Putri Yang Mulia Duke

Putri Yang Mulia Duke
Chapter 53


__ADS_3

"Apa karna dia yang membuat ibu pergi meninggalkanku dan membawa selena pergi" ucap cleve dengan nada tinggi langsung masuk dan membanting pintu kamar duke. Para pelayan yang melihat dan mendengar tak berani ikut campur akan masalah yang mulia dan pangeran mereka.


Masalah istana tidak ada yang boleh ikut campur selain keluarga kerajaan saja,itu sudah menjadi peraturan yang sudah ditetapkan sejak dulu untuk istana aldestrom.


"Cleve? "


"Apa dia yang membuat ibu pergi?" bentak cleve yang sudah sangat marah ia mengepal tangannya yang begitu geram pada ayahnya


"Tenangkan dirimu cleve!! ayah bisa menjelaskan semuanya,ini hanya kesalahan masa lalu" jawab duke mencoba menenangkan cleve yang di kabuti rasa kemarahan


"Masalalu,ayah bilang semua telah berlalu karna masalalu menyedihkan itu, ibu meninggalkan ku sendiri dan ibu membawa selena pergi. Lalu ayah tau apa yang di alami semua pada selena dia menderita karna gadis itu" ucap cleve marah yang terus dengan nada tinggi, karna cleve yang tidak bisa menahan amarahnya membuat duke geram dan menampar putranya itu.


Plak....


Tamparan melayan pada pipi putih cleve hingga membuat pipi putihnya menjadi merah karna tamparan yang duke berikan padanya.


"Apa kenapa ayah hanya menampar, kenapa tidak sekalian saja membunuhku seperti ayah membunuh ibu" ucap cleve mengusap kilas pipi merahnya yang ditampar sendiri dengan tangan ayahnya, cleve menatap duke tajam.

__ADS_1


Ini pertama kalinya cleve ditampar oleh ayahnya seumur hidupnya ia tak pernah dipukul oleh tangan ayahnya, ia sangat marah karna kedatangan berlinda membuat dirinya seperti ini.


Walau bukan duke yang membunuh istrinya saena, tapi tetap saja kepergian saena yang meninggalkan istana dan membawa selena pergi yang masih dalam kandungan itu sama seperti ia membunuh tanpa menyentuh bagian tubuhnya. Jika bukan karenanya saena mungkin akan berdiri bersama dengan kedua anaknya dan menjadi keluarga yang amat bahagia,damai dan tentram.


"Ayah sudah bilang padamu ini bukan urusan yang harus kau ikut campuri cleve" jawab duke dengan menatap tajam cleve


"Apa karna ayah mempunyai seorang wanita lagi di belakang ibu, dan mempunyai anak bernama berlinda itu, yang membuat adikku harus merasakan semua yang belum di rasakan olehku sendiri dan ayah rasakan. Apa ayah pernah merasakan penderitaan selena dan ibu,


Kenapa kau harus menikahi ibu jika berakhir dengan cara seperti itu, apa pernah ayah merasakan penderitaan semua yang ibu alami setelah menikah dengan ayah!!! " cleve dengan puncak kemarahannya hinga tak bisa membendung lagi ia mengeluarkan sihirnya hingga membuat duke terpental karna sihir cleve yang tiba tiba menyerang nya.


Mendengar suara yang amat kencang selena dan para kesatria berlari mencari suara keras tersebut, benar saja ia melihat kakak dan ayahnya yang sedang bertengkar hebat. Selena dan para kesatria yang tiba mencari keberadaan suara itu berdiri di depan kamar duke yang terbuka, selena terkejut melihat ayahnya yang terduduk dengan sedikit darah yang keluar dari mulut nya.


Selena dan para kesatria berlari mendekati duke dan membantunya bediri. Selena menatap tajam cleve dengan sedikit sorot mata seolah ia bertanya akan suatu hal pada cleve dan ayahnya.


"Ada apa ini kak? kenapa ayah bisa terluka seperti ini? "tanya selena menatap cleve yang menunduk dengan tangan yg terus mengepal geram itu.


" Selena lebih baik kamu menjauh dari orang yang membunuh ibu kita "ucap cleve yang membuat selena dan para kesatria terkejut karna ucapan yang cleve lontarkan.

__ADS_1


" Maksud kakak apa? siapa yang membunuh ibu? "tanya selena yang belum menyadari nya bahwa orang yang sedang di bicara kan adalah duke ayahnya sendiri.


" Dia, pembunuh dan penyiksa"tunjuk cleve mengarahkan telunjuk tangannya pada duke yang sedang duduk di sofa.


Selena terpaku diam dengan banyak pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada ayah dan kakaknya. Selena berlari keluar kamar duke dengan kencang, melihat selena pergi cleve ikut berlari mengejar selena.


"Jika terjadi apa apa pada selena suatu saat nanti, jangan salahkan diriku jika membunuh anak yang kau bawa itu" ucap cleve menatap tajam sambil melangkah pergi meninggalkan kamar duke.


Selena berlari di tempat sepi dengan pedang yang ada di tangannya ia terus mengayunkan pedang nya,seolah ia meluapkan semua itu dengan terus mengayunkan pedang ia terus merasa sangat sedih kesedihan ada padanya tapi ia tak ingin melukai orang yang berada di sekitar nya, ia tak ingin menjadi putri jahat pada orang orang, dia hanya kesal karna kedatangan berlinda yang membuat ayah dan kakaknya bertengkar.


Ia sama seperti dulu ia hanya ingin melihat kebahagiaan di wajah orang yang ia sayang. Selena terus bersedih dengan mengayunkan pedangnya dan terus berteriak teriak meluapkan semuanya.


"Aaaaaa hikss aaaaaa hikss hiksss"


Selena berteriak sangat kencang dengan tangisan yang membasahi wajah putihnya, seketika ia terjatuh ke tanah dengan air mata yang ikut jatuh membasahi bumi ini.


Tak... tak... tak...

__ADS_1


"Sudah lama aku tidak melihatmu, tapi kenapa harus melihat keadaanmu yang seperti ini, Selena " ucap seorang datang mendekati selena yang tergeletak di tanah itu


__ADS_2