Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 56


__ADS_3

Setelah satu minggu tinggal di Kerajaan betterbang selena dan cleve sangat terlatih oleh raja arga. Selena yang selalu di uji dengan kemampuan pedang dan memanahnya sedikit demi sedikit menjadi lebih ahli, sementara cleve terlatih dengan cara memimpin kerajaan dengan benar hanya itu saja yang harus cleve pelajari.


Cleve sudah bisa mengayunkan pedangnya dengan indah, kemampuan sihir nya juga bagus dan tidak ada yang harus ia pelajari selain mempelajari bagaimana cara memimpin dengan benar.


Sementara di kerajaan aldestrom. Duke seperti biasa duduk di kursi kerjanya tapi tidak biasanya ia terlibat murung, dan tatapan matanya itu membuat orang yang melihat dirinya seperti orang yang kehilangan segala galanya. Duke yang harus mencari cara untuk memperbaiki semua ini, ia harus berusaha sekuat tenaga untuk menarik cleve dan selena kembali ke sisinya lagi.


Di sebuah kamar dimana tempat seorang putri yang sedang terduduk di depan sebuah cermin yang cukup besar itu melihat ke arah dirinya sendiri,membuat dia menatap dengan kesal tangannya ia kepal di gaun pink yang sangat indah, itu adalah berlinda.


"Ah... dasar sialan kenapa aku harus lahir seperti ini, semua ini tidak adil untukku ah.... " teriak gadis itu yang bukan lain adalah berlinda mengepal tangannya di gaun pinknya.


Berlinda anak yang bukan istri dari duke, yang bisa di sebut juga anak haram yang lahir tanpa pernikahan itu merasakan ketidak adilan untuk dirinya. Ia sangat marah karna kedatangan dirinya bukan membuat semua orang menyayangi nya dan memberikan semua perhatian untuknya,


Terutama duke sebagai ayah berlinda tidak pernah bertanya selain bagaimana kesehariannya dan bagaimana pembelajaran yang ia pelajari setelah kelas selesai. Tentu saja yang membuat dirinya kesal terlebih lagi cleve yang sangat membenci dirinya karna selena.


Di istana betterbang selena sedang membaca sebuah buku di dalam kamarnya sambil duduk di depan jendela melihat pemandangan luar istana, ia duduk dengan anggun sambil membaca buku yang ada di tangannya.


Tak lupa dengan segelas teh hijau yang ia sangat suka, selena sesekali meminum teh setiap halaman buka yang telah ia beca dan berlanjut kehalaman lainnya.


tok...

__ADS_1


tok...


tok...


Seorang mengetuk pintu kamar selena,pelayan yang menyadari ada suara ketukan itu langsung membukukan pintu yang ternyata adalah zanna.


"Salam yang mulia putri zanna"salam seorang pelayan yang membukakan pintu kamar selena dengen sedikit membungkuk hormat pada zanna yang datang.


"Apa kak selena ada di dalam? " tanya zanna datar


"Putri selena sedang membaca buku,putri bisa melihatnya di meja depan jendelanya" jawab pelayan itu dengan sopan


Zanna melangkah masuk zanna melihat selena yang duduk dengan anggun dengan buku yang pegang di tangannya. Zanna sangat terpesona pada selena yang tampak anggun itu rambut putihnya yang sedikit berterbangan karna tiupan angin dari jendela kamarnya dan sedikit kharisma yang terus terpancar dalam dirinya membuat seorang yang melihat sangat terpukau.


"Zanna memberi salam pada kakak"ucap zanna memberi salam membungkus melebarkan dikit gaun putih hijau itu.


"Zanna?"


"Apa yang kau lakukan disini?apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan padaku?" tanya selena menatap dengan senyuman yang melekuk di wajah putih berseri itu.

__ADS_1


"Saya hanya ingin bertanya tentang sesuatu dan aku hanya ingin kakak yang menjawabnya" ucap zanna gugup, karna gugup wajahnya jadi memerah seperti tomat matang.


"Duduklah, lalu ceritakan padaku, aku akan membantu sebisa yang aku bisa lakukan untukmu zanna"jawab selena menyuruh zanna untuk duduk di kursi bersama nya


Selena meletakkan buku yang baru setengah ia baca di meja nya sambil menatap penuh tanya pada zanna sepupu nya yang entah apa yang akan ia bicarakan.


" Ah.. itu kak apa kakak pernah merasakan rasa kebahagiaan dari orang lain"ucap zanna yang tidak di mengerti oleh selena


"Maksudmu, apa aku pernah merasakan kebahagiaan dari orang lain? "tanya selena kembali bertanya pertanyaan yang zanna berikan padanya yang tidak ia mengerti


" Ia,orang yang membuat kakak merasakan kebahagian dari orang lain, apa kah ada? "ucap zanna malu hingga ia memalingkan wajahnya melihat kearah lain


" Hahahah, aku memiliki orang yang selalu membuat ku selalu bahagia selalu"jawab selena tertawa kecil sambil menatap luar jendela dengan tatapan hangat. Mendengar ucapan selena zanna memandang dengan wajah memerah bagai tomat matang


"Kakek adalah orang yang selalu memberikan semangat dan dukungan padaku, paman evano sangat menyayangi ku seperti dia menyayangi kau dan zaline begitu juga dengan kakak yang selalu melindungi ku. Semua yang telah mereka lakukan membuat diriku sangat bahagia paman pharell,bibi aiyhana, paman jerry, paman leon dan para kesatria yang selalu menemaniku dan membuat ku belajar banyak hal" ucap selena memandang luar istana yang terlihat cerah hari ini


"Aku yakin kakak akan mendapatkan orang yang akan menjaga kakak dengan baik dan membuat kakak selalu tersenyum cerah setiap saat"jawab zanna menatap wajah selena dengan senyuman yang membingkai, selena membalasnya dengan senyuman di wajahnya.


" Aku yakin pada akhirnya aku akan bahagia seperti semua tetua tulis di buku semua rasa kesedihan akan ada kebahagiaan di suatu hari nanti, dan aku percaya itu"ucap selena dalam hati

__ADS_1


__ADS_2