Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 30


__ADS_3

"Jangan jangan apa! " ucap selena sedikit berteriak kecil bagun dari tidurnya. Zen hanya menatap dengan senyuman licik entah apa yang zen pikirkan.


"Jangan jangan. " Zen terus mengulang kembali kalimat itu.Membuat selena kesal karna zen terus membuatnya kesal. Toh gimana tidak kesal baru bertemu tapi sudah membuat orang darah tinggi saja.


"Jangan jangan apa!"


"Apa yang kau pikirkan? kau itu ingin membuat ku kesal ya! ,cepat bicara atau aku akan menghancurkan dirimu seperti kertas" Ucap selena kesal.


"Wah, aku tidak menyangkal bocah bodoh ini sudah mulai berani padaku hingga ingin menghancurkanku seperti kertas, wah wah kita lihat siapa yang akan hancur seperti kertas" jawab zen dengan senyuman licik di bibir nya


Dua orang ini selalu saja bertengkar setiap dekat pasti ada kata pertengkaran sepertinya jika satu hari tidak ada pertengkaran mereka istana ini akan sepi karna tidak ada suara teriakan selena yang menggemma keseluruhan sudut ruangan.


"Hahah lihat apa yang bisa kau lakukan sekarang"


Benar saja zen memiliki sihir mudah sekali dengan selena yang masih belum mempelajari sihir sedikitpun, tubuhnya diikat seperti seorang tawanan yang habis melakukan kejahatan, ikatan itu membuat tubuh selena tak bergerak sama sekali. Tubuhnya yang tertidur dengan selimut yang digulung menutup semua tubuhnya hanya wajah dan rambut yang terlihat dengan ikatan di selimut itu hingga selena tak bisa bergerak sama sekali.


"Hei lepaskan aku, memangnya aku ikan panggang cepat lepaskan, kau ini.. " umat selena menatap zen kesal yang mengikat dirinya dengan menutup semua tubuh dengan gulugan selimut yang diikat oleh zen.


"Seperti nya aku harus mencari api dan kayu untuk membakar dirimu di atas api,pasti rasanya enak sekali bisa mencicipinya "ucapan itu seketika membuat selena merinding sekujur tubuh nya. Dia tahu sebenarnya ini hanyalah candaan tapi seperti serius yang membuat selena beraksi dengan semua kalimat yang keluar dari mulut zen sendiri.


"A.. apa yang kau ingin lakukan! cepat lepaskan aku jika tidak aku benar benar akan teriak" ucap selena mengancam

__ADS_1


"Baiklah cobalah, tidak akan ada yang mendengar ini.Karna aku sudah memakai sihir di ruang ini untuk tidak bisa mendengar teriakan yang bisa membuat telinga orang pecah itu"Jawab zen mendekati selena membelai rambut cantik selena dengan tatapan liciknya, entah apa yang di ingin lakukan tapi ikuti saja alur ceritanya.


Karna sudah membuat selena marah membuat talinya terlepas hingga kini tubuhnya bisa bergerak kembali dengan cepat ia menarik tangan zen yang membelai rambutnya itu.


" Wah wah, sepertinya bocah ini sudah sangat pintar ya"ucap zen yang berada di atas tempat tidur selena, tangannya di cengkram keras oleh selena yang berada di atas tubuhnya dengan tatapan mematikan.


"Kau itu.. "


Saat selena belum menyelesaikan kalimat nya seorang datang dari balik pintu dengan membawa sebuah nampan dengan bubur dan segelas air putih itu terjatuh di lantai.


"Putri saya datang, yang mulia memerintah saya untuk memb... " ucap seorang pelayan yang datang. Begitu terkejut melihat selena dan zen seperti itu"Aaaa maafkan saya putri, saya undur diri semoga hari putri menyenangkan, saya akan membawa bubur hangatnya kembali"Teriak pelayan itu kembali membersihkan bubur dan pecahan gelas yang terjatuh di lantai. Dengan segera ia berlari dengan wajah merah padam


"Angel? " selena melihat seorang pelayan bernama angel yang dekat dengan dirinya itu datang. Karna rasa malunya ia langsung menutupi wajahnya di bidang dada zen tanpa ada sadari.


Selena mendongak melihat dia berada di dada zen ia langsung berdiri menjauhi zen dengan langkah cepat. Sekarang malunya sudah di puncak paling tinggi wajahnya memerah seperti tomat matang "Hahaha ma.. maaf kau bisa pergi sekarang di kamarku,tubuhku masih tidak enak aku harus beristirahat" ucap selena gugup ia tak memandang zen ia terus menatap lantai karna rasa malunya.


"Sepertinya begitu aku harus berpesta untuk itu cepatlah sembuh bocah" Zen beranjak pergi meninggalkan kamar selena dengan lambaian tangan berlalu pergi ke tempat dimana semua sedang berkumpul.


Selena kembali ke tempat tidurnya dengan wajah yang masih memerah bagai tomat itu.


***

__ADS_1


Sementara itu di ruang yang cukup besar terdapat orang yang sedang berkumpul dengan riang banyak minuman dan makanan yang telah di sediakan para pelayan. Ini adalah acara pesta setelah usai memenangkan peperangan dengan bangsa iblis ya sudah seperti itulah mereka.


"Uhuhh.. wah aku sangat bahagia sekarang, akhirnya aku bisa menghirup udara segar seperti ini"


Para kesatria berpesta dengan riang gembira, senyuman terlekuk di wajah mereka mereka besyukur karna mereka masih bisa menikmati hidup ini dengan bahagia ada rasa sedih juga di dalam diri mereka yaitu adalah kehilangan teman teman mereka yang telah gugur di medan perang. Pangkat mereka berbeda tapi rasa pertemanan itu lebih kuat dan berarti mereka telah melewati masa pelatihan bertahun tahun semua dijalani bersama tapi. Sebagai seorang kesatria itu memang harus merelakan hidupnya demi istana yang mereka cinta tanah suci yang mereka tempati adalah tempat mereka di lahirkan Aldestrom adalah tempat yang harus dilindungi dengan segenap hati.


***


Sepuluh tahun yang lalu...


Terdapat seorang pria sedang duduk di singasana,terdapat beberapa kesatria yang baru saja mengakhiri pelatihan untuk menjadi kesatria berpangkat tinggi.


"Bersumpahlah untuk selalu menjaga tanah suci ini dengan tangan dan kekuatanmu, korbankan semua yang kau punya untuk tanah suci aldestrom"


Seorang pria yang duduk di atas singasana menatap tajam pada semua kesatria yang akan melakukan sumpah di


hadapannya itu.


"Saya bersumpah! atas nama aldestrom saya akan menjaga tanah suci ini dari semua orang yang ingin bertumpah darah di wilayah ini, Saya bersumpah akan melindungi dengan tangan dan kekuatan saya, Akan saya korbankan diriku untuk melindungi tanah suci aldestrom dari orang yang ingin bertumpah darah di wilayah ini, Nyawa, barang, cinta dan kekuatan akan saya serahkan pada Tanah Suci Aldestrom"


Sumpah mereka terdengar di ruangan itu semua para penyihir kerajaan memberi berkat pada para kesatria yang akan menaiki pangkat yang lebih tinggi, sebagai simbol dialah kesatria yang akan setia pada tanah air ini.

__ADS_1


Terimakasih ๐Ÿ™ untuk kalian yang sudah like coment dan vote ya ๐Ÿ˜˜terimakasih suport kalian ๐Ÿ™๐Ÿ’œ


__ADS_2