
Tempat penuh bunga warna warni yang gantung dia atas maupun di hias dibawah dimana ruang itu khusus tanaman bunga yang di tanami sendiri oleh ratu aiyhana.
"Anda bisa membawa bunga ini putri, bunga ini sangat cantik seperti mata dan rambut anda yang berkilau itu" ucap aiyhana menyesuaikan bunga yang cocok dengan selena
"Ini sangat harum, warnanya juga berkilau terang, aku sangat menyukainya" ucap selena yang menciumi bau harum bunga yang di berikan aiyhana "terimkasih atas pemberian yang sangat indah ini, aku akan merawat nya dengan baik" sambung selena sedikit membungkuk berterima kasih
"Tidak perlu sungkan putri, paman anda sering memetik bunga bunga yang ada di istana ini untuk di berikan padaku dan ibunya, Anda seperti dirinya yang menyukai bunga " jawab aiyhana tersenyum
"Ehkmmm...
,, Bibi aku tidak menyukai bunga tapi aku hanya suka memberikan padamu dan juga ibu" saut evano yang merasakan dirinya di bicara kan
"Pangeran, saya sangat mengatahui anda begitu juga dengan ibu anda, saya tahu pangeran menyukai bunga walau tidak terlalu suka, tapi setiap anda kemari dan memetik bunga untukku dan ibu pangeran,
saya bisa merasakan kebahagiaan di mata pangeran saya merasa bahwa pangeran menyukai bunga untuk orang yang pangeran sayangi, benar bukan pangeran? "ucap aiyhana tersenyum, evano hanya tersenyum malu tak menjawab ia segera membawa selena pergi setelah menerima bunga yang aiyhana berikan begitu juga dengan aiyhana yang harus kembali ke ruangan nya sendiri.
Malah hari....
__ADS_1
Dikamar selena sedang berdiri di depan jendela yang terbuka hingga angin malam menusik tubuh dan membuat rambut rambut putih perak itu berterbangan kemana mana. Selena menatap bintang dan bulan yang bersinar terang di malam ini rasanya ia ingin menangis karna sangat merindukan sosok ibunya saena yang harus meninggalkan dirinya di usia yang dulunya masih sangat kecil.
" Ibu, aku merindukan dirimu. Kamu selalu menjagaku, merawatku, menemaniku, dan selalu memberikan kehangatan yang sangat hangat padaku tapi kenapa ibu secepat ini? "ucapnya dalam hati menatap bintang yang amat bersinar terang, tak terasa butiran kritsal kecil jatuh di pipi putihnya.
Krek...
" Selena apa kau sudah tidur? "seorang pria membuka pintu kamar selena untuk memastikan selena tidur atau belum
" Kakak! "
"Selena kau belum tidur? kenapa belum tidur ini sudah malam, kenapa kamu membuka jendela lebar sekali kamu akan masuk angin jika seperti itu" ucap clav berjalan mendekati selena membawakan selimut yang ia ambil di tempat tidur selena dan menutupi tubuh sang adik.
"Apa kamu sangat menyukai bintang dan bulan? "
"Aku sangat menyukainya. Karna mereka yang selalu menerangi malam gelap ini di bumi, aku juga senang karna itu bisa membuat hati ku tenang dan tentram" jawab selena tersenyum kepada sang bintang dan bulan.
"Begitu ya!"
__ADS_1
"iya"
"Aku tidak menyukai hal hal yang lain, tapi karna ada dirimu di hidup ku dan ayah. Aku rasa aku bisa merasakan kesukaan yang hadir di dalam hidup ku seketika" ucap cleve dalam hati melihat bintang berdiri di samping selena sambil tersenyum
Karna sudah mulai larut malam cleve menyuruh selena untuk segera tidur, selena mengikuti ucapan cleve tanpa membantah sedikitpun.Cleve kembali setelah menutup jendela kamar selena dan membelai kepala selena dan ia melangkah pergi meninggalkan kamar selena menuju kekamar untuk beristirahat juga.
Pagi hari...
Kini selena baru saja selesai menggunakan gaun dan rambut yang sudah di tata clara. Selena pergi dari kamarnya ia mengelilingi lorong istana asgard sendiri tanpa ditemani padahal ia tidak tahu jalan di sini, ia tetap berjalan tanpa rasa cemas yang ada di dirinya ia berjalan terus berjalan hingga ia tak sengaja melihat seorang pria berambut putih dan seorang wanita berambut coklat berdiri di samping nya.
Ya itu adalah pharrell dan aiyhana yang sedang menikmati angin pagi sambil menyirami bunga bunga taman tersebut. Sangat terlihat jelas kalau pharrell sangat menyayangi sang istri, ia selalu melingkari tangannya di pinggang aiyhana dan melontarkan senyuman hangat pada sang istri mungkin pendapat orang juga sama dengan apa yang selena lihat saat ini kasih sayang yang hangat dari sang raja pedang pharrell.
Karna selena tak ingin mengganggu ia memutuskan pergi, saat ia baru saja melangkahkan kakinya untuk pergi ia tak sengaja terjatuh tersandung akar pohon yang berdiri di depan selena saat melihat pharrell dan aiyhana.
Bruk....
Pharrell dan aiyhana yang mendengar suara keras itu segera menoleh ke arah selena yang terjatuh di rumput rumput hijau itu, aiyhana mengambil seribu langkah menuju selena membantunya berdiri.
__ADS_1
Selena merasakan sakit di lututnya yang terluka, matanya mulai berlinang linang tapi tak ingin mengeluarkan air mata. Tak tahan lagi akhirnya ia menangis karna rasa sakit di lututnya nya yang berdenyut denyut itu.
"Putri"