Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 28


__ADS_3

Akhirnya mereka bisa kembali ke istana dengan hati senang,walau luka berbekas di tubuh mereka tapi karna kemenangan itu rasa sakit semua hilang.Di perjalanan duke dan cleve tampak diam tak ada suara yang keluar sedikit pun hanya suara kereta kuda yang berjalan. Kedua orang itu tidak seperti ayah dan anak berapa dinginnya wajah keduanya, orang lain akan menggap seperti itu saat mereka melihat duke dan cleve berdiam tanpa membicarakan yang lain ya kedua orang yang sama sama dingin.


Setiba di istana mereka disambut riang, tebaran bunga merah muda di lemparkan pada mereka yang menginjak masuk kedalam istana, tak ada sekalipun wajah mereka yang tidak bahagia melihat semua kembali seperti biasa mereka berjalan di sebuah ruangan besar mereka menikmati hidangan penyambutan, pelayan sama sekali belum memberitahu pada duke apa yang terjadi sekarang pada putri selena selama yang mulianya pergi.


"Dimana cucuku? kenapa tidak kelihatan? ini kan hari spesial kenapa cucuku tidak ada tidak seperti dia?" Pertanyaan berderet yang di lontarkan raja arga,duke dan cleve baru menyadari kalau selena sedari tadi tidak terlihat sama sekali "Dimana selena? " kini duke langsung membuka suara bertanya pada pelayan istana.


Seketika keringat dingin menyambar di sekujur para pelayan, bagaimana mereka menjelaskannya sekarang pada duke terlebih lagi sekarang sedang ada raja arga kakek selena "Maaf yang mulia, putri selena berada di kamarnya sekarang karna.. " ucapan pelayan itu terhnti saat seorang wanita paru baya berlarian dengan keringat membasahi wajahnya.


"Salam yang mulia, maaf saya menganggu" ucap seorang wanita paru menghadap duke, memberi salam hormat membukukan badannya


"Ada apa clara?,kenapa kamu berlarian seperti itu? apa terjadi sesuatu? " Tanya duke pada seorang wanita paru baya yaitu clara pelayan yang selama ini merawat putrinya"Maaf tidak memberitahu seawal datang tadi karna tidak ingin yang mulia dan yang lain khawatir"benar saja betapa marahnya keempat pria pada seluruh orang yang sejak di tinggal di istana,tak ada ocehan yang berhenti dari keempat pria itu terus mengomeli pelayan dan kesatria.

__ADS_1


"Bagimana kalian menjaganya hah,bagaimana bisa kalian tidak memberitahuku tentang keadaan putriku,apa saraf otak kalian berkerja dengan benar. " duke terus mengoceh sambil mengendong putrinya yang sedang tidur itu panas tubuh selena menembus pakaian pada duke.


"Kalian ini bagaiamana menjaga putri kalian, bagaimana jika selena mati karna demam tinggi nya, bagaimana jika dia menjadi moster api atau dia menjadi.. " evano mendesah kesal meliay ayahnya yang berfikir yang tidak tidak benar benar membuatnya tak tahan hingga memukul ayahnya sendiri, bagaimana tidak marah jika ayahnya itu berbicara yang tidak baik untuk keponakannya itu.


"Ayah kau itu bicara apa, selena hanya demam saja jangan berlebihan seperti itu, kau itu kakeknya atau kau itu kakek yang berhati iblis hingga mendoakan cucunya sendiri seperti itu" raja arga hanya diam tak mengomentari putra nya. Memang benar juga kalau ucapannya agak terlalu jauh lebih baik jika sekarang diam tak bicara.


"Jika terjadi pada selena aku tidak akan mengampuni kalian, satu persatu dari kalian untuk mempersiapkan diri kalian di akhir kematian kalian ingat itu" cleve membuka suara, baru cleve buka suara membuat semua pelayan dan kesatria yang menjaga selena ambruk ke lantai kata "maaf" terus terluang ulang dau mereka.


"Bagimana bisa yang mulia menyuruhku memanggil penyihir kerajaan dalam satu menit"desah kesal terdengar seorang kesatria yaitu felix yang terus berjalan dengan kesal pada yang mulianya.


Terus berjalan dengan wajah kesal dan khawatir, kesal karna yang mulianya memerintah untuk memanggil penyihir kerajaan dalam waktu satu menit, dan khawatir nya tentang putri selena yang sedang sakit seperti itu, terus berjalan sambil mengoceh hingga tak sengaja menabrak seseorang karna ia tak melihat jalan.

__ADS_1


" Maaf "


"Hei apa kau buta, matamu itu di letakkan dimana bisa bisanya kamu berjalan tanpa mata sedikit pun, benar benar menakjubkan" bukan seperti pujian melaikan sindiran dari orang yang selalu berkata semena menanya ya itu adalah zen, mengatai felix yang menabraknya itu.


"Hah ternyata kau, kenapa aku harus ular berbisa sepertimu di siang hari seperti ini rasanya ingin ku ikat dan ku bakar di teriknya matahari yang menyengat di tubuhku ini, oh atau ku pisahkan kulit mu saja dan ku jual kulitmu pada pengrajin pakaian pasti mereka akan memberikan banyak emas untuku" zen yang mendengar tak menggubris terus melangkah meninggalkan felix yang masih berbicara dengan wajah gembira nya itu. Saat ia berbalik ia dikejutkan tidak ada zen di belakangnya, wajahnya berubah seketika karna zen pergi tanpa pamit padanya itu yang setidaknya menghargai felix sebagai kesatria pertama kerajaan aldestrom yang sudah bertahun-tahun menjaga.


"Hei, felix apa yang sedang kamu lakukan di situ" teriak seorang berlari mendekati felix yang sedang kesal itu


"Jack?, ouh ya aku lupa aku di perintah untuk memanggil penyihir kerajaan ya hah ini bagaimana yang mulia pasti marah padaku" Mengingat dirinya yang sedang masa perintah "Ayo Jack kita panggil penyihir kerajaan,cepat yang mulai pasti sangat marah padaku" langsung menarik tangan Jack yang baru tiba,baru saja ingin mengehela nafas panjangnya jack sudah di tarik berlari kembali oleh felix.


Terimakasih🙏 untuk kalian yang udah like coment dan vote ya😘

__ADS_1


__ADS_2