Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 29


__ADS_3

Di ruangan penuh ketegangan,khawatir semua tercampur pada semua yang berada di ruang yaitu kamar selena. Semua harap ini demam biasa saja dan tidak terjadi apa apa pada selena, selesai di periksa oleh penyihir kerajaan duke langsung bertanya tentang kondisi selena sekarang.


"Bagimana keadaan selena sekarang? "tanya duke pada penyihir kerajaan yang baru saja diperiksa


" Ini sangat luar biasa yang mulia, setelah anda kembali demam dan rasa sakitnya putri,berkurang sepertinya ikatan batin putri sangat dalam pada yang mulia maupun pangeran juga"penyihir itu sangat sangat takjub dengan ikatan yang dalam dari selena hanya dengan sebuah kedatangan dan pelukan hangat di tubuh duke bisa membuat demam tingginya agak menurun maupun rasa sakit di dalam tubuhnya itu.


Semua kembali ke tempat mereka masing masing sementara raja arga, evano, cleve dan juga duke tetap diam berada di kamar selena. Entahlah apa yang mereka tunggu atau apa mereka tetap berdiam diri sambil menatap selena yang sedang tertidur pulas itu.


"Kenapa kau menatap putri seperti itu"ucap duke kesal. Bagaimana tidak kesal melihat kedua orang itu ya raja Arga dan Evano menatap selena seperti orang asing saja


" Bagaimana bisa keponakan ku yang imut ini memiliki kekuatan yang besar ya? Astaga raja iblis itu benar benar sangat gila ya bisa bisanya dia menjadikan sasarannya pada keponakanku yang imut ini "ucap Evano menatap selena sembari mengaruk dagunya yang tidak gatal sama sekali.


"Ehkmm. "


"Ayah aku pamit pergi kekamar, dan juga kakek,paman saya pamit ada sesuatu yang saya urus di kamar" ucap cleve membungkuk berlalu pergi meningalkan kamar selena setelah berpamitan. Sekarang tinggal tiga orang ini apa yang akan mereka lakukan sekarang.

__ADS_1


krek..


Suara pintu kamar selena terbuka, terlihat seorang pria bermata seperti elang dengan rambut hitam yang indah ya itu adalah zen yang baru saja tiba di kamar selena. Ketiga orang itu menatap bersama kearah pintu dimana zen berdiri.


"Kenapa kau kemari? tanya mereka bersamaan. Saling menatap, duke pada raja arga dan raja arga menatap Evano karena bingung Evano harus menatap siapa ia langsung menatap tajam zen. Zen yang ditatap hanya diam tanpa expresi sedikitpun di raut wajahnya membuat evano kesal.


" Apa apan itu kau tidak berexpresi sedikitpun! "Ucap evano sedikit berteriak hingga membangunkan selena yang tadinya tertidur lelap di bawah selimut. Zen berjalan tanpa menjawab ocehan evano yang menurutnya tidak penting ya lebih jelasnya ia malas meladeni orang orang seperti itu. Mungkin karna sifat dingin dan cueknya itu.


" Ayah"panggil selena, duke yang sedang menatap evano karna berisik takut membangunkan putrinya yang sedang tertidur lelap itu, ya siapa sangka putrinya sudah terbangun karna teriakan evano itu. Duke hanya menghelas nafas kasar pada evano ia mendekati selena duduk di pangkuannya.


"Selena" panggil raja arga


"Kakek!"


Selena berlari mendekati kakeknya memeluk erat di dekapannya rasa hangat di tubuhnya berpindah pada sang kakek, ya karna selena sedang demam,kakeknya merasa hangat karna pelukan selena yang membuat tubuhnya hangat kembali.

__ADS_1


Raja arga kembali membawa selena ke tempat tidurnya ia hanya berpesan untuk beristirahat lah dengan baik agar aku bisa melihat mu tersenyum kembali. Selena membalas dengan senyuman dengan selimut yang sudah menutupi sebagian tubuhnya.


Raja arga dan putranya evan pergi meninggalkan kamar selena, kini hanya tinggal dua orang yang saling menatap, rasanya selena hanya diam di tempat tidur menatap ayah dan zen yang saling menatap dengan aura di sekitar tubuh mereka.


"Huh,sepertinya aku hanya bisa diam sekarang menatap kedua pria yang saling mengeluarkan aura mereka, lebih baik aku diam dan tidur dengan begitu aku bisa cepat sembuh dan bisa bermain dengan kakak" isak selena dalam hati menatap kedua pria yang menatap dengan aura di sekitar mereka itu, hanya helaan nafas yang terdengar di telinga zen dan duke.


"Selena apa kamu merasa sakit? di bagian mana? ayah akan memanggil penyihir kerajaan untuk memeriksa mu" Ucap duke khawatir. Selena hanya menggeleng dengan selimut yang menutupi hingga hanya bagian kepala dan rambut putih perak yang terlihat.


"Baiklah sekarang kamu istirahat ya, ayah akan pergi kekamar ayah sebentar. Ayah akan kembali setelah ini" Berlalu pergi meninggalkan kamar selena setelah memberi sebuah ciuama di kening putrinya.


Kini tinggal zen yang berada di kamar selena yang duduk di samping kiri tempat tidur selena "Hei bocah, apa kau sakit karna kau khawatir? "tanya zen. Sebenarnya selena merasa kesal karna zen yang selalu memanggil nya bocah terus padahal semakin lama selena juga semakin besar umurnya juga akan naik di tahun ini.


" Kau ingin bertanya atau mengejek "


"Baiklah hei putri cantik apa kau sakit karna khawatir karna takut kehilangan ayah dana kakakmu atau jangan jangan" ucap zen menatap selena. Entah apa yang zen pikiran kan sekarang pasti itu sangat aneh yang ada di kepala itu hanya kepercayaan dirinya sendiri saja.

__ADS_1


Terimakasih 🙏untuk kalian yang selalu suport aku ya 😘makasi jangan lupa untuk like, coment dan vote ya "SELALU JAGA KESEHATAN 💜"


__ADS_2