RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Part 11


__ADS_3

Setelah menyimpan semua mayat monster, Alvaro menemukan sebuah bola kristal dari tubuh Venom Fang. Tampaknya bola kristal seukuran bola baseball tersebut merupakan inti kristal dari Venom Fang yang dijatuhkannya setelah tewas di tangan Alvaro.


[Tetew-tetew …! Analisa item]


[Deskripsi: Inti kristal Venom Fang merupakan kristal kehidupan yang dimiliki oleh Venom Fang dan terkandung energi Arkha setara kristal Arkha tipe A yang mempunyai kepadatan molekul kristal 10 kali lipat. Dapat digunakan untuk meningkatkan senjata]


Sebelum keluar dari dalam portal, Alvaro terduduk lemas dan menyandarkan tubuhnya pada bongkahan batu setinggi 1 meter untuk mengistirahatkan tubuhnya yang cukup lelah. Setelah berjibaku melawan beberapa monster yang cukup tangguh dan kuat.


[Selamat, tuan mendapatkan 10 poin pengalaman karena membunuh monster level putih]x50


[Selamat, tuan mendapatkan 50 poin pengalaman karena membunuh bos monster level putih]


Alvaro bingung antara harus senang atau harus sedih. Senang karena dia mendapatkan banyak skill yang membuatnya bertambah kuat. Sedih karena dia harus kehilangan tangan kirinya.


namun bukan Alvaro namanya jika dia berputus asa ketika tertimpa uian seperti ini.


“Aku akan mencobanya.” Alvaro menekan tombol jam tangan ruang miliknya dengan dagu untuk mengeluarkan kristal Arkha tipe D yang masih tersisa 990 kg.


590 kg dikeluarkan oleh Alvaro dan menumpuk diatas permukaan tanah tepat di depan tubuhnya. Lalu merapal skill pembentukan senjata, “Arc Of Weapon: Creating!”


Muncul lingkaran sihir berdiameter 3 meter dan membuat 90 kg bongkahan kristal setinggi 1 meter tersebut masuk ke dalam formasi arc of embodiment.


Kristal-kristal itu berubah menjadi bola cahaya sebesar bola baseball dan menyatu menjadi bola cahaya sebesar semangka.


Dengan energi Arkha yang tersisa 10 poin dan menggunakannya 5 poin, Alvaro membentuk bola cahaya tersebut menjadi sebuah lengan dalam imajinasinya.


Bola cahaya seukuran semangka tersebut bersinar terang. Tanda kalau pembentukan senjata yang sedang dilakukan oleh Alvaro berhasil.


Bola cahaya itu melayang dan bergerak perlahan ke arah tangan kiri Alvaro dan membentuk secara perlahan sebuah lengan tangan.


Lengan kiri tersebut berbentuk lengan cyborg berwarna emas seperti tangan milik Nero di game Devil May Cry 4. Hanya warnanya saja yang berbeda, yakni warna emas.

__ADS_1


“Aaaakh …!” Alvaro mengerang kesakitan ketika lengan cyborg itu menyatu dengan siku tangan kirinya. Dia merasa seperti ditusuk ribuan pedang dan menurunkan mentalnya dengan sangat drastis seperti ruh yang dicabut paksa oleh sang malaikat maut.


“Arc Of Weapon: Enchanting!” seru Alvaro dengan senyum sumringah.


Karena mendapatkan tangan lengan kiri yang baru dana menurutnya lengan itu sungguh keren, walaupun bukan lengan tangan manusia.


Lingkaran sihir emas tersebut berubah warna, dari warna emas menjadi warna biru, dan memasukan katana berbilah hitam itu beserta inti kristal Venom Fang ke dalam formasi Arc Of Embodiment.


Pedang Ringu berubah menjadi bola cahaya berwarna hitam dan inti kristal Venom Fang berubah warna menjadi boa cahaya berwarna ungu pekat.


Lalu kedua bola cahaya itu menyatu, setelah Alvaro menghabiskan poin Arkha miliknya yang tersisa 5 poin dan itu merupakan poin terakhir atau energi terakhir yang tersisa darinya.


Bola cahaya tersebut kembali membentuk pedang Ringu, yakni katana dengan bilah hitam dan gagang hitam.


Padahal dalam pikiran Alvaro, dia sudah mengimajinasikan pedangnya berubah menjadi pedang lurus yang memiliki bilah berwarna ungu, bergerigi ganda,


dengan retakan lava berwarna biru di tengah bilahnya.


***


Apartemen Sewon, Bantul.


Seorang pria bermata sipit dengan gaya rambut berponi miring ke kanan sedang duduk di tempat tidurnya.


Dengan tubuh dipenuhi bulir-bulir keringat dingin. Tangan kanan pria itu meraih gelas yang berisi air putih di atas nakas, lalu menenggaknya hingga tak tersisa.


“Ah … huff … huff ….” Pria itu kesal dan membanting gelas itu ke permukaan lantai, “Sial! Sudah satu bulan aku hanya bisa tertidur lelap sebentar saja. Lagi-lagi selalu mimpi buruk!”


PRANG!


Gelas itu hancur berkeping-keping dengan pecahan gelas tercecer tak beraturan di seluruh permukaan lantai dekat kedua kakinya.

__ADS_1


Bersamaan dengan Fredrick yang mengungkapkan kemarahannya dengan membanting gelas. Tiba-tiba detak jantung berdetak kencang seperti genderang yang mau perang dan merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa dan tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.


DEG! DEG!


“Aaaakh …!” Fredrick mengerang kesakitan dengan memegangi dada bagian jantung. Lalu terjatuh ke permukaan tanah dengan meronta-ronta menahan rasa sakit di jantungnya yang setiap detik bertambah sakit. “Silan-sialan! kenapa ini begitu sakit? Aaaakh …!”


Saking sakitnya Fredrick menjambak-jambak rambutnya dan kesadarannya hilang, lalu matanya terpejam.


Sesaat kemudian, matanya membelalak dengan manik mata berwarna merah darah dan raut muka menyeringai.


Dari punggungnya keluar aura dan berubah menjadi kepulan asap berwarna hitam membentuk sebuah portal pusaran portal kecil berwarna abu-abu dengan petir-petir merah bersahutan satu sama lain.


Kedua buah tangan dengan kuku-kuku hitam yang runcing keluar dari dalam pusaran portal abu-abu. Setelah itu kepala dan badannya yang tanpa kaki keluar sepenuhnya, hanya bisa melayang di udara.


Monster yang ada di depan Fredrick menyeringai dengan tersenyum lebar dan menampakan gigi-giginya yang tajam berwarna putih seperti bilah gergaji.


“Habisi para Arkham dan hunter dengan kepadatan energi Arkham terendah,” titah Fredrick dengan menatap tajam monster yang bernama Houl Ghoul tersebut.


Monster berbentuk bayangan hitam dengan mata merah menyala tersebut menembus dinding kamar Fredrick dan melesat ke udara dengan mata berkeliling mencari para arkham serta hunter sesuai perintah dari Fredrick.


Portal abu-abu di belakang punggung Fredrick telah hilang dan bersamaan itu pula. Pria bermata sipit tersebut terjatuh pingsan ke permukaan lantai.


Kembali ke Houl Ghoul yang berada di atas ketinggian 500 meter. Dengan raut muka menyeringai dan menampakan giginya yang putih berbaris seperti bilah gergaji, jari telunjuk kanan dan kirinya menunjuk sinar merah yang agak padam yang keluar dari tubuh para Arkham dan hunter yang sedang berada di tempat masing-masing.


Kemudian melesat ke arah Arkham yang sinar merah yang nampak di mata Houl Ghoul paling lemah.


Tubuh Houl ghoul menembus dinding salah satu ruko, dimana seorang wanita berada di kamar mandi sedang berendam di dalam bak mandinya sambi mendengarkan lagu berjudul ‘Bang Toyyib.’


“Kenapa tak pulang-pulang? Asyik-asyik jos!”


Sosok wanita berkulit sawo matang tersebut sangat asyik menirukan suara penyanyi tersebut. Sehingga dia tidak sadar jika sudah ada Houl Ghoul di belakang kepalanya dan membuka mulutnya lebar-lebar.

__ADS_1


__ADS_2