
Setelah usai berpamitan selena pergi meninggalkan istana aldestrom bersama para kesatria juga ditemani zen. Kepergian selena tidak ada yang mengetahui nya selain keluarga kerajaan dan seluruh orang yang bekerja di istana aldestrom, tapi entahlah pria yang berdiri memandang dari atas ruangan dengan memasang wajah bingungnya
Pria itu terus memandang kearah kereta kuda kerajaan dengan simbol kerajaan aldestrom,kereta kuda itu adalah kerata kuda yang di tumpangi selena. Wajah nya tampak bingung,terus ingin bertanya tanya apa dirinya yang hanya tidak mengetahui kepergian selena terlebih lagi selena pergi menggenakan pakaian kesatria wanita yang tidak seperti biasanya.
"Kenapa putri selena pergi dengan pakaian seperti itu? "Tanya aiden melihat kearah kereta kuda yang ditumpangi selena dari atas kamarnya
" Tidak ada informasi dari pihak kerajaan aldestrom masalah kepergian putri" Jawab pengawal pribadi aiden
"Tidak ada infromasi apapun tentang kepergian putri? apa ada sesuatu yang sangat penting hingga kepergian putri tidak ada informasi atau rumor yang beredar? " Aiden mulai bertanya tanya, raut wajahnya tampak tidak berubah tetap bingung tidak mengerti kenapa tidak ada informasi apapun tentang kepergian selena saat ini di aldestrom.
"Cari informasi tentang kepergian putri! setelah itu siapkan kereta kuda kita akan kembali kembali ke carolus" Aiden menyuruh pengawal pribadinya untuk mencari informasi tentang kepergian selena setalah itu mereka akan kembali ke kerajaan carolus
Anggota kerajaan kembali memasuki istana kembali setelah kereta kerajaan yang selena tumpangi sudah tidak terlihat, setiap di lihat wajah mereka tak sedih setelah kepergian selena yang membuat si pria tampan ini ingin lebih mengetahui dan mencari cari infromasi
****
Tak... tak...
Suara kereta kuda yang berjalan di jalan yang penuh bebatuan kecil membuat kereta kuda sedih goyang kemana kemari.
__ADS_1
"Apa kita tidak bisa langsung menggunakan sihir agar lebih cepat sampai? " pria yang tak sabaran ini mengeluh pada gadis cantik yang duduk di depannya
"Pergilah jika kamu ingin menggunakan sihir mu itu! " Selena menatap sinis pada pria yang duduk di depannya, apa mereka tidak bisa berhenti bertengkar sehari saja? ya karena pertengkaran itu yang membuat hubungan mereka semakin dekat
"Ya aku maunya si seperti itu, tapi jika aku meninggalkan kalian sendiri itu akan sangat berbahaya bukan? " Manatap gadis cantik berambut putih panjang yang diikat rapih, selena hanya diam tak menjawab ucapan si pria tampan yang membuat dirinya kesal adalah zen
"Zen? "
"Hmm, kau ingin berbicara padaku setelah kau ingin mengusirku! "
"Hahahah, itu hanya candaan saja kenapa kau seserius seperti itu kau itu kan pria yang dingin dan tampan jadi kenapa kau menganggap itu serius ya kan? " Dengan sedikit tawa yang tidak jelas selena memuji zen di dalam hatinya pasti dirinya mengumpat kesal pada pri yang duduk di depannya
"Entahlah, karena ada para bocah itu mungkin kita akan ke kota lain dan beristirahat di penginapan setelah itu ki ta akan melanjutkan perjalanan esok harinya" Jawab zen datar
"Huhh, sabar selena kau ini putri jadi bersabar lah orang ini adalah orang gila yang akuh jadi kau sabar saja" Umpat selena dalam hati sambil menghembus nafas panjang lalu membuangnya memalui mulut
Setelah itu mereka berdua tak bicara lagi hingga sampai terlihat sebuah kota yang cukup ramai,dengan segera mereka mencari penginapan untuk mereka istrahat sampai esok hari dan akan melanjutkan perjalanan kembali
Setelah berkeliling akhirnya mencari penginapan sekitar akhinya mereka menemukannya para kesatria segera turun dari kuda dan membantu selena keluar dari kereta kuda.
__ADS_1
Di dalam penginapan cukup ramai banyak orang sekitar yang melihat selena dan yang lainnya dengan tatapan penuh kecurigaan, entah apa yang dicurigai tapi yang terpenting saat ini adalah beristirahat untuk esok hari
"Pak tua, kami menyewa tiga kamar di atas tolong siapkan" Zen memanggil seorang pria paru baya yang bisa disebut sang pemilik penginapan ini dengan panggilan pak tua
"Apa dia tidak bisa bersikap sopan pada yang lebih tua, aku penasaran pada keluarga nya apa mereka sama persis dengannya" Ucap selena dalam hati melihat kearah zen yang sibuk menyewa kamar untuk mereka semua beristirahat, namun dirinya sadar akan ucapan zen pada sang pemilik penginapan hanya memesan tiga kamar padahal yang akan istirahat ada enam orang, lucky,rey,seven,jack dan zen dan dirinya kenapa hanya memesan tiga kamar
"Tunggu! " Selena menghentikan rey yang akan mengeluarkan uang untuk menyewa penginapan
"Putri,apa ada masalah? "
"Tunggu sebentar kenapa kau menyewa tiga kamar saja? kan disini kita ada enam orang,kenapa tiga? " tanya selena menatap zen
"Benar si bocah si rambut hitam itu(menunjuk ke arah lucky) akan tidur bersama si bocah berambut kecoklatan itu(tunjuk ke arah rey), si bocah berambut hitam bergaris emas itu(menunjuk ke arah Jack) akan tidur bersama si rambut hijau tosca itu(menujuk ke arah seven) dan kau akan tidur di kamar yang sama dengan ku" Jelas zen mengatur kamar mereka sambil menunjuk ke arah kesatria yang ikut ikut saja, selena juga ikut ikut saja tapi dirinya tersadar kenapa harus bersama di kamar yang sama dengan si pria gila(zen)
"Sebentar kenapa aku harus satu kamar dengan mu? " tanya selena menarik tangan zen yang baru saja melangkah untuk mendekat anak tangga
"Karena kau ceroboh jadi aku akan di ruangan yang sama dan aku akan melindungi mu jika terjadi apa apa di malam hari"jawab zen datar
" Aku bisa melindungi diriku sendiri kenapa jadi kau yang sibuk mengurusi kehidupan ku ini? "Selena dengan nada tinggi menatap zen tajam tajam, zen seperti biasa kembali diam dan tak mau melanjutkannya lagi jika melanjutkannya pembicaraan mereka tidak akan ada henti henti nya
__ADS_1
Semua menaiki tangga menuju ke kamar mereka setiap orang telah zen atur saat dibawah tadi jadi merek tinggal menikmati waktu istirahat mereka sampai esok hari.