Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 18


__ADS_3

Keesokan harinya...


Di istana besar aldestrom,kini tinggal seorang gadis kecil yang terduduk diam dengan tatapan kosong,di istana aldestrom telihat sangat sepi dan sunyi dari biasanya,beberapa kesatria dan juga pelayan mengikuti Yang mulia duke pergi untuk pertemuan,sementara ada juga beberapa kesatria dan pelayan yang tinggal di istana bersama selena.


"Kapan musim dingin datang ya?" gumam selena mentap luar isatana yang sepi


"Apa tuan putri menantikan musim dingin tiba?" tanya lucky pada selena yang mendengar gumaman selena,


hanya beberapa kesatria yang lain dan lucky saja yang berada di istana, sementara kesatria berpangkat tinggi mengikuti duke walaupun lucky kesatria berpangkat tinggi tapi ia juga harus beristirahat karna baru beberapa hari ini lucky tiba di Kerajaan aldestrom.


"hmm,saya menantikan musim dingin tahun ini karna saya akan bertemu dengan kakak nanti,saya tidak tahu apa kakak di sana baik baik saja atau tidak?" ucap selena yang tak melepas pandangannya kearah depan istana


"Apa anda sangat dekat dengan pangeran cleve? " tanya lucky datar


"entahlah" jawab selena menumpuk kedua tangannya di meja, yang masih melihat kearah depan istana


Kamar selena terlihat hening tanpa ada suara sepata kata pun,hanya terdengar langkahan kaki para pelayan di luar kamar selena yang sedang bekerja


"ouh iya lucky kenapa mata sebelah lucky di tutupi topeng seperti itu?" tanya selena menatap wajah lucky yang selalu ingin menanyakan tentang mata sebelah lucky yang ditutupi topeng


"Mata saya???" jawab lucky dengan cepat menunjuk pada dirinya sendirinya


"iya, memangnya disini ada yang namanya lucky selain anda" ucap selena menghela nafas


"Mata saya tidak sengaja mengenai pedang saat sedang perang melawan musuh,dan tidak sengaja mata saya lah yang terkena pedang" jawab lucky mengingat memory pada saat perang dimana musuhnya,adalah temannya sendiri yang membela kerajaan musuhnya,karna lucky merasa di khianati lucky menyerang temannya tanpa memandang dia orang terdekat,hingga pada akhirnya mata itulah simbol penghianatan teman dekatnya pada lucky beberapa kesatria juga tahu mengenai mata lucky seperti itu


"Apa saya boleh melihatnya lebih dekat?" tanya selena duduk dengan tegak memandang wajah lucky

__ADS_1


"maaf saya tidak bisa memperlihatkannya secara dekat, karna saya tidak ingin orang lain terlalu jelas melihat luka saya ini" jawab lucky dengan sopan menolak permintaan selena


"baiklah saya mengerti" ucap selena mengerti apa maksud lucky


tiba tiba selena beranjak dari kursinya pergi ke luar kamarnya lucky yang tak menerima perintah apapun hanya mengikuti selena kemana ia pergi


Mereka terhenti di sebuah perpustakaan istana,lucky membukakan pintu untuk selena masuk kedalam perpustakaan tersebut,selena masuk kedalam setelah lucky membukakan pintu untuknya


Selena terus berjalan mengelilingi rak buku yang tertata rapih dan juga besar,ia terus melihat lihat buku buku di dalam perpustakaan hingga ia dikejutkan oleh seseorang.


"Tuan putri apa itu kau?" ucap seseorang dari balik pintu melihat selena dari belakang yang sedang melihat lihat buku


Mendengar suara tersebut,selena membalikan badannya melihat kearah suara yang berasal


"Pak guru??anda disini, apa yang anda lakukan disini dan itu ruang apa?"tanya selena yang melihat ruangan dimana gurunya keluar tadi


"ruangan itu adalah ruangan kerja saya"jawab leon datar"apa yang Anda lakukan disini putri selena"tanya leon menatap wajah selena


"Kalau seperti itu apa putri ingin ikut saya berkuda mengelilingi Istana" ucap leon menjulurkan tangan pada selena


"apa pak leon bisa berkuda" ucap selena dalam hati meragukan


"Saya akan ikut!!!"


Selena berjalan dengan tangan yang digenggam oleh leon mengarah dimana tempat kandang kuda milik istana berada, ini pertama kali selena pergi berkuda untuk mengelilingi Istana sejak awal masuk kedalam istana selena sama sekali belum menunggangi kuda karna selena belum pernah keluar istana sama sekali setelah ia masuk kedalam istana,pergi bersama ayahnya pun ia juga tak pernah,selain mengobrol,makan bersama dan lain lainnya


"Lucky apa kau bisa membantu putri selena sebentar?!!"

__ADS_1


Lucky yang sedang menutup kandang kuda pun berjalan mendekati di mana leon dan selena berada,karna leon meminta bantuan pada dirinya,ia membantu selena naik di kuda putih bersama leon yang sudah duduk di atas punggung kuda tersebut.


"terimakasih lucky"


Selena dengan senyuman senang yang terlihat di wajahnya menunjuk pada lucky pun,membuat lucky juga ikut senang karna selena sedari tadi terlihat murung


"Apa putri siap?" tanya leon lembut


Selena hanya menjawab dengan anggukan saja,leon pun menarik tali kuda tersebut hingga kuda tersebut berjalan,selena bertambah riang karna ternyata leon gurunya bisa berkuda,selena tak bisa dial di sepanjang perjalanan ia selalu berteriak teriak melihat pemandangan yang indah di setiap jalannya


Saat hampir berjalan menuju ketempat jembatan istana aldesteom yang dibilang semua para kesatria dan pelayan sangat indah, membuat selena begitu penasaran, di sepanjang perjalanan karna selena tak bisa diam,selena membuat seseorang marah yang sedang tidur di atas pohon


"ah, siapa yang teriak teriak di pagi hari seperti ini,menganggu orang tidur saja"ucap seseorang mendengar teriakan selena yang sudah mendekati tempat dimana ia sedang tidur


" wah.... lucky, pak leon lihat itu sangat indah!!!"


"Sudah kuduga" ucap seorang pria dengan mata malas"huft siapa lagi kalau bukan si bocah bodoh yang berteriak teriak di istana ini"sambung pria itu yang tak lain adalah zen berada di atas pohon melihat selena


"Hei bocah bodoh!!!"


Mendengar teriakan itu,selena,leon dan juga lucky menengok kearah suara tersebut yang ternyata adalah zen yang berada di atas pohon


"hei bocah bodoh,kenapa setiap kali aku bertemu denganmu selalu mendengar teriakanmu terus,apa mulut mu itu pengeras suara untuk memanggil semua orang" umpat zen berteriak dari atas


"terserah diriku,lagi pula yang berteriak aku bukan kamu dan juga ini mulut mulut ku bukan mulutmu jadi jangan protes" jawab selena sinis menatabingu, Zen tiba tiba menghilang begitu saja


"Dasar kalau mau pergi tuh pamit dulu jangan tiba tiba hilang" gumam selena kesal

__ADS_1


Tiba tiba seseorang merangkul pinggang selena dan membawa selena pergi entah kemana leon dan lucky terkejut selena tiba tiba hilang,leon yang berada di belakang selena pun tak merasakan kepergian selena sama sekali,lucky begitu cemas bagaimana jika yang mulianya kembali nanti dipikiran lucky hanya seperti itu.


TERIMAKASIH🙏 UNTUK KALIAN YANG UDAH LIKE COMENT DAN VOTE YA YANG BELUM LIKE COMENT DAN VOTE JANGN LUPA YA😘


__ADS_2