
Akan tetapi apa yang dibayangkan dan diinginkan oleh Avaro justru tidak terjadi. Heros Lobster melesat ke arah Alvaro dan menabrakan kepalanya yang sangat keras ke badan Alvaro secara bergantian.
Suara hantamannya sangat nyaring sekali, sampai-sampai menciptakan gelombang kejut yang membuat lapisan medan kubah pelindung transparan bergetar hebat. Alvaro pun memuntahkan banyak darah dengan raut muka meringis kesakitan.
"Sial! Monster-monster itu cepat sekali.”
Saat salah satu Heros Lobster yang beriringan dengan Knight Zelda akan menghantam tubuh Alvaro yang sedang terkapar lemah, ia berguling ke kanan beberapa kali. Akhirnya ia berhasil menghindari hantaman kepala Heros Lobster, serta ujung tombak Javelin yang ditusukan oleh Knight Zelda.
Keberhasilan Alvaro saat menghindar terjadi karena merubah Vengeful Blade menjadi Highlander Assault yang mampu memberikan efek peningkatan kecepatan dan reflek pada tubuh Alvaro. Sepuluh Heros Lobster mengejar Alvaro yang sedang melompat mundur, hingga kedua kaki Alvaro bergesekan dengan permukaan dasar laut, dan menimbulkan kepulan debu.
“Slice Of Dice!”
Di tengah-tengah kepulan debu yang menghalangi pandangan para monster, Alvaro melesat ke arah kawanan sepuluh ekor sambil menenggak dua botol cairan hijau untuk memulihkan luka-lukanya. Kemudian menebas Heros Lobster satu persatu dengan tebasan beruntun yang memiliki kecepatan setara kecepatan kilat.
Cairan merah menyembur deras dari bekas tebasan berbentuk garis-garis acak di tubuh sepuluh ekor Heros Lobster. Cairan merah itu membanjiri bagian depan tubuh Alvaro.
Melihat mayat monster Lobster, Alvaro segera menyimpannya ke dalam inventaris sistem. Dari belakang Alvaro sebuah tombak melesat cepat dan tidak bisa dihindari oleh Alvaro.
Alhasil tombak tersebut menyerempet bahu kiri Alvaro dan detik itu juga Alvaro terjatuh dalam keadaan tertelungkup. Darah menyembur deras dari bahu kiri Alvaro dengan pekikan kesakitan yang sangat keras, “Aaaakh!”
Tombak itu ternyata dilemparkan oleh Knight Zelda lain yang sedari tadi menunggu kesempatan saat Alvaro lengah. Cairan merah itu merembes ke kedua pedang Highlander Assault yang memiliki dua bentuk berbeda, tapi berwarna sama, yakni hijau terang.
Kedua pedang berbilah hijau tersebut bersinar terang. Beruntung sinarnya membutakan semua kawanan monster Heros Lobster, serta kawanan monster Knight Zelda.
...[Tetew-tetew]...
...[Tuan telah membangkitkan skill Twin Veda menjadi skill Twin Gear. Setiap perubahan pedang Ringu bisa memanggil ketujuh Void Dragon]...
...[Tetew-tetew]...
...[Saat ini tuan hanya bisa memanggil dua Void Dragon, yakni Venom Leviathan Dragon, dan Twin Dragon (Octus dan Xena)]...
...[Tetew-tetew]...
...[Status]...
...<>...............¤……………<>...
__ADS_1
...[Nama: Alvaro Renaldi]...
...[Umur: 22 tahun]...
...[Rank Hunter: Chief (320.000/50.0000]...
...[AP: 1000/5000]...
...[Skill:...
...Aktif : ...
...Arc Of Weapon level 1(60/100)...
...Twin Gear (Vengeful Blade, Omega Blaster, Frostmourne, Highlander Assault]...
...Rage Burst Mode...
...Burning Burst Mode...
...[Ransel Inventaris: 98 kg kristal Arkha tipe S, Mayat Venom Fang, 50 Tiger Sabertooth, 48 botol HP, 50 botol AP]...
...[Saldo: 2.020.000.000]...
...<>...............¤……………<>...
Alvaro bangkit sambil menenggak dua botol cairan hijau, dan sepuluh botol cairan merah. Kemudian membalikan badan dan menatap nyalang Knight Zelda yang sudah memunculkan tombak javelin berwarna emas dari ruang hampa di sebelah kanannya.
Ternyata hanya satu Knight Zelda yang tidak mendapatkan efek buta permanen. Akibat kebangkitan skill Twin Veda menjadi skill Twin Gear.
“Twin Gear: Twin Dragon!”
Kedua pedang yang sedang dipegang oleh Alvaro ditancapkan ke permukaan tanah. Dari sana muncul lingkaran sihir berwarna hijau berdiameter lima meter di sisi kiri dan sisi kanan Alvaro.
Dari kedua lingkaran sihir tersebut muncul sesosok Naga dengan wajah yang sama, warna kulit yang sama tapi memiliki bentuk yang berbeda. Naga Octus yang berada di sisi kanan Alvaro memiliki tanduk seperti rusa, dan berbulu.
Bahkan Bulu dan rambutnya sangat tebal, hingga berada di dagu, serta jambangnya. Tubuhnya besar memiliki ekor, kekar, dan berotot, serta tidak memiliki sayap, seperti tubuh beruang kutub yang penuh bulu setinggi sepuluh meter.
__ADS_1
Naga Xena yang berada di sisi Alvaro bertubuh Naga pada umumnya, memiliki empat sayap, kelima cakar di kaki dan tangannya. Tubuhnya lebih pendek hanya sembilan meter, memiliki ekor lebih kecil kedua betis lebih kecil dan lengan yang lebih kecil dari Octus.
Octus berlari ke arah Knight Zelda yang bersiap melemparkan tombak javelinnya lagi ke arah Alvaro. Ksatria berzirah emas setinggi tiga meter itu terpental lusinan meter setelah dihantam oleh bahu kanan Octus.
Sedangkan Zena terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi sambil mencabik-cabik setiap Heros Lobster yang ditemuinya di atas Istana Emas. Alvaro hanya menjatuhkan rahangnya melihat kedua Void Dragon dari Twin Dragon menghabisi kawana monster dengan sangat beringas.
Cairan merah membasahi permukaan air dasar laut, serta bagian atas, dan bagian depan permukaan lantai Istana Emas. Knight Zelda yang lain juga ditabrak oleh Octus dan membuat mereka terpental ke udara, hingga menyentuh bagian dalam lapisan medan kubah pelindung yang melindungi Istana emas.
Suara hantamannya sangat keras. Bahkan membuat getaran gempa di seluruh wilayah Istana Emas. Beberapa pilar yang menyangga aula Istana emas ambruk dan dinding sebelah selatan istana retak menjalar dari bawah sampai ke atas.
“Apakah Void Dragon terlalu kuat?” Alvaro membulatkan mata dengan rahang terjatuh.
Dia sangat terkejut, dan syok melihat kedua Void Dragon membantai semua kawanan Knight Zelda dan kawanan Heros Lobster hanya dalam waktu 10 menit.
...[Tetew-tetew]...
...[Selamat, tuan telah membunuh monster level emas dan mendapatkan 150000 poin pengalaman]...
...[Tetew-tetew]...
...[Selamat, tuan telah naik ke rank Lord dan mendapatkan 2000 poin skill yang langsung dialokasikan otomatis ke skill Arc Of Weapon]...
...[Tetew-tetew]...
...[Selamat, tuan telah berhasil meningkatkan skill Arc Of weapon ke level 2. Tuan bisa membuat senjata dengan kristal arkha tipe D]...
...[Tetew-tetew]...
...[Selamat, tuan telah berhasil meningkatkan skill Arc Of weapon ke level 3. Tuan bisa membuat senjata dengan kristal arkha tipe C]...
Getaran di wilayah Istana emas membuat para asosiasi monster hunter yang sedang menyerap energi Monster Core di ruang bawah Istana emas tersebut terusik. Ternyata mereka adalah tim yang dipimpin oleh Fahmi dan sedang menyerap energi dari Zebris Core milik salah satu jendral monster di bawah kepemimpinan Emperor Lord Thanatos.
Mereka melakukan ini untuk membangkitkan kembali kekuatan Thanatos beserta tubuhnya yang tersegel di dalam tubuh Vredrick. Octus dan Xena langsung menatap nyalang ke arah Istana Emas dari sisi yang berbeda.
Dada Alvaro terasa panas, karena merasakan kemarahan Octus dan Xena yang memang sedang meluap-luap amarahnya. Namun Alvaro tidak tahu alasan kedua Twin dragon tersebut marah besar.
"Pa-panas! Hen-hentikan! I-ini sangat menyiksaku!” pekik Alvaro dan tubuhnya tumbang ke permukaan tanah.
__ADS_1