
Selena sedikit mendongakkan kepalanya menatap seorang pria yang berdiri di hadapannya sekarang. Betapa tak bisa ia bendung lagi rasa ingin bangkit dan memeluknyas setelah ia melihat pria itu yang ternyata adalah zen yang sudah menghilang sejak lama.
"Zen! "
Selena menatap pria yang ternyata adalah zen ia langsung bangkit dan memeluk zen dengan air mata yang tak bisa bendung, zen yang tiba tiba di peluk oleh selena begitu terkejut.
"Ada apa dengan dirimu, kau berdiri di sini sendiri dan menangis, apa kau telah dibuang oleh ayahmu" ucap zen yang berada di pelukan selena yang terus menerus mengeluarkan air matanya itu
"Kakak bilang bahwa ayah yang telah membunuh ibu, karna ada gadis datang yang ayah bawa dan ayah bilang bahwa dia adikku dan kakak, hiksss " ucap selena sedikit tersedat sedat karna ia terus menangis sambil memeluk zen dengan erat.
"Sudah apa kau bisa berhenti menangis, bukannya kau sudah dewasa kenapa harus menangis" ucap Zen mengusap kepala selena"ah benar aku lupa kalau kau itu bocah ingusan yang selalu menangis sambil menundukkan Kepala mu itu seperti seorang pelayan yang sedang melakukan kesalahan yang ia perbuat"sambung zen
"Zen kenapa kau pergi selama ini? ku kira kau pergi dan tak akan kembali lagi " ucap selena
"Bisakah kau tenang sekarang" ucap zen mencoba melepaskan pelukan selena
"Tolong buat aku tertidur untuk tidak merasakan ini sebentar saja" jawab selena dengan pasrah nya meminta pada zen untuk membuat nya tertidur
Selena menatap mata zen, zen yang melihat langsung menghembuskan nafas nya. Zen mengangkat tangannya lalu membelai wajah selena dengan lembut hingga akhirnya selena menutup matanya dan terjatuh, zen langsung menggendong selena membawanya kembali masuk kedalam kamar.
Tak... tak... tak...
__ADS_1
Langkah kaki zen telah memasuki lorong istana, terus berjalan sambil menggendong selena zen terus menatap sekitar dengan tatapan datar.
"Selena... "
Suara teriakan terdengar di depan zen yang cukup jauh, itu adalah cleve yang melihat sang adik ada di gendongan zen. Cleve berlari mendekat pada zen ia langsung bertanya padanya apa yang terjadi pada selena sambil mengusap pipinya yang tertinggal air mata.
"Apa yang terjadi pada selena? kenapa kau menggendongnya? "
"Biarkan dia istirahat sebentar, dan ikut dengan ku ada yang ingin aku bicarakan penting dengan mu" ucap zen menatap cleve dengan datar
Di kamar selena cleve dan zen sedang bicara dengan serius, selena tidur di ranjangnya karna sihir zen yang membuat nya tidur
"Aku kembali karna ada yang kurasakan pada tubuh selena, karna semua yang dia rasakan ada padaku di dalam tubuhnya ada darahku yang mengalir jadi jika terjadi apa apa padanya itu juga berpengaruh dengan ku" ucap zen datar sambil berdiri di depan jendela menatap luar istana
"Aku akan berusaha melindungi selena sekuat apapun jadi jangan pernah meremehkan diri ku" ucap cleve yang duduk di samping ranjang sangat adik
"Sebaiknya kamu mencoba untuk bisa menerima kenyataan semua itu, agar kau bisa menjaga selena dengan baik. Aku akan mengawasi dari jauh" ucap zen
"Maksudmu, aku harus menerima kedatangan gadis yang ayah bawa ke istana? " ucap cleve yang tiba tiba kesal
"Benar, aku yakin jika akan terjadi sesuatu nantinya jika kau tidak benar benar menjaga selena dengan baik" ucap zen
__ADS_1
"Aku akan berusaha untuk melindungi selena dengan cara apapun itu" ucap cleve mengepal tangannya menatap selena yang tertidur lelap.
Keesokan harinya...
Semua berjalan dengan baik terkecuali dengan cleve dan duke yang tidak pernah saling memandang lagi. Selena orang yang tidak ingin berperilaku seperti orang jahat ia mengajak berlinda mengobrol bersama walau cleve yang melihat sangat membencinya.
Cleve bukan orang yang memiliki niat jahat dan ia tidak seperti orang orang lihat. Ia adalah pangeran yang dikenal baik saat sudah mengenalnya dengan baik pada dirinya sisi lembut dan perhatian yang dalam akan ada didalam dirinya saat bersama orang terdekatnya.
Selesai sarapan pagi selena mulai membuka suara setelah ia meletakkan kedua alat makan di atas piring yang ia telah habis ia makan.
"Ekhmmm.Ayah aku akan pergi setelah ini jadi aku telah bersiap siapa, aku akan pergi sendiri menaiki kudaku" ucap selena meletakkan sendok dan garpu yang ia kenakan di piring yang ia telah habiskam
"Selena kau ingin pergi kemana? " ucap duke dengan sedikit tinggi bertanya pada selena
"Aku akan tinggal bersama dengan bibi aiyhana dan paman pharell setelah aku menyelesaikan latihan pedang bersama paman dan... " ucap selena terhenti
"Tidak bisa kau bisa belajar dengan para kesatria di sinih kenapa harus pergi jauh jauh tanpa seorang pengawal sedikitpun" saut duke tinggi memukul meja makan hingga membuat para pelayan terkejut
"Aku setuju dengan keputusan mu selena, lebih baik kau berlatih dengan paman pharell di sana dengan baik agar kau bisa kuat kakak akan ikut pergi ke kerajaan kakek untuk membantu masalah di sana " ucap cleve dengan datar mengelap bibirnya dengan sapu tangan.
"Jika seperti itu saya permisi ayah, jika terjadi apa apa ayah bisa mengirim surat untuk ku" ucap selena beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan ruang makan
__ADS_1