
Keesokan harinya di taman istana aldesteom terdapat kuda putih yang ditunggangi selena dan juga duke hari ini duke menyempatkan diri untuk membawa selena putrniya berkuda mengelilingi Istana aldesteom, selena juga begitu senang bisa berkuda bersama ayahnya untuk berkeliling istana aldesteom.
"Ayah aku juga ingin melihat pasar yang ada di aldesteom bolehkah? "tanya selena
" Tidak boleh, itu sangat berbahaya bagimu untuk keluar dari istana ayah tidak mengizinkannya "tolak duke
" Tentu saja boleh kakek akan membawamu kesana jika ayahmu tidak mau"ucap raja arga yang tiba datang dengan kuda hitam kesayangannya yang ada di samping duke dan selena
"Ayah aku ingin berkuda dengan kakek saja, kakek bilang akan membawaku pergi ke pasar aldesteom, ya kan kek" ucap selena meminta di pindahkan ke kuda kakeknya
"baiklah ayah akan membawamu pergi kesana,tapi gantilah baju yang tidak terlalu mencolok mata ayah akan pergi kekamar mu setelah ini" ucap duke turun dari kuda nya lalu membantu selena turu dari kuda juga.
Selena berlari riang kearah kamarnya setiap pelayan lewat ia pasti akan menyapa dengan senyum dan wajah imutnya,para pelayan yang melihat itu sangat tahu bahwa putri mereka sedang merasa senang,ya walaupun tidak sesenang sekarang tapi selena memang selalu menyapa para pelayan setiap lewat itu sudah menjadi kebiasaan selena.
__ADS_1
bruk...
"Kenapa kamu lari lari seperti itu, sepertinya kamu sedang senang ya?"tanya cleve yang ditabrak selena karna tidak fokus berjalan hingga ia tertabrak dengan kakaknya.
" hehehe benar ayah aka membawaku ke pasar istana hari ini, kakak apa kau mau ikut juga jika kakak ikut juga itu akan sangat menyenangkan "ucap selena mengelus lembut keningnya yang merasa sakit, ia tanpa berfikir langsung mengajak cleve untuk juga ikut ke pasar istana itu akan membuat dirinya merasa terlengkapi karna ada kakek, paman dan ayahnya ditambah lagi jika kakaknya cleve juga ikut itu akan seperti jalan jalan keluarga.
" baiklah aku tidak bisa menolak kelinci kecilku ini"ucap cleve mencubit pipi tembem selena
"Kya.. kakak bisakah tidak mencubit pipiku terus itu sangat menyakitkan" rintih selena menyentuh pipinya yang sudah merah karna cubitan kakaknya
Cleve hanya menggeleng melihat tingkah selena adiknya ia segera pergi kekamar nya mengganti pakaiannya yang tidak terlalu mencolok saat keluar nanti. Setengah jam berlalu akhirnya duke pergi ke kamar selena setelah menganti pakaiannya yang kini tidak terlalu mencolok di mata.
"Selena apa kamu sudah selesai? apa ayah boleh masuk?" tanya duke di depan pintu kamar selena, selena hanya mengiyakan saja duke langsung masuk melihat putrinya yang menutupi semua tubuhnya dengan pakaian hitam seperti seorang pembunuh bayaran saja.
__ADS_1
"Hei kamu mau membunuh orang di siang hari ya" ucap cleve yang baru saja datang dan langsung melihat selena yang menggunakan pakaian yang seperti tidak umumnya. Ya benar bukan seperti pada umumnya pakaian yang selena gunakan pasti sering digunakan seperti pembunuh bayaran atau sejenis yang lainnya.
"Cleve bicaralah dengan benar pada adik mu" ucap duke melangkah mendekati selena membantu melepaskan kain yang menutupi wajahnya,lalu duke membantu menggunakan pakaian yang benar saat keluar seperti ini bagus untuk selena saat sudah besar nanti jika ingin pergi pergi dari istana atau tempat lainnya.
"Nah sekarang lebih bagus, tadi seperti seorang pembunuh dan sekarang baru seperti seorang kelinci yang baru saja di lepaskan oleh pembunuh selama dua ratus tahun" umpat cleve tertawa sambil melihat selena yang sudah terlihat imut seperti seekor kelinci kecil.
"Apa apaan itu mana ada kelinci yang hidup sampai dua ratus tahun, kakak mengarang cerita dari mana" jawab selena kesal mengerutkan bibir mungilnya
"Ah itu ada saja kelinci yang akan hidup dua ratus tahun, aku bukan mengarang tapi aku menebak kalau kelinci itu telah diberi ramuan oleh pembunuh itu sehingga ia bisa hidup lebih lama seperti kakek" ucap cleve menyamakan kelinci yang berumur panjang seperti kakeknya raja arga
"Pfttt, kakek hahaha" tawa selena sambil memikirkan kakeknya yang masih terlihat muda dan seekor kelinci di samping kakeknya selena berfikir yang aneh aneh tentang kekeknya yang masih terlihat muda itu"jangan jangan kakek waktu itu diculik oleh seorang pembunuh lalu kakek diberi ramuan hingga kakek masih terlihat muda, sepertinya seperti itu ya"isak selena dalam hati memikirkan lagi kakeknya yang sedang di culik lalu dipaksa untuk meminum ramuan yang tidak kenal lalu sampai saat ini kakeknya masih terlihat muda.
"Jangan berfikir yang tidak tidak,lebih baik kita pergi sekarang sebelum sore tiba, cleve jangan berbicara hal yang tidak berguna di depan adik mu" ucap duke melangkah sambil menggendong selena.
__ADS_1
"Baik ayah" ucap cleve mengikuti ayahnya berjalan dari belakang,cleve terus tertawa melihat expresi selena saat ini yang terus memikirkan ucapannya tadi,gadis kecil ini terus memikirkan kelinci dengan kakeknya ia terus tertawa kecil, cleve juga melihat adik kecilnya yang masih tertawa dengan masalah tadi.
terimakasih🙏 untuk kalian yang udah like coment dan vote ya😘