RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Chapter 55


__ADS_3

Yuna segera meminum cairan merah untuk mengembalikan energi Arkhanya yang cukup terkuras drastis. Cyborg armor Vergessa ternyata menyedot energi Arkha miliknya dengan sangat cepat, membuat staminanya langsung menurun.


Melihat Yuna mampu menembus pertahanan John dan berhasil menghabisinya. Semua anggota guild tidak ada yang berani turun ke arena untuk membantu Yuna menghadapi seorang pria yang sudah mendarat di permukaan arena membawa keenam pedang katana yang dijepit di sela-sela jarinya.


“Hell Dragon!” seru Visky dan mengumpulkan energi listrik berwarna biru di keenam pedangnya. Lalu keenam pedang tersebut diarahkan ke arah Yuna yang sedang melayang setinggi 20 meter.


Aliran petir yang berbentuk siluet Naga petir melesat dengan meliuk-liuk ke arah Yuna yang sedang kelelahan dengan nafas tersengal-sengal.


Siluet Naga petir itu sangat cepat, dan hampir saja mengenai Yuna jika dirinya tidak terbang ke arah kiri.


Suara ledakan yang sangat keras seperti dentuman meriam terdengar oleh semua pasang telinga, sampai-sampai para penonton yang melihat pertandingan Yuna menutup kedua telinga mereka.


Yuna menoleh ke arah sumber suara ledakan sambil mengelus dadanya, “Fyuh, hampir saja. Kalau sedetik saja aku terlambat, aku sudah hancur lebur menjadi debu.”


Visky tidak bisa ke menjangkau Yuna yang melayang lebih tinggi. Maka dari itu dia melesatkan tebasan menyilang secara bertubi-tubi membentuk siluet huruf X ke arah Yuna, “Super Jet X!”


Yuna terbang ke kiri dan ke akan menghindari setiap silet huruf X yang cukup besar yang mengarah ke tubuhnya.


Kemudian tebang melesat cepat secara zig-zag sambil terus menghindari siluet-siluet huruf X tersebut.


“Quantum Fang” seru Yuna dan 10 sayap bilah sayapnya menembakan sinar laser hitam.


"Magnum Dash!"


Visky menghentikan serangannya dan menghindari setiap sinar laser yang mengarah ke tubuhnya dengan melesat zig-zag. Kecepatan penghindarannya sangat baik, dan reflek tubuhnya juga sangat lincah. Alhasil tak ada satupun sinar laser yang berhasil mengenai Visky.


“Quantum Slash!”


Yuna melihat celah untuk menyerang Visky yang terlalu fokus menghindari serangan setiap sinar laser. gadis berambut hijau tersebut terbang cepat ke arah Visky dengan kedua pedang besar siap diayunkan secara menyilang ke tubuh pria yang memakai cyborg armor suit samurai tersebut.

__ADS_1


Kedelapan pedang beradu dan menciptakan suara yang sangat nyaring disertai gelombang kejut yang sangat kuat. Bahkan 10 bilah sayap milik Yuna yang menembakan sinar laser ke arah Visky pun ikut terhempas, akibat gelombang kejut tersebut.


Mereka bertukar ribuan gerakan jurus dengan kecepatan yang tak bisa ditangkap oleh mata biasa. Karena tubuh mereka berdua terus berpindah-pindah di berbagai tempat di permukaan arena.


“Zean, sejak kapan Yuna sangat cakap dalam menggunakan pedang besar?” tanya Alvaro dengan tatapan terkesima ke arah Yuna.


“Sejak lama dia terus berlatih menggunakan pedang, tapi aku tidak tahu jika dia bisa menggunakan kedua pedang besar dan sangat mahir,” jawab Zean juga ikut terkesima.


"Visky, cepat habisi dia!" teriak Fredrick dengan raut muka merah padam, karena Visky belum mampu melukai sedikitpun kulit Yuna. Padahal pertarungan sudah berjalan s30 menit.


“Aaaargh! Crazy Storm!” Visky meraung keras, dan punggungnya mengeluarkan kedelapan kaki laba-laba cyborg dari Axelers miliknya yang bernama Spiderlers, “Mati kau! Aaargh!”


Semula Visky menebas dengan keenam pedangnya, kini Visky menyerang Yuna bersama kedelapan kaki Laba-laba yang sangat tajam.


Yuna yang tak bisa mengimbangi kecepatan keenam pedang, dan kedelapan kaki Laba-laba milik Visky lengan atasnya terkena beberapa cabikan dan meneteskan cairan merah kental.


“Aaaakh!” pekik Yuna dan langsung terbang mundur untuk menghindari tebasan Visky, dan pada akhirnya permukaan arena yang terkena tebasan bertubi-tubi tersebut hingga berlubang-lubang.


“Tembak!” teriak Jones lantang.


Anak panah dilepaskan bertubi-tubi ke arah Visky. Namun dengan mudahnya dipotong-potong oleh kedelapan kaki Laba-laba yang berada di punggung Visky.


"Hahaha …. Serangan seperti ini tidak akan mempan padaku," ejek Visky dengan tertawa menyeringai. "Phantom Dive!"


Visky mengayunkan keenam katanya secara vertikal dari atas ke bawah, dan menusukan kedelapan kaki Laba-labanya ke permukaan tanah.


Enam siluet sirip hiu melesat di atas permukaan arena menuju anggota elit Guild Amolet, dan membuat permukaan arena tersebut retak. Disusul kemudian aliran petir berdaya tinggi menjalar cepat di permukaan arena.


Suara ledakan disertai pekikan anggota elit Guild Amolet terdengar sangat keras. Tubuh mereka terlempar ke udara dan sudah terpotong-potong menjadi beberapa bagian disertai hujan cairan merah ke permukaan arena.

__ADS_1


Semua anggota guild berdiri menyaksikan kekuatan Visky membantai semua anggota elit Guild Amolet hanya dalam sekali serang.


“Apa?! Mustahil?!” Semua anggota guild melebarkan mata termasuk Alvaro.


Yuna juga tubuhnya gemetar ketakutan melihat kengerian pembantaian kesepuluh anggota elit guild Amolet.


"Su-sungguh mengerikan," ucapnya dengan raut wajah seputih kertas.


Dua guild turun ke arena, dan berjumlah 30 anggota elit. Mereka merasa tertantang dan juga direndahkan, karena teman sejawat mereka telah berhasil dibunuh di depan mereka dengan sangat keji.


"Cih, kalian semua akan mampus di ujung pedangku ini," decih Visky dengan tersenyum menyeringai. "War Dance!"


“Formation Shield Defense!” seru Dion.


Guild leader Diorka mengangkat perisai untuk memberi perintah pada 10 rekan-rekannya untuk membentuk barisan barikade perisai, supaya bisa menghalau Visky yang sedang melesat ke arah mereka.


“Super Defense Up!”


10 anggota guild Celen mengangkat tongkat sihirnya untuk memberikan efek tambahan peningkatan pertahanan pada semua anggota elit Guild Diorka.


Seluruh tubuh anggota guild Diorka diselimuti aura emas dan memperkuat pertahanan mereka menjadi 200 kali lipat kepadatan partikel Arkha selama satu menit.


10 anggota elit guild Celen yang berada di barisan paling belakang juga sudah menyiapkan serangan tembakan bola api yang sangat besar ke arah Visky.


Akan tetapi gerakan Visky sangat cepat, dan tak bisa ditangkap oleh mata biasa. Dia menebas satu persatu barikade perisai dan menjadikannya potongan-potongan kecil beserta perisainya yang berterbangan di udara.


1 detik kemudian kini giliran 20 anggota Guild Celen yang merasakan hal yang sama nasibnya seperti 10 anggota Guild Diorka. Kepala-kepala mereka beterbangan ke udara dan cairan merah kental menghujani permukaan arena, hingga permukaan arena yang sudah retak tersebut banjir darah.


Fredrick tersenyum puas melihat 3 Guild sudah tewas dalam keadaan mengenaskan di tangan Visky, “Bagus Viksy, bagus. Aku akan memberikanmu Axelers yang kedua untukmu jika berhasil membunuh mereka semua , hahahaha ….”

__ADS_1


Alvaro menggertakan gigi melihat kematian rekan sejawatnya, emosinya benar-benar memuncak, dan sudah tak bisa dibendung lagi. Namun Zean menggeleng pelan ke arah Alvaro, agar dia tetap tenang, dan boleh bertarung dalam keadaan marah.


__ADS_2