
Malam yang terang bulan menerangi malam ini dengan cahaya nya tak lupa dengan sang bintang ikut menyertainya berkelap kelip menerangi dunia bersamanya hingga cahaya itu menembus kedalam sebuah kamar yang luas. Gadis cantik yang sudah tertidur pulas dibawah selimut putih yang menutupi seluruh tubuh nya namun terlihat wajahnya, ia begitu pulas sampai senyuman simpul terlihat wajah lelapnya itu entah apa yang diimpikannya hingga membuat ia tersenyum.
"Ibu tangkap aku ayolah coba kejar aku ayo... " Gadis berambut putih perak berlarian di rumput hijau disertai bunga-bunga yang bermekaran disekitarnya seorang wanita cantik ikut berlarian mengejarnya wajahnya sedikit tampak khawatir pada sang gadis kecil yaitu putrinya.
"Selena... berhenti disini ibu sudah lelah sekarang waktunya kembali" Ucap sang ibu menghentikan langkah nya selena pun ikut menghentikan langkah nya mendengar suara langkah ibunya menghilang.
"Kenapa kembali ibu kan baru menemaniku bermain, ibu juga belum melihat ayah dan kakak kan mereka menyayangi selena dengan baik ibu pasti juga akan disayang ayah dan kakak"Jawabnya polos selena melangkah mendekati ibunya ia menggenggam tangan lembut ibu nya dengan senyuman cantiknya.
" Hahaha ibu juga harus kembali selena bisa jaga ayah dan kakak baik-baik kan selena kan anak baik pasti bisa.. ibu harus pergi mengambil sesuatu untuk selena jadi selena harus menurut ya... "Sang ibu menekuk kakinya menjajarkan tubuhnya menyamakan tinggi tubuh putrinya yang berdiri di hadapannya dengan wajah polos dengan terus melukiskan senyuman di wajah imutnya. Perlahan tangan lembut membelai pipi tembem kemerahan putih bersih sang ibu tersenyum dengan hangat mulut mulai berucap dari satu kata sambung ke kata lainnya, perlahan-lahan muncul sayap putih di punggung sang ibu selena memiringkan kepalanya melihat sayap dipunggung ibunya dengan polos jari telunjuk tangan kanannya ia letakkan di bawah bibir nya yang kecil dengan penuh tanda tanya.
"Euhmm ibu kenapa tiba-tiba ibu punya sayap? Selena bisa tidak seperti ibu juga? Selena pasti bisa terbang ikut bersama ibu kan? " Lontaran pertanyaannya selena lontarkan pada sang ibu yang tetap tersenyum mendengar pertanyaan dari selena.
"Suatu saat nanti selena pasti bisa" Sang ibu perlahan sayap putih di belakang punggung mulai mengibas-ngibas hingga kaki yang awalnya menginjak di padang rumput hijau mulai tak menginjakkan kakinya hingga ia terbang bagaikan kupu-kupu yang pergi ketempat yang hanya disukainya.
"Ah... tidak ibu jangan tinggalkan selena...ibu sudah berjanji pada selena bukan, selena janji tidak ingin sayap seperti milik ibu. Ibu kembalilah..... "
Tiba-tiba ia terbangun dari tidurnya dengan berteriak memanggil-manggil ibunya tubuhnya dipenuhi keringat dingin terdengar jelas nafasnya yang seperti habis berlarian tanpa adanya istirahat sejenak.
"Bocah.. apakah kamu tidak bisa tidur dengan nyenyak tanpa berteriak seperti itu? Rasanya telingaku ini ingin pecah" Seorang anak laki-laki terlihat seperti seumuran dengannya menatap lurus ke arah selena dari sofa yang berdiri tak jauh dari samping ranjangnya(Apa aku ganti telinga khusus saja ya?)Sambil bergumam memegangi telinganya yang merah muda. Selena mengalihkan wajahnya hingga wajah mereka saling bertemu sosok nya yang tampan namun saat dilihat dia orang yang memiliki sisi yang berbeda dari yang lainnya.
"Aaa kenapa kamu memasang wajah seperti itu... "
Bruak...
Zen yang duduk di ranjangnya sembari melihat kearah selena dengan senyuman entah apa yang selena pikirkan hingga membuatnya melempar bantalnya dengan keras tepat mengenai Zen hingga terpental ke dinding dengan keras para kesatria yang menjaga ketat depan pintu kamar selena segera menanyakan pada selena dari luar.
"Nona apa yang terjadi pada anda? " Seorang kesatria berteriak dari luar ditemani para kesatria lainnya dengan wajah khawatir
"Hahaha tidak apa-apa aku jatuh dari ranjang ku" Selena dengan tawanya mengelak agar tidak ada yang tahu kalau ia sedang bersama dengan si makhluk yang paling tidak di sukai penghuni istana aldestrom
"Apa benar anda baik-baik saja anda pasti merasakan sakit saya akan memanggil clara untuk mengobati luka nona"Jawab kesatria itu berbicara di balik depan pintu kamar selena. Selena menolaknya ia meminta pada para kesatria untuk beristirahat saja karena malam semakin larut
Kembali dengan dua manusia ini selena dan Zen kedua berdiri berhadapan mata mereka saling bertatap tajam seakan-akan terjadi perang saat ini, selena tak mau kalah dari zen ia menatap sangat-sangat tajam mata zen entah apa ada pembicaraan di balik tatapan itu.
" Alihkan matamu itu! ah.. tubuhku merinding karena tatapan mu tahu? "Zen mengusap belakang lehernya ia sedikit memumbui sedikit kejahilan yang selalu membuat selena marah ya seperti itulah Zen jika tidak ada kejahilan dalam hidupnya bukan Zen namanya.
"hah? kamu bilang apa tadi? " tanyanya melipat tangan di dada menatap tajam kearah zen, zen menatap dengan tatapan datar nya "Hah sudahlah..pergilah aku ingin tidur sekarang jika ayah ku tahu kamu menggangu ku hidupmu tidak akan tenang selanjutnya." Sambung selena perlahan menaiki ranjang lalu tidur dengan menutupi tumbuhnya dengan selimut zen pergi dengan sihirnya.
__ADS_1
*******
Anak kecil berlarian riang di dalam istana dengan boneka kelinci yang selalu ia peluk erat-erat wajahnya begitu ceria, pipinya yang tembem hingga berwarna merah muda, matanya cantik bagai rubby dan rambut khas yang hanya dimiliki seseorang bangsawan Satu-satunya yang mendapat gelar tertinggi dan mendapatkan berkat dari para dewa untuk menjaga dunia dari peperangan dan kejahatan
siapa lagi jika bukan keluarga bangsawan adelio yang terkenal akan kemakmuran dan ke istimewaan daerah kependudukan nya.
"Nona apa anda sudah tahu? " Tanya seorang kesatria dengan setia mengikuti langkah gadis kecil depannya melangkah
"Tentang apa? " Tanya balik menatap kearah kesatria itu dengan senyuman lebar yang terlukis diwajahnya
"Anda tidak tahu? jika tuan muda cleve akan kembali ke akademi setelah libur musim panasnya"Jawab kesatria tersenyum membalas selena, bukannya senang dan tersenyum seperti tadi malah membuat selena murung dan sedih ia tidak tahu apa-apa akan kepergian kakaknya kembali ke akademi.
" Kakak akan kembali akademi dimana semua para bangsawan belajar disana tempat semua bangsawan mempelajari dunia luar dan saling bertemu dan berkenalan. " Ucapnya dalam hati duduk di kursi taman memandang bunga-bunga yang tumbuh dengan sehat dan indah di ladang hijau yang senantiasa terjaga
"Nona anda tidak perlu khawatir tuan muda akan kembali ke istana pada musim dingin setelah hari itu yang mulia akan bersama nona untuk menghabiskan waktu yang ada"Kesatria berdiri di tempat duduk yang selena duduki ia tahu akan perasaan selena yang tak ingin di tinggal cleve belum menghabiskan banyak waktu dengannya tapi sudah di tinggal.
"Apa begitu? tapi bagaimana jika kakak tidak mengingat selena karena kakak punya banyak teman disana? " Jawab selena polos menggelegar suara tawa nyaring sang kesatria sampai lupa jika selena adalah putri dari seorang duke malaikat kematian ya itu julukannya yang pantas bagi seorang yang membunuh tanpa melihat situasi dan siapa orang tersebut.
"Nona tuan muda tidak akan melupakan anda hanya karena tuan muda memiliki seorang teman. Lagi pula tuan muda tidak suka berinteraksi dengan teman sebaya nya di akademi, saya pernah datang tahun lalu di Akademi tuan muda untuk melakukan pemeriksaan setelah terjadi sesuatu yang besar hingga para kesatria aldestrom di utus untuk melakukan pemeriksaan, setiap saya melangkah saya tidak pernah menemukan tuan muda saya juga bertanya pada siswa-siswi di sana tuan muda memang populer karena wajahnya yang tampan dan dingin namun ia jarang terlihat karena tidak pernah muncul selain jam belajar" Jelas felix pada selena kesatria itu ternyata adalah felix kesatria yang dekat dengan selena sejak awal selena memasuki istana aldestrom ya hanya dia seorang
"Baiklah aku akan pergi menemui kakak sekarang" Ucap selena beranjak dari kursi taman lalu berjalan masuk ke pintu istana ia segera mengambil langkah panjang menuju kamar kakaknya ya mungkin di sana ada kakaknya setahu selena kakaknya selalu ada di saat selena mencarinya di kamar.
Tok...
...tok.......
Krek....
"Nona selena? anda datang kemari untuk menemui tuan muda? " Tanya seorang pengawal pribadi cleve membuka pintu kamar cleve dari dalam, dengan wajah yang memerah seperti tomat ia pun menutupinya dengan kain hitam agar tak terlihat.
Panggil saja sir alex ia pengawal pribadi cleve pengawal yang telah dilantik dan di pilih sendiri oleh cleve, sikapnya pun tak jauh dari cleve ia orang yang dingin dan pendiam namun dibalik sikapnya itu ternyata ia sangat phobia dengan wanita jadi saat bertemu dengan wanita wajahnya akan selalu memerah dan membuat nya reflek asal berkata-kata atau mengumpat nya agar ia bisa cepat pergi, dengan semacam kata seperti ini "Kaa... mu saa..ngat jelek tau.. " Ya tak jauh seperti itu makannya dia tidak bisa berdekatan dengan wanita terlebih lagi saat kedatangan selena ia jadi lebih berdiam di kamarnya karena cleve sering menemui selena.
"Iya,apa kakak ada?" jawab selena lalu bertanya, alex pun menganggukkan kepalanya pelan lalu dengan pelan ia membukakan pintu agar selena masuk ia berusaha untuk menghindari bersentuhan dengan selena.
Selena pun yang hanya anak kecil yang polos dengan menggendong boneka kecil kelinci hanya melihat tingkah alex sambil berjalan masuk.
"Sir alex selalu seperti itu padaku, kenapa ya? " Tanya di dalam hati sembari menengok kan kepalanya melihat kearah alex yang berjalan keluar
__ADS_1
Bruak...
"Apa adikku ini sudah biasa menabrak kakaknya sendiri?" Ucap cleve, selena yang terlalu fokus dengan tingkah alex jadi tidak memperhatikan langkahnya dan membuat nya tak tahu jika kakaknya sudah ada di depannya. Selena pun hanya membalas dengan cengengesan nya yang imut itu cleve hanya bisa menghela nafas dengan tingkah adiknya itu.
"Apa yang membawamu kemari kelinci kecil?" Tanya cleve pada selena yang fokus berlarian ke arah sofa yang berada di dekat jendela yang ada dikamar nya
puk...
"Apa kakak akan pergi meninggalkan selena? Tanya penuh tatapan sedih lalu menundukkan kepalanya seakan menutupi wajahnya yang memulai memerah meneteskan airmata kesedihan nya
"Kelinci kecil apa kamu tahu kenapa kakak memanggilmu dengan sebutan " Kelinci kecil " Karna kamu sangat kecil dan penakut kamu selalu menangis dihadapan kakak tapi kamu tidak pernah menangis di depan orang lain setelah kamu tinggal disini"Ucap cleve menekuk sebelah kakinya menggenggam tangan kecil selena ia selalu mengusap lembut rambut panjang selena dan membuat selena merasa tenang
"Jangan menangis lagi hidung mu sudah memerah kelinci kecil, tak perlu sedih kakak akan kembali lagi saat awal musim dingin dan kakak akan membawakan hadiah menarik untukmu" Cleve mencubit kecil hidung selena, selena pun langsung bergembira setelah mendengar kakaknya akan kembali lagi di awal musim dingin
Di depan sebuah pintu istana aldestrom tampak para pelayan mempersiapkan barang bawaan untuk di masukkan kedalam kereta kuda yang sudah akan siapa jalan selena yang berada di gendongan ayahnya melihat cleve kakaknya yang mulai memasuki kereta kuda tak ingin lepas begitu saja dari sang kakak selena meminta turun pada ayahnya lalu berteriak kecil memanggil kakak nya lalu berlari memeluknya.
"Selena akan merindukan kakak" Ucap selena memeluk kakaknya menahan air mata yang sudah di ujung kelopak matanya, cleve hanya membalas dengn pelukan hangat dan senyuman kecil sebelum masuk kedalam kereta selena memberikan ciuman di pipi kakaknya
"Selena akan menunggu kakak sampai saat musim dingin tiba, sampai jumpa lagi" Setelah perkataan selena cleve masuk kedalam kereta kuda dan kereta mulai berjalan menuju ke arah akademi yang berpusat di ibukota Kekaisaran timur.
Istana menjadi menjadi sunyi setelah cleve pergi meninggalkan istana untuk kembali ke akademi melanjutkan belajarnya di tahap pembelajaran yang lebih sulit. Selana yang ditinggal kakaknya hanya bisa diam saja ia yang biasanya bermain dan tidur bersama jika kakaknya memiliki waktu untuknya,namun ia harus terbiasa sampai kakaknya kembali lagi ke istana dan menemaninya seperti hari biasa.
...**Malam hari......
"Nona selena?..." Clara membuyarkan Lamongan selena di depan meja makan yang biasanya ada cleve dan ayahnya,sekarang ia sedang sendiri hanya clara yang menemaninya saat ini
Pagi tadi...
Setelah kereta kuda cleve pergi meninggalkan istana beberapa jam setelahnya duke mendapat pesan untuk datang ke pusat kota untuk menyambut para kaisar yang masih berdiri di era abad ini untuk mengadakan rapat besar di istana resmi perkumpulan para bangsawan tingkat tinggi.
Duke yang juga putra dari kaisar kerajaan tengah pun ikut mematuhi aturan walau kaisar kerajaan tengah telah wafat. Sampai saat ini posisi kaisar tengah masih keadaan kosong namun para tetua menyerah kan tugas kaisar pada duke sebagai putra Satu-satunya kaisar tengah, duke sempat menolak karena ia hanya ingin menjadi duke saja namun para tetua mencoba meminta pada duke agar negara bagian tengah tidak hilang dan terus ada. Duke menyetujuinya dengan syarat dia tidak akan menjadi kaisar namun ia akan tetap mengurus negara tengah tanpa posisi kaisar itu.
Dengan terpaksa duke harus pergi ke pusat kota untuk melakukan tugasnya,sebelum meninggalkan istana para kesatria dan pelayan yang di atur oleh aston menyiapkan diri untuk ikut melindungi dan melayani selama duke di pusat ibu kota.
"Ayah akan menyelesaikan semuanya sekarang masuklah disini terlalu terik"Duke menekuk kakinya menjajarkan tubuhnya menyamakan tinggi tubuh putrinya lalu mencium kening putrinya yang berdiri di depannya sembari mengusap lembut rambut panjang nya
"Baiklah ayah hati-hati di perjalanan"Selena mengangguk kecil sambil memeluk erat tubuh boneka kelinci yang di berikan cleve untuknya
__ADS_1
Kepergian keduanya membuat selena murung ia hanya melakukan hal-hal kecil selama ayahnya pergi untuk bertugas dia hanya tidur,makam dan belajar bersama guru private nya yang sudah di atur duke untuk nya. Namun bagi selena keberadaan ayah dan kakaknya membuat dirinya bisa tau lebih banyak waktu untuk saling mengenal terlebih lagi selena belum lama ini datang ke istana,belum tau mana kesukaan dan ke tidak sukaan cleve maupun duke.