteriak berlari mendekati clara dan memeluknya seperti seorang cucu yang baru saja bertemu neneknya setelah beberapa tahun. Ya itulah selena yang selalu berperilaku manis dan imut pada siapun.
"Clara apa yang membawa mu kemari? apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan? " tanya selena penasaran
"tidak putri, saya kemari atas perintah yang mulia" jawab clara, selena tampak bingung kenapa ayahnya menyuruh clara untuk kemari apa ada yang ingin disampaikan atau hal yang lain"Saya membawakan buah buahan yang segar yang mulia memesan buah ini kemarin jadi saya membawanya setelah buah ini di antar ke istana"sambung clara menujukan keranjang buah yang ada berbagai jenis buah yang lainnya
"Untuk apa? "
Selena yang tak mengerti hanya bertanya seperti itu pada clara, clara memberitahu sambil tersenyum. Ia menjelaskan bahwa buah buah ini akan selena makan satu hari penuh, itu semua atas perintah yang mulia nya yaitu ayah selena. Mendapat pernyataan itu membuat tubuh selena seketika merinding ia menyukai buah tapi ada beberapa buah yang ia sangat tidak suka di keranjang itu.
Tok...
Tok....
Suara pintu terdengar kembali di kamar selena, selena dan clara yang mendengar melangkah mendekati pintu berbeda dengan selena yang berlarian dan berharap yang datang adalah seseorang yang bisa membelanya. Benar saja entah itu apa keinginan selena terwujudkan seorang pria yang tampan dan gagah berdiri di depan pintu kamar selena. Evano paman selena berdiri didepan pintu kamar keponakannya selena, selena yang membuka pintu langsung memeluk erat pamannya.
"Paman! "
__ADS_1
Teriak selena berlari mendekati pamannya dan memeluk hangat pamannya.Evano tampak bingung tiba tiba selena memeluk nya tapi ia tetap membalas pelukan hangat dari sang keponakan yang sudah ia anggap seperti putri kandungnya sendiri.
"Selena ada apa? kenapa kamu berlarian dan langsung memeluk paman? " tanya evano setelah selena melepaskan pelukan
"Eumm... itu.. "ucap selena ragu
"Itu apa? "
"Paman bantu lah aku, aku tidak ingin memakan semua buah buahan itu" tunjuk selena pada keranjang buah yang di bawa clara di genggaman tangannya
"Buah? "
Evano melihat kearah keranjang di bawa wanita paru baya itu yaitu clara,clara hanya tersenyum lalu menjelaskan pada evano tentang buah yang ia bawa untuk selena. Entah evano akan membela selena keponakannya atau clara yang mengikuti perintah iparnya itu.
"Paman"
"Baiklah,clara sementara ambilkan buah yang akan di makan untuk selena nanti dan sisanya berikan pada yang lain aku akan menyampaikan ini pada yang mulia nanti" ucap evano menyetujui kemauan selena, mendengar itu clara membungkuk dan meletakkan buah yang hanya akan selena makan nanti.
Sekarang gadis itu bisa menghela nafas lega, akhirnya ia akan makan makanan yang menurut nya cukup untuk dimakan hanya saja ayahnya terlalu berlebihan bagi dirinya. Baru saja clara meninggalkan kamar selena seorang kesatria tampan tiba di depan selena dan evano yang baru saja mau menyenderkan punggungnya di sofa.
"Selamat pagi putri selena, pengeran mahkota" salam kesatria itu membungkukan sedikit badannya pada selena dan evano
"Lucky apa yang membawamu kemari?" tanya selena
"Maaf putri menganggu waktu anda tapi sekarang sudah waktu belajar anda bersama tuan leon" jawab lucky
__ADS_1
"Ah benar aku hampir saja lupa hari ini ada pembelajaran penting " ucap selena ingat hari ini akan ada pelajaran penting yang harus ia pelajari sebelum ia mulai masuk ke akademi beberapa tahun lagi.
Selena pergi bersama dengan evano dan juga lucky di tengah perjalanan menuju ke perpustakaan evano pamit pergi ke tempat lain. Sementara selena pergi bersama lucky ke perpustakaan ini pertama kalinya kembali seperti dulu selena di ikuti pengawal setelah kembali dari Kerajaan barat istana kakeknya.
Di perpustakaan ...
Selena memulai pelajaran pertamanya ia mulai akan mulai mempelajari beberapa buku tebal yang begitu banyak tulisan yaitu buku tentang sihir yang akan selena pelajari sebelum itu ia mulai mempelajari membangkitkan kekuatannya.
"Putri hanya harus tenang dan tidak memikirkan sesuatu yang bukan pelajaran ini, maka putri akan berhasil" ucap leon membaca buku sambil melihat selena sejenak yang sedang mencoba membangkitkan kekuatannya.
Lagi dan lagi,selena terus berusaha keras untuk membangkitkan kekuatannya tapi ia selalu gagal hingga ia kesal sendiri. Buku yang ia buat percobaan untuk membangkitkan kekuatannya berhamburan kemana mana karna kegagalan.
"Ah,bagaimana bisa gagal terus, aku sudah mencoba delapan kali tapi tetap saja" keluh selena memegang buku yang sudah berhamburan kemana mana
"Sudah saya beri saran untuk tetap tenang dan tidak memikirkan hal yang lain " jawab leon melirik kearah selena yang mengeluh itu
"Leon aku pergi dulu, pembelajaran hari ini sampai sini saja" ucap selena dengan langkahnya kesal ia meninggalkan perpustakaan
Ia menuju kearah ruangan dimana seorang laki laki sedang sibuk dengan pekerjaan dan seorang pria paru baya yang membantunya.
"Ayah"
teriak selena kesal. Ia membuka pintu dengan keras hingga pelaya yang lewat terkejut karena suara yang keras
"Selena ada apa denganmu? " tanya duke yang ikut terkejut karna selena membuka pintu dengan keras
__ADS_1
"Ayah, aku ingin.. "