
Pagi hari,sama seperti biasa pagi yang disambut dengan matahari dan sejuk nya yang selalu menerangi istana dan meniup lembut alam sekitar istana.Sang putri cantik yang setiap paginya terbangun karna sinar matahari yang selalu melintas masuk dari jendela itu sudah rapih dengan pakaian yang bukan biasanya ia kenakan setiap harinya,hari ini berbeda ia menggenakan pakaian kesatria wanita yang sudah di rancang khusus untuknya. Ia duduk di tepian tempat tidur sang ayah menggenggam tangan ayah nya meminta restu pada sang ayah dan para dewa yang melihat kesaksiannya hari ini,agar ia bisa melaksanakan tugasnya dengan lancar pergi dan kembali dengan aman.
"Felix tolong jaga ayah dengan baik selama saya tidak ada di istana, aku percaya bahwa kalian lebih menyayangi ayah saya dari saya dan juga kakak" Selena bangkit dari duduknya menatap ke empat pria yang selalu menjaganya saat ia masih kecil hingga tumbuh menjadi dirinya yang sekarang.Gadis yang selalu tersenyum cerah dan memiliki sifat yang rendah hati itu kini sudah tumbuh dewasa,di depan para mereka (kesatria) yang telah mereka jaga selama ini layaknya menjaga pertama yang tak boleh seorang pun sentuh. Ia percaya kalau mereka pasti lebih menyayangi ayahnya dari dirinya dan juga kakaknya.
Karna kesetiaan ditunjukkan dengan dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas,kesetiaan seorang kesatria tidak saja saat pemimpinnya dalam keadaan sehat maupun bugar. Bahkan dalam keadaaan sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, pemimpin mereka mengalami banyak beban permasalahan atau tiba terkena penyakit parah, seorang kesatria tetap setia pada pimpinnya dan tidak meninggalkannya dan menjaganya dengan baik. Puncak kehormatan seorang kesatria adalah mati dalam menjalankan tugas dan perjuangan atas titah dari pemimpin mereka.
"Itu sudah menjadi tugas kami putri menjaga yang mulia hingga akhir hayat kami, dengan segenap hati saya menerima titah putri" Felix dan ke empat pria tampan yang berbaris rapih disampingnya,bertekuk lutut di hadapan selena dengan segala hormat ia akan menjalankan tugasnya dengan baik dari selena walau tanpa di titah siapapun ia tetap akan menjaga yang mulianya.
"Saya percaya kalian akan menjaga ayah dengan baik, karena saya tahu kalian" Selena meletakkan tangannya yang dibaluti sarung tangan putih menyentuh lembut kepala felix, sebagai tanda bahwa ia telah menerima berkat dan restu dari selena dan para dewa yang menyaksikan nya
"Terimakasih putri" Felix sebagai perwakilan dari ketiga kesatria yang juga bertekuk lutut di hadapan selena yang telah diberkati olehnya. Selena hanya tersenyum ia menepuk pundak felix sebagai tanda segera bangun dan berdiri.
__ADS_1
Tangan yang cukup besar menepuk lembut kepala selena dengan wajah yang tersenyum cerah walau sangat jarang melihat sosok pria yang selalu dianggap semua orang memiliki expresi yang sinis dan tak luput dari senyuman kejamnya itu hingga mereka memanggilnya dengan "si tuan senyuman iblis".Namun kali ini berbeda ia tersenyum cerah saat ini dengan pakaiannya yang rapih. Tapi saat ia tersenyum cerah orang malah merasa takut,akan dibalik senyuman nya itu mungkin memiliki arti senyuman lainnya, pikir semua orang
"Hai,bocah bodoh"Sapaan dengan lambaian tangan tertuju pada ke empat kesatria yang berdiri di hadapan pria yang tersenyum cerah,entah apa dibalik senyuman nya itu, para kesatria diam tak meladeni tapi ia melihat ada sosok yang mungkin akan meledak saat ini
Benar, selena yang kesal karna tiba tiba tangan yang cukup besar yang pastinya seorang pria, jatuh menepuk kepala selena hingga sedikit membuat rambutnya berantakan, Tidak ada yang ingin mencari keributan di setiap saat pada selena selain pria yang dekat dengannya yang pastinya adalah pria tampan yang memiliki pupil mata seperti elang,itu adalah zen.
"Aku paling membenci orang yang membuat diriku marah di pagi hari, terutama merusak rambut yang telah kutata hingga membuang waktuku" Selena dengan nada tinggi menarik tangan zen, entah apa yang merasuki selena saat ini hingga ia kuat membanting tubuh kekar pria yang meletakkan tangannya di atas kepala selena
"Cih,sss"Pria itu berdecak kesal menahan sakit di bokong dan punggungnya yang menyatu pada karpet istana. Yang lain hanya melongo diam menatap selena kagum, entah apa yang mereka kagumi, mungkin karna selena membanting pria yang bertubuh kekar itu
Zen bangkit langsung berjalan mendekati selena ia menatap selena sinis seperti menatap musuh, Zen yang sudah di depan tubuh selena dengan segera mengendong tubuh selena hingga wajahnya berada pas dibidang dada zen.
__ADS_1
" Lepaskan! apa yang kau lakukan, lepaskan aku cepat lepaskan jika tidak aku akan membunuhmu sekarang juga"Selena meronta meminta di lepaskan oleh zen,tapi zen diam, acuh tak menjawab ia tetap menggendong selena hingga membuat para kesatria yang melihat ingin bergerak membantu selena. Tapi mereka ingat bahwa selena melarang semua orang untuk tidak ikut campur dalam masalah nya dengan zen
"Oi, tolong jaga yang lain dengan benar jangan sampai melakukan hal apapun tanpa sepengetahuan ku" Ucap Zen menatap ke empat kesatria yang berdiri di hadapannya"Oke, kalau begitu aku pinjam bocah ini,dah"Sambung zen yang mmengendong selena hingga kedalam pelukannya itu membawanya pergi dengan kekuatan sihirnya
Para kesatria itu hanya bisa diam melihat putri mereka diperlakukan seperti itu mau bagaimana lagi jika selena selalu saja melarang orang lain ikut campur dalam masalah dengan zen yang selalu bersikap seperti itu padanya. Karna menurut selena ia sangat bersyukur karna zen selalu ada untuknya dimana pun itu, ia juga nyaman diperlakukan seperti itu walau terkadang merasa kesal sendiri.
Setelah beberapa jam semua orang di istana berkumpul begitu juga dengan aiden yang juga ikut berkumpul, kemungkinan ia juga akan pulang setelah ini karna tak enak terlalu berlama lama di istana orang lain walau itu adalah istana teman kecilnya.
Berkumpul di depan pintu istana,Kereta kuda telah disiapkan dan beberapa kuda untuk para kesatria yang ikut dalam pencarian obat untuk yang mulia mereka. Sebelum pemberangkatan selena dan yang lain diberkati oleh para tetua agar selamat hingga kembali lagi ke istana, aiden yang ikut berkumpul sempat bingung kenapa ramai sekali dan ia melihat selena yang tak mengenakan gaun, yang malah mengenakan pakaian kesatria. Aiden bertanya pada pengawal pribadi di samping nya kalau hari ini selena dan beberapa kesatria akan pergi karna masalah penting kerajaan entah itu apa karna ini masalah keluarga aldestrom.
"Pergilah dengan hati hati,kirim surat setiap saat agar kakak bisa memastikan bahwa kalau kamu baik baik saja disana,jangan lupa dengan kesehatanmu" Cleve mengusap lembut rambut selena dengan wajah yang tak ingin melepaskan adiknya pergi, ia tak ingin jauh jauh dari sang adik terlebih lagi entah kapan adiknya akan kembali lagi
__ADS_1
"Baiklah aku akan selalu mengirim surat setiap saat, kakak harus menjaga ayah dengan baik jika aku tidak ada jaga berlinda juga seperti kakak menjaga ku"Selena menjawab sambil melirik ke arah berlinda yang berdiri di samping kakeknya,cleve hanya diam tak menjawab setelah kata berlinda keluar dari mulut selena, Selena juga diam saja ia berlanjut pada sang kakek di samping berlinda adik sedarah dari sang ayah.